
waktu yang ditunggu keluarga pak Tarno untuk pindah kerumah baru pun tiba,setelah semua barang-barang yang akan dipindahkan masuk kesebuah truk pengangkut barang pindahan,kamipun segera melaju menggunakan mobil pak Tarno diikuti truk pengangkut barang.
Aku tak tahu..Nur masih menjalani pacaran dengan cowoknya,ataukah sudah berpisah sepertiku dulu dengan heri..andaikan waktu itu kami sudah mempunyai barang ajaib yang masuk saku, bisa mengirim surat otomatis hanya dengan memencet tombol huruf di badannya dan bisa mendengarkan suara hanya dengan menempelkannya ditelinga...pasti biarpun berjauhan kami msh bisa mengirim kabar...tapi waktu itu..hanya org yang mempunyai penghasilan tinggi yang bisa membelinya..buat nur yg cuma ART memang tidak diperbolehkan memiliki barang itu,aku apalagi..yang statusnya masih pengangguran.
ngomng-ngomng tentang menganggur..yah..aku masih mengganggur setelah beberapa Minggu dirumah pak Tarno,ucapan yang dlu memecut semangatku dan akhrnya memutuskan mau ikut keluarganya,nyatanya sampai detik itu..tidak ada hal yang nyata..
kak cindi memang pernah memintaku membuat surat lamaran,aku diajari oleh Dena yang pintar komputer..ya..kebetulan dirumah pak Tarno ada seperangkat alat komputer beserta alat Printer..jadi untuk membuat surat lamaran dan mencetaknya,aku tinggal menggunakan alat itu saja.waktu itu ketika kami sudah menempati rumah baru pak Tarno...kata kak cindi,ada lowongan bagian OG..aku yang belum tau apa itu OG..sangat antusias..pikiranku yang penting dikantor kerjaannya gitu.
Tapi bahkan kerjaan sekelas OG pun nasib tak berpihak padaku...tak ada tanda2 aku akan diterima kerja...baik dari mulut mba cindi langsung..atau dari telepon yang aku cantumkan disurat lamaran..nomer telepon kak cindi..yah..karena kak cindi yg punya barang ajaib bernama Handphone.
Lagi-lagi aku harus menelan pil pahit tentang khayalan tinggi yang terhempas kan..
karena setelah aku ikut keluarga pak Tarno yang sudah pindah ke perumahan pun,pekerjaan yang aku harap2kan
__ADS_1
belum juga terlihat bahkan setitik harapannya.
kalau dulu dengan Bu parni,beliau mencarikan pekerjaan..betul-betul dia Carikan pekerjaan..yah..biarpun aku merasa tertipu sedikit sih..karena omongan dan kenyataannya berbeda.tapi dia beneran memberikan info pekerjaannya alias tidak memberi harapan palsu,sedangkan disini..dari kejadian kak cindi meminta surat lamaran ku sekali itu saja..setelahnya ga ada lagi tanda-tanda dari kak cindi ataupun yg lain memberikan kepadaku info pekerjaan.
Terkadang aku melamun,berpikir apakah harus tetap seperti ini,ataukah aku harus bangkit bertindak sendiri....keluarga pak Tarno memang baik...soal makanan tak pernah mereka risau kan,tapi aku juga tidak mau menerima kebaikan mereka cuma-cuma..makanya kerjaan seperti beres2 rumah akupun ikut mengerjakan....pekerjaan nur yg kadang kurang Rapi semenjak ada aku kata Bu tari rumahnya jd lebih rapi.baik dirumah mereka yang lama atau dirumah baru ini.
Di suatu hari Bu Tari mengajakku berbincang " Wulan jadi asisten kak cindi aja ya..keperluan kayak baju,kerudung,dan lain-lain, Wulan siapkan setiap pagi sebelum kak cindi berangkat kerja gitu..nanti digaji sama kak cindi" ucapnya kepadaku....Aku yang mendengar itu sebenarnya keberatan...bukan aku tak mau jadi asisten kak cindi..bukan aku meremehkan pekerjaan Asisten atau ART,yang membuatku kecewa kenapa omongan mereka berubah sekarang,padahal dlu mereka menjanjikan akan mencarikan pekerjaan yang lain.
Apakah aku yang terlalu memandang tinggi diriku sendiri..sehingga mempunyai keinginan kerja seperti halnya kak cindi..bekal hanya ijazah SMA,pengalaman kerja dikantor juga tak punya...tapi aku ingin mencoba pekerjaan selain yang Bu tari sampaikan...
Aku yang belum mempunyai pegangan untuk bisa keluar dari rumah pak Tarno dan mencari pekerjaan sendiri,akhirnya menerima kerjaan yang Bu Tari bilang..menjadi Asisten pribadi kak cindi..begitu aku menyebutnya.
kak cindi lumayan menyukai hasil kerjaku..kerudung yg hendak dia pake..kata kak cindi sangat cocok dengan padu padan bajunya,tas juga sepatunya...padahal aku hanya menebak-nebak saja..sepertinya warna dan motif ini cocok deh dengan ini..begitu pikirku...tak tahunya kak cindi malah merasa cocok..yah..mungkin itu salah satu bakat terpendam ku...entahlah..
__ADS_1
Tak terasa berbulan-bulan aku ikut keluarga pak Tarno..kak cindi memang men gajiku..tapi ya tidak seberapa..karena gaji dia dari kantor tempatnya bekerja juga bukanlah yang besar sekali..ditambah harus ikut membantu orangtuanya membayar cicilan rumah...tapi aku tetap bersyukur,setidaknya dlm keadaan yang blm pasti..aku masih memperoleh penghasilan.uang yang masuk bisa tetap utuh..karena dr makan..perlengkapan mandi sampai ke kebutuhan bulanan wanita..Bu tari dan kak cindi sudah menyediakan.
Bapakku sudah selesai bekerja dlm membangun rumah di perumahan itu,beliau sudah kembali kekampung halaman kami,sebelum pulang..beliau datang bertamu ke rumah pak Tarno..ingin berpamitan kepadaku,sekalian mengucapkan banyak terimakasih kepada keluarga pak Tarno, karena mau menampungku...
waktu terus bergulir,hingga dua bulan setelah bapak pulang kampung,tiba-tiba beliau datang ke rumah pak Tarno menemuiku,ternyata beliau ada panggilan kerja untuk membangun rumah di perumahan tak jauh dari perumahan pak Tarno..hanya berjarak sekitar bbrpa kilometer...kebetulan dirumah itu sedang ada aku dan nur saja.
Aku yang melihat kedatangan bapak sangat senang..kemudian timbul niatku yang sebenarnya sudah ada sejak beberapa Minggu lalu untuk mencoba pergi ke kota J..karena disana banyak ditemukan lowongan-lowongan pekerjaan..yah setidaknya itu yang aku lihat ketika sering membaca koran yg biasanya pak Tarno baca..
hanya waktu itu aku masih bingung..harus bagaimana aku pergi kesana...aku takut jika bebergian seorang diri..juga blm tau menggunakan kendaraan yang mana untuk sampai ke kota J..itulah kekuranganku...penakut,pemalu dan juga kurang tangkas...seandainya aku memiliki sifat seperti Rina atau Nur...yg periang..terus terang dan berani bertindak...
kedatangan Bapak membawa secercah harapan di hatiku...aku ingin mencoba melamar pekerjaan sendiri...menaruh surat lamaran sendiri..menghadapi dan melihat langsung..jenis pekerjaan apa yang aku lamar itu...Akhirnya aku pamit dan nitip pesan kepada Nur..bahwa aku akan pergi keluar dengan bapakku untuk sekedar refreshing...nanti kalau org rumah pak Tarno sudah balik aku minta tlg sampaikan..bahwa aku pergi bareng bapakku...begitu pesanku kepada Nur...
ber map-map surat lamaran sudah aku bawa di tas...aku dan bapak segera mencari kendaraan untuk sampai dikota J...
__ADS_1
keputusanku sudah bulat .aku harus bisa mendapatkan pekerjaan dikota itu...dan melalui keputusanku yang didukung kehadiran bapak..akhirnya aku benar-benar mendapatkan sebuah pekerjaan sebagai pencatat stok barang disebuah toko apotik sederhana di kota J...disitulah awal cerita semua bermula...kisah kasih sepasang anak remaja yang dimabuk cinta.....
#flashback end