MIMPI KELAM

MIMPI KELAM
turut berduka cita


__ADS_3

suasana rumah gunawan menjadi ramai penuh canda dan tawa .


sambil menikmati cemilan dan minuman yang di suguhkan hendra melihat sekeliling ruang tamu merasa ada yang tertinggal .


gunawan menikmati minumannya tiba - tiba melihat wajah hendra yang ke binggungan .


" kenapa hen ? " tanya gunawan saat melihat wajah temannya yang binggung .


" oh........ngak kenapa - napa ...... cuma kayak ada yang kosong ? "


" tapi apa ya ? "


hendra melihat sekeliling lagi dan mencoba berpikir apa yang kosong dalam ruangan tersebut .


saat dika dan hendra sedang menyantap cemilan tiba - tiba hendra berkata sesuatu sehingga membuat gunawan murung tanpa sebab.


" OOHH.....SAYA TAHU APA YANG KURANG.....?? "


" Gun mana istri aduh hai mu itu ??"


" jadi penasaran kayak apa ya sekarang ? masih aduh hai ngak ya.....? hehehheeh....... " dengan semangat hendra membicarakan penampilan istri gunawan sambil mengenang kembali.


tanpa di sadari hendra telah membuat suasana ruangan menjadi kelam .


hendra yang tadi sangat semangat saat menanyakan kabar istri gunawan langsung terdiam saat melihat wajah gunawan yang murung .

__ADS_1


hening tak bersuara


" anita........dia......." dengan perasaan sedih gunawan menjawab dengan terbata - bata .


" ya......kenapa anita gun ? " memasang wajah dan telinga dengan teliti hendra menunggu jawaban dari temannya itu .


" huffff.......anita ........sudah meninggal ndra " tarik napas panjang lalu menjawab dengan nada sedih .


mendengar perkataan gunawan seperti ada suara petir yang menggelegar dengan sangat kencang .


" aku turut berduka cita gun "


" aku ngak bermaksud untuk......." menepuk bahu gunawan dan menggucapkan kata maaf dengan perasaan tidak enak kepada gunawan .


menyadari situsi tersebut dika mencoba menganti suasana lucu.


" eh......ini juga minumannya bisa bikin awet muda "


" waduh kalau kayak gini bisa penuh nih perut....... " canda dika dengan perkataan lebaynya sambil membuncitkan perutnya sambil menepuk - nepuk dan mengelus - elus .


mendengar perkataan dika wajah gunawan dan henda menjadi merah tak karuan sambil tertawa terbahak - bahak .


" dik.......dik......"


" mana ada makan kacang jadinya ganteng , yang ada malah tambah jerawat " kata sang ayah bebricara sambil menahan tawa .

__ADS_1


" betul ........hhahahhaha........betul itu kacang ngak bisa bikin ganteng tapi bikin jerawat iya " gunawan tertawa terbahak.- bahak karena melihat tingkah dika yang lucu .


" sudah - sudah hahahah aku capek , perutku jadi sakit karena banyak ketawa nih " karena banyak tertawa mata hendra jadi keluar air mata dan kedua tangannya menahan perut karena kesakitan.


suasana muram kini berubah menjadi suasana yang penuh tawa .


berbeda dengan melisa yang harus mencoba menenangkan hati dan jantung yang terus berdetak kencang tak karuan .


deg......deg.....deg....


" ( aduh nih jantung kok detaknya cepat bangetnya ) "


mencoba menenangkan perasaan melisa mencoba berkomat - kamit sendiri seperti dukun.


melihat tingkah melisa yang lucu pak edwin yang sedang siap - siap untuk meeting tidak sengaja melihat keluar lewat jendela kerjanya .


melihat wajah melisa yang membulat dan gerakan bibir yang tidak berhenti seperti ikan kelaparan .


melihat tingkah melisa edwin jadi ingin tetawa tapi di tahan agar tidak ketahuan .


waktu terus berjalan


tepat jam makan siang edwin bersiap - siap dan memanggil melisa untuk siap berangkat .


" ehm..... ehem....."

__ADS_1


" sudah jamnya , ayo jangan lama !! " edwin berhenti di depan pintu mengingatkan sambil melihat jam di tangan .


jantung melisa yang tadinya sudah tenang kini berdetak tak karuan saat mendengar ucapan edwin atasannya.


__ADS_2