
Liona dan laki - laki tersebut sudah sampai di tempat yang sepi dekat pesta tersebut.
"Sayang kamu mau bicara apa sama aku."
Ucap laki laki tersebut sambil mengelus pipi Liona yang mulus dan putih itu.
"A...aku mau kita putus." ucap Liona yang mulai meneteskan air matanya.
Laki - laki yang sekarang bersama Liona adalah Aldi. Ia adalah kekasih Liona. Mereka sudah 2 tahun menjalani kisah asmara mereka.
"Hahaha putus kamu bercanda kan sayang." Ucap Aldi tertawa tidak terima akan kata kata Liona.
"Tidak, aku tidak bercanda." ucap Liona menatap Aldi.
Raut wajah kecewa Langsung muncul di wajah Aldi. Ia benar - benar merasa sangat sedih.
"Tapi kenapa Liona." Aldi memegang kedua pipi Liona dengan kedua tangannya dan mendekatkan wajahnya dengan wajah Liona.
"Itu karena aku akan menikah dengan seseorang." ucapnya pelan mencoba melepaskan tangan Aldi dan menundukkan kepalanya.
"Apa!! menikah!!! dengan siapa." tanya Aldi frustasi.
"Dengan laki laki pilihan papa ku." jawab Liona meneteskan air matanya.
Aldi mendekati Liona ia mengangkat dagu Liona menggukan jarinya. Lalu ia mengusap air mata Liona.
"Kau tidak menolaknya Liona?" tanya Aldi menatap Liona dengan tatapan sedih.
"Aku tidak bisa menolaknya jika papa ku sudah memutuskan maka tidak bisa diganggu gugat." tangis Liona.
"Tidak, kamu tidak boleh menikah dengan laki - laki manapun selain aku Liona." ucap Aldi masih belum bisa menerima kenyataan.
"Maaf Aldi, kita sudahi saja hubungam kita sampai di sini." ucap Liona menatap Aldi dengan tatapan sedih.
"Tidak!! aku tidak mau Liona!!"
"Kau harus menjadi milik ku Liona." Aldi memegang erat tangan Liona lalu menariknya dan mencoba membawa Liona ke suatu tempat.
Liona yang merasakan sakit pada tangannya mencoba untuk memberontak tetapi percuma saja tenaga Aldi jauh lebih kuat.
"Lepaskan!!! lepaskan!!! lepaskan Aldi." Liona sangat ketakutan batu kali ini dia mendapat perlakuan kasar seperti itu dari Aldi.
Selama mereka berpacaran Aldi selalu bersikap.romantis dan lemah lembut terhadap Liona. Liona saat ini sangat ketakutan. Ia berfikir mungkin Aldi akan bertindak kasar kepadanya atau macem - macem terhadapnya.
**********
__ADS_1
Melihat kedekatan Liona dan Aldi, Devian mulai panas. Ia mengikuti kemana mereka berdua pergi takutnya Aldi akan bertindak macam - macam.
Devian hanya melihat Liona dan Aldi sedang berbicara berdua tetapi dia tidak bisa mendengar perkataan mereka karena jaraknya lumayan jauh.
Beberapa menit kemudian Devian melihat Aldi bertindak kasar kepada Liona. Devian menjadi murka tetapi ia tidak gegabah dengan langsung menghampiri dan menghajar Aldi. Devian masih mengawasi tindakan Aldi.
Jika Aldi bertindak lebih dari batas barulah Devian akan menghajarnya dan menyelamatkan Liona.
**********
Aldi memasukan Liona ke dalam mobil dengan kasar. Ia pun masuk juga ke dalam mobil dan membanting pintunya.
Mobil pun di jalankan.
Melihat Liona di bawa pergi oleh Aldi , ia segera ke parkiran dan masuk ke dalam mobilnya.
Devian mencoba mengikuti Aldi tetapi pada jarak yang aman agar Liona dan Aldi tidak mengetahui jika mereka sedang diikuti.
Di dalam mobil Liona terus menangis ia merasa takut dengan Aldi. Sementara Aldi hanya tersenyum kejam.
"Liona kau harus menjadi milik selamanya hahahaha." Aldi menyuguhkan senyumnya yang terlihat menakutkan.
Liona hanya diam saja tertunduk. Ia sangat takut bahkan ia tidak bisa berkata - kata. Yang ada di pikirannya saat ini adalah bahwa kata kedua orang tuanya benar bahwa Aldi bukanlah laki - laki baik - baik. Dia ternyata laki laki yang berbahaya.
Mobil pun berhenti di suatu rumah tua yang sudah tak terurus.
Aldi memegang tangan Liona dengan kencang membuat Liona kesakitan, Liona mencoba memberontak tetapi ia kalah kuat. Liona mulai memukuli Aldi. Aldi menangkap kedua tangan Liona.
"Lepaskan Aldi lepaskan !!!" teriak Liona ketakutan.
Aldi menyugihkan senyumnya yang kejam. Ia menatap Liona.
"Dari dulu selama kita berpacaran aku selalu ingin melakukan hal itu padamu." ucap Aldi dengan tatapan yang Punuh hasrat.
"Ap...Apa yang ingin kau lakukan Aldi." Liona sangat merasa jijik dengan tatapan Aldi saat ini.
"Tentu saja mencicipi tubuhmu hahahaha." ucap Aldi tertawa kejam.
Liona melepas tangannya dari genggaman Aldi dan menamparnya.
"Dasar pria brengsek, pantas saja ayahku tidak menyetujui hubungan kita ternyata ini sifat aslimu." Ucap liona yang merasa sangat jijik terhadap Aldi.
Mendapat tamparan dari Liona, Aldi semakin murka. Ia menarik paksa Liona memasuki rumah tersebut.
Ia membawa Liona ke dalam kamar yang tersedia sebuah kasur.
__ADS_1
Rumah tersebutndari luar terlihat tidak terurus tetapi di dalam nya cukup rapih dan bersih.
Aldi membanting tubuh Liona ke kasur.
"Tolong!!!! tolong!!!" teriak Liona ketakutan.
Aldi semakin bergairah melihat Liona ketakutan, ia segera melepas pakaiannya hingga hanya memakai boxer.
Ia menindihi tubuh Liona.
"Apa!!! yang ingin kau lakukan brengsek menjauhlah dariku!!!" Liona memukul - mukul dada Aldi.
Aldi menangkap kedua tangan Liona, ia mengunci tangan Liona diatas kepala Liona agar tidak memukulnya lagi menggunakan satu tangan.
"Liona kau memang sangat cantik." kata Aldi yang terlihat tidak sabaran dengan Liona.
Aldi mulai mendekati bibirnya denngan bibir Liona, berusaha untuk menciumnya.
Baru jarak 3 centi.
Brukkk
Aldi terlempar ke lantai, pinggangnya terasa sangat sakit seperti di tendang seseorang. Ia mencoba berdiri dan melihat keadaan sekitar. Ternyata ada seorang laki - laki berada di hadapannya dengan tatapan ingin membunuh.
"Si...siapa kau." bentak Aldi dengan sorot mata murka.
"Aku adalah calon suami Liona." ucap Devian tersenyum sinis.
Melihat kedatangan Devian, Liona merasa lega dan senang. Ia melihat Devian.
syukurlah, Devian sudah datang menyelamatkan ku. Batin Liona.
Aldi tanpa basa - basi menyerang Devian tetapi dia tidak ada apa - apanya dibandingkan dengan Devian. Hanya dengan beberapa kali pukulan Aldi pingsan tak sadarkan diri.
Setelah itu Devian menghampiri Liona tetapi ia langsung berhenti saat jarak mereka sudah lumayan dekat. Ia berfikir pasti Liona akan marah jika ia berusaha menyentuhnya.
Kenapa dia berhenti , kemarilah Devian aku sangat butuh kamu di sampingku. Batin Liona.
Liona masih terlihat menangis ia menatap Devian dan Devian pun menatapnya juga.
"Liona kamu sekarang aman aku sudah menghajar pria brengsek ini dan sebentar lagi polisi akan datang." ucap Devian.
"Ayo kita pulang Liona."
Liona pun mengangguk menyetujui perkataan Devian.
__ADS_1
Liona berjalan keluar dari rumah itu dan diikuti Devian.
Mereka berdua keluar dari rumah itu bersamaan dengan polisi yang sudah datang. Polisi pun menangkap dan membawa Aldi yang sudah terkapar akibat Devian......