Menikahi Bodyguard Ayahku

Menikahi Bodyguard Ayahku
06 (Nikahnya Karena Terpaksa)


__ADS_3

Hari Pernikahan


" Saya terima nikah dan kawinnya Alina Prajawidya binti Ridwan Prajawidya dengan mahar berlian sebesar 25 karat, uang 250 juta dan seperangkat alat shalat dibayar tunai!!!"


"Bagaimana para saksi, sah? "


"Sah! "


"Sah! "


Setelah mengucapkan ijab kabul di kediaman Alina, kini sepasang pengantin yang berbeda raut wajah menyambut para tamu yang datang ke pernikahan mereka.


Rayyan terlihat sangat senang dengan pernikahannya bersama Alina sedangkan Alina merasa kesal sekaligus benci dengan sang suami karena ia terpaksa menikahi Rayyan atas desakan sang ayah.


Pernikahan yang digelar tidak mewah,Alina menyetujui pernikahannya dengan Rayyan tetapi dengan syarat, ia tidak ingin pernikahannya mewah, tidak mengundang banyak orang,serta ia ingin pernikahannya hanya diketahui segelintir orang.


'Ni acara kapan deh selesainya? kaki gue udah sakit kayak gini huhu, udah gue harus hidup sama bodyguard mesum ini, ya Tuhan Alin gak kuat huhu'Jeritan hati Alina tergambar dengan mimik wajahnya yang seakan tersiksa.


Ketika Alina sedang bermonolog, raut wajahnya tertangkap oleh mata Rayyan, Rayyan hanya tersenyum kecil karena menganggap wajah Alina sangat imut dan lucu. Sebenarnya Rayyan belum mengetahui pasti apakah ia mencintai Alina atau hanya sekedar balas dendam karena ucapan-ucapan Alina terhadapnya.


"Apa lo liat-liat! " Hardik Alina ketika menoleh ke Rayyan.


"Saya hanya sedang menikmati raut wajah tersiksa istri tersayang saya, apa ada larangan? " jawab Rayyan dengan seringaian khas diwajahnya.


" Heh, gue itu terpaksa ya nikah sama lu, pokoknya nanti gue gak mau bobo bareng sama lu, gue juga gak akan mau lu sentuh " ucap Alina menggebu-gebu.

__ADS_1


Sementara Rayyan hanya tersenyum mendengar kata-kata yang diucapkan Alina.


...----------------...


Dikamar Alina


Alina sedang membersihkan sisa make up yang menempel pada wajahnya. Rayyan mengunci pintu kamar Alina lalu segera mendekati Alina.


"Honey apakah perlu bantuan untuk membuka baju pengantin ?" Rayyan sengaja menggoda Alina karena ia sempat tertantang ketika Alina bilang bahwa ia tidak ingin disentuh Rayyan.


"Engh" Lenguh Alina. Rayyan duduk di kursi rias yang sama dengan Alina, bahkan kondisi duduk mereka sangat dekat tanpa celah. Rayyan juga sengaja menempelkan tubuh bagian bawahnya tepat dibok*ong Alina karena ia ingin melihat reaksi Alina.


" D..d...diem deh om Rayyan yang terhormat, gak usah nempelin burung lu deh om, risih tau gak, meskipun lu mancing-mancing, gue juga gak bakal kepancing" bohong Alina.


"Sekarang kamu memanggil saya om,kemarin kamu memanggil saya bodyguard mesum,selanjutnya kamu bakal manggil saya apa? "


"Sepertinya kamu meremehkan saya nona, hari ini saya akan membuat nona tidak bisa berjalan, sampai nona meminta ampun untuk berhenti " Rayyan berkata sambil mengecup bahu serta telinga Alina yang menurut Rayyan titik sensitif Alina.


"Gak bakal gue kasih lu tubuh gue yang indah ini, lu tuh emang om-om mesum yang genit sama cewek cantik kayak gue"


"Baiklah,panggilan kamu sekarang ke saya berubah menjadi 'om', maka saya akan membuat kamu mendes*h dibawah saya"


Tanpa menunggu lama Rayyan langsung menggendong Alina ala Bridal Style. Ia lalu melemparkan Alina ke ranjang yang telah dihias khas pengantin baru.


Alina terus memberontak dibawah kungkungan Rayyan. Namun Rayyan tidak kalah sengit menyentuh Alina. Ia mulai mencium bibir merah Alina, lalu pindah ke leher jenjang Alina, tangan Alina sudah di ikat oleh Rayyan menggunakan dasi yang ia pakai.

__ADS_1


Entah kapan baju Alina terlepas dari tubuhnya, ia tidak menyadari tubuhnya sudah benar-benar polos. Rayyan terpesona untuk kedua kalinya melihat pahatan Tuhan yang sangat indah di hadapannya. Dengan mata yang sudah dipenuhi kabut gairah, Rayyan mulai menjelajahi bagian atas Alina. Gunung kembar ia beri jejak agar tak tersesat ketika kembali, setelah melewati gunung kembar, ia pindah memberi jejak di bawah gunung hingga sampai masuk ke hutan rimba.


Sebelum masuk ke hutan rimba, Rayyan mulai berkenalan dengan seluruh isi hutan tersebut. Banyak pohon yang tidak begitu lebat, lalu ada biji kacang yang berwarna merah yang sayang jika tidak dicoba, biji kacang tersebut sudah basah oleh air yang keluar dari dalam lembah dibawah hutan rimba.


"Honey, kamu sudah basah ternyata, aku ingin mengecek hutan rimbamu dulu, menurut mu lebih baik menggunakan jari atau lidah? "


Alina yang sudah tidak bisa mengontrol diri hanya bisa mengumpat Rayyan dalam hati, ia sudah terpancing oleh permainan Rayyan.


"Baiklah kalau begitu saya akan menggunakan keduanya "


Selanjutnya jari jemari Rayyan mulai menyentuh hutan rimba Alina, ia bahkan mulai berkenalan dengan biji kacang Alina. Foreplay


yang Rayyan berikan memang sudah tak diragukan lagi. Rayyan mulai memelintir biji kacang Alina,satu jarinya yang lain ia gunakan untuk masuk kedalam lembah surga Alina.


Alina hanya bisa melenguh dan mendes*h dengan permaianan luar biasa Rayyan.


"o.. om, shh... "des*h Alina


"Kenapa honey? kamu ingin lebih?"


Tanpa menunggu lama, lid*h Rayyan mulai ikut andil dalam menjelajah hutan rimba Alina.


Lidah Rayyan mulai bermain dari atas hingga bawah hutan tersebut, bahkan Rayyan memasukkan lidahnya kedalam lembah Alina yang masih belum pernah dijamah.


Lanjut kah guys?? 😅😜

__ADS_1


Jangan lupa like,coment dan vote nya ya 😊👍


__ADS_2