Mertuaku Sainganku

Mertuaku Sainganku
bab 4 ( ditoko amah)


__ADS_3

.......Apakah aku kecewa?...tak perlu dikatakan lagi,bayangan dan harapan yg semula indah dlm pikiranku..kini harus pupus setelah mendapati kenyataan yg sebenarnya.....bekerja sebagai karyawan bagian pembukuan....sudah terpatri dlm otakku semenjak bertemu Bu parni dikampung...apakah memang salahku yang tidak menanyakan secara detail apa sebenarnya pekerjaan yg dia bilang,ataukan memang aku yg tidak tau diri..mengharapkan pekerjaan yg biasanya org2 bertittle sarjana yg baru bisa bekerja dibidang itu....aku yg waktu itu baru menerima ijazah dr sekolahku,sudah sangat tidak sabar untuk segera mencari pekerjaan ke ibukota.


mendengar dari budhe sri..orang tetangga rumahku,bahwa ditetangga sebelah desa ada org yg bisa mencarikan pekerjaan diibukota..sudah gitu tanpa dipungut biaya lagi,membuatku tanpa pikir panjang,mengajak bapak untuk datang kerumahnya dan mengutarakan maksudku..yaitu meminta dicarikan pekerjaan.....seminggu setelah kami Dtg kerumahnya..dia datang ke rumahku dan menyampaikan kabar bahwa ada pekerjaan disana..disebuah toko grosir alat packing.


setelah aku tanya apa pekerjaanku..dia hanya bilang.."ya tulis2 pembukuan keuangan gt neng..orang ditoko gede ya gitu kan kerjanya..pegawainya ada yg keluar satu karena mau kawin..jd pas banget ini ada lowongan..sebab belum ada gantinya...ya pokoknya disana enak lah neng...sudah disediakan tempat tinggal,soal makan juga nanti dikasih disana..neng ga perlu pusing2 keluar uang gitu"begitu penjelasan Bu parni meyakinkanku.


Aku yang memang sudah kepengen kerja diibukota,sangat tertarik dengan pekerjaan itu...ga menunggu lama..sehari setelah bu parni menyampaikan kabar itu..aku berangkat berdua dengannya menaiki kereta api,alat transportasi yg sudah umum didaerah asalku untuk pergi ke ibukota...


ibu dan bapak sebenarnya menahanku,mereka bilang..aku baru juga lulus sekolah..istirahat dlu dirumah.."ibu dan bapak ga memaksa dan ga masalah kok kalau kamu blm kerja nduk" begitu yg ibu bilang sewaktu aku memutuskan menerima pekerjaan yang Bu parni carikan.tapi aku yg sudah terlanjur bersemangat dan memang ingin sekali mempunyai uang agar bisa membantu ibu dan bapak..tetap nekat berangkat ke ibukota.


sekarang disini aku berada..disebuah ruko menyerupai sebuah gudang yang diisi berbagai macam barang2 dagangan amah..serta bersama 3penghuni lainnya...

__ADS_1


sejenak aku diam termenung setelah mendengar penjelasan Rina..temen kerjaku.


...jadi ini yg dimaksud bisa pijit dan kerik,makanya si amah yg mengira aku lulusan SMP setelah tau aku bisa pijit dan kerik dia langsung menerimaku bekerja disitu.


bahkan mungkin jika aku hanya lulusan SD dia ga masalah..yg penting aku bisa pijit dan kerik. Ya tuhan...memang tak seharusnya kalo bermimpi dan berkhayal itu jangan terlalu tinggi dlu..karena kalau kenyataan tak sesuai yg dibayangkan...jatuhnya ga bakal terlalu sakit.


" Rin jadi kerjaan kita beneran bukan jadi bagian catat keuangan atau pembukuan gt ya" tanyaku kepada Rina seolah2 msh blm yakin dengan apa yg barusan aku dengar darinya...Rina yang sedang memasukan dompet ke dlm saku celananya..segera duduk dan memandangku..." ya ampun mba Wulan..kok ga percaya sama aku sih..aku kerja disini uda 1 tahun..jadi uda tau dan uda biasa sama kerjaan disini..tadinya ada satu lagi pegawai kayak aku yg tinggal disini..tapi dia pulang ke kampungnya karena mau nikah mba"jawab Rina. " uda yuk ah..ni uda mau jam 9 loh..kita berangkat ke toko amah sekarang.nanti disana aku kenalin sama pegawai2 amah yg lain" kata Rina lagi.


jalanan ibukota itu sudah ramai dilalu- lalang berbagai kendaraan,org2 yg berjalan ataupun menaiki kendaraan umumpun sudah rame mewarnai jalanan depan toko2 yg berderet disepanjang jalan.aku yang baru melihat pemandangan langsung seperti itu begitu takjub..dikampung ku yg termasuk...ya lumayan terpencil..biarpun jalan desa sudah bukan tanah lagi dan listrik sudah merambah hampir semua rumah warga..tetapi kendaraan yg lewat tidak serame dikota.bahkan di pusat kota daerahku yang Deket sama terminal bis dan stasiun kereta api pun jalan rayanya tidak serame disini.


Betul yang Rina bilang..sekitar 5 toko dari ruko tempat tinggal si Amah..terlihat sebuah toko yang lumayan lebar..ada berbagai jenis barang2 seperti yang aku lihat di ruko tempat tinggal amah...setibanya didepan toko itu..Rina dan aku langsung masuk ke bagian dlm yang ternyata sudah ada si Amah tengah duduk dikursi goyang..matanya terpejam..mungkin ketiduran..semenjak baru sampai didepan toko hingga berjalan masuk ..aku memang merasa deg2an ...ada sekitar 5orang laki2 berumur sekitar 20 hingga 45tahun yang sedang duduk2 diantara barang2 dagangan toko.aku yakin mereka yg dibilang pegawai Amah bagian angkat2 barang...mereka melihat aku dan Rina..ada yg salah satunya..menyapa dan menggoda Rina.tapi Rina hanya pura2 mendelik .tadi sebelum sampai dimeja amah..ada sebuah meja dan 2kursi,terlihat ada 2 orang cewek berusia sekitar 25tahunan..mereka berpakaian modis..memakai makeup tipis.ditangan mereka terpegang bolpoin dan kulihat mereka sedang fokus menulis dan mengerjakan sesuatu disebuah buku...yah..mereka pasti pegawai toko bagian pembukuan.

__ADS_1


"permisi Amah..saya sama mba Wulan sudah datang..ini rantang lauk dr rumah" pelan Rina berbicara kepada Amah yg terlihat sudah sedikit membuka matanya..kemudian dia meletakan rantang ke meja didepan Amah.


"o..oh..ya...dh Dateng lu..ya uda Sono beres2 belakang..bawa sekalian tu si Wulan..ajarin biar cepet ngerti yah" ucap Amah sembari mengibaskan tangannya ke belakang. " iya Amah..yuk mba kita kebelakang" ucap Rina sambil menggandeng tanganku...


setelah melewati pintu yang letaknya dibelakang samping meja Amah..ada sebuah ruangan yg berisi banyak barang2 dagangan seperti yg aku lihat dibagian depan toko..wah..toko amah bener2 gede bgt..tapi sayangnya lorong yg buat jalan bener2 sempit..kiri kanan terisi begitu banyaknya barang2 alat packing.


Setelah melewati ruangan penuh barang2 itu..tibalah kami ditempat yg dimaksud Amah..sebuah ruangan selebar ukuran toko ini .tapi panjangnya cuma sekitar 4meter..ada sebuah lemari besi ber isi beberapa piring..mangkok dan peralatan memasak lainnya..1buah kompor 1 tungku diatas sebuah tatakan keramik..westafel dan sebelahnya ada sebuah ruangan yang begitu aku masuk..ternyata itu adalah kamar mandi.


" ok mba..sekarang mba Wulan giliran cuci toiletnya..aku yg nyapu sama ngepel ya." Rina tersenyum kecil kemudian mengambil sapu dan alat pel..


Ya Tuhan...kejutan apa lagi ini.......

__ADS_1


__ADS_2