
Aku yang sedang pusing memikirkan masalah percintaanku ditambahkan lagi dengan masalah percintaan Ameng.
Ameng curhat tentang hatinya, aku tidak menyangka Ameng menyukai Rafdit, entahlah mengapa banyak yang menyukainya padahal dia sangat menyebalkan dan bisa dibilang so banget.
Tapi dilain sisi ternyata Ita juga menyukai Rafdit, aku semakin kaget mengetahui fakta ini, aneh tapi nyata, entahlah aku berada dipihak mana, aku hanya menjadi tim netral, aku takut hanya karena laki-laki persahabatan ini hancur aku tidak mau hal itu terjadi, ditambah lagi aku mengingat sesuatu bahwa Gigi juga pernah menyimpan perasaan pada Rafdit, semakin dibuat pusing aku, mengapa sahabatku menyukainya? jangan sampai aku juga menyukainya.
Dan keesokan harinya aku masih galau akan semuanya, tiba-tiba aku mendengar kabar bahwa Rafdit dan Ita jadian, dan ternyata yang menjadi macomblangnya adalah ameng, hmm aneh sekali apa yang sebenarnya terjadi, aku seperti ketinggalan berita karena terlalu sibuk dengan urusanku sendiri.
Ternyata Ameng merelakan Rafdit untuk Ita sahabatnya, aku tau apa yang dirasakan Ameng, tapi itu pilihannya dan semoga aja Ameng ikhlas.
Sebenarnya aku rada tidak setuju jika Ita berpacaran dengan Rafdit, karena dulu Rafdit pernah berpacaran selama 7/8 bulan dengan Ais, hanya karena dekat dengan Enda, Rafdit langsung memutuskan Ais, sudah terlihat jelas dia adalah orang yang mudah berpaling.
__ADS_1
Karena memikirkan hal itu aku jadi teringat tentang Iyan, apakah dia seperti Rafdit juga? Aku sangat khawatir sekali aku tidak mau kehilangannya karena aku sudah terlalu nyaman kepadanya.
*Sebenarnya kisah ini sangat panjang tapi author tidak menceritakan semuanya ya, hanya dibagian intinya saja karena takut malah menjadi berantakan gakaruan hehehe. Selamat membaca semoga menikmati alurnya☺
Banyak kenangan yang telah kita buat, sampai banyak kemiripan di antara kita, dan aku selalu berdoa agar kita selalu dipersatukan, jika memang kamu yang terbaik semoga kamu jodohku.
Setiap Sholat aku selalu menyelipkan namanya diantara doa-doaku. Tapi dia tidak, sejujurnya Iyan tidak begitu paham agama, aku sudah sering kali mengingatkan bahkan mengajarkannya tapi tetap saja prioritas hidupnya hanya game.
Setelah sampai diBioskop aku menyuruh Iyan untuk berkenalan dengan Taski, tapi mereka malu-malu. Aku memperkenalkannya agar dia bisa akrab pada pacarku. Sampai aku menyuruh mereka bertukar kontak WA.
Tidak kusangka niatku mengenalinya, malah berhubung malapetaka. Sepertinya aku ini bodoh, terlalu percaya dengan sahabatku sendiri, dan tidak memikirkan dampak negatif nya.
__ADS_1
Setelah kenal, Taski dan Iyan menjadi semakin akrab, sampai-sampai aku seperti tidak dianggap lagi oleh Iyan, Aku sangat menyesal mengenali Iyan ke Taski kalo akhirnya akan mengakibatkan kecemburuan.
Mereka chatingan sampai larut malam, Iyan sibuk dengan Taski, Iyan selalu marah padaku setiap aku menganggunya. Aku tidak menduka Taski akan setega itu pada sahabatnya sendiri, dia berbicara kejelekanku dihadapan pacarku, sungguh aku sangat kesal tapi aku menahan emosi. Hingga pada akhirnya mereka semakin tidak memikirkan perasaanku, aku marah marah besar, Taski? Taski hanya meminta maaf dan bilang ini semua bercanda.
Sejak saat itu hubungan kami makin memburuk bahkan seperti diujung perpisahan. Ya benar saja saat H-3 mensive kita yang ke-8 bulan kita malah putus begitu saja.
Tidak menyangka semua ini berakhir sia-sia, orang yang selalu menemani kita belum tentu tidak akan menyakiti kita.
Semua kenangan ku kubur dalam-dalam, walaupun sebenarnya sangat sulit, susah dilupakan, dan membuat trauma, tapi insyaallah semuanya akan berlalu.
Disini Aku tidak menyalahkan siapapun, aku tau ini jalan yang terbaik ini takdirnya. Mungkin Allah memisahkan aku dengannya karena dia bukan yang terbaik untukku. Pengalaman yang sangat berarti bagiku.
__ADS_1