
Akhirnya Vina dan Nio di luar .Dan Vina sama sekali tidak berbicara karena cangung akhirnya Nio memutuskan membuka topik pembicaraan
"Vina " Panggil Nio
"Eh emm iya ada apa ?" Tanya Vina
"Gimana tanganmu ,udah gk sakit lagi?" Tanya Nio
"Lukanya belum kering karena sering terkena air wudhu jadi masih basah ,tapi aku yakin jika terkena air wudhu pasti sembuh "Ucap Vina
"terus itu di perbannya sudah banyak darah loh Vin ,mana perban yang kemarin ? sini biar aku yang perban " Ucap Nio
"Hehe perbannya udah habis Nio " Jawab Vina tertawa .
"Loh kok habis kan kemarin banyak tuh " Tanya Nio
"Iya karena setiap aku pakai perban darahnya selalu terlihat di perban ini jadi sering aku ganti terus " Ucap Vina
"Ya sudah kamu tunggu sini ,aku beli perban dulu di apotek " Ucap Nio bergegas ke luar
"Eh eh ,udah gk usah Nio ,gk papa " Jawab Vina
"Loh kok gk usah ,kamu gk liat itu perbannya sudah berwarna merah ? , udah diam sini aja yah " Ucap Nio
Vina hanya bisa menurut apa kata Nio.Dan Nio pun bergegas pergi ke apotek.
DiKamar Zahra~
__ADS_1
Zahra belum lah sadar akan siumannya itu membuat Faizal semakin khawatir.Dan Uminya pun sangat sedih melihat keadaan Zahra yang terus-terus kesakitan .
"Ya Allah Zahra ,Umi datang nak ,Umi rindu sama Zahra " Ucap Umi tetapi Zahra masih belum sadar.
Tiba-tiba beberapa menit kemudian Zahra siuman lagi dan ia melihat ada Umi,Abi dan Faizal di kamarnya akan tetapi Vina dan Nio tidak ada karena mereka menunggu di luar.
"Umi?" Ucap Zahra
"Iya nak ,Ini Umi ," Jawab Umi
Zahra langsung memeluk Umi dan menangis dipelukan Umi Faizal ,seketika Umi pun menangis .
"Umii Zahra gk kuat sakit di lengan zahra ini mi " Ucap Zahra menangis
"Tenang nak Umi ada di sini kok ,sabar ya nak insya allah pasti sembuh " Jawah Umi tidak tega melihat Zahra seperti itu .
Faizal melihat orang tuanya itu sangat senang karena mereka menerima Zahra tanpa basa basi dan menyayangi Zahra seperti anak sendiri . Setelah beberapa menit Zahra tenang Faizal pun menguatkan Zahra ,agar tetap selalu sabar jika di beri cobaan oleh Allah Swt.
Tiba-tiba adzan Zuhur berkumandang Abi dan Faizal pergi ke masjid sedangkan Umi ,Zahra,Vina sholat di rumah berjama'ah.
"Abi Sama Faizal ke masjid dulu yah Mi ,Zahra " Ucap Abi
"Iya bi ,hati-hati" Jawab Umi
"Assalamualaikum " Salam Abi Faizal
"Wa'alaikumussalam Bi " jawab Zahra dan Umi
__ADS_1
Faizal dan Abi keluar dari kamar melihat Vina hanya sendiri sedangkan Nio tidak ada
"Loh Nio mana Vina ?" Tanya Faizal
"Oh tadi katanya beli perban di apotek ,tapi belum juga datang udah setengah jam loh kak " Jawab Vina
"Oh palingan pas denger adzan dia langsung ke masjid kali " Ucap Faizal
"Sepertinya begitu " Jawab Vina
"Ya sudah aku sama Abi mau ke masjid dulu kalian sholat berjama'ah di sini yah sama Umi " Ucap Faizal
"Iya ka " Jawab Vina
"Assalamualaikum" Salam Faizal
"Wa'alaikumussalam " Jawab Vina
Setelah Faizal dan Abi berangkat ke masjid Vina menunggu Nio kenapa beli obat sangat lama akhirnya Vina pun memutuskan untuk Sholat terlebih dahulu bersama ,Zahra ,dan Uminya Faizal.
Seperti biasanya Vina membuka perban ditangannya agar terkena air.Dan Umi Faizal terkejut melihat tangan Vina luka sangat banyak .
"Astagfirullah kenapa tangan kamu ?" Tanya Umi kepada Vina
"Ini karena merebut pisau dari Hana tante ,setelah Hana mencelakai Zahra ." Ucap Vina
"Ya allah kok tega sekali teman kalian ,Ya sudah pelan-pelan aja wudhunya " Ucap Umi
__ADS_1
"Iya tante " Jawab Vina segera mengambil air wudhu seperti biasanya karena luka di tangnya belum kering Vina masih saja menahan perih yang luar biasa di tangannya.Zahra terus menguatkan Vina agar tetap fokus wudhu , beberapa menit selesainya mereka Wudhu ,akhirnya sholat berjama'ah pun di laksanakan dengan sangat khusyuk di pimpin oleh Umi.