
Perjalanan sekitar 1 jam itupun akhrnya sampai ditujuan...sebuah rumah sederhana nampak terlihat didepanku..ada sebuah teras yang berisi pot-pot bunga berisi beraneka tanaman hias..mendengar deru mobil yang berhenti dihalaman..kulihat dr dlm rumah keluar seorang gadis muda berusia sekitar 16tahunan tergopoh- gopoh menghampiri mobil pak Tarno.
" eh bapak dan ibu sudah balik toh..saya kira malam baru balik lagi"kata gadis itu sembari mesam-mesem...
" dih kamu mah kesenengan ditinggal sendiri dirumah..biar bisa berduaan kan tu sama Abang sebelah..awas lu kebablasan ya..jangan didlm rumah dong kalo mau pacaran." si bungsu yang belakangan aku tahu bernama Dena pura-pura melotot kearah si gadis....si gadis kulihat hanya cembetat cembetut sambil mrungat-mrungut mulutnya persis brutune pitik.
" Nur bantu bawain barang2 kak cindi sama nih antarin Wulan ke kamarmu ya" Bu tari yang baru turun dr mobil segera memberi perintah kepada si gadis..oh ternyata namanya adalah Nur..
" siap Bu...mari mba Wulan ikut saya" kata nur setelah menerima barang dr kak cindi dan ikut masuk kedlm rumah..ibu,Dena,cindi sudah duluan masuk kerumah..sedangkan pak Tarno terlihat sedang mengecek mobilnya.
Masuk ke dlm rumah..ada ruang tamu dengan meja dan kursi tamu minimalis..ada beberapa pajangan lukisan pemandangan alam didinding yang menghadap ke pintu luar..disamping sofa ada sebuah vas yg berisi bunga plastik beraneka warna.
" mba Wulan kan namanya...silahkan taro disini tasnya" kata nur setelah kami sampai dikamarnya..sebuah kamar berukuran 2*3meter..ada sebuah ranjang kecil...muat atau dipaksa muat sih kalau dipake untuk 2orang..tapi kalau untuk satu orang ya lumayan lega....ada 1lemari pakaian kecil dan setumpuk baju2 dipinggir ranjang yang baru dilipat..disebelahnya terdapat alat seterika..sepertinya Nur adalah Asisten rumah tangga di keluarga pak Tarno.
"makasih mba Nur..itu mau diseterika ya baju-bajunya"..jawabku sambil menunjuk baju2 yg menumpuk.
" iya mba Wulan..eh jangan panggil aku mba donk..kalo mba Wulan pantes aku panggil mba..kan mba lebih tua..aku baru 14tahun mba..baru lulus SMP hehehe" ucap nur cengengesan...
akupun hanya mengangguk dan ikut tersenyum...sebenarnya aku bingung setelah sampai dirumah itu..apa yang hendak aku lakukan....tadinya aku pikir dirumah pak Tarno tidak ada ARTnya..jd aku bisa beberes dan melakukan pekerjaan bersih2 lain..kalau untuk masak.aku ga berani mengajukan diri .takut masakanku ga sesuai selera mereka.
" Nur ajak mba Wulan makan siang dulu sini..kamu sudah masak kan buat makan siang" terdengar suara ibu tari memanggil nur..
" iya Bu udah..." jawab nur..kemudian dia menggandeng tanganku untuk keluar dr kamar dan menuju ruang makan.
__ADS_1
Sampai diruang makan .aku lihat anggota keluarga Pak Tarno sudah duduk dikursi..aku yang masih kikuk dan canggung masih berdiri .sedangkan nur sudah duduk dikursi dekat Dena.
" loh Wulan kok masih berdiri..ayok duduk sini..ga usah malu-malu..kita sesama manusia harus saling tolong-menolong,anggap saja kami keluarga nak Wulan sendiri ya...saya sudah kenal pak Herman sejak lama..saya sangat kagum dengan beliau..beliau org yang ramah dan bertanggung jawab..hasil pekerjaannya juga memuaskan..itu dlu rumah saya..bapak nak Wulan juga yg ikut mengerjakan...bagus kan..keramiknya juga dipasangnya bagus..saya puas pas td lihat " terang pak Tarno panjang lebar menjelaskan .
dapat aku lihat pak Tarno bukan sekedar kata2 semata memuji bapak..terdapat ketulusan dr pancaran matanya ketika membicarakan bapakku..
Bapak memang pandai dlm pertukangan..dari memasang pondasi...Melur tembok..sampai pasang keramik..hasil pekerjaan bapak sangatlah memuaskan..beliau juga jujur tentang bahan2 yg dia pake..dia tidak boros memakai bahan2 bangunan..sehingga ketika membangun rumah..material yang dipake tidak terlalu habis banyak...selain teliti bapak juga hati2 dlm bekerja, ketika memotong keramik..ga ada yg rusak atau terbuang sia2 karena tak terpakai .itulah kenapa pak Tarno bilang puas dengan hasil pekerjaan bapakku.
Ternyata sebulan sebelum lebaran yang akhirnya bapak pulang kampung bareng aku..beliau sempet mengerjakan bangunan rumah pak Tarno...pantas sewaktu dirumah sana..pak Tarno kelihatan sudah akrab dengan Bapak..dan bapakku juga memilih rumah pak Tarno untuk kami singgah sewaktu baru sampai...berbuat baik kepada orang lain...memanglah sebuah keharusan..tanpa harus mengharapkan timbal balik yang sama... Tuhan YME tidaklah tidur..Dia yang menuntun dan menggoreskan kejadian.kita sebagai umatNya..hanya berusaha..dan berdo'a agar diberi keridhoanNya...
sembari masih canggung aku akhirnya duduk disebelah kak cindi..satu persatu orang dimeja makan itu mengambil nasi dan lauk pauk yg sudah terhidang...setelah berdo'a yang dipimpin oleh pak Tarno..akhrnya kami menikmati makan siang...
mengingat itu aku berasa Dejavu dengan kejadian ketika aku sarapan hari pertama diruko tempat Amah..kemudian ingatankupun melayang ke sesosok pemuda hitam manis yang mempunyai lesung pipi disebelah kanannya..heri....aaah..memang yang pertama susah buat dilupakan ya...tapi segera aku tepiskan lagi bayang-bayang itu...aku serahkan semua kepada takdir tuhan..yang ada didepanku sekarang inilah yang harus aku jalani dan lalui...aku berniat untuk tidak memikirkan hal-hal yang berbau pacaran dan lain-lain..aku harus fokus agar dapat kerjaan secepatnya.
bangun pagi jam 4.30..membantu Nur beres2 didapur dan membersihkan rumah,ikut cuci dan gosok baju para penghuni rumah..dan lain sebagainya..hanya memasak yang aku ga ikut bantu..karena Nur bilang..mending dia kerjakan sendiri biar ga bingung..ya okelah kataku.
si bungsu Dena sebentar lagi akan lulus SMA,dia anak yang manja tapi sopan..biarpun terkadang suka ngusilin Nur..ibu tari ternyata kerja dikantor juga..cuma aku tidak tau kerja dibagian apa...sedangkan pak Tarno rupanya seorang guru lukis disebuah sanggar seni..otomatis setiap hari setelah jam 7 pagi..semua anggota keluarga tidak ada yang berada dirumah..biasanya yg pulang paling awal adalah si bungsu Dena..sekitar Jam 3sore dia sampai dirumah.
Ada suatu kejadian yang membuatku merinding disco jika mengingat kembali..
waktu itu jam 12 siang..aku sedang berada dihalaman belakang rumah.kebetulan disitu ada sebuah taman kecil....terdapat sebuah meja dan kursi yg biasa buat pak Tarno duduk sambil minum kopi jika hari libur...karena si bungsu Dena demen bgt koleksi buku-buku komik dan novel..aku yang juga suka membaca ..suatu waktu meminta ijin kepadanya untuk meminjam dan ikutan membaca....dia tentu tak keberatan..malah dia seneng bgt.katanya hobi kita sama..maka dari itu..semua buku komik dan novel yang dia punya..dia taro di rak dekat meja ditaman.tadinya dia susun di kamar dia sendiri...aku yang kesenengan jadi rajin baca buku- buku itu jika semua pekerjaan rumah sudah beres.
seperti waktu itu..akupun sedang asyik masuk kedlm sebuah cerita dr sebuah buku novel yang aku pegang..."mertuaku sainganku" judul novel itu...cerita yang mengalir membuatku ikut tenggelam didlmnya.hingga sebuah suara dari kamar Nur terdengar mengusik telingaku.
__ADS_1
" iih.....si aa maaaah..jangan dong..udah aaahh....."lamat-lamat kudengar suara mirip suara nur tengah berbicara dengan seseorang didlm kamarnya..tetapi kok suaranya kayak ngos2an mendesah gitu ya...
kamar Nur memang berada dibagian belakang..ya tepatnya dibalik pintu keluar menuju taman belakang.
aku yang masih duduk sambil pegang buku sedikit terkejut...bukan aku tak tahu Nur sedang apa..tapi aku bingung..apa yang harus aku lakukan....bacaan novel milik Dena terkadang ada yg menulis adegan2 yg lumayan vulgar..jadi aku tau si nur bersuara mendesah seperti itu sedang melakukan apa..
Nur... biarpun usianya katanya baru 14tahun..dari perawakan badannya yg bongsor memang terlihat LBH dewasa..selayaknya anak ABG berumur 18tahunan...aku saja yang uda berusia 18 tahun kala itu kalah gede dan terlihat seperti adeknya.....sifatnya juga nyablak dan petakilan..hanya satu kelebihannya..ga gampang marah,biarpun sering diledekin kak cindi atau Dena.. haha...
kembali kesuara si Nur...aku bingung harus gimana ...pergoki dia dan usir cowoknya..ataukah membiarkan saja...aku tau itu ranah pribadinya...tapi jika inget dia masihlah sangat belia...apalagi ini dirumah orang....pikiran normalku menyuruhku untuk menegur Nur...
" Aa..tangannya jangan masuk Sana iiiih..."kembali terdengar suara si nur..wah..sudah tidak boleh dibiarkan lama-lama nih..pikirku...
pelan-pelan aku berjalan menuju kamar nur...sampai dideket pintu..alangkah terkejutnya aku mendapat pemandangan yang terlihat..ya.... karena pintu kamar nur terbuka sedikit lebar pas mengarah ke ranjang tempat tidur....terlihat nur yang sedang ditindih seorang cowok berperawakan sedang..usianya kutaksir sekitar 20 tahunan..dan aku kenal cowok itu..dia bekerja di toko sembako di warung yang biasa aku dan nur belanja...kemungkinan dia adalah pacar Nur...dari perkataan Dena waktu aku pertama sampai di rumah itu dulu..si Abang itu yg Dena maksud...
selama hampir 3minggu aku dirumah situ sih..belum pernah ada kejadian seperti yg aku lihat saat ini...makanya aku pikir si Dena hanya meledek nur saja..laah ga taunya emang betulan..mereka masih berpakaian lengkap..tetapi tangan si cowok sudah masuk didlm baju kaos oblong yang nur kenakan...
Aku perlahan membalikan badan dan berjalan sedikit kebelakang..setelah sampai didepan pintu belakang yg mengarah ke taman..sengaja aku batuk2..maksudku supaya dua insan yang sedang dimabuk asmara dan tengah merajut benang-benang dosa dikamar itu tau bahwa ada orang...
dan benar saja..ga berapa lama..kulihat sekelebat si pemuda keluar dr kamar nur dan langsung bergegas keluar dr rumah pak Tarno.
Aku yang melihat itu..berjalan ke mesin dispenser seolah2 mau mengambil air minum...
tak berapa lama nur pun keluar dr kamarnya..melihatku yang tengah minum dia
__ADS_1
sedikit terkejut kemudian mesam-mesem..hmmm dasar si Nur uda kepergok mesum juga cuma mesam mesem doang.....