
Aku dan Ali yg mendengar teriakan itu spontan langsung menoleh ke sumber suara.
kulihat seorang Remaja laki-laki berusia sekitar 13tahun, berperawakan seperti Ali sudah muncul sepenuhnya keluar dari dalam rumah..setelah berkenalan dan berbasa-basi seperlunya..akhrnya aku dipersilahkan masuk kedlm rumah..Anak laki-laki tadi ternyata bernama Dion, adek paling bungsu si Ali..
"Dek...ibu mana..loh..Aku baru sadar..kamu ga pergi ke sekolah uda jam segini..bolos lu yaa...." tanya Ali kepada Dion..setelah aku dan Ali duduk disebuah sofa didlm ruang tamu...ruangan itu lebar..meja dan sofa yang lumayan mewah berada di ruangan itu..kulihat di dinding..terpasang sebuah pigura kayu..yang berisi sebuah foto keluarga..ukurannya yg besar..jd terlihat jelas sosok-sosok yang terdapat difoto itu.dapat aku pastikan,bahwa itu foto keluarga dari Ali..kemudian ada sebuah gorden penyekat yang memisahkan ruang tamu depan itu dengan ruangan bagian dlm.
"Ibu td pergi ke warung Mpok Ina tuh di ujung gang,tapi heran udah hampir 1 jam msh blm pulang juga..jangan-jangan bergosip dulu tuh sama sohib karibnya, si Mpok Tum. bilangnya mo cari daun bawang ma garam doang buat bikin pangsit...lah..lama bener...dan aku..bukan bolos atau ga pergi ke sekolah..tapi memang sekolah lagi diliburkan sehari..kata pak kepala sekolah tu gedung sekolah mo disemprot obat anti nyamuk..begituh.." jawab Dion panjang lebar sambil berjalan menuju sofa di depanku, hendak ikut duduk.
" owh gitu.....Wei..Wei..ngapain ikut duduk...ambilkan air minum kek..cemilan kek..ga liat ada tamu ?!." kata Ali.
"..kak..kek..kak...kek...Mas Kedalam aja lah ambil sendiri,Aku kan pengen ngobrol sama pacar mas Ali..kaget Anjir..seorang jomblo sejati, akhirnya punya cewek juga..kirain ga bakal laku lu mas..mba Wulan kok mau sih sama Mas Ali... orang yang kaku,se kaku kanebo kering begitu..hahaha"..kata si Dion sambil tertawa terbahak-bahak meledek Ali..tapi akhirnya dia urung duduk juga dan berjalan menuju kedalam setelah melihat pelototan dari kakaknya..Rasain lu Dion..haha..
"Mohon maklum ya Lan..Adek ku yg satu itu emang cerewet dan suka iseng"kata Ali kepadaku..
"Ga papa Mas..aku malah merasa sedikit rileks mendengar suara Dion yang ceria" kataku sambil tersenyum...
buah tangan yang aku bawa sudah aku serahkan tadi kepada Dion setelah masuk kedlm rumah...
Semenjak motor terparkir dan akan masuk kedlm rumah...jantungku memang tak bisa diajak kerja sama..berdetak tak karuan..bahkan tangan dan kakiku terasa dingin.sekarang telapak tanganku bahkan sudah basah karena keringat dingin yang keluar.. nervous bahasa kerennya.. nervous karena mau bertemu calon mertua...cieee...
__ADS_1
"oh ya mas,kata mas Ali adeknya ada 3 ya..yang lainnya kemana Mas" tanyaku kemudian,
menurut cerita Mas Ali beberapa waktu lalu, mengatakan bahwa dia adalah anak sulung dari Empat bersaudara,Ada dua orang laki-laki dan satu orang perempuan yang masih kuliah..satu saudara laki-laki paling bungsu adalah si Dion yang sudah kulihat tadi.
"oh..si Danu adek pertamaku,sudah berangkat kerja Lan,dia kerja disebuah toko sparepart mobil.sebetulnya bos tokonya masih keluarga kami juga sih..tapi keluarga jauh dari Bokap ..kalo si Dina keknya lagi keluar..atau mungkin ada jadwal kuliah ni hari"kata Ali menjelaskan.
Tengah aku ber oh-oh ria menanggapi penjelasan Ali,tiba-tiba terdengar langkah kaki seseorang dr halaman depan,hendak masuk kedlm rumah...
"oh ada tamu rupanya"..Suara khas ibu-ibu paruhbaya terdengar setelah sesosok perempuan berusia sekitar 50tahunan sudah masuk kedlm rumah dan sedang berdiri menatapku...
"Deg..ini pasti ibunya Ali...wah..diusia begini aja sosoknya masih terlihat cantik banget..gimana waktu mudanya ya..waah...pasti jadi primadona ni"..pikirku dlm hati sambil bengong....."eeit jangan pikirin itu dulu Wulan...ajak salaman dulu kek...tunjukin sopan-santun lu..jangan malah bengong" Hati kecilku memberi tahu..dan seketika itu akupun tersadar dari bengong tak berfaedahku..Ali yang melihat kedatangan ibunya pun segera bangun dr duduk..kemudian menghampiri ibunya..seraya menarik tanganku. "Bu..kenalin ini Wulan yang waktu itu pernah aku ceritain ke ibu" kata Ali.
"selamat pagi Tante..saya Wulan..temen Mas Ali...saya pengen bersilahturahmi dengan Ibu dan keluarga Mas Ali jika diperkenankan"ucapku hati-hati sambil mengulurkan tanganku..
"setelah menatapku beberapa detik..ibu Ali pun menyambut tanganku sekilas...aku sedikit tak enak hati,karena merasa ibu mas Ali terkesan tak menyukai kedatanganku....atau mungkin perasaanku saja...ntahlah...sejauh ini..aku yg baru bertemu beberapa menit msh berharap semoga rasa tak enakku hanya karena kegrogianku saja.
"Iya ga papa..Ali ga bilang sih kalau ada yang mau datang..kalau dari kemarin-kemarin cerita kan ,ibu bisa bersiap-siap dulu,paling ga bikin makanan enak gitu" ucap ibu Ali setelah mempersilahkan ku duduk kembali dan diapun sudah duduk didekat Dion.
Aku yang merasa kaget kalau ternyata Ali blm bilang kepada ibunya pun, seketika menatap Ali seolah meminta penjelasan...
__ADS_1
Ali yang juga menatap mataku terlihat sedikit gugup, kemudian berkata kepada ibunya. "Ah ibu pasti lupa..kan dua malam lalu waktu aku bantu ibu tutup warung,aku uda bilang kalau hari Senen ini,Wulan mau Dtg main kerumah...Bu.." ucap Ali seolah sekalian memberi penjelasan atas tatapan mataku tadi....kulihat ibu Ali seperti berpikir "oh iya kah ..mungkin ibu lupa ya..ya maklum uda tua..kerjaan juga banyak..badan capek..harusnya diusia begini ibu tinggal berleha-leha menikmati hidup..ini masiiiiih saja harus memeras keringat..banting tulang buat biayain Dion sama Dina..kamu sama Danu juga .kalau gajian ga pernah kasih banyak sama ibu hhh"ibu Ali berkata pelan..tapi terkesan ada keluh kesah didlmnya.....dia memasang muka sedih sambil memijit kepalanya dengan jari tangan.
aku yang melihat itu tidak tau harus berkomentar apa..Ali dan Dion juga tak menyahuti perkataan ibunya..mereka hanya diam..dan sesekali melirik ke arahku.
"oh iya..nak wulan..ibu tinggal kebelakang dulu ya..itu kerjaan masih banyak..bentar lagi warung mau buka..silahkan diminum tehnya..cemilannya juga ya.."setelah hening beberapa menit..akhirnya ibu pamit dan berdiri menuju ruang belakang..
Aku yang mendengar itu..sebenarnya ingin sekali berkata bahwa aku ingin ikut kebelakang, untuk sekedar membantu yang aku bisa bantu..mengakrabkan diri..begitulah tujuanku...tapi mulutku seolah berat untuk berucap..ada rasa gugup..grogi dan gelisah yang masih menguasai diriku..apalagi ditambah omongan ibu tadi...
Aku pernah mendengar cerita dari rekan kerjaku yang kebetulan sudah ber rumah tangga .Mba Tini namanya..usianya 25Tahun,dulu ketika pertama kali diperkenalkan kepada ibu dari pacarnya..atau yg sekarang sudah menjadi ibu mertuanya...kesan pertama kepada calon mertuanya itu..manis sekali..pertama jumpa..mba Tini sudah dipeluk-peluk oleh calon mertuanya itu..bahkan sampai bilang .jika si Agung,nama dari suami mba Tini,berani bikin Mba Tini sakit hati..laporin aja ke ibu..nanti ibu omelin..begitu ceritanya.
Aku yang mendapati kesan yang sangat jauh berbeda dari bayanganku sebelumnya..sebenarnya sedikit kecewa..kenapa ibu si Ali kesannya dingin terhadapku....apa jangan-jangan,beliau tidak suka denganku .apa karena aku tidak cantik...??? Apak karena kulitku yang sawo matang..????..tidak be putih bersih seperti keluarga mereka????..padahal biarpun kulitku sawo matang..menurutku aku cukup cantik.setidaknya sama diri sendiri harus bangga dong..apapun bentukannya..sama-sama ciptaan Tuhan juga kan..harus bangga dan mencintai diri sendiri....cintai dirimu sendiri dulu sebelum kamu coba mencintai orang lain...begitu mottoku...badanku yg dulu kurus ceking dengan bobot hanya 40kg..sekarang sudah lumayan berisi..45kg berat badanku skrg..rambutku yang dlu ikal dan susah diatur..sengaja aku ikut-ikutan temenku si sari, di rebonding..sehingga rambut panjang sepinggang ku terlihat hitam, lurus dan lembut...kira-kira apa ya yang bikin ibu si Ali ga bisa hangat kepadaku...oh..apakah beliau sudah tau kalau aku berasal dari kampung..bukan penduduk asli kota ini seperti dia???..aaah..sungguh banyak sekali pertanyaan-pertanyaan yg muncul dlm kepalaku...
setelah ibu si Ali masuk kedlm.beliau pun mulai sibuk bahkan Alipun juga ikut sibuk karena membantu membuka warung bakminya.aku yang masih blm tahu harus berbuat apa .kadang bertanya kepada ibu..kira-kira apa yang bisa aku bantu begitu..tetapi ibu hanya bilang "Uda Wulan biar duduk aja..saya masih bisa kok" begitu ucapnya....setelah waktu menunjukan pukul 12 siang..itu berarti aku sudah berada dirumah Ali selama 3 jam .karena aku td sampai dirumah itu pukul 9an pagi...selama 3 jam itu..bagiku berasa seperti 3tahun..bahkan mungkin 30tahun...saking lamanya karena perasaan yang tak menentu.
Akupun mengutarakan niatku untuk segera pamit pulang kepada ibu dan Ali..dan Alipun pamit kepada Ibunya untuk mengantarku..sempat aku tak enak hati karena kulihat ibu seperti keberatan Ali pergi sedangkan keadaan warung bakmi ibu kebetulan sedang ramai pembeli,dan Ali serta Dion sedang membantu Ibunya...akupun bilang kepada Ali,bahwa aku bisa pulang ke Mes sendiri menggunakan bajai,yang kebetulan aku lihat ada bbrp yang tengah terparkir di ujung jalan keluar menuju jalan raya dari gang perumahan...tetapi Ali bersikeras untuk tetap mengantarku pulang.
Tak ada percakapan yang berbobot selama aku berada dirumah itu.Ibu si Ali memang tidak terang-terangan berkata tidak menyukaiku,sikapnya terkesan biasa saja..tak benar-benar menunjukan ketidaksukaan atau sukanya kepadaku.jika aku mengajaknya ngobrol,dia akan menjawab kdg sekedarnya,kadang sambil tersenyum.
sesungguhnya aku tak tahu,pada pertemuan pertamaku itu,keluarga Ali..khususnya Ibu,benar-benar menerima aku sebagai pacar Ali atau tidak...kebetulan juga dua adik Ali yang lain..yaitu Danu dan Dina,aku belum bertemu.hanya Dion yang aku merasa sudah akrab seperti sudah kenal lama..mungkin karena sifatnya yang ceria dan terkesan ceplas-ceplos dan apa adanya....
__ADS_1
----------------------+++++++++-------------------------------