
Devian Indratama adalah seorang CEO yang sangat sukses. Walaupun kaya dan berjaya ia tidak sombong dan kejam. Sifatnya sangat baik hati baik kepada bawahannya atau pun orang lain.
Devian berwajah tampan dan bertubuh tinggi. Banyak wanita bahkan rekan bisnis perempuannya menyukainya.
Terapi entah kenapa Devian menolak karena masih belum mau menikah. Padahal umurnya sudah genap 24 tahun.
***********
Liona Putri adalah anak dari rekan bisnis Devian. Wajahnya cantik dan tubuhnya langsing dan tinggi.
Liona bekerja sebagai seorang dokter anak di suatu rumah sakit milik ayahnya.
Ia berumur 24 tahun sama seperti Devian.
Ayahnya Liona bernama Wijaya Kusuma.
Ia ingin menjodohkan Liona dengan Devian karena Pak Wijaya sudah tau siapa Devian. Menurutnya Devian sangat baik dan sopan dan juga tidak pernah kasar terhadap siapapun kecuali musuhnya.
Pak Wijaya sudah lama mengenal Devian bahkan dia yang telah menolong perusahaan Devian saat di ambang kehancuran. Sejak saat itu hubungan mereka berdua semakin dekat.
Akankah hubungan smereka akan berjalan dengan semestinya atau hancur ?
Ayo saksikan kisah Devian dan Liona dalam Kisah Menikahi Istri Yang Arrogant
************
Pagi hari di rumah Devian...
Matahari telah terbit, sinarnya masuk melewati celah - celah jendela membuat ruangan kamar Devian sedikit terang.
Devian pun terbangun mendengar alarm nya berbunyi, ia pun segera mematikannya.
Devian melirik jam dan ternyata sudah jam 7. Ia langsung bergegas mandi dan bersiap - siap untuk bekerja.
Setelah selesai ia pergi untuk sarapan di ruang makan.
" Bi aku sarapan susu aja, solnya udah terlambat nih."
"Baik Tuan Muda." Jawab Bibi Marni yang merupakan pembantu di rumah Devian.
Bibi Marni adalah orang yang merawat Devian dan tinggal bersamanya sejak kedua orang tua Devian meninggal saat umurnya 15 tahun.
Setelah meminum susu hangat Devian Langsung bergegas ke kantornya mengendarai mobil.
"Aduh gawat, meeting dimulai 20 menit lagi aku harus cepat!"
Devian pun mulai melaju lebih kencang.
Tetapi saat di perjalanan ada seorang pengendara mobil yang hampir bertabrakan dengan Devian. Pengendara mobil tersebut keluar dan langsung menghampiri mobil Devian.
"Woy!! buka pintunya, buka!" seru pengendara tersebut yang ternyata adalah perempuan.
Devian pun keluar dari mobilnya.
"Maaf nona saya benar - benar tidak sengaja"
"Heh,, mas kalau nyetir tuh pelan - pelan,, bisa nyetir nggak sih." jawab perempuan tersebut dengan suara tinggi.
"Iya mba maaf, lain kali saya nggak gitu lagi deh. Soalnya saya sedang buru - buru." Devian hanya tersenyum canggung.
"cihhh, Dasar laki - laki nggak berguna, nyetir aja nggak becus."
Perempuan tersebut langsung pergi meninggalkan Devian dengan perasaan kesal.
__ADS_1
haduhhh ada apa dengan nona itu ya, padahal hanya masalah sepele seperti inia aja, kok marah, lagi pula aku juga tidak sampai menabraknya. batin Devian sambil mengeluh dadanya menahan sabar.
Setelah itu Devian segera berangkat menuju kantornya.
Sesampainya dia di kantor, Devian langsung menuju ruang meeting. Dan melaksanakan meeting sesuai Jadwal yang ditetapkan.
Selesai dari itu dia langsung menuju ruang kerjanya.
Devian memasuki ruang kerjanya. Di ruangan kerja tersebut sudah ada kedua temanya yang sudah menunggunya cukup lama.
"Hi udah nunggu lama." sapa Devian dengan senyum ramahnya.
"Sekitaran satu jam" Jawab salah satu teman Devian.
Devian memiliki 2 sehabat yaitu Arjuna dan David. Mereka bertiga telah berteman sejam masa SMA. Hanya mereka berdua orang yang Devian percaya.
"Kok lu lama banget?" tanya David kepada Devian.
"Iya, soalnya ada rapat." jawab Devian dengan wajah lucu.
"Yaudah ayo kita bahas masalah bisnis kita." seru Arjuna.
"Ayo!" jawab Devian
Lama mereka berbincang hingga satu jam berlalu.
"Dev! lu nggak mau nikah apa." Arjuna tersenyum ke arah Devian.
"Belom lah, gua masih mau kerja, repot nanti kalau nikah." jawab Devian dengan enteng.
"Kenapa ? padahal banyak loh cewe yang ngantri buat lu." David menambahkan.
"Cewek kaya gitu, males ah gua , paling ujung - ujungnya matre." Jawab Devian dengan menarik nafas.
Sikap Arjuna sangat berbeda dengan David. Arjuna adalah orang yang berisik dan banyak omong sementara David pendiam.
Di ruangan Devian.....
Dertttt Dertttt Dertttt
Suara telepon berbunyi di ponselnya Devian.
Ia langsung mengangkat telfon ya.
"Halo! om Wijaya ."
"Halo Devian."
"Ada apa ya om."
" ini.. om mau mengajak kamu ke pesta ulang tahun putri om Liona dirumah om."
"oh ok om nanti malam saya akan datang"
"oh ya udah"
telepon pun di matikan dan Devian melanjutkan kembali pekerjaannya.
Tak terasa hari sudah sore Devian teringat akan undangan pesta ulang tahun puterinya om Wijaya. Devian pun langsung segera pulang dan bersiap - siap .
Devian berangkat ke rumah om Wijaya. Dalam setengah jam dia sudah sampai di rumah om Wijaya.
Ada cukup banyak orang di sana, mulai dari teman- teman Liona sampai rekan Bisnis pak Wijaya Kusuma.
__ADS_1
Devian segera menghampiri Pak Wijaya.
"Asalamualaikum Pak Wijaya."
"Waalaikumsalam Devian."
mereka berdua berjabatan tangan
Melihat kedatangan Devian, Bu Kusuma menghampiri mereka berdua.
"Nak Devian, bagaimana kabarnya."
"alhamdulilah baik Bu." Devian tersenyum ramah.
"oh ya kamu kan belum kenalan sama Liona, mari Ibu kenalkan."
" Ok Bu."
Devian dan Bu Kusuma berjalan menuju Liona yang saat ini sedang bersama teman - temanya.
" Liona kemari sayang ini mami mau mengenalkan kamu sama Devian."
Liona pun menghampirinya.
"Liona ini Devian, Devian ini Liona anak ibu."
"Ka..kamu." Liona kaget melihat pria yang tadi pagi dia marahin.
"Kamu mba yang tadi pagi ya, yang hampir bertabrakan denganku."
"Iya! kamu ngapain di sini" jawab Liona dengan suara sewot.
Devian hanya diam saja karena memang dia juga yang salah.
"Sayang kamu jangan begitu dong sama Devian ."
"Tapi mam dia yang udah buat mood ku buruk pagi ini."
"Ya udah Liona untuk kejadian yang tadi pagi maafin aku yah." Devian mengajak bersalaman.
"Hmmmmmhhh" Liona buang muka.
"Sayang ayo dimaafin kan Devian sudah minta maaf." ucap Bu kusuma
"ya yaaa aku maafin" keduanya pun berjabat tangan.
" Namaku Devian." Devian tersenyum
" Namaku Liona." jawabnya dengan wajah jutek. Liona pergi dan menghampiri teman - temanya.
Bu Kusuma hanya bisa geleng - geleng melihat tingkah anaknya itu.
" Maaf ya nak, Liona memang anakya jutek dan Arrogant."
"Oh nggak papa Bu"
" oh ya silakan nikmati pestanya, ibu tinggal dulu ya."
" iya bu."
Bu Kusuma meninggalkan Devian sendiri. Devian pun ingin pergi ke pak Wijaya untuk membahas bisnis.
Tetapi baru beberapa langkah dia berjalan ada seorang wanita cantik yang menghampirinya.....
__ADS_1