
Sekarang di Toko santai.
Kakek Nana yang bernama Jayara Rui mempersilahkan Reysang masuk dan duduk terlebih dahulu, beruntung nya reysang bisa di sambut dan di persilahkan duduk oleh pemilik toko itu sendiri.
Pasalnya tidak ada yang pernah satupun pelanggan yang di persilahkan duduk di ruang tamu oleh Jayara, kecuali teman temanya atau orang memiliki pengaruh
Tapi kenapa dia mempersilahkan reysang masuk? mungkin itu karena Dia melihat Nana asik mengobrol dengan nya.
Di ruang tamu toko santai, sekarang ada tiga manusia duduk yang berbeda umur, yang satu tua dengan janggut panjang putih, yang lainnya adalah pemuda betambut hitam,dengan pakai biru laut menandakan itu adalah sekolah dragon sea,wajah tampan berusia 17 dan yang terakhir adalahhh bocah kecil loli dengan pakaian kuning, kulit seperti batu Giok dan mata buru cerahnya yang terlihat imut, Mereka adalahh Jayara, Reysang dan Nana
"Jadi kedatangan mu ke sini untuk membeli bahan bahan ini," kata Jayara sambil melihat kertas catatan bahan bahan yang tertera
"Iya" ucap reysang singkat dia tidak tahu harus memanggilnya dengan apa
"Seperti nya kertas ini di tulis oleh suja'i? " tanya nya
"iyaa benar, bagaimana anda tahu? " jawabannya sambil bertanya
"Hahahaha, jangan formal begitu santai saja panggil aku kakek jaya" ucap Jayara sambil ketawa
reysang sedikit malu dengan ini sebab dia cukup formal dengan orang tua yang tidak dia kenal
"Tentu saja aku mengenalnya, Suja'i adalah teman ku, dia setiap dia bulan membeli bahan bahan di sini dan terkadang dia juga bersama pimpinan akademi dragon sea." terang Jayara
(Catatan:Mulai sekarang sekolah di ganti dengn akademi)
Reysang mengangguk mendengar nya, dia tidak tahu kalau tetua suja'i adalah temen dari kakek Jayara, tetapi dia sedikit terkejut mengetahui kalau pimpinan nya juga berteman dengan kakek di depannya bahkan mendatangi nya
"Etto... apakah kakek juga kenal dengan pemimpin? " tanya reysang ragu ragu
__ADS_1
"Hahaha tentu saja aku kenal, bahkan kami cukup dekat bahkan sebelum dia menjadi pimpinan di Akademi dragon sea" kata kakek Jayara tertawa
"Ohh yaa nak aku belum tahu nama mu? siapa namamu? " tanya kakek reysang sadar kalau belum mengetahui nama pemuda di depannya
"aahh iya maaf belum memperkenalkan diri kek, Nama ku reysang, Kang reysang." Reysang memperkenalkan diri sambil meminta maaf
Kakek Jayara mendengar nama reysang agak familiar dan sosok bocah kecil muncul di kepalanya, dan menatap reysang dengan sedikit kejutan
"Hahahah ini sungguh takdir nak, Rupanya kau bocah yang di ambil oleh Wirata beberapa lalu hahaha kau sudah tumbuh besar yaa" terang kakek Jayara kepada reysang
"Oh apa kakek mengenal ku? " tanya nya
"Aku pernah melihat di masa lalu tapi kau mungkin tidak mengetahui nya" jawabnya
"jadi bagaimana kabar Wirata sekarang?" tanya ke reysang
Jayara hanya mengangguk dia tahu temennya itu suka berpergian
"Jadi nak semuanya akan di siapkan tinggal kamu bawa saja" kaya Jayara
"terimakasih kek" kata reysang
reysang ingin bertanya soal dimana mendapatkan mandrake kepada jayara dan memutuskan untuk bertanya saja
"Kek apakah kakek tahu dimana tempat mendapatkan mandrake?" tanya reysang kepada jayara
Jayara yang di tanya sedikit mengerutkan kening nya
"Oh Mandrake, kau beruntung nak akhir akhir ini banyak yang mencari Mandrake, Mandrake sangat langka di sini di katakan bahwa Mandrake setiap tahun sekali akan tumbuh di area hutan Sanca dan besok adalah hatinya Mandrake muncul di area hutan Sanca, jika kau ingin ke sana Aku sarankan hati hati, karena Mandrake tumbuh di sana banyak binatang buas yang mengila bukan cuman itu banyak para Kultivator Kultivator di sana memperebutkan Mandrake tersebut, dan jika kau mendapatkan nya hati hati dengan teriakan dia bisa membunuh Kultivator tingkat Qi dasar." terang jayara sambil mengingatkan reysang
__ADS_1
"Terimakasih kek atas arahannya." Reysang
"Tapi aku harus mendapatkan nya, karena ini adalah salah satu bahan yang di inginkan tetua suja'i." Imbuhnya
'Tentu saja ini juga untuk Exp ku.' katanya di dalam hati
"Hah baiklah kalau itu yang kau inginkan, jangan lupa kembali untuk mengambil bahan bahanya" lanjut jayara
Suara mandrake jika di cabut dari tanah bisa membunuh kultivator tingkat Qi dasar, dan kultivasi reysang saat ini di tingkat penyatuan fondasi tahap ke-4, jelas jika dia akan terbunuh bila dia tidak mengetahui hal ini.
"Terimakasih kek jayara, nanti setelah aku mendapatkan Mandrake tersebut aku akan mengambilnya" reysang
"Kakak tidak lupa kan dengan janji kakak, ingat permen dan boneka rumahh!!" seru nana mengingatkan
Reysang berjongkok dan memandang Nana, "Nanti waktu kakak kembali pasti aku bawakan, ingat kok" kata reysang
"Yeyyy cepat cepat yaa kembali!!"
Jayara hanya menggeleng kan kepalanya melihat tingkah cucunya
"Hey nak kau harus ingat, Berhati-hatilah tidak hanya orang orng banyubiru yang ada di hutan sanca ingat itu adalah hutan dan perbatasan banyubiru dan tarangkuning walapun pasar moon letaknya juga perbatasan tapi wilayah pasar ini lebih di kuasa oleh banyubiru, berbeda dengan hutan sanca, di sana sangat berbahaya jika kau bertemu dengan murid dari sekolah Tarangkuning, ku denger juga mereka serang berburu di sana, jadi hati hati, sekolah dragon sea memiliki konflik dengan sekolah di Tarangkuning walaupun itu konflik kecil, tapi tetap lah hati hati" Terah jayara mengingat kan reysang berhati-hati, reysang mendengarkan dengan patuh dan mengiyakan perkataan yg lebih tua
sekarang dia tahu salah satu alasan murid tidak boleh keluar sebarangan ternyata sekolah sekolah yang ada memiliki konflik walapun konflik kecil tapi tetap saja sekolah harus berhati-hati, ini dunia dimana yang kuat akan bertahan dan memenangkan jika dia lemah teruss maka dia tidak akan bebas dari bully an anak anak di sekolah nya, sekarang dengan sistem dia yakin dia akan menjadi yang terkuat dan suatu saat dia akan pergi ke ibu kota nusantara,tidak bukan hanya ibu kota nusantara tapi pergi ke tanah Jawa
Siapa yang tidak menginginkan pergi ke ibu kota, tempat salah satu Kekaisaran berdiri di benua nusantara ada 4 kerajaan yg berdiri walaupun ini dunia modern tapi karena adanya kultivator, maka kultivator bisa di sebut pengusa di bumi
Dan Tanah Jawa, Tempat para ahli kultivator berserakan, berbagaii padepokan berdiri di sana menjungjung leluhur mereka menjaga apa yang harus di jaga leluhur mereka di masa lalu, berbagai macam orang di tanah jawa penuh dengan keserakahan, kejahatan, pengkhiatan, walapun banyak kejahatan tapi aja juga yang menjunjung kebaikan, menjunjung kebaikan seperti apa yang leluhur mereka lakukan di masa lalu.
(Fav, like, komen, dukung yaa(≡^∇^≡)
__ADS_1