
"Assalamualaikum kak Zahraa" Terdengar pintu kamar terbuka hingga akhirnya Hilya tidak sadar sontak melihat kakak dengan kakak iparnya.
Zahra dan Faizal kaget melihat Hilya tiba-tiba membuka pintu. Zahra langsung cepat-cepat menjauhkan badannya dari Faizal .
"Ck sial ternyata pintunya tidak terkunci. Kenapa manusia itu selalu mencari istriku." gumam Faizal dalam hati.
" kalau mau masuk, ketok dulu pintunya! " Marah Faizal. Zahra hanya diam dan mematung entah apa yang ia pikirkan karena sudah benar-benar malu terhadap adik iparnya .
" Ya Allah apa yang tadi Hilya liat. Astagfirullah sekarang mata Hilya jadi ternodai " Ucap Hilya sambil menutup mata dengan kedua tangannya.
"Makanya kalau mau masuk kamar ketok dulu! " Tegas Faizal kepada Hilya.
" Dih siapa suruh siang bolong gini mesraan. Lagi pula Hilya juga ga tau." Balas Hilya. akhirnya ia pun keluar dari kamar kakaknya sambil mengusap-usap matanya tak lupa juga ia berulang kali mengucapkan istigfar.
...----------------...
" Kamu tadi hanya tutup pintunya saja? " Tanya Faizal yang masih berada di tempat tidur bersama istrinya.
" Iya bang " Jawab Zahra.
"Seharusnya kamu kunci pintu itu. "
" Memangnya kenapa harus di kunci lagian sudah tertutup rapat juga. Lagian Abang sih langsung bablas aja cium Zahra ." Ucap Zahra kesal.
" Tapi kamu juga suka kan." Goda Faizal mendekatkan wajahnya kepada Zahra sambil tersenyum.
__ADS_1
"Apa sih bang, Zahra ga suka." Ketus Zahra hingga ia pun beranjak turun dari kasur. Tetapi Faizal langsung menghentikkannya dan sigap memeluk istrinya tersebut.
"Kamu mau kemana? " Tanya Faizal masih memeluk Zahra.
" Zahra mau ke bawah bantuin Bibi Ayu masak. " Balas Zahra melihat suaminya.
" Abang tau kan sebentar lagi mau sholat Dzuhur , abang jangan dulu nanti malam kan bisa" Imbuhnya.
Faizal melihat Zahra heran maksud dari ucapan istrinya tersebut ia masih tidak mengerti sambil mencerna apa yang istrinya katakan tadi.
Tak lama ia mencerna ucapan istrinya, Faizal hanya menahan tawa. Dan tersenyum kepada Zahra. Zahra yang masih tidak sadar akan ucapannya tadi sehingga ia melihat senyuman aneh dari suaminya pun seketika ia lalu sadar.
"Kenapa aku berkata seperti itu tadi sih, bukankah Abang ga ada berbicara tentang itu. Ya Ampun, Zahra kamu memang dodol sekali. Dead me ( matilah aku) , bantuin Zahra ya Allah. Aku ada ide, pura-pura sakit perut aja nanti malam biar ga di tagih. Hahah " Ucap Zahra di dalam hati.
......................
Di rumah Vina~
Vina asik memainkan ponsel, seketika ponselnya terlihat berbunyi hingga ia melihat dari layar kaca nomer handphone yang menelfonnya.
Mata Vina pun langsung membulat kaget ternyata yang menelfonnya ialah Nio. Mulai hati Vina berdetak kencang hingga akhirnya Vina memutuskan untuk mengangkat telfon dari Nio.
"Assalamualaikum, Vina"
"Wa'alaikumussalam, ia ada apa? "
__ADS_1
"Sepertinya besok aku akan datang ke rumahmu bersama orang tuaku ingin membahas masalah pernikahan lebih lanjut lagi. Bisa? " Tanya Nio.
"B-bisa kok, insya Allah." Jawab Vina cangung.
"Baiklah, kabarkan ini kepada orang tua mu. I hope you happy. Assalamualaikum " Tutup Nio.
" Walaikumussalam. "
....
Hati Vina sangat berbunga-bunga hingga tak sadar sampai ia melompat-lompat di kasurnya. Sampai ia tersadar ucapan Nio tadi "I hope You Happy" membuatnya semakin bahagia.
"Tanpa perlu kau berharap pun i'm very so happy Nio. Semoga semuanya lancar, Aamiin. "
Vina pun hendak turun dari kasur dan keluar dari kamarnya menuju ruang tamu karena ia ingin bertemu dengan orang tuanya memberi kabar tersebut.
"Ayah, ibu" Panggil Vina.
"Iya nak ada apa? " Jawab keduanya bersamaan. Hingga membuat ayah dan ibunya saling bertatapan.
"Ciaelahh Ayah, dan Ibu kompak banget hahah so sweet " Goda Vina.
Keduanya hanya tertawa dan malu ketika anaknya menggoda mereka berdua.
" Udah ih, kenapa kok kamu manggil ibu sama Ayah? emangnya ada apa? " Tanya Ibu Vina.
__ADS_1