METEOR

METEOR
39. Memulai


__ADS_3

..."Kenapa gue bagian yang gak enak terus? Gue ini bos, di segani, di hormati, bukan di ketawain," -Juna...



...🍁🍁🍁...


Mata Laura terasa sulit untuk di pejamkan. Bayang-bayang Juna saat menganggap dirinya bukan siapa-siapa lagi itu muncul di benaknya tanpa permisi.


"Kak Juna, udah punya pacar ya?"


"Belum nih,"


"Eh, kalau kak Juna gak punya pacar. Terus yang Laura itu? Mantan ya kak?"


"Gak kenal. Permisi ya, mau ke kelas,"


Helaan nafas lelah, serta sakit hati yang Laura alami pertama kali saat jatuh cinta. Ia kira akan bahagia dan selalu senang karena berada di dekat orang yang ia cintai.


"Gak, ngapain juga mikirin kak Juna. Mending aku tidur," Laura memejamkan matanya. Bunga tidur atau artian sebuah mimpi dimana ia menjadi seorang Laura yang berbeda.


*mimpi*


Laura memasuki sebuah gerbang sekolah namun semua pasang mata memandangnya takjub, kagum, hingga siulan genit bersahutan.


"Eh, itu beneran Laura? Wah, cantik bener dah,"


"Gue sampai pangling tau!"


"Laura! Mau gak jadi pacarku?"


"Laura! Yuk pacaran!"


Namun semua itu Laura anggap angin lalu. Hingga Juna dan keenam sahabatnya yang masih duduk manis di parkiran pun cengo saat dirinya melewatinya.


"Laura? Ini mah bidadari nyasar!" pekik Alvaro heboh memegangi kedua pipinya.


"Bos, Lauranya buat gue aja ya? Sayang banget, cewek secantik Laura di sia-sian gini," Sam tukang playboy pun menghampiri Laura, tangannya melingkar tanpa izin di bahunya.


"Udah putus kan sama bos Juna?"


Laura tersenyum malu-malu. "Iya kak, kenapa?"


Sam di buat merinding, panas-dingin. "Kalau aku daftar boleh dong?"


Dengan adanya Sam yang berusaha mencuri hati Laura, Juna menarik seragam Sam bak menangkap kucing yang terpergok mencuri ikan asin di dapurnya.


"Berani nakal heh? Mau gue gampar?" tekan Juna dengan senyum liciknya.


Sam menggeleng. "Hehe, kan bos sendiri yang gak ngakuin Laura sebagai pacar,"


Juna beralih menatap Laura sinis. "Bagus ya, sekarang berani dandan," tekannya galak. Ia tak suka Laura menjadi pusat perhatian para mata buaya darat.


Laura terkekeh. "Emang kak Juna siapaku hah? Katanya gak kenal. Yaudah, gak usah ngelarang gini dong. Kak Juna kan gak punya hak lagi buat ngatur-ngatur aku. Dan inget kak, kita bukan siapa-siapa lagi! Camkan itu," tekan Laura kesal dan berlalu dengan langkah angkuhnya, menunjukkan siapa yang paling cantik setelah Tiara dan Inge.


Laura terbangun dengan nafas tersengal. Mimpi itu terasa nyata.


"Apa iya aku berubah ya?"


...🍁🍁🍁...


Hanya polesan bedak, liptint, dan rambut tersisir tiga kali lebih lembut dari biasanya. Jangan lupakan parfum aroma jeruk kesukaannya.


Cica yang baru saja dari dapur melihat putrinya se-cantik itu pun syok.


"Wah, tumben dandan. Mau kemana nih? Pasti nyari pacar yang ganteng dan kaya kan?" Cica menaik turunkan alisnya. Laura tersipu malu-malu cat.


"Apaan sih bu, gak kok. Laura cuman pingin tampil cantik aja, masa iya berangkat ke sekolah kucel terus. Sekali-kali lah cantik dikit," Laura membenarkan letak rambutnya ke samping kiri agar terlihat semakin ceunah.


"Ibu dukung deh. Buruan cari pacar yang kaya loh," agar kehidupannya tidak susah-susah amat.

__ADS_1


"Ya deh. Laura berangkat dulu ya bu," pamit Laura melambaikan tangannya.


...🍁🍁🍁...


Juna berdecak kesal saat tali sepatunya terlepas. Ia berjongkok membenarkannya.


Tubuh Juna terdorong hingga ia duduk manis di tanah. Kesal, Juna melihat siapa pelakunya. Ia mematung saat Laura berjalan melewatinya begitu saja dengan tampilan berbeda. Apakah cuaca hari ini masih cerah? Atau jaminannya sudah terpenuhi kepada kaos marvel tercinta Alvaro?


"Kok kamu jadi berubah sih ra? Karena apa?" Juna menatap punggung Laura kecewa.


Tak sampai disitu saja, Sam yang selesai absensi menyadari keberadaan Laura pun jiwa playboy-nya bangkit kembali.


"Ada bidadari cantik nih," Sam bersiul genit dan kedipan matanya yang mampu membuat cintaku klepek-klepek sama dia 🎵.


"Kak Sam. Mau ke kelas bareng?" tawar Laura ramah, wajahnya bersahabat daripada sebelumnya.


Sam sumringah tentunya. Ia mengangguk antusias. "Mau dong, apa sih yang gak buat Laura cantik,"


"Ayo kak," Laura menoleh melihat Juna yang menahan kesal cemburu buta dia marah-marah padanya 🎵.


"Sialan, gue kenapa masih cemburu sih sama Laura? Terus tuh si Samyang, belum pernah gue ambil pelicin rambutnya biar ****** sekalian, wahahaha," Juna tertawa garing. Beberapa siswi yang lewat pun menatap Juna horror meragukan kewarasan Juna.


Satya menepuk bahu Juna. "Bos waras?" tanya Satya ragu, menempelkan punggung tangannya di dahi Juna.


"Lumayan anget sih. Kenapa ketawa sendiri bos? Ngomong sama siapa?" Satya menyerbu pertanyaan bak wartawan saja.


"Pohon bergoyang," jawab Juna jengah. Melangkah pergi sebelum Satya bertanya lebih detail lagi.


Satya menggeleng heran. "Ada-ada aja bos. Masa iya pohon bergoyang, kalau pun iya nanti biar SAMAL joget bareng,"


Jaka berlari dengan nafas tersengal, menarik tas Satya dengan teganya.


"Hah, capek banget. Untung masih belum bel masuk," akhirnya ia tepat waktu, hanya gara-gara menolong anak ayam yang kecemplung selokan belum lagi Jaka harus membersihkan seragamnya di warmac.


"Kenapa lo?" Satya sampai pusing dengan parfum Jaka. "Duh, mau mual gue," Satya berlari meninggalkan Jaka dengan kesendiriannya.


"Tega banget lo Sat gak nungguin gue,"


Bram pun tersingkirkan, ia berada di pojokan kelas duduk sendirian.


"Astaga ra, jangan dandan gitu ah. Aku kan jadi terpinggirkan gini, gak bisa bercanda sama gombalin kamu lagi," Bram bertopang dagu, apakah ada yang ingin duduk dengannya? Silahkan berkomentar absen namanya.


"Maaf ya, aku gak bisa," tolak Laura halus. Sahutan kecewa serta gerutuan kesal.


"Oh lebih nyaman sama Bram ya?"


"Kenapa gak jadian aja sih? Bram ganteng kamu cantik loh ra,"


"Enak aja, Laura sama gue. Ya kan?"


Suara langkah sepatu yang akan memasuki kelas SAESTU membuat penghuninnya berhamburan ke habitatnya masing-masing.


Sedangkan Bram sudah pasrah harus duduk dengan Ghea si cewek cupu dengan tompel di kedua pipinya, gigi kelincinya akan membuat siapapun kabur membawa sandalnya sekalian.


"Bram, siapkan,"


"Berdoa mulai,"


"Selesai,"


Bu Setyaningrum merasa asing dengan sesuatu yang bersinar di kelasnya ini. Ternyata Laura menjelma menjadi bidadari khayangan, bidadaranya siapa ya?


"Laura, apakah kamu sudah tau peraturan disini?" tanya bu Setyaningrum membenarkan letak kacamatanya yang merosot, andai saja hidung mancung sudah terbentuk dari lahir.


"Tau bu," mungkin karena liptint-nya yang mencolok. Bersolek akan di kenakan poin 5.


"Sekarang hanya teguran, besoknya saya tidak akan menoleransi lagi dan langsung memberikan poin pelanggaran. Faham?"


Laura mengangguk. "Faham bu,"

__ADS_1


"Ibu kayak gak tau muda aja. Dandan tipis-tipis masa poin lagi sih bu?"


"Iya nih, mana gak boleh bawa make-up lagi," keluh Tyas yang memprioritaskan ayu-nya.


"Kalau kalian bawa make-up sekalian aja buka salon," tukas bu Setyaningrum kesal. Pemeriksaan dadakan akan di laksanakan satu bulan sekali, memeriksa semua isi tas, laci, hingga seragam siswa. Entah membawa barang apapun jika itu melanggar peraturan tata tertib buku hijau, di kenakan poin dan wajib di sita dengan waktu yang tidak di tentukan.


Di kelas SEBELMA Sam bertopang dagu dan tersenyum-senyum membayangkan wajah cantik Laura. Alvaro sudah menyerah menangani Sam meskipun sudah di tarik-tarik bukan kambing dan kucing.


"Sam waras gak sih? Tadi bos yang ketawa sama ngomong sendiri," akhirnya Satya angkat suara setelah lama berkutat membaca buku kalkulusnya.


Merasa terpanggil, Juna menoleh. "Nyindir gue?" tekannya galak.


"Iyalah, siapa lagi? Masa laler?" Satya ngegas, entah sejak kapan Juna lebih sensi dari biasanya. Mungkinkah karena cintanya bertepuk tangan?


"Udah jangan burik," lerai Jaka.


"Ribut!" seru Juna dan Satya kompak.


"Kalau pun Laura jadi cantik, gue siap deh jadi pacar barunya," akhirnya Sam tersadar dari khayalannya.


"Mau gue jadiin menjeng rasa perkedel?" ancam Juna menunjukkan bogeman tangannya. Sam tersenyum kikuk. "Katanya udah gak kenal, gimana sih bos," desas-desus dimana Juna tidak mengenal Laura di hadapan para siswi SMA PERMATA.


"Jadi laper nih. Pingin beli menjeng, gue lupa tadi pagi," curhat Radit.


"Emang beli dimana tuh?" tanya Juna penasaran, lumayan sebagai sogokan agar ibunya itu tak lagi mendiamkannya.


"Masa gak tau? Ya di warungnya mak Nita lah. Satu kresek dua ribuan doang,"


Jika cowok-cowok berkumpul pasti yang di bahas itu cewek, gebetan, mantan, olahraga dan game. Tapi geng METOR berbeda, membahas masakan, bumbu dapur, lauk-pauk, hingga jenis-jenis rempah yang terkadang mengecoh karena bentuknya sama.


"Eh, gimana lo udah bisa bedain mana ketumbar sama merica gak?" tanya Juna pada Sam, cowok itu masih bingung hingga tugas sejarah yang di wajibkan membawa satu rempah-rempah serta namanya membuat Sam salah faham dan berujung mendapatkan nilai C-.


Sam menggeleng. "Gak tuh. Emang gimana sih?" Sam mengubah posisi duduknya menghadap Juna.


"Astaga, ketumbar yang bulat kecil-kecil, kalau merica yang besar itu Sam. Emang lo gak pernah ke dapur gitu?" ia saja sampai bosan menghafal bumbu-bumbu makanan.


"Iya juga ya. Habisnya sama sih,"


"Makanya, mata lo itu jangan jelalatan sama cewek cantik terus. Tuh, bantuin mama lo masak juga," Satya memberikan wejangan.


Cewek SEBELMA yang mendengar pembicaraan Satya pun baper sendiri.


"Aww, Satya idaman banget deh,"


"Sat, ajarin aku masak dong,"


Sam tertawa ngakak, wajah Satya berubah masam.


"Derita lo Sat,"


"Kak Juna juga. Ajarin aku ya? Biar nanti kalau kita udah nikah  kak Juna bisa nyobain masakan aku,"


Keenam cowok itu menertawakan Juna, akhirnya si bos METEOR itu di idam-idamkan oleh semua cewek.


"Kenapa gue bagian yang gak enak terus? Gue ini bos, di segani, di hormati, bukan di ketawain," Juna bersidekap dada, mode ngambeknya on.


"Kalau Laura tau, apa gak makin sayang ya?" tanya Jaka tersenyum nakal. Si tukang lapor akan beraksi.


"Heh, mau ngadu?" Juna berkacak pinggang.


"Bercanda bos, gak usah serius amat," mana mungkin Jaka mengadu pada Laura, bisa-bisanya Juna tidak akan membayar hutangnya di kantin.


...🍁🍁🍁...


...1626 panjang gak? Sempet ngeblank di tengah-tengah tpi kepikiran rempah-rempah tugas sejarah dulu 😅...


...Thanks for pembaca setia METEOR 🐯...


...Bentar lagi ending nih. Gak papa kan pisah dari Juna dan Laura?...

__ADS_1


mau ketemu sama gue di instagram? mwehehe @arjuna.zander follback 10 orang


__ADS_2