MENIKAHI KARENA KEHORMATANNYA

MENIKAHI KARENA KEHORMATANNYA
Buat banyak anak


__ADS_3

Di Kamar.


Zahra pergi ke kamar mandi membersihkan tubuhnya, karena dia orangnya memang sangat pembersih. Setelah ia selesai mandi. Zahra bergegas memakai pakaian lalu ia akan turun ke lantai bawah, membantu bibi Ayu memasak makanan siang.


...----------------...


Di kamar Hilya~


Hilya terbangun dari tidur siangnya. Bergegas menuju kamar mandi, mencuci muka. Karena waktunya sudah makan siang. Maka dari itu Hilya akan membantu bibi Ayu memasak.


Melihat Nuriel ketika keluar dari kamar sedari melihat Hilya. Hilya hanya cuek saja. Karena mereka berdua memang tidak bisa berdekatan selalu saja bertengkar.


"Dasar judes!" Tutur Nuriel melihat Hilya membuang muka lalu pergi ke bawah. Ia pun berjalan juga untuk turun makan siang.


.....


Ketika waktu makan siang.


Semua keluarga berkumpul. Sangat indah dan menyenangkan.


"Umi, Abi" Panggil Faizal.


"Iya"


"Setelah makan siang ini, Faizal dan Zahra akan pindah ke rumah baru."


"Kok cepat sekali nak? " Tanya Umamah.


"Karena itu maunya Zahra Umi. " Zahra yang sedari makan tiba-tiba terkejut mendengar ucapan dari suaminya itu.


" Kenapa dia menjual namaku! Dasar bikin kesal saja. Apa jangan-jangan dia ingin bebas untuk memakanku, oh tidak, berdua di rumah baru dan setiap malam dia... Zahraaaa pikiran negatif mu buang jauh jauh, Astagfirullah."


"Zahraaa? " Panggil Umamah.


"Eh Iya Umi ada apa? "


"Sayang, kamu kan mau pindah rumah, nanti bibi Ayu bantuin bereskan barang Zahra sama Faizal yah" Ucap Umamah sambil tersenyum.


"Baik Umi"


Faizal melihat Zahra sambil tersenyum, karena Zahra memang tidak bisa mengelak ketika di depan Umi dan Abinya .

__ADS_1


"Jadii Hilyaaa di tinggalin nih, aaaaa gakk mauuuuuu, biar aja kak Faizal pindah rumah, Kak Zahra jangan pergi" Sahut Hilyaaa tidak terima.


Memang Hilya sangat dekat dengan Zahra, ia selalu di perlakukan layaknya teman, sehingga Hilya tidak ingin Zahra pergi.


"Kau ini tidak jelas sekali." Ketus Nuriel melihat tingkah adik terakhirnya.


"Memangnya kenapa!! Suka Hilyaaa laa, pokoknya Ka Zahra jangan pergii yaaa" Rengek Hilya.


"Jangan seperti itu nak, mereka sudah berkeluarga jadi harus mengurus rumah tangganya." Sahut Umamah.


"Lagian kan Hilya bisa main ke rumah Ka Zahra sama Kak Faizal." Imbuh Umamah.


"Baiklah Umi" menyerah Hilya.


Setelah selesai makan siang. Akhirnya Faizal dan Zahra bersiap-siap untuk pindah ke rumah mereka sendiri.


"Abang, ini serius kita pindah? " Tanya Zahra sambil membereskan pakaiannya.


"Iya sayang abang serius. Memang kenapa? " Tanya Faizal merapikan rambutnya.


"Zahra pasti akan kesepian di sana, tidak ada Hilya, Umi, Abi, Nuriel" Ucapnya sedih, sebenarnya ia ingin sekali tinggal bersama suaminya berdua tetapi ia masih saja berfikir negatif tentang hal tadi. ahaha.


"Maka dari itu, kita akan membuat banyak anak agar sayang tidak kesepian." Jawab Faizal sambil tersenyum aneh.


"Abang suka sekali bercandaa. Sudah, kita jadi pindah rumah tidak? "


"Abang tidak bercanda sayang. Baiklah ayo kita turun. " Jawab Faizal


...----------------...


Hanya sebagian barang pakaian yang mereka bawa. Nanti sebagiannya lagi akan di bawa oleh supir Umi dan Abi Faizal. Untung saja rumah baru mereka tidak terlalu jauh dari Kampus Hilya dan Rumah Orang tuanya Faizal jadi Hilya bisa datang ke sana kapan dia mau.


Zahra dan Faizal sudah bersiap untuk pergi. Tidak lupa mereka pamit kepada kedua orang tuanya, Hilya dan Nuriel.


"Kak Zahra, nanti kapan-kapan Hilya boleh ya main ke rumah baru kak Zahra" Ucap Hilya pada Zahra.


"Tidak boleh!" Sahut Faizal


"Dih, memangnya kenapa? kan Hilya yang mau ketemu sama Ka Zahra bukan Ka Faizal. Kalau ga di bolehkan, Ka Zahra biar Hilya culik, biar Ka Faizal panik nanti cari ka Zahra. " Jawab Hilya tidak mau kalah.


"Ahaha nanti yang ada kau di culik sama orang sebelum datang ke rumah Ka Zahra" Sahut Nuriel.

__ADS_1


Umamah dan Burhan hanya bisa tertawa melihat tingkah kedua anaknya itu.


"Sudahlah nanti kami terlambat untuk pulang." Ucap Faizal.


"Kenapa buru-buru sekali nak, kan hanya pindah rumah saja. Kamu ini ada ada saja" Jawab Umamah.


"Ehemm, Takut terlambat buat cucu untuk kita kali mi" Sahut Burhan. Membuat pipi Zahra memerah karena merasa malu ucapan mertuanya itu di dengar oleh adik iparnya yang masih polos.


" Nah tetap sekali Abi" Jawab Faizal sambil terkekeh.


"Ternyata Abi dan anak pertamanya ini benar-benar pemikirannya sama. Ya Allah Zahra malu"


"Dasar Abi ini yahh, lihat Zahra jadi malu sampai pipinya merah tuh" Ucap Umamah.


"Haha Abi hanya bercanda, tapi kan boleh Abi pesan 5, kalau umi kayaknya pesan 7. Pas 12 ." Goda Abi.


"Tenang saja Abi, serahkan kepada Faizal ." Tambah Faizal membuat Zahra hanya bisa terdiam. Dan Umamah, Hilya dan Nuriel tertawa mendengar ucapan Burhan.


Akhirnya selesai drama panjang, Zahra dan Faizal pun langsung pamit dan pergi menggunakan mobil pribadi Faizal. Hingga Mobil tersebut sudah tidak terlihat lagi di halaman rumah kedua orang tua Faizal.


...----------------...


Di rumah Vina.


Vina dan Ibunya sangat asik membuat kue cake, sambil bercanda dan mengobrol tentang hal-hal indah ketika menikah dengan Ayahnya Vina.


"Ibu, nanti satu minggu lagi Vina selesai kuliah, dan akan menikah. Ibu dulunya menikah dengan Ayah itu seperti apa cinta pandang pertamanya eak?" Tanya Vina sambil membulatkan adonan kue tersebut.


"Jadi gini, dulu ibu di sukai sama Ayah dan teman Ayah juga. Mereka berdua pokoknya serius sama Ibu. ibu sebenarnya suka sama Ayah, tapi ibu juga tidak mau menyakiti hati teman ayahmu karena waktu itu di suruh milih antara mereka berdua. Ya sudah Ibu hanya diam saja. Tidak lama beberapa hari, ternyata teman ayahmu di jodohkan oleh ibunya, akhirnya Ayah pas dengar berita itu, ayahmu cepat-cepat lamar Ibu biar ga di ambil orang juga. Untung saja kakekmu menerima senang hati Ayahmu. Jadinya Ibu nikah sama Ayah, dan bahagianya itu luar biasa, waktu ibu melahirkan kamu, Ayah mu yang mengantikan ibu mengurus rumah,dari mencuci baju, melipat baju, menyetrika baju, dan ibu selalu di manja sama Ayahmu ahahah, Ayahmu adalah orang pertama dan terakhir yang mencintai ibu apa adanya." Jelas Ibu Vina tidak terasa air mata nya pun jatuh. Memang sangatlah indah ketika sepasang kekasih saling melengkapi, terbuka, dan mencintai tanpa alasan itu adalah cinta yang sebenarnya.


"Ayah ternyata romantis ya Bu. Semoga saja suami Vina juga seperti Ayah. Tapi bu, Nio itu orangnya cuek sekali, dan dingin sama orang, takutnya kalau sama Vina juga cuek gimana bu, dingin seperti es batu ahah. Di kampus itu memang Nio terkenal cueekk sekali bu jadinya Vina ga tau kalau ternyata Nio kuga suka sama Vina." Ucapnya


"Kamu tau tidak, dulu Ayahmu sama persisnya dengan Nio. Ayahmu cuek, bahkan ketika di dekati wanita lain malah ayahmu itu dingin sekali kepada wanita wanita yang sudah goda Ayahmu. Ibu awalnya yang suka sama Ayahmu tapi karena ibu tau kalau Ayahmu jadi primadona di kampus dulu yah ibu cuman mencintai Ayahmu dalam diam, ternyata Ayahmu dingin , cuek juga suka lirik ibu, sampai akhirnya ibu nikah sama Ayah. Ibu ini orang yang beruntung bisa nikah sama Ayahmu. Dan ternyata Ayahmu juga malah bilang lebih beruntungan dia memiliki Ibu. Sudah ibu jadi malu kalau di ceritakan. Nanti kamu tau gimana rasanya setelah menikah." Jelas Ibu Vina sambil tersenyum bahagia.


Vina mendengar cerita ibunya dia hanya tertawa sambil tersenyum mengetahui ternyata Ayahnya juga seromantis itu.


maaf sebelumnya author jarang up.


Insya Allah sebisa mungkin Author up yah.


author juga masih mau revisi bagian bab awalan. Masih banyak typo.

__ADS_1


Jangan lupa untuk beri dukungan yaaaa terima kasih 😊.


__ADS_2