Mertuaku Sainganku

Mertuaku Sainganku
bab 12 ( Seragam kebaya di pernikahan Dina)


__ADS_3

Tak terasa sudah 1tahun lebih aku menjalin kasih dengan Ali,dan selama itu pula bisa dihitung dengan jari,kami bisa pergi kencan berdua, walau sekedar hanya menonton bioskop,makan, kemudian pulang.


pembawaan Ali yang kalem,terkesan seperti melindungi,membuatku merasa benar-benar aman dan nyaman bersamanya,aku seperti menemukan sesosok laki-laki yang menyerupai sifat bapakku,karena memang aku sangat mengagumi sifat bapak yg sabar, penyayang, dan bertanggung jawab.sebab hal itu pulalah yang membuatku tetap mempertahankan hubungan ini, walaupun kenangan ketika bertamu kerumahnya,kesan ibunya tidak begitu menyenangkan.tapi bagiku,yang penting org yang ku cintai ini selalu memperhatikanku.


Sudah 1bulan semenjak aku balik dr kampung halaman kala itu,sekarang aku sudah kembali ditempat kerjaan.Rutinitas pekerjaan kembali aku lalui seperti biasa..kisah cintaku pun tetap berjalan seperti biasa,blm ada kemajuan yang berarti.tetapi


selang 4bulan kemudian,Ali kembali mengirim pesan bahwa ia mengajakku untuk berkunjung ketempat ibunya,Ali bilang bahwa Dina adeknya,akan melangsungkan pernikahan,dan aku diminta Ali untuk menemaninya sebagai pasangan.


sebenarnya aku bingung,apakah aku harus datang ke sana sebagai pasangan seperti yg Ali bilang atau tidak .secara aku blm ada status yang jelas..datang ke acara seperti itu hanya sebagai pacar saja membuatku merasa tidak percaya diri.ditambah lagi,bagaimana nanti kesan ibu dan saudara-saudara Ali yang lain jika melihatku.apakah aku akan diterima dengan senang hati oleh mereka,atau malah diacuhkan.


akupun akhirnya mengungkapkan kebingunganku itu kepada Ali.


dengan penuh meyakinkan Ali menjelaskan kepadaku,justru Niat Ali membawaku kesana ingin sekalian mengenalkan ku kepada saudara-saudara dia yang lain.mumpung di acara itu seluruh keluarga Ali dari pihak ibunya datang berkumpul.


dan yah Ali juga bilang,bahwa Dina dan ibupun mengatakan agar aku bisa datang ke acara itu.walaupun aku msh belum yakin,dan masih ragu..apa iya..Dina dan ibu mengatakan itu.tetapi karena Ali yang memohon,dengan raut muka yang berharap sangat bahwa aku bisa datang.akupun menyanggupi permintaannya.


Akhirnya waktu yang di tentukan pun tiba.dengan alasan yang sama ketika aku ijin kepada bos ku kala pertama kali aku hendak berkunjung kerumah Ali,Aku dijemput ditempat biasa ketika kami hendak kencan.Jam 8 pagi aku meluncur bersama Ali yang sudah menggunakan stelan jas lengkap rapi dan aku yang masih menggunakan baju dress selutut berlengan 3/4 menuju kerumah ibunya.


sampai ditempat tujuan,dapat aku lihat rumah Ali yang begitu ramai.sempat aku berpikir bahwa acara pernikahan Dina dilangsungkan dirumah itu,tetapi setelah aku tiba disana,tidak terpasang tenda,bangku-bangku atau apapun yang mencerminkan dirumah itu sedang melangsungkan sebuah acara pernikahan,seperti yang aku lihat di kampung halamanku jika sedang ada yang hajatan.hanya memang disitu banyak org dewasa pria dan wanita serta bbrpa anak2 remaja seumuran Dion..juga laki-laki dan perempuan yang sebaya dengan Ali.setelah aku tahu dari penjelasan Ali,

__ADS_1


Ternyata acara pernikahan Dina dilangsungkan disebuah gedung yang disewakan khusus untuk para warga daerah situ yang ingin mengadakan sebuah acara,seperti acara pernikahan Dina contohnya.


Rasa canggung dan gugup menyergapku kala Ali memperkenalkanku kepada para saudara2nya..ada yg menyapaku sedekarnya,ada juga yang sambil basa- basi menanyakan tentang aku yang berasal dari daerah mana.


Aku tak melihat Dina maupun Ibunya Ali diruangan tamu yang lumayan penuh dengan org2 yang sedang duduk,baik dilantai,dibangku plastik,maupun disofa.


"Mba Wulan sudah berapa lama pacaran sama Mas Ali" tiba-tiba sebuah suara menegurku yang sedang duduk disebuah bangku plastik sambil melamun .


segera kutolehkan kepalaku menuju sumber suara..ternyata seorang cewek kira-kira berusia sekitar 18tahunan, berpakaian kebaya senada dengan para anggota keluarga Ali yang lain,yang tengah mengajakku ngobrol.senyum menghiasi wajahnya yang sangat cantik..kulitnya putih bersih dengan make up ala Bridesmaids.


"sekitar 1 tahunanlah mba" jawabku ramah.


"owh,lumayan lama juga" ucapnya lagi.


"eh mba Wulan belum ganti baju ya,dibawa kan baju seragam yang waktu itu dibagi-bagiin sama Dina,cepet ganti mba,tu dikamar Mas Ali aja,soalnya dikamar Tante,si Dina sama Tante lagi dirias sama MUA.mba Wulan juga blm dimakeup ya,nanti coba aku panggilin tukang Make-upnya ya..Dina beruntung bgt loh dia,calon suaminya ini punya toko elektronik lumayan gede dikota ini,tuh di mall yang blm lama buka itu.denger-denger sih karena sudah nabung duluan makanya nikahin si Dinanya di cepetin gt" sambung nya kemudian sambil terkekeh kecil.kemudian dia berlalu menuju ruang tengah.


aku yang msh belum paham apa yang dia bicarakan,hanya tersenyum dan menganggukkan kepala.eh tapi tadi dia bilang seragam dibagi-bagikan...kapan..koq aku ga ada..seketika otakku berpikir yang tidak-tidak.


aku meremas kedua tanganku untuk sekedar menetralkan rasa tak enak yang tiba-tiba menyerang hati dan pikiranku.aku bukan org yang terlalu bodoh untuk tidak menyadari keadaan itu,jelas sekali bahwa semua wanita yang aku lihat di rumah itu,ada 4 org wanita berusia sekitar 45 hingga 60tahunan,serta 4org wanita remaja berusia sekitar 18 hingga 25tahuban,sudah mengenakan seragam kebaya senada,pun dengan riasan muka..mereka sudah berhias..hanya aku sepertinya wanita di situ yang msh berpakaian casual seadanya,bahkan wajahku pun hanya dioles bedak tipis,dan olesan lipsgloss warna natural,agar bibirku tidak terlalu pucat.memang seperti itu biasanya aku berhias tiap hari.

__ADS_1


ku edarkan pandanganku mencari sesosok Ali,aku hendak menanyakan perihal baju kebaya seragam,tetapi laki-laki yang aku cari itu,tak nampak batang hidungnya.setelah selesai memperkenalkan aku kepada seluruh org yg berada dirumah itu,dia pergi entah kemana.


kebingungan dan kegelisahan kian menghimpit dadaku,aku berasa sendiri ditengah-tengah keramaian.sepanjang hampir 30menit aku duduk disitu,hanya wanita sepupu Ali yang ku tahu bernama Mona td yang mengajakku berbicara,yang lainnya terkesan acuh dan cuek.ada yang berbincang-bincang dengan saudara yg lain,ada yg duduk diam sambil memainkan ponselnya.Dion dan Danu juga tak aku lihat dirumah itu.tiba-tiba aku merasa sedikit menyesal,kenapa aku mau diajak Ali untuk datang di acara pernikahan Dina,pernikahan yang sempat aku dengar tadi karena calon suami Dina sudah menabung makanya acaranya di cepatkan..menabung?..menabung apa?..menabung bukannya di Bank.hubungannya dengan acara ini apa?.otak lamban dan polosku blm bisa mencerna maksud perkataan Mona.


Tentang Dina,aku pernah sekali sblmnya bertemu dengannya,ketika dia datang ke tempat kerja Ali waktu itu. entah apa yang dibicarakan Ali,tiba2 Dina menghampiri tokoku.dan kebetulan aku sedang membuang sampah di depan toko,dan disitulah aku dan Dina berkenalan,anak perempuan yang cantik,tubuhnya tinggi semampai dan berkulit putih,biarpun wajahnya tak memakai makeup tapi tetap terlihat cerah dengan bibir merah alaminya. setelah aku ingat-ingat,Sesosok Dina,sangat mirip dengan Ibunya Ali..mungkin Dina itu jelmaan ibunya Ali sewaktu muda.Dina memang tidak se humble Dion sifatnya,tapi dari pertemuan dan perkenalan yang tiba-tiba itu,aku dapat menyimpulkan bahwa Dina orgnya cuek.tidak keberatan ataupun tidak terlalu memusingkan siapa kekasih kakaknya,dari nada bicaranya dia ramah dan sedikit ketus diwaktu yang bersamaan,atau mungkin logat bicara dia yang lebih modern dibanding aku yang dr kampung.


"Mba,ni mas Ali..jangan lupa cepet ganti bajunya ya,soalnya dua puluh menitan lagi Dina sama Tante Ratih Uda selesai makeup..terus kita OTW ke gedung buat acara ijab Qabul"ucap Mona yang berjalan kearahku setelah keluar dr Ruang tengah.


"Mas .ini loh..mba Wulannya di anterin ke kamar mas Ali buat ganti baju sama berhias,td tukang riasnya ada yg sudah selesai satu tuh, bentar lagi budhe sama Dina dh mau selesai" ucap Mona,setelah Ali sampai ditempatku.


" eh iya lan,sory ya td aku tinggal,aku td di suruh ibu ngecek persiapan digedung buat acaranya" kata Ali kemudian.


segera aku tarik tangan Ali agak menjauh dr saudara2 Ali yang lain,dan segera kutanyakan tentang baju kebaya yg Mona maksud." Mas..baju kebaya yang dipake buat seragam keluarga memangnya aku ada,kata Mona Uda dibagi-bagikan dr kemarin,Mas Ali lupa ga kasih ke aku atau gimana Mas" tanyaku dengan setengah berbisik.


kulihat Ali sedikit terkejut dan bingung,dapat aku simpulkan dari reaksinya bahwa dia tak tahu menahu tentang seragam kebaya yang kumaksud.kemudian dia berkata " coba sebentar aku tanya Ibu dan Dina dulu ya Lan,soalnya segala macem persiapan acara ini,Ibu dan Dina yang urus semuanya." ucapnya. kemudian dia setengah berlari masuk ke dalam ruangan tengah menuju kamar ibunya..selang beberapa menit kemudian dia sudah kembali ke tempatku


" Aduh lan..maaf banget..kata ibu dan Dina,dia lupa pesan kebaya yg buat kamu.trs kuota Makeup di MUAnya juga Uda dipesen pas buat Ibu,Dina,sama para sepupu yang cewek.tp kata ibu,karena kita baru pacaran,kamu pake pakaian bebas aja kek gini ga papa sih.aku lihat pakaian kamu juga Uda rapi,klo makeup.justru aku malah lebih suka kamu makeup gini aja lan.lebih manis kelihatannya,daripada makeup tebel-tebel.jadi kayak bukan kamu" ucap Ali panjang lebar..


Aku yang mendengar seluruh kata-kata Ali hanya bisa syok dan bengong..salahku kah yang Dtg kesitu tanpa persiapan....yah..betul..itu adalah kesalahanku..kesalahanku karena aku begitu bodoh!!!.

__ADS_1


__ADS_2