MERAYU PENCIPTAMU

MERAYU PENCIPTAMU
Episode 2


__ADS_3

BRUUKKKK!!!


Ahh aduuhh (teriakan Pika yang terjatuh karena tertabrak seseorang, antara kaget dan sakit)


"Maaf gua buru-buru, ayo bangun (sambil membangunkan tubuh Pika dengan mengulurkan tangannya)"


"Eh" (sahut Pika yang kaget)


"Lu lagi? Maaf yak gua dari tadi uda ngenain kecap ke jilbab lu, nabrak lu, maaf bgt sumpah gua ga sengaja, yang mana yang sakit?" ,sahut laki-laki yang tidak Pika kenal


"duh, gapapa", sahut pika sambil merasakan kesakitan


Lalu Pika dibantu sahabatnya untuk duduk dikursi.


"Makanya kalo jangan pake kaki doang pake mata juga (bentak Gigi)"


"Maap yaelah", sahut laki-laki itu seperti menyepelekan kejadian tadi


"Yah Pika jatoh masa (sahut Ray sambil tertawa ngakak karena dia memang selalu senang melihat temannya susah)"


Laki-Laki itu pergi mengahampiri Ray, ternyata mereka berdua kenal.

__ADS_1


"Namanya Pika?",sahut laki-laki itu


"Iya (jawab Ray singkat)"


"Ada WAnya ga?",sahut laki-laki itu


Tanpa basa-basi setelah Ray mendengar ucapan temannya tadi Ray langsung..


" Woii Pika si Iyan suka sama lu (sambil tertawa)"


*O****iya sedikit informasi Saya disini berperan sebagai Pika ya


"Dih najiss udah salah malah naksir, fakboy guys",sahut ameng


Ita dan Gigi hanya tertawa sambil meledek.


Kriiingggg...Kringgggg...Kriingggg (suara bel sekolah berbunyi menandakan waktu istirahat telah selesai)


Mereka ber-4 kini telah berada dikelas. Saat Pika hendak membuang sampah diluar kelas tidak sengaja melihat Iyan yang tidak lain kakak kelasnya sedang berlari-larian sampai bajunya basah.


Iyan yang tiba-tiba memberikan senyuman kepada Pika membuat Pika salting dan merasa malu.

__ADS_1


"Jangan lari-larian Ka bajunya udah lepek tu",sahut Pika dengan pelan sambil menunduk, entah apa yang ada dipikiran Pika sampai-sampai spontan menegurnya.


"Perhatian banget sih (sambil tersenyum)",sahut iyan


Saat pulang sekolah Pika bertemu kembali dengan Iyan.


Pika yang sudah melihat Iyan duluan membatin " mengapa aku selalu bertemunya, hari ini dia dia dan dia lagi, padahal sebelumnya tidak pernah, sedikit kesal si karena kejadian tadi tapi aku senang, eh senang kenapa ah entahlah" Pika yang masih labil langsung berjalan dengan cepat.


"Liat Ray gak?",sahut iyan


Pertanyaan Iyan tadi membuat Pika sangat kaget karena terakhir Pika melihat Iyan dia masih duduk didepan Ruang Guru, tetapi sekarang sudah ada dibelakangnya persis.


"Lagi piket" (dengan gugup Pika berusaha menjawabnya walau tadi terdiam sejenak).


Pika langsung melanjutkan perjalanannya tanpa melirik Iyan sedikitpun.


Keesokan harinya Pika kembali berangkat sekolah dengan diantarkan Papahnya dengan mengendarai sepeda motor.


Seperti biasanya setiap pagi Pika langsung disibukkan dengan absensi dan buku jurnal yang wajib diisi. Karena Pika ketua kelas sekaligus wakil osis dan bendahara PMR tanggung jawabnya sangat banyak dan sangat besar, Pika selalu disibukkan dengan berbagai macam tugas, terkadang tugas mengisi absen kelas Pika serahkan ke sekretarisnya dan tugas mengisi Jurnal Pika serahkan ke Wakil ketua kelas, tidak lain dan tidak bukan adalah Ita, jadi Pika hanya menanda tanganinya saja.


Walaupun dipadatkan dengan berbagai macam tugas Pika selalu menyempatkan waktunya untuk sahabat dan keluarganya, tidak lupa untuk Sang Penciptanya, Pika termasuk perempuan sholeha walaupun sedang asik bercanda tapi tetap mengenal batasan.

__ADS_1


__ADS_2