
Reysang menyelam ke dalam sungai dengan semangat, Siapa yang tidak semangat ketika mengetahui sesuatu seperti pusaka kuno Nusantara.
Pusaka kuno Nusantara di bagi menjadi lima, Dan ke lima pusaka tersebut Berpencar di seluruh nusantara, Dari kelima senjata hanya 1 yang terungkap dan telah di taklukkan.
Pusaka tersebut adalah pusaka langit, Pusaka langit adalah simbol dari Nusantara. Pusaka tersebut berbentuk pedang panjang dengan gagang emas berbentuk garuda, Bukan tanpa alasan pusaka tersebut sebagai simbol Nusantara.
Pusaka langit memiliki wujud Garuda dan Garuda tersebut terbang bebas mengelilingi Nusantara ini, Memantau dan melindungi. Dan pusaka ini berbeda dari keempat lainya pusaka langit tidak menyebar ke suluh Nusantara dia hanya tinggal di Aula utama Dan juga hati Nusantara, Pusaka itu akan berwujud garuda ketika memantau seluruh Nusantara Dan ketika berwujud pedang dia akan pulang ke Aula utama.
Pemegang Pusaka langit sekarang adalah Raden pangeran Antasari putra dari Sang Raden Saat ini.
Reysang menyelam ke kedalaman sungai tersebut, Ternyata tidak seperti kelihatannya sungai tersebut sangatlah dalam Dan banyak ikan ikan kecil berenang berkelompok.
"Masih dalam, Pantas saja energi Qi di sini banyak sekali." Ucap Reysang, Dan terus berenang ke bawah.
Semakin dalam reysang berenang semakin padat Qi yang dia rasakan.
Akhirnya setelah 40 menitan menyelam Reysang melihat Cahaya kuning di kejauhan dalam sungai, Reysang tersenyum Dan bergegas dengan panik menyelam ke sana, Namun...
Bom!!
Sesuatu menghentikan Reysang, Sebuah penghalang transparan membentur wajahnya menghalangi reysang untuk menyelam maju ke arah cahaya tersebut.
"Apa ini? Sebuah penghalang? " Dahi reysang mengerut Dan Reysang memukul mukul penghalang tersebut tapi itu tidak berguna sama sekali.
"Sial! Aku tidak punya pilihan! " Umpat reysang
°Perwujudan Elemental Air°
Seketika air menyelimuti tubuh reysang Dan rambutnya semula hitam menjadi biru laut begitu juga dengan bola matanya, Reysang yang tidak mengenakan baju sekarang mengenakan baju berwarna biru laut megah Dan tidak lupa dengan lalu simbol ombak 🌊 di lehernya.
Reysang mengangkat tangan kanannya, Seketika Bola bola sebesar bola basket mengembang di sekitar nya.
"Water Ball!! "
Semua bola tersebut melesat ke arah dinding transparan dan menghantamnya.
Bom! Bom! Bom! Bom! Bom! Bom!
Suara hantaman bola air dan pelindung dinding transparan tersebut bergema di dalam sungai.
3 menit kemudian setelah seluruh bola air Reysang menghantam Dinding itu, Bukanya hancur Dinding itu bahkan tidak lecet sedikit pun menyebabkan Reysang cukup terkejut.
"Sial masih belum ternyata! Baiklah akabku kerahkan sebuah kekuatan ku! Akan ku hancurkan kau dinding sialan!! " Reysang berterial dan mengumpulkan Qi Sejatinya.
Tubuhnya sekali lagi Tertutupi oleh air namun berbeda saat perubahan, Kini airnya lebih besar sebesar 17 meter dan yang mengesankan air tersebut berubah menjadi paus gagah.
__ADS_1
Uhooooooooo! Paus air tersebut melolong.
Reysang yang berada di dalam paus tersebut kelihatan sangat kecil, Aungan Paus air itu sampai terdengar oleh murid dari Tarangkuning Yuna dan Liana.
"Baiklah tembok! Seberapa kuat dan kokoh nya engkau! Akan ku hancurkan!!"
"Ayo maju....
Whale of the waves!!! "
Uhooooooooooooooooooooooo!!
Paus itu bergerak dan menabrak dinding transparan.
Boooooooooooooooooooooommmmmmmm!!!!
Riak sungai yang damai bergema dari dalam, Air mejular dari dalam seperti air mancur, Ikan ikan yang di dalam kabur katakutan
Reysang ter engah engah darah keluar dari mulutnya matanya menajam melihat ke depan.
Ternyata dinding itu sangat kuat dan kokoh dari serangan reysang tadi tidak bisa menghancurkan dinding tersebut tetapi reysang dapat melihat dinding tersebut ada retakan besar akibat serangannya tadi.
"Hahahaha kuat sekali!! Siapa yang membuat dinding menyebalkan ini!! " Reysang tertawa dia sangat menikmati hal seperti ini.
"Baiklah kalau kau ingin menguji ku, Akan ku dapatkan Pusaka itu lihat saja!! " Teriak reysang dengan wajah tabah dan ada kilatan serius di wajahnya.
Air mengumpul, Sebuah Dua tangan tinju besar muncul dari punggu Reysang menyebabkan riak di dalam sungai.
"Hah hah hah hah." Reysang ter engah engah, Mengeluarkan seluruh Qi sungguh melelahkan.
"Ayo sialan!!!...
Elemental Air Wujud Asyura!! Blow!!!! "
Dua Genggaman tersebut mendaratkan pukulan demi pukulan ke arah dinding transparan tersebut.
Reysang meninju bertubi-tubi Dinding itu dengan dua tangan Asyura nya.
"Arghhhhhhhrrrrrrrr!!! Hancur! Hancur! Hancur!! " Reysang terus memukul bertubi-tubi
Bom! Bom! Bom! Bom! Bom! Bom!
Reysang seperti orang gila tidak tahu kalau dia sadar kan diri atau tidak dia terus mengerahkan tangan Asyura untuk memukul dinding tersebut hanya itulah yang dia inginkan.
"Hancur! Hancur! hancur!! "
__ADS_1
"Hei Nak berhenti! "
"Hancur! Hancur! Hancur! "
"Hei berhenti!!"
Reysang tidak mendengar kata kata tersebut dan terus memukul hingga Qi sejatinya terkuras habis.
Tratak!! Takk! Bom!!
Suara dinding itu retak lalu hancur lebur menyebabkan Reysang terdorong masuk oleh pukulan nya yang telah menghancurkan dinding tersebut.
Merasakan tidak ada lagi hantaman tersedengar, Reysang menghentikan pukulannya. Dan tangan di punggungnya menghilang Dan perwujudan Elemental Airnya juga menghilang, Memperlihatkan Reysang tanpa baju dengan darah penuh keluar dari mulutnya.
"A..... Aku... Berhasil... " Lirihnya
Orang yang tadi mencoba menghentikan nya mendekat ke arah Reysang.
"Nak kau terlalu memaksakan diri." Ujar kakek tua itu
Orang itu adalah kakek tua sebaya dengan kakel Jayara kakeknya Nana. Memiliki jenggot panjang berwarna merah putih mengenakan pakaian Jawa kuno berwarna biru dan memiliki bola mata biru.
"Hah hah... Siapa... kakek? " Reysang bertanya dengan ter engah engah.
"Aku adalah penjaga di sini dan aku adalah yang membuat dinding itu." Jawab kakek itu.
"Hah hah.. Jadi kau orang menyebalkan yang membuat dinding itu..Aku hampir mati hanya untuk menghancurkan nya?" Reysang menatap kakek itu.
"Hahahaha, Tadi ku lihat kau tertawa bersenang-senang Nak." Jawab kakek tersebut dengan tertawa.
"Ternyata kau memang menyebalkan." Ujar Reysang
"Hahaha Kau sangat menarik bisa menghacurkan dinding itu dengan Kultivasi mu saat ini." Ujar kakek itu.
"Apa kau ingin mengambil pusaka itu." Jawab kakek itu sambil menunjuk ke arah cahaya yang reysang maksud tadi.
"Yaa, Apa kau tahu itu adalah pusaka?" Tanya reysang.
"Tentu saja akulah yang menjaganya selama ini, Aku membuat dinding itu untung melindunginya dari Kultivator jahat atau Kultivator Asing, Itulah kata pemilik sebelumnya pusaka itu." Jawab Sang kakek.
"Kau menunggu nya di dalam danau ini? Berapa tahun? " Tanya Raysang
"Hahaha kira kira Aku sudah menunggu 400 atau 500 tahun." Jawab kakek itu.
"Jadi kau ingin menaklukkan nya? " Tanya kakel kepada reysang.
__ADS_1
Reysang hanya mengangguk dan menyelam menuju Cahaya tersebut, Sang kakek yang melihat membiarkan reysang, Karena itulah yang di tunggu kakek tersebut selama ini, Menemukan Tuan baru untuk pusaka tersebut.
Bersambung....