MENIKAHI KARENA KEHORMATANNYA

MENIKAHI KARENA KEHORMATANNYA
Maafkan Zahra


__ADS_3

Tanpa berbicara Faizal langsung turun dari mobil. Zahra dan Hilya pun juga turun. Hilya membawa belanjaan mereka turun, Zahra segera membantu Hilya membawa sebagian belanjaannya. Sedangkan Faizal masuk ke dalam rumah tanpa membantu Zahra dan Hilya.


"Abang Faizal itu kenapa yah Hil kayak marah." Heran Zahra sambil tanggannya mengambil belanjaan dari Hilya.


"Palingan cemburu kali sama Ka Zahra. E-eh soalnnya Hilya kasih tau ka Faizal tadi kalau ada teman kampus kakak. Ka Faizal tadi panik kenapa Hilya bisa sendiri ke depan kasir. Jadi terpaksa deh Hiya kasih tau." Ucap Hilya sambil berjalan masuk ke dalam rumah bersama Zahra.


"Panntesannn Abang marah sama kakak..." Ujar Hilya menghela nafas. Hilya hanya tertawa sambil meminta maaf.


Mereka berdua pergi ke dapur untuk menata belanjaan tadi. Tidak lama kemudian Bibi Ayu pun ikut membantu mereka.


"Sini Non Bibi bantuin"


"Terima Kasih bi" Ucap Zahra. Bibi pun mengiyakan.


Tiba-tiba ada seseorang datang mengucapkan salam. Bibi pun keluar untuk segera meembuka pintu. Terlihat ada seseorang perempuan.


"Assalamu'alaikum bi, apakah ada Faizal?" Tanya perempuan tersebut kepada Bibi Ayu. Bibi Ayu melihat perempuan itu pun kaget. Ternyata perempuan tersebut ialah yang selalu mencari perhatian Faizal. Yah dia bekerja dekat perusahaan Faizal.


"Wa'alaikumsalam a-ada, sebentar saya panggilkan silahkan masuk." Ajak Bibi Ayu menyuruhnya untuk segera duduk di ruang tamu.


"Baiklah Bi. Cepat sedikit yah." Ucap Perempuan itu dengan rasa tidak suka.


Sebelum bibi naik ke lantai atas Zahra dan Hilya menemuinya tatkala melihat ada seorang perempuan.


"Bibi" Panggil Hilya. Bibi pun menuju ke arah dapur.

__ADS_1


"Bibi itu siapa?" Tanya Zahra penasaran.


"I-itu perempuan yang sering ke sini sebelum nak Zahra menikah dengan nak Faizal. Ia sepertinya suka dengan nak Faizal dan ia ingin bertemu dengan nak Faizal." Ucap Bibi ragu-ragu. Hilya sontak kaget.


"Apa dia bernama Helena?" Tanya Hilya kepada bibi Ayu. Bibi Ayu pun mengiyakan ucapan Hilya lagi-lagi hati Zahra serasa sesak ketika banyak perempuan mendekati suaminya tersebut.


"Sebentar yah nak, bibi mau panggilkan Nak Faizal." Ucap Bibi Ayu. Zahra dan Hilya pun mengiyakan.


Sebelum Bibi naik ke atas. Ternyata Faizal sudah terlihat turun dari anak tangga. Faizal melihat ada perempuan yang tengah duduk di ruang tamu. Ia sepertinya kenal dengan perempuan itu. Yah dia Helena. Akhirnya Faizal langsung menuju ruang tamu.


Dari arah dapur Zahra memandang suaminya bersama perempuan itu. Ia terlihat sesak seakan-akan tidak ingin suaminya bersama perempuan. Hilya melihat wajah Kaka iparnya sudah paham dengan kondisi Zahra.


"Kak Zahra, tenang saja. Kakak sudah jadi istri sah ka Faizal. Jadi tidak ada yang bisa merebutnya." Ucap Hilya Sedari memegang tangan Zahra. Zahra tersenyum dan mengiyakan.


Setelah mereka menata belanjaan, akhirnya Hilya mengajak Zahra untuk pergi ke kamarnya.


"Heumm boleh boleh, sekalian bawa snak-snak sama susu ini aja." Ucap Zahra dengan wajah yang sumeriang. Akhirnya mereka membawa sebagian makanan dan susu Ultra Milk.


Sedangkan bibi Ayu membuat minuman untuk tamu Faizal. Terlihat wajah bibi Ayu yang memang tidak menyukai perempuan itu. Karena selalu saja menemui Faizal.


 


Zahra dan Hilya asik menonton Film hantu. Dengan lampu kamar yang di matikan agar nuansanya begitu mencengram gelap.


Setelah mereka menonton Film, akhirnya Zahra kembali ke kamarnya. Terlihat suaminya sudah berada di tempat tidur dengan memainkan laptopnya.

__ADS_1


Ia menutup pintu dan segera ke kamar mandi. Setelah ia keluar dari kamar mandi Zahra tidak hentinya kesal dengan suaminya tersebut. Karena di dalam kamar sangat hening tidak ada yang berbicara. Akhirnya Zahra memutuskan untuk membuka topik pembicaraan.


"Ka Faizal sudah selesai menemui perempuan tadi?" Tanya Zahra segera menuju ke tempat di mana Faizal berada.


Tetapi tidak ada jawaban satu kata pun dari Faizal. Zahra terus bertanya sama sekali sia sia tidak ada jawaban lagi dari suaminya tersebut.


"Kak Faizal kenapa mendiamkanku seperti ini! ." Ucap Zahra penuh kekesalan. Sambil mengoyahkan tangan Faizal .


"Apa karena kakak cemburu melihat Zahra bersama teman kampus Zahra tadi?" Imbuh Zahra.


"Kak Maafkan Zahra" Ucap Zahra langsung memeluk suaminya dengan air mata yang sudah membasahi pipinya.


"Zahra mohon jangan marah ka" Ucap nya lirih masih dengan posisi memeluk Faizal.


Faizl pun membalas pelukkan Zahra.


"Sungguh menggemaskan , Kaka tidak marah kepada mu! " Ucap Faizal me eratkan pelukan istrinya.


"Benarkan? " Ucap Zahra menghadap wajah faizal dengan sangat dekat hanya 1 cm. Membuat Zahra terkejut dan detak jantungnya pun tidak bisa terkondisikan.


Faizal melihat wajah istrinya sangatlah dekat.


"Sungguh cantik" Ucap Faizal mengoda.


Faizal melihat bibir mungil istrinya tersebut langsung menciumnya. Zahra tersontak kaget ketika suaminya mencium.

__ADS_1


Karena Zahra tidak bisa mendongak juga. akhirnya ia pun terhanyut karena Faizal.


__ADS_2