
Sementara Reysang di hutan sanca dan di tempat lain lebih tepatnya di Akademi dragon sea ke enam saudara mencarinya.
"Gimana? kau sudah menemukannya? " kata Eris kepada yuma
"Huff jangan banyak bertanya cepat ikut cari!. " balesnya
"Tanya doang kenapa balesnya kek ngotot gitu" kesel Eris kepada yuma
"Hah aku tidak menemukan nya di toilet, coba tanya Gun" kata yuma ketika melihat Gun berjalari ke mereka
"Hah hah hah" suara nafas Gun terengah-engah terdengar ketika sampai
"Lu udah nemuin Reysang kagak?" Eris lagi yang bertanya
"Hufff tidak, dia tidak ada di belakang sekolah, kau, kalian sudah menemukan nya belum?" tanya nya kepada mereka berdua
"justru kita bertanya kepadamu, jika aku menemukan nya tidak mungkin aku menanyakannya!" kata Eris yang sudah kesel
"Kenapa kesel gtu lu, perasaan aku cuman bertanya doang? Apa kau mengira aku memakai kolor mu? " bales Gun dengen bingung
"Cih sudah diam, aku kesel karena nafas terengah-engah mu itu bau!! " Geram Eriss
"Apa! Kau mengolok ku, bajing@n!! " Gun menjawab setelah wajahnya menghitam mendengar Eris menyinggung bau mulut nya
"Iya kenapa, Benarkan lu juga nyolong kolor gw kan, malah nggk ngaku lagi jadi Kultivator tuh agar bisa menjaga diri dan menjadi yang terkuat bukan nyolong kolor saudara mu sendiri!! " Marah Eris sambil menunjuk nunjuk dada Gun
Sedangkan yuma yang di samping mereka hanya terdiam membisu melihat ke dua saudara mereka meributkan kolor
"Hey aku cuman minjem satu ini, lagian ini bau, mungkin kau tidak pernah mencucinya" balas Gun dengan kesel Juga
"Teruss jika itu bau dan tidak pernah di cuci kenapa kau mengambil dan memakai nya?! " Eris
"Aku cuman memakai nya dan membantu mu untuk mencucinya, seharusnya bersyukur punya saudara sebaik aku, kolor pun di cuciin" ledek Gun
"Alasan!, itu cuman alasan kamu doang, kolor ku sudah bersih dan wangi kalau itu bau berarti kau yang diam diam memakai nya" Bales ledek Eris
"Apa! kau pikir aku bau haa! Gelud lah! " ucap Gun sambil mengambil ancang ancang
"Ohh jadi kau mau main kekuatan yaa, Siapa takut sini!! " Eris meladeni sambil mengarahkan Qi sejatinya ke tangannya
__ADS_1
Keduanya saling bertatap tajam seakan menandakan kekeselan mereka kepada masing-masing.
Tapi sebelum mereka melangkah terlalu jauh suara Lao menghentikan mereka yang datang entah kapan itu.
"Heyy kalian berdua sedang apa ? santai santai,...selesai kan dengan kepala dingin, kalian berdua kan saudara, cuman gara gara kolor doang? " ucap Lao sambil menggandeng bahu mereka berdua
Kedua Gun dan Eris hanya ber de 'cih' kesel tapi tidak berani marah di hadapan Lao
"Jadi apa Kau udah menemukan reysang Lao? " Yuma yang melihat kedatangan Lao dan menghentikan pertengkaran ke duanya bertanya kepada Lao
"Haaa" Lao menghela nafas mendengar perkataan Yuma
"Di Lapangan, perpustakaan, UKS, kamar, bahkan di aula pelatihan tempat dia sering berlatih pedang, aku tidak menemukan keberadaan reysang" lanjutnya menerangkan
Yuma juga menghela nafas takut kalau saudaranya di bully lagi atau kenapa napa
sedang kan dua lainya Gun dan Eris masih saling memandang dengan kesel ke arah masing-masing walaupun Lao menjadi penengah
"Apa kau tidak menanyakan nya kepada murid lain? " Tanya Lao
"Aku sempat bertanya,tapi tidak ada yang melihat nya" kali ini Gun yang menjawab
Kemudian keempat Lao, yuma, Gun dan eris Pergi ke arah kantin dengan Lao sambil menggandeng bahu Gun dan eris guna menghentikan mereka bertengkar
Sementara itu Di kantin, Banyak murid sedang duduk di meja makan kantin dengan teman temam mereka makan sambil bbercerita, termasuk dia orang ini.
Zian Melahap makanan di depannya dengan sangat lahap seperti seorang lagi kerasukan, bukanya dia kelaparan tapi emang cara makanyaa begini
Ardi yang duduk dengan memandang Zian dengan wajah sulit di artikan "Entah kenapa aku sangat sulit beradaptasi kalau sedang makan dengan mu, Zian" Kata Ardi dan mengalihkan perhatiannya dari Zian ke arah makanan di depan nya, makanan yang masih utuh belum tersentuh
'Padahal sudah lama aku bersamanya, Tapi mengapa aku belum terbiasa dengan cara makanya' pikir Ardi sambil memandang makanan nya dengan ragu
"Kwau kwenwapa? Swepwerti bwiswa ya, Swini bwiar Akwu ywang Mwakan. (Kau kenapa? Seperti biasa ya, sini biar aku yang makan). " Kata Zian dengan mulut penuh makanan mengambil makanan Ardi
'Seperti biasa huh' pikir Ardi tak berdaya
Di pintu kantin Lao, yuma, Gun dan eris sudah berada di sana
Mereka juga melihat Ardi dan Zian duduk di salah satu meja kantin, mereka langsung menghampiri mereka
__ADS_1
Ardi juga menyadari keberadaan mereka, dan melambaikan tangannya "Hey"
"Kalian enak sekali duduk tenang dan makan di kantin" Kata Gun dan duduk di meja yang sama dengan Zian dan Ardi
Meja di kantin panjang seperti kantin biasanya, meja panjang nya sekitar 5 meter dan kursinya agak banyak, Lao yuma dan eris juga ikut duduk
"Apanya yang makan enak dia aja kalik" Tunjuk Ardi pada Zian yang sedang makan lahab makanan Ardi
"Owh kwaliwan Swudwah Dwateng (Oh kalian sudah datang?" Setelah mengatakan itu Zian lanjut makan dengan lahab
Ardi, Lao, yuma, Gun dan eris terdiam
"........"
"Abaikan Zian dulu, Jadi kenapa kalian hanya duduk di kantin saja, bukan mencari reysang?" Tanya Lao langsung ke poin utamanya datang ke sini
Gun dan eris juga berhenti bertengkar dan duduk diam mendengarkan, begitu juga yuma
"Oh kalian tidak tau? " kata Ardi
"Ha? " Ke empat nya bersuara bersamaan layaknya penasaran
"Oh yaa aku lupa memberi tahu kalian"
"Tadi aku sempat mau mencari reysang dengar Zian, tapi saat mau ke kantin kami bertemu sama tetau suja'i" kata Ardi
"Apa hubungan nya dengan tetau suja'i? " Yuma bertanya
"Itu... Dia menyuruh Reysang untuk memberikan bahan bahan alkimia nya, dan akan balik ke akademi sekitar 5 hari, maaf terlambat memberitahu kalian, itu karena si Zian ke belet makan, hehehehe" Kata Ardi sambil cengengesan
Lao, Yuma, Gun dan eris terdiam untuk ke dua kalinya, 'Susah susah sudah mencari, Apa ini yang di namakan usaha menghianati hasil" Pikir mereka berdua emang.
Sementara Reysang di hutan sanca sedang membakar Babi hutan yanng dia tangkap, untuk di makan
"Haccuhhhh!!!,Seperti ada yang memuji ku" sambil mengusap hidungnya dan membalikkan babi hutan yang di bakarnya
"Nyam, enak kayak nya nih, laper banget habis dapet Exp, Makan dulu masih ada tersisa beberapa hari"
(komen, Fav, Like, dukungan nya (ू˃̣̣̣̣̣̣︿˂̣̣̣̣̣̣ ू)
__ADS_1