
di kantor melisa mencoba menenangkan hati yang panas di dalam hatinya .
waktu terus berjalan , pandangan melisa masih terjerat di depan monitor mencoba menjadwal ulang .
tak lupa melisa menyiapkan bahan - bahan untuk meeting siang nanti dengan klien .
" tut......melisa ke ruangan saya segera " mendapat telpon panggilan dari pak edwin .
melisa bergegas ke ruangan pak edwin dengan langkah cepat langsung menuju ke pintu .
" ya .......pak ? ada apa....? " berdiri setengah tegap kepala agak menunduk sedikit , posisi kedua tangan saling bersalaman sendiri sambil bertanya ke pak edwin .
" nanti kamu ikut saya meeting ? " melihat berkas sambil merevisi laporan edwin melirik ke melisa sambil menyuruhnya bersiap - siap .
djjjeeeetarrr.......
serasa di samber petir
saat mendengar perkataan pak edwin .
" hmm.......pak .....ta.....tapi......saya.......masih ......? " ucapan melisa terbata - bata seperti orang gagap beserta dengan keringat dingin yang keluar terus tanpa henti .
__ADS_1
belum selesai berbicara perkataan melisa terpotong oleh pak edwin .
edwin langsung memotong ucapan melisa dengan dingin " saya tahu kamu mau bilang kalau kamu masih belum berpengalaman benar bukan "
keringat dingin terus keluar tanpa henti melisa pun hanya bisa diam tak bersuara mendengar ucapan pak edwin.
" i......ya......pak.....tapi......." belum selesai bicara , tiba - tiba saja melisa merasakan hawa dingin di sekitar bulu kuduknya .
" ngak ada tapi - tapi siapkan bahan - bahan untuk meeting nanti , jangan sampai ada yang salah .!! " mata melotot seakan siap menerkam mangsa , dan edwin pun tidak lupa menegaskan kepada melisa agar tidak ada yang salah .
sedangkan suasana rumah menjadi ramai .
saling berbagi cerita dan menanyakan kabar masing.- masing , tak lupa juga ayah dika mengenalkan anaknya kepada gunawan .
" hahahha.......ngak nyangka kita bertetangga , sebelah rumah lagi....? " mimik wajah hendra senang saat berbicara kepada gunawan dengan tawa gembira .
" hahaha.........iya juga ya "
" kita bisa kumpul - kumpul lagi kayak dulu , saat masih jaya - jayanya " menangapi perkataan hendra dengan senyum riang , mencoba mengingat kembali masa - masa gunawan dan teman - teman yang suka kumpul .
" ngomong - ngomong pemuda ini......? " berbincang dengan hendra , gunawan menunjuk pemuda yang di sebelahan hendra .
__ADS_1
merasa heran dengan pemuda di sebelah hendra , gunawan memandang pemuda tersebut dengan teliti dari atas kepala sampai ujung kaki .
melihat pandangan gunawan yang tidak lepas dari dika , hendra pun mencoba mengenalkan dika kepada gunawan .
" oh....ya ....kenalin.......dika.....andhika.....anakku" merangkul pundak dika dengan menepuk - nepuk pundak sambil memasang wajah membanggakan putranya .
" halo om......salam kenal .......andhika...... " mengulurkan tangan berkenalan , dengan memberi senyum malaikat .
" oh.......jadi pemuda ini anak kamu ndra......? " sepontan jari telunjuk gunawan menunjuk dika dengan nada terkejut sedikit mendengar pemuda yang menyapanya adalah anak.sahabatnya .
"iya.......gimana keren kan ?" membanggakan dika di depan gunawan dengan memasang mimik wajah pede .
melihat tingkah ayah dan temannya dika hanya bisa mencoba tersenyum .
" keren ......ya sebelas dua belas lah , yang penting jangan nurun aja tu kelakuan kamu ke dika " memandang dika dengan seksama sambil meledek hendra .
" hahaha....... bisa aja kamu gun " tertawa menanggapi perkataan gunawan.
" oh......ya......jadi lupa....., gara - gara banyak ngobrol jadi lupa nyuguhi " gunawan menepuk dahinya sendiri , langsung pergi ke dapur menyiapkan beberapa cemilan dan minuman .
" nah ........minuman dan cemilannya sudah siap...silakan di minun dan di makan cemilannya " datang dan menyajikan cemilan sambil menawarkan ke hendra dan dika .
__ADS_1