
Waktu pulang sekolah pun tiba.
Pika bergegas pulang agar bisa beristirahat sebentar sebelum ia eskul paskibra. Karena hanya ada waktu sedikit untuk merenggangkan badan dan menenangkan pikiran.
Saat berjalan pulang terdengar suara yang memanggil-manggil namanya.
"Pik, Pikaaa, Tungguu Pik"
Akupun langsung menoleh kebelakang, dan ternyata itu Iyan emm lebih tepatnya Ka Iyan.
"Pik, gua boleh minta nomor WA lu?" (sambil
menyodorkan telapak tangan dan pulpen)
Aku yang mengerti apa maksudnya langsung menuliskan nomorku ditelapak tangannya.
"Aiih gelii hahaha", sahut iyan
"Makasih yaa", sahutnya
Aku yang dari tadi menunduk hanya bisa menganggukkan kepala dan langsung pergi begitu saja.
Setelah sampai dirumah, aku langsung buru-buru mengecek HPku, kutunggu notifnya, terus kutunggu "ko ga dichat-chat ya", batinku.
__ADS_1
Akupun berjalan menuju sekolah kembali untuk eskul, diperjalanan tiba tiba ada nomor tidak dikenal yang masuk.
tingg!!
Dan ternyata itu Ka Iyan
Kami chatingan tidak terlalu lama, chat dia menemaniku sepanjang jalan, jarak rumahku kesekolah bisa dibilang lumayan jauh.
Sampai pada akhirnya...
"Kamu mau ga jadi pacarku?"
Deggg!! jantungku serasa mau copot, rasanya sudah copott, dan akan digantikan jantung pohon hahahahaa. Disaat aku syok membaca chat darinya aku yang humoris masih bisa bercanda dengan diriku sendiri, sebenarnya aku langsung ilfeel karena kita baru kenal dan dia langsung spontan nembak aku, entah apa yang ada dipikirannya. Ingin langsung ku katakan "tidak mau" tapi aku juga kesepian dan ingin merasakan bagaimana rasanya berpacaran dengan kakak kelas ya walau tidak terlalu tampan tapi lumayan juga, pikirku.
Awalnya aku hanya iseng-iseng saja tapi lama kelamaan seiring berjalannya waktu aku jadi memiliki rasa kepadanya, hemmm cinta? atau sekedar baper? entahlah tapi berbeda dari sebelumnya.
Hingga tanpa aku sadari sudah 1 bulan kita berpacaran, tepat hari dimana aku ulang tahun.
Aku, Ita, dan Ka Iyan
Berjalan menuju kantin saat jam istirahat. Ketika sedang turun tangga tiba-tiba ada sesuatu yang sangat menyakitkan.
Ara(kakak kelas yang sekelas dengan Iyan) tiba-tiba menghampiri Iyan dan langsung asal nempel sama Iyan, seperti berniat menggodanya.
__ADS_1
Aku yang tidak suka melihatnya hanya bisa terdiam menatap sahabatku yang juga terdiam.
"Oh ini pacar kamu sayang? yaudah deh iyan udah punya pacar nanti malem kita gausah chatingan lagi ya tapi sesekali mah boleh, bye iyan sayang", sahut Ara sambil memegang pipi Iyan.
Aku yang kaget melihat kejadian itu dan mendengar dengan jelas langsung pergi begitu saja meninggalkan Iyan dan Ita.
Ita spontan langsung mengejarku dan berkata
"Gua paham apa yang lu rasain, kuat ya".
DEG! perkataannya membuat air mataku jatuh dalam batinku berkata "ini baru 1 bulan, dan ini hari ulang tahunku, apakah ini kado yang kamu berikan untukku yan?" entahlah hati ini hancur walau hanya mendengar perkataan seperti itu tapi itu sangat menyakitkan.
Iyan yang mengetahui aku menangis dikelas langsung bergegas menuju kelasku.
Aku yang terduduk sambil menangis tidak menyadari bahwa sudah ada Iyan disampingku sejak tadi.
(Tiba-tiba ada yang memegang pipiku, aku kaget dan langsung menoleh)
"(ekspresi kaget) astagfirullah!", sahut ku.
"lucu", sahut iyan dengan tersenyum
Dalam hatiku "hah bisa-bisanya dia bilang aku lucu saat aku menangis seperti ini?menahan sakit hati?dengan santainya seperti tak bersalah dan tak berdosa, ga ngotak banget ish"
__ADS_1