
Perkenalkan, namaku Nadhira dan usiaku saat ini menginjak 24 tahun. Putri pertama dari ayah Samijan dan ibu Nursaifah. Aku punya 3 orang adik lelaki yang menurutku cukup merepotkan. Menjadi seorang kakak wanita dari 3 orang adik lelaki merupakan suatu kenikmatan tersendiri. Dirumah, aku menjadi kesayangan tapi juga berperan sebagai Ibu kedua bagi ketiga adikku. Saat ini, aku sudah bekerja sebagai staf administrasi di salah satu perusahaan cabang kontraktor yang terletak di Kota Bandung.
Ayah Sam merupakan seorang guru dan mengajar biologi di SMA Rxxxi. Letaknya tidak jauh dari rumah, hingga kadang Ayah Sam lebih memilih untuk menggunakan angkutan umum dibandingkan membawa motor antiknya. Beliau telah mengabdi selama 35 tahun sebagai pengajar.
Ibuku, terkenal di rumah dengan nama Ipah. Merupakan ibu rumah tangga full time dan partimer sebagai wirausaha catering. Beliau sosok penyabar dan juga penyayang dimata kami.
Terlihat seperti keluarga idaman bukan? But wait, aku belum mengenalkan mereka....3 ksatria pujaan keluarga.
1. Naylan
Usia 22 tahun. Jarak kami yang hanya terpaut 2 tahun menjadikan Nay merasa setara denganku dalam silsilah. Ingin sekali merasa dituakan. Hiks....tapi hanya untuk bisa menyuruh-nyuruh 2 adik yang lain. Terkadang permintaan yang tidak masuk akal. Kuliah di ITx semester akhir. Pujaan gadis-gadis kampus, yang tak pernah diambil pusing. Sikapnya di kampus dan dirumah 180 derajat sangat berbeda.
2. Nauval
Usia 19 tahun. Masih tahun pertama kuliah di UxxAD. Pembawaan easy going dan juga ramah, menjadi nilai plus Opal dalam berkawan. Ditambah lagi senyuman maut yang bisa membuat bidadari turun dari khayangan hanya untuk sekedar melihat.
3. Narendra
Usia 16 tahun lebih 7 bulan. Pebasket handal di SMA Rxxi. Meski Ayah Sam dan Naren 1 lokasi, kami sepakat jika hubungan mereka sebagai ayah dan anak hanya diketahui oleh Kepala Sekolah dan Guru BP. Hal ini atas permintaan Naren yang tidak ingin namanya selalu dikaitkan oleh nama Ayah Sam selama menempuh pendidikan. Naren juga bintang sekolah dan pujaan siswi-siswi.
***
Sabtu pagi dirumah, jam 07.15 WIB.
__ADS_1
TUK.....
"Adoooow....Emmmmmaaaakk......Bang Opal iseng nih. Masa kepala aku dipentung pake sapu", teriak Naren diteras.
"Berisik ih...lagian lu jg iseng banget sepatu Abang diumpetin. Simpen dimana??? Cepet kasih tau!!" sahut Opal ga kalah berisik.
Aku terkekeh melihat kelakuan mereka dari sudut ruang tengah, tapi sebelum terjadi perang saudara ada baiknya kulerai.
"Abang...Naren, apa sih...pagi-pagi dah maen drama???" Sahutku sambil berjalan ke teras dan membawa majalah yang tadinya sedang kubaca.
"Ini Mak....sepatu Abang yang item, satu lagi diumpetin ama Naren pas Abang lagi ke aer." jawab Opal.
"Boong Mak, tau darimana Naren yg umpetin??? Abang kan lg di aer? Liat pake mata batin??" balas Naren menggoda. "Jangan percaya Mak, Naren kan paling bungsu....mana mungkin Naren iseng" kilahnya sambil tersenyum lebar.
Kepala Naren terdorong ke depan. Sambil merapikan rambutnya, Naren menengok ke belakang.
"Justru karena kamu paling bungsu Tong!" Sahut Nay sambil menyimpan telunjuk dan jari-jari lainnya ke belakang punggung setelah menoyor kepala Naren."Kamu tuh...meuni iseng ku si Abang. Dah tau itu sepatu keramat" lanjut Nay.
"Aa.....ko curiga sigh sama Naren??" Memelas minta jawaban sambil menggaruk-garuk kepalanya yang ditoyor Nay. "Mak...bantuin atuhlah", Naren memelas melihat mataku.
Yep...Emmak, itu sebutan yang disematkan ketiga adikku, berhubung aku tangan kanan Bu Ipah jika dirumah.
Sepatu hitam yang dikeramatkan Opal selalu menjadi andalannya saat ke kampus. Opal percaya, sepatu hitam kesayangannya membawa keberuntungan. Entah sejak kapan...yang jelas dan keluargaku tahu, Opal menjadi primadona karena dia pintar dalam hampir semua mata kuliah. Tapi Opal malah menganggap kalau sepatu hitamnyalah yang banyak berkontribusi.
__ADS_1
"Mussyrikkkkkk Bang, tau kaga??? Percaya ma gituan." Naren menekankan sambil menatap Opal sekilas lalu berjalan santai ke dalam rumah dan masuk ke kamar.
"Naren...mo kemana lo? Ieu kumaha... Mak nape jadi diem? Aa bantu cari dong ??!?? Opal ada rapat untuk cari sponsor acara kampus nih. Bisa2 bendahara event bermutasi jadi debt collector ke Opal kalo gagal dapet sponsornya", jelas Opal panjang lebar.
Akhirnya, aku dan Nay memutuskan untuk membantu. Tapi bahkan sebelum kami mulai mencari, tiba2 Princess mengeong.
"Miauooow...."
Nay, Opal dan aku otomatis mengalihkan pandangan kami ke Princess, kucing anggora kesayangan Ayah Sam. Princess terlihat berjalan dari kolong kursi dan menarik sesuatu berwarna hitam dan kemudian memasang posisi untuk p*p.
Awalnya aku hanya memperhatikan sekilas dan hendak mengalihkan pandangan, namun terkaget tiba2 Opal menjerit,"Princesssssssss, jangaaaaaaaan.......!!!!!!!!!!!!!!!!!!!"
PLUK.....
Rupanya benda hitam alas p*p Princess adalah sepatu hitam keramat Opal yang dicari2. Opal pun terduduk lemas dan membisu seribu bahasa.
Aku dan Nay pun hanya bisa menyayangkan kejadian tersebut. Dan kami tertawa...."buahahahaha" tapi dalam hati. Takut yang nelongso makin tersiksa.
Allhasil Naren batal pakai sepatu hitam keramatnya dan memilih sepatu lainnya. Opal berharap keberuntungannya tidak hilang bersama penyedap yang baru saja dihadiahkan Princess untuknya dipagi hari.
Setelah membersihkan p*p Princess dan merendam sepatunya dengan sabun juga kembang 7 rupa...Opal pun berpamitan dan melangkah ragu dengan motor Ninj* nya menuju kampus.
Nay dan aku menyayangkan kelakuan Princess, tapi dibalik itu kami senang. Karena itu artinya, Opal bisa move on dari sepatu hitamnya. Bukan apa2.....karena dikeramatkan, Opal menggunakan sepatu tersebut setiap hari dan selalu melewatkan jadwal mencuci sepatu.
__ADS_1
...****************...