Mertuaku Sainganku

Mertuaku Sainganku
bab 7 ( msh flashback dan kisah baru)


__ADS_3

Aku benar- benar memutuskan untuk tidak kembali bekerja dirumah si Amah...pengalaman kerja pertama sebagai PUK ( pekerja urut dan kerik)..sudah cukup menurutku..dan tidak mau menjalaninya lagi.


Tak dipungkiri..terkadang ada rasa kangen sama suasana ditoko amah.....


biarpun panas..sumpek dan melelahkan..tetapi banyak kenangan menarik bersama sesama pegawai Amah disana...ci Hana dan ci Vera yg kelihatan jutek tetapi sebenarnya baik dan tulus... para Abang2, dan mamang2, yg heboh dan humoris,juga tak ketinggalan yang paling berkesan adalah kepada seorang pemuda manis, yg selalu perhatian dan sabar kepadaku..heri...


tapi jika harus kembali menjalani malam2 melelahkan sebagai tukang pijit..aku bener2 sudah tidak mau...bukan cuma tanganku yang kram..pinggangku juga berasa mau patah setiap habis memijit amah...


kupandangi ijazah SMA yang tersusun rapi di atas meja belajarku.... surat kelakuan baik..pas fotoku beraneka ukuran,dan surat2 perlengkapan melamar pekerjaan lainnya..rapi tersusun didlm sebuah map warna merah...


sekarang seakan tidak berguna lagi setelah aku tau jika tidak ada keberanian,ketangkasan,kepandaian berkomunikasi dilapangan dan juga tidak ada relasi yg memadai guna memperoleh info2 pekerjaan..akan sangat susah mendapat pekerjaan yang diharapkan..kasusku yang menjadi tukang pijat kerik itu salah satu contohnya...karena terlalu tinggi berharap dan hanya menunggu orang yg katanya bisa mencarikan pekerjaan .akhirnya memang aku dapat pekerjaan..tapi kenyataan dilapangan tak sesuai yang dibayangkan...


setelah sekian lamanya aku menganggur dirumah......bapak tiba2 ada panggilan pekerjaan dikota D,aku yang mendengar bahwa bapak mau berangkat ke ibukota..segera meminta bapak agar memperbolehkan aku ikut serta..aku ingin mencoba mencari pekerjaan sendiri disana..siapa tau ada nasib bagus..ijazah SMA ku yg masih nganggur bisa berguna.


ya seenggaknya bukan pekerjaan yg seperti sebelumnya...Tah kenapa jika mengingat pekerjaanku itu .aku kesal sendiri..seperti merasa sia-sia bapak dan ibu mengeluarkan biaya banyak-banyak menyekolahkanku hingga tamat SMA tapi ijazahnya bahkan tidak digunakan..cuma berbekal omongan..bisa pijit bisa kerik..uda langsung diterima kerja.padahal seharusnya aku tak boleh berpikir seperti itu..apapun pekerjaannya yg penting halal..tidak mengambil milik org lain atau mencurangi orang lain wajib dijalani dan disyukuri dengan ikhlas....


singkat cerita aku akhirnya berangkat lagi ke ibukota bersama bapak,ketika kakiku tiba kembali ditempat yg dlu pernah aku pijak..sekilas kenangan sewaktu Heri mengantarku pergi kestasiun ini terbayang dipikiran ku.....tapi segera kutepis bayangan itu..dan bertekad harus bisa mendapatkan pekerjaan yg lebih baik dengan gaji yang lebih gede daripada dulu tentunya.


__ADS_1


Turun dari stasiun kereta..bapak dan aku naik kesebuah bis metromini menuju ke kota D..perjalanan membutuhkan waktu sekitar 2 jam hingga akhirnya sampai di terminal kota D...setelahnya menggunakan angkutan umum kecil menuju kesebuah perumahan yang baru dibangun....tempat yang bapak akan bekerja sebagai kuli bangunan....



Aku sungguh sangat beruntung dan bersyukur mempunyai seorang ayah yang sangat sabar..penyayang dan bisa diandalkan seperti bapak..tak pernah sekalipun kudengar bapak ngomong kasar apalagi main tangan selama berumah tangga dengan ibu..belum pernah sekalipun aku sebagai anak perempuannya dibentak kasar ataupun kena pukulan baik pelan, ataupun keras dari beliau.


" nduk buat sementara..kamu tinggal dirumah ini dulu ya .kata mandor bapak..rumah ini boleh ditempati kok..ini uda jadi cuma yg punyanya masih lumayan lama pindah kesini" begitu kata bapak,ketika kami sampai disebuah rumah minimalis tapi bagus..ada 2 kamar tidur.. 1kamar mandi,ada ruang tamu..dan dapur dibagian belakang.terlihat halaman belakang yg masih kosong dan ada sisa2 pasir dan bahan bangunan lainnya...rumah itu sudah sepenuhnya jadi..cuma masih benar2 kosong..tak ada satupun kursi didlmnya..


" iya pak" jawabku singkat.kemudian melangkah menuju kesebuah kamar yg td bapak meletakan tas ransel kami...pelan aku merebahkan badanku..kepalaku bertumpu tas ransel bapak yang sedikit lebih kecil..karena bapak memang tidak membawa baju banyak.


Tengah terlelap dlm mimpi..tiba2 aku merasa ada yg menepuk2 pipiku pelan...kemudian terdengar suara bapak " nduk..nduk..bangun dulu..itu ada bapak Tarno sama keluarganya..itu yang punya rumah ini..mereka tengah berkunjung melihat rumahnya"ucap bapakku pelan..


"Anak2 coba jelaskan..kenapa pak Deni diantara medan...jakarta..palu...bali....yang lainnya pak Deni mau datang dan memperluas usahanya..tapi kok diPalu dia malah teriak2 kesakitan.....ga mau..ga sudi..katanya"..tanya pak Darno kala itu...kami yang sedang serius mengikuti pelajaran beliau pun benar2 ga menemukan alasannya..hingga akhrinya pak Darno menjawab sendiri pertanyaannya..


"lah wong Dipalu......yo sakit to yooo...kepentok pinggiran meja aja suakitnya sampe ke ujung brutu..lah ini dipalu...piye too" kata pak Darno sembari memasang muka melas dan kocak..serempak kami satu ruangan pun tertawa mendengar candaan itu....begitulah pak Darno ketika mengajar..terkadang serius terkadang diselingi hiburan..


yak..kembali ke rumah pak tarno...kulihat beliau tengah duduk bersila di lantai bersama seorang ibu2 berkulit kuning Langsat..sekilas kulihat seperti kakak adik sama pak Tarno, karena wajah mereka yg sekilas terlihat mirip..tapi aku yakin itu pasti istrinya..kemudian ada 2 anak perempuan duduk bersama mereka..yang satu memakai jilbab..dan kulihat, usianya sedikit lebih tua dariku....mungkin usianya di akhir belasan tahun..dan ada satu lagi seorang cewek manis berusia sekitar 16tahunan..berpotongan rambut lurus sepinggang..mereka yang melihat kedatanganku dengan bapak segera berdiri dan menyalami kami..loh..ini kok seperti aku dan bapak yang punya rumahnya..dan mereka tamunya ya..hmmm....


"oh ini toh anaknya bapak Herman..seumuran kakak cindi ya bu" tanya pak Tarno ke bapakku...kemudian menoleh kepada istri dan anak tertuanya..oh ternyata anak pak tarno yg berjilbab bernama cindi.kulihat istri pak Tarno dan gadis yang bernama cindi mengangguk dan tersenyum

__ADS_1


" iya pak Tarno .maaf sebelumnya pak,saya dan anak saya blm meminta ijin numpang beristirahat dirumah bapak ini,saya td pas sampai cuma ijin sama pak mandor saja."jawab bapak sembari menjelaskan.


" Ga papa pak Herman..saya tidak keberatan kok...tapi ngomng-ngomng..kok anak bapak..maaf namanya siapa..bisa disini bareng bapak" tanya pak Tarno lagi.


bapak sejenak menoleh kepadaku,kemudian menjawab pertanyaan pak Tarno " Namanya Wulan pak..hmm..ini..anak saya sengaja ikut saya karena sekalian ingin cari kerjaan pak..jd niatnya besok saya mau nemenin dia ke pusat kota atau ke area2 pabrik buat taro lamaran,begitu pak".


pak tarno beserta keluarganya terlihat manggut-manggut mendengar penjelasan bapak,aku yang duduk disebelah bapak hanya diam sambil sesekali membenarkan posisi dudukku...


" hmmm..gimana kalau Wulan buat sementara ikut sama kami dlu di kota C..ga begitu jauh juga dari perumahan ini..naik angkutan umum 2 kali sudah sampai,daripada disini..bapak juga kan harus kerja..nah..kebetulan ni anak pertama saya kerja di kantor..nanti kalau ada lowongan dikantor dia..Wulan bisa ikut masukan kertas lamarannya..iya kan kak cindi" pak Tarno kembali melontarkan pertanyaan dan memandang cindi anak pertamanya..


kulihat cindi tersenyum dan mengangguk,kemudian istri pak Tarno yang bernama Bu Tari..ikut menimpali " benar pak Herman..dek Wulan..ikut kerumah saya saja dulu ya..kasihan... dirumah ini juga masih kosong..blm ada tempat tidur..masa tidur dilantai begitu..nanti masuk angin..malah ga bisa cari kerjaan toh"


Bapak memandang kearahku..seolah menantikan pendapatku..aku yg sebenarnya masih malu dan ragu- ragu masih diam dan berpikir...Tapi sepintas td aku dengar kak cindi kerja dikantor..eh siapa tau nasibku bisa ikut dia kerja dikantor juga ya..walaupun aku juga belum yakin..apakah mungkin bisa...akhrnya setelah beberapa menit..akupun angkat suara


" baiklah pak...bu..saya mau ikut.nanti saya bisa kerjakan perkerjaan rumah atau beres2 ya pak..Bu..biar saya tidak cuma numpang saja" ucapku dengan sedikit gugup..maklum..aku memang begitu jika berhadapan dengan org yg baru aku temui..sindrom gagapku..masih blm hilang biarpun sudah pernah bekerja ditempat yg banyak org sebelumnya....


setelah pertemuan tadi..akhrnya aku berpamitan sama bapak untuk ikut keluarga pak Tarno,ada rasa tak nyaman dan berat harus ikut kerumah pak Tarno, berpisah dr bapak..tapi segera ku kuatkan hati dan niatku demi bisa dapat pekerjaan yang ku harapkan.apalagi pak Tarno bilang ga lama lagi juga akan pindah keperumahan itu..menempati rumah baru....paling tinggal sekitar satu bulanan ga sampai karena dirumah lama..waktu sewanya juga sudah mau habis...tinggal pelan2 beres2in barang2 untuk dibawa kerumah yang baru itu.


mobil yang membawa keluarga pak Tarno dan akupun pelan2 keluar dari halaman rumah menuju ke pintu keluar gerbang perumahan....sempat kulihat bapak yang melambaikan tangannya kepadaku..dan mengusap matanya dengan telapak tangannya...kuyakin bapak meneteskan air mata...aku yang melihatnya semakin terasa sesak dadaku...begitu sayang dan perhatian bapak padaku..anak perempuan satu- satunya yang selalu dia do'akan kesuksesan dan kebahagiannya...dlm perjalanan..aku hanya diam dan menjawab seperlunya ketika ada salah satu anggota keluarga pak Tarno bertanya..Ya tuhan..aku berserah kepadaMu untuk jalan nasib baru yang akan kulalui dirumah keluarga Pak Tarno ini...semoga Aku bisa dan kuat..

__ADS_1


__ADS_2