Menikahi Istri Yang Arrogant

Menikahi Istri Yang Arrogant
Liona Marah


__ADS_3

Pagi pun akhirnya tiba perlahan -lahan Devian mulai membuka matanya. Ia bangun dari tempat tidurnya dan merapihkan tempat tidurnya. Stelah selesai Devian segera mandi.


Setelah selesai mandi dan memakai pakaian rumahan. Devian berjalan menuju ke lantai 1 untuk menonton televisi. Hari ini adalah hari Minggu jadi dia libur.


Beberapa waktu kemudian terdengar suara bel rumah berbunyi.


"Siapa yang datang" ucap Devian. Dia pun berdiri dan berjalan untuk membukakan pintu rumahnya.


Pintu rumah pun terbuka dan ternyata yang datang adalah Liona. Wajah Liona tampak marah.


"Hai." sapa Devian mencoba mencairkan suasana.


Liona tidak menjawab ia hanya diam saja dan memandang tajam ke arah Devian.


"Ada apa kau ke sini Liona." tanya Devian yang merasa aneh dengan sikap dan tatapan Liona yang seperti itu.


"Aku ingin bicara denganmu berdua." Jawab Liona dengan nada setengah triak.


"Kalau begitu ayo silahkan masuk. Kita bicara di ruang tamu saja." Liona dan Devian berjalan ke ruang tamu.


Liona duduk berhadapan dengan Devian.


"Sebenarnya kamu mau bicara apa Liona." tanya Devian.


"Apa benar orang tuaku memintamu untuk menikahiku."


"Ya, benar."


"Dan apa jawabanmu."


"A..aku bersedia untuk me..menjadi suami kamu."ucap Devian dengan terbata - bata.


"Apa!!!! kau bersedia untuk menjadi suamiku." bentak Liona sambil menggebrak meja.


"i..iya." jawab Devian dengan tertunduk.


"Kenapa kau ingin menjadi suamiku." tanya Liona dengan suara tenang tapi sorot matanya menunjukan kebencian.


Devian mulai mengatur nafasnya.


Setelah tenang ia berkata"Karena aku mencintaimu Liona." jawab Devian dengan tatapan lembut.


"ohh yaaa. Kita baru saja berkenalan dan kau bilang mencintaiku." Liona terlihat semakin marah.


Wajah perempuan ini sebenarnya cantik tapi sayang tertutup oleh kegalakan dan kejutekanya. ucap Devian dalam hati.


"Iya aku mencintaimu Liona." Devian mulai serius.


"Mustahil aku tidak percaya pasti ada alasan lain, katakan!!" bentak Liona.


"Tidak ada alasan lain Liona. Aku ingin menikahi kamu karena aku memang mencintai kamu."


"Bohong!! aku curiga pasti kau menginginkan harta ayahku kan." ucap Liona dengan senyuman menyeringai. mengejek Devian.

__ADS_1


" Aku sama sekali tidak tertarik dengan harta. Aku tulus padamu Liona."


"Dasar pria brengsek!! kau ternyata pintar akting juga ya." ucap Liona dengan tatapan jijiknya.


Sebenarnya aku ingin menikahimu karena ingin membalas jasa orang tua mu Liona. batin Devian.


"Terserah apa katamu Liona yang pasti aku akan menikahimu Minggu depan." Ucap Devian dengan tatapan serius.


"Apa....A..aku !! tidak mau menikah denganmu!! aku sudah punya pacar!!" teriak Liona yang mulai meneteskan air matanya.


"Segera putuskan pacarmu dan menikahlah denganku kalau tidak.."


"Kalau tidak apa!!" bentak Liona.


"Kalau tidak kau tidak akan mendapat harta ayahmu sepeserpun." kata Devian dengan wajah yang tampak serius.


"Ba..bagaimana bisa aku tidak mendapatkan harta ayahku jika tidak menikah denganmu. Itukan hak ku" tanya Liona dengan nada yang tinggi dan terlihat khawatir.


"Itu sudah menjadi kesepakatan ayahmu dan aku." ucap Devian dengan wajah dingin.


"Dasar brengsek!!! aku benci sama kamu Devian!!" Liona Langsung pergi dan berlari sambil menangis.


Devian pun menarik nafasnya dalam - dalam. Ia mencoba untuk menahan amarahnya. Ia berfikir kedepanya mungkin akan sulit. Sifat Liona yang sedikit kekanakan dan tempramental akan menjadi ujian terberatnya dalam pernikahan mereka.


Devian pun mengecek jam dan ternyata sudah jam 8 pagi. ia teringat bahwa ia ada jam kegiatan fitnes dan beladiri.


***********


"Hiks .hiks..hiks. Kau jahat.. kau jahat Devian!!!" triak Liona sambil menangis histeris.


"A..aku bersumpah. Setelah menikah nanti aku akan buat hidupmu menderita. hiks..hiks..hiks." kata Liona yang masih menangis.


Liona terus saja menangis di dalam mobilnya dan ia membawanya dengan kecepatan maksimal.


Saat mengendarai ia meleng. Ia tidak melihat bahwa ada anak kecil yang menyebrang.


"Awassss." teriak Liona.


Dan anak tersebut akhirnya tertabrak mobil Liona.


Orang - orang yang melihatnya langsung menghampiri anak yang tertabrak itu. Sementara Liona merasa takut ia tidak berani kaluar dari mobilnya.


Seseorang yang berusaha menyelamatkan anak yang tertabrak tersebut menghampiri mobil Liona.


"Woy buka buka tanggung jawab lu"


Liona semakin panik ia takut untuk keluar mobil. Karena semakin banyak yang mengetuk jendela mobilnya akhirnya ia keluar dari mobilnya dengan perasaan takut.


"Mba tanggung jawab mba. Bawa anak itu ke rumah sakit." kata salah seorang yang berada di situ.


"I..iya saya akan tanggung jawab ko."


"Kalau begitu masukan saja anaknya ke mobil saya habis itu saya akan bawa ke rumah sakit." ucap Liona.

__ADS_1


Akhirnya anak tersebut dimasukan ke dalam mobil Liona. Dan Liona membawanya ke rumah sakit.


Liona masih mondar - mandir di rumah sakit. Ia takut akan terjadi apa - apa terhadap anak yang dia tabrak.


"Aduh bagaimana ini. Bagaimana kalau nanti orang tuanya menuntut ku ke penjara jika terjadi apa - apa dengan anak itu." Liona terus mondar mandir merasa khawatir dengan apa yang akan terjadi kedepanya.


Beberapa menit kemudian dokternya keluar.


"Dok bagaimana keadaan anak itu.".tanya Liona.


"Mba ini keluarga anak itu."


" Bukan dok tadi saya menabraknya di jalan." Jawab Liona dengan menggelengkan kepalanya.


"Anak itu hanya terluka ringan jadi mba tidak perlu khawatir." ucap dokter tersebut dengan tersenyum.


"Ohhh syukurlah. terima kasih ya dok."


"Iya sama sama. " dokter tersebut berjalan meninggalkan Liona.


Liona berjalan ke arah administrasi untuk menyelesaikan pembayaranya.


Setelah selesai ia kembali keruang anak yang di rawat itu.


Liona pun akhirnya menelepon orang tua dari anak yang dia tabrak tersebut. Ia mengetahui no kedua orang tuanya dari buku catatan anak tersebut.


Tak lama kemudian ibu dari anak tersebut datang.


"Mba..mba bagaimana keadaan anak saya." kata ibu dari anak tersebut dengan wajah panik.


"Anak ibu baik - baik saja hanya luka memar tetapi ia belum sadar Bu." ucap Liona berusaha menenangkan ibu tersebut.


"Sebenarnya apa yang terjadi mba kenapa bisa anak saya kecelakaan."


"Maafkan saya ya Bu saya mengendarai mobil ngebut dan tidak hati hati terus saya menabrak anak ibu."


"Tidak apa apa mba lain kali hati hati ya. Dan sekarang mba bisa pulang saya yang akan menjaga anak saya."


"Terimakasih Bu atas kebaikan hati ibu." Liona pun segera pergi kali ini ia berusaha tenang sebelum mengendarai mobil.


Ia mulai jaln dan akhirnya Sampai di rumah. Ia segera keluar dari mobilnya dan memasuki rumahnya.


Ia melihat ayah dan ibunya sedang berbincang bincang berdua. Ia menghampiri mereka berdua.


"Li habis dari mana aja kamu." ucap bu Wijaya menghampiri puterinya yang cantik itu.


Liona tidak menjawab ia malah membuang muka.


Bu Wijaya berusaha untuk merangkulnya tetapi Liona menangkis tangan ibunya.


"Ada apa Li." tanya Bu Wijaya .


Pak Wijaya pun melirik Liona.

__ADS_1


__ADS_2