
suasana rumah gunawan menjadi ramai penuh canda dan tawa .
sambil menikmati cemilan dan minuman yang di suguhkan hendra melihat sekeliling ruang tamu merasa ada yang tertinggal .
gunawan menikmati minumannya tiba - tiba melihat wajah hendra yang ke binggungan .
" kenapa hen ? " tanya gunawan saat melihat wajah temannya yang binggung .
" oh........ngak kenapa - napa ...... cuma kayak ada yang kosong ? "
" tapi apa ya ? "
hendra melihat sekeliling lagi dan mencoba berpikir apa yang kosong dalam ruangan tersebut .
saat dika dan hendra sedang menyantap cemilan tiba - tiba hendra berkata sesuatu sehingga membuat gunawan murung tanpa sebab.
" OOHH.....SAYA TAHU APA YANG KURANG.....?? "
" Gun mana istri aduh hai mu itu ??"
" jadi penasaran kayak apa ya sekarang ? masih aduh hai ngak ya.....? hehehheeh....... " dengan semangat hendra membicarakan penampilan istri gunawan sambil mengenang kembali.
tanpa di sadari hendra telah membuat suasana ruangan menjadi kelam .
hendra yang tadi sangat semangat saat menanyakan kabar istri gunawan langsung terdiam saat melihat wajah gunawan yang murung .
__ADS_1
hening tak bersuara
" anita........dia......." dengan perasaan sedih gunawan menjawab dengan terbata - bata .
" ya......kenapa anita gun ? " memasang wajah dan telinga dengan teliti hendra menunggu jawaban dari temannya itu .
" huffff.......anita ........sudah meninggal ndra " tarik napas panjang lalu menjawab dengan nada sedih .
mendengar perkataan gunawan seperti ada suara petir yang menggelegar dengan sangat kencang .
" aku turut berduka cita gun "
" aku ngak bermaksud untuk......." menepuk bahu gunawan dan menggucapkan kata maaf dengan perasaan tidak enak kepada gunawan .
menyadari situsi tersebut dika mencoba menganti suasana lucu.
" eh......ini juga minumannya bisa bikin awet muda "
" waduh kalau kayak gini bisa penuh nih perut....... " canda dika dengan perkataan lebaynya sambil membuncitkan perutnya sambil menepuk - nepuk dan mengelus - elus .
mendengar perkataan dika wajah gunawan dan henda menjadi merah tak karuan sambil tertawa terbahak - bahak .
" dik.......dik......"
" mana ada makan kacang jadinya ganteng , yang ada malah tambah jerawat " kata sang ayah bebricara sambil menahan tawa .
__ADS_1
" betul ........hhahahhaha........betul itu kacang ngak bisa bikin ganteng tapi bikin jerawat iya " gunawan tertawa terbahak.- bahak karena melihat tingkah dika yang lucu .
" sudah - sudah hahahah aku capek , perutku jadi sakit karena banyak ketawa nih " karena banyak tertawa mata hendra jadi keluar air mata dan kedua tangannya menahan perut karena kesakitan.
suasana muram kini berubah menjadi suasana yang penuh tawa .
berbeda dengan melisa yang harus mencoba menenangkan hati dan jantung yang terus berdetak kencang tak karuan .
deg......deg.....deg....
" ( aduh nih jantung kok detaknya cepat bangetnya ) "
mencoba menenangkan perasaan melisa mencoba berkomat - kamit sendiri seperti dukun.
melihat tingkah melisa yang lucu pak edwin yang sedang siap - siap untuk meeting tidak sengaja melihat keluar lewat jendela kerjanya .
melihat wajah melisa yang membulat dan gerakan bibir yang tidak berhenti seperti ikan kelaparan .
melihat tingkah melisa edwin jadi ingin tetawa tapi di tahan agar tidak ketahuan .
waktu terus berjalan
tepat jam makan siang edwin bersiap - siap dan memanggil melisa untuk siap berangkat .
" ehm..... ehem....."
__ADS_1
" sudah jamnya , ayo jangan lama !! " edwin berhenti di depan pintu mengingatkan sambil melihat jam di tangan .
jantung melisa yang tadinya sudah tenang kini berdetak tak karuan saat mendengar ucapan edwin atasannya.