
Tak terasa beberapa menit kemudian ada suara klakson mobil dari luar rumah mereka. Ya itu Dokter Sifa yang baru saja datang.
Segera Faizal membukakan pintu rumahnya. Panik, khawatir, cemas, takut, itulah yang Faizal rasakan saat ini. Dokter Sifa yang terlebih dulu mengucapkan salam dan di balas oleh Faizal dengan cepat Faizal menyuruh Dokter Sifa masuk ke dalam rumah minimalis tersebut. Lalu mengajak ke kamar untuk memeriksa istrinya yang sedang pingsan saat ini.
Dokter Sifa mendekat ke arah Zahra, ia benar-benar terkejut. "Istri lu, Zahra?" Kaget Sifa.
"Kenapa? nanti aja kagetnya lu periksa istri gue dulu cepat!" Perintah Faizal.
"Iya iya. Tapi Zahra kok bisa pingsan sih, lu apain dia?" Tanya Sifa sambil memeriksa Zahra yang masih pingsan.
"Tadi dia jatuh dari kamar mandi, gara-gara gue godain mulu." Jawab Faizal sambil memperhatikan wajah istrinya.
"Hm astaga Zal zal. Sudah, untungnya dia gak kenapa-kenapa, cuman harus jangan banyak gerak dulu karena kepalanya pasti masih sakit dan tubuh bagian belakangnya. Nanti gue kirimkan obat dari rumah sakit soalnya gue ke sini gak bawa obatnya. " Jelas Sifa.
"Alhamdulillah syukurlah kalau gak apa-apa, gue harus bener-bener jaga Zahra, ahh gue ngerasa bersalah nih. Oh ya makasih ya Sifa nanti kabari aja ke gue kalau lu ngirim obat." Jawab Faizal.
"Lu juga, kalau Reza ada di sini pasti lu bakalan di amuknya hahah. Ya nanti gue kabarin." Balas Sifa.
"Lu jangan bilang-bilang ke Reza juga nanti istri gue di ambil sama dia di bawa ke Kairo kan gua ga mau lah, Gue bener-bener di buat jatuh cinta langsung sama adeknya si Reza nih."
"Ahaha dasar penganten baru memang masih bucin-bucinya ya, ya sudah gua harus pulang ini sudah larut malam juga."
"Oh jelas. Ya sudah gue antar ke depan. lu Hati-hati di jalan. Makasih banyak ya sudah bantuin gue Sif. " Balas Faizal .
Sifa dan Faizal pun keluar dari kamar menuju pintu rumah. Tak lupa Sifa mengucapkan salam perpisahan kepada sahabat SMA nya ini. Di balas oleh Faizal. lalu dengan cepat Sifa sudah masuk ke dalam mobilnya dan melajukan dengan kecepatan sedang.
__ADS_1
Faizal segera kembali ke kamar setelah ia menutup pintu sembari menguncinya. langkah demi langkah ia tiba-tiba melihat Zahra sudah terbangun dari pingsanya.
"Sayang..." Faizal mendekat ke arah istri tercintanya.
"Aw, ashhh sakit banget." Jerit Zahra memegang kepalanya yang sakit akibat jatuh dari kamar mandi tadi.
"Sudah sudah kamu jangan banyak gerak, istirahat aja kalau perlu apa-apa langsung ngomong aja ke abang. Dan maafin abang juga ya gara-gara abang kamu jadi jatuh..." Faizal memegang lembut kepalanya agar tidak banyak mengerakkan kepala istrinya yang masih sakit.
"Ini bukan salah abang, salah Zahra sendiri yang gak Hati-hati pas mau masuk ke kamar mandi." Jawab Zahra
"Sayang, sudah ya jangan salahkan diri kamu sendiri, karena abang godain kamu makanya jadi begini. Kamu tidur aja yah. Abang mau tilawah sebentar " Jelas Faizal
"Humm, Abang tilawahnya di sini yah Zahra juga pengen dengerin suara ngaji abang." Zahra menepuk pelan samping kasurnya. Faizal pun mengiiyakan perkataan Zahra. Akhirnya Faizal membaca surah Al-Mulk di lanjut surah As-Sajadah, dengan suara merdunya yang bernada Jiharkah (Nada yang sering Rasulullah Saw pakai ketika sholat surah Al-fatehah. bener-bener adem banget dengar nada Jiharkah, jangan lupa bersholawat ya kalau dengar nama Rasulullah Saw).
Setelah mendegar suara merdu Faizal, ia pun tak lupa mengajak Zahra buat berdoa sebelum tidur, membaca ayat kursi, 3 Qul (Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas), Dzikir Subhanallah 33x, Alhamdulillah 33x, Allahu Akbar 34x. Udah deh akhirnya mereka pun tidur.
Satu minggu....
Hari ini dimana Zahra, Vina, Hana, Nio, akhirnya wisuda. Disini Zahra akan mengajak suaminya ikut di acara Wisudahannya. Teman-teman Zahra juga mengetahui statusnya sudah menikah, apa lagi Josua ketika tau bahwa perempuan yang ia sukai telah menikah, Josua benar-benar patah hati dibuatnya. Tapi karena Josua berfikir dewasa ia menerima pernyataan pahit ini dan tidak menghalang untuk tetap menjadi teman Zahra.
Ketika Zahra datang ke kampus bersama suaminya, semua orang-orang melihat keuwuan mereka berdua. Ada yang iri dengan kemesraan mereka. sempat beberapa mahasiswi mengenal sosok Faizal ini. Ya Karena sering sekali Faizal berolahraga di taman yang memang tempat bersantainya mahasiswi di kampus ini entah itu mengerjakan tugas kelompok.
Tiba-tiba saja datang 2 sahabat Zahra siapa lagi kalau bukan Vina dan Hana.
"Assalamualaikum, Caelah Zahra sudah berani bawa suami sekarang yah, ke uwuan apaan ini. Liat aja aku bakalan nyusul kamu Kok Zah." Goda Vina
__ADS_1
"Walaikumsalam, Hehe iya iya aku tungguin ya yang mau married ciee." Balas Zahra tak mau kalah.
"Tinggal Hana doang nih sama siapa? oi oi" Sahut Vina.
"Kalau aku mau di jodohin sama Bunda. Jadi aku juga bakalan nyusul tar ahaha."
Mereka saling tertawa bahagia sedangkan Faizal yang hanya bisa tersenyum menyimak. Ternyata begini rasanya jika para kaum Hawa bertemu bukan main ributnya berbicara. Ia benar-benar terperangkap dalam obrolan yang membuat Faizal jenuh. Apalagi banyak mahasiswi yang memperhatikan Faizal yah biasalah kalau laki-laki tamvan pasti banyak yang ngelirik.
.
Haloo
Say udah up ye kan.
Tapi maafin karena upnya tengah malam.
Ya udah bahasa turki terima kasih "Teşekkür ederim" 😍😙
Ambil sisi positifnya ya...
oh iya kalau ada typo boleh tegur saya biar bisa di perbaiki.
ingat sebaik-baiknya bacaan ialah bacaan Al-Qur'an.
jangan lupa untuk like+coment+vote biar saya makin semangat buat upnya.
__ADS_1
Ps: Ingat kalau saya itu sayang sama kalian.❤❤