
deg......deg.....deg..... detak jantung yang cepat sekali tak berhenti - henti.
" mel , melisa ......hello.....apa ada orang .....tok - tok.....???? " melisa masih tetap tidak merespon panggilan tersebut.
"ekhem...ekheemm...." melisa masih tidak merespon .
" ( gimana nih masa aku harus jadi asistennya pak edwin...?)"kegelisahaan melisa menjadi tidak karuan.
" apa karena kejadian tadi pagi pak edwin sengaja jadikan aku asistennya untuk balas dendam ?) .
hati dan pikiran melisa menjadi bercampur aduk tak karuan , merasa aneh terhadap sifat pak edwin .
karena melamun melisa tidak sadar kalau andre memanggil melisa , sedangkan melisa diam berdiri seperti patung .
" duh....mel kalau mau jadi patung kayaknya jangan disini deh....., tangan aku bisa putus nih kalau kamu ngak minggir." andre yang sedang mencoba mengajak berbicara dengan melisa .
andre di tugaskan untuk menaruh beberapa barang di gudang menjadi berhenti karena terhalang oleh melisa yang sedang mematung .
karena tak kunjung jawab andre menyadarkan melisa agar melisa bisa fokus kerja .
" PRANGGGG...."
" EH......"
__ADS_1
" aduh andre.....sskit.....kenapa nepuk pundak aku kenceng banget sih ? "
"abisnya siapa suruh melamun , bukannya nolonggi malah matung di sini... ! andre menjadi kesal terhadap melisa . " aku itu tadi udah manggil - manggil kamu mel.....eh malah ngak respon gimana sih....? "
" ya maaf ndre aku ngak maksud kok untuk halangi kamu untuk lewat."
" untung kamu cewek mel klau cowok dah aku marahi , dan pasnya lagi barangnya ngak berat.... , klau berat bisa putus tanganku...mau kamu tanggung jawab...? "
" iya ....ya.....ngak akan ku ulangi lagi ."
melisa yang lagi malas cekcok dengan andre pun menjawab iya dan pergi meninggalkan andre.
andre merasa klau melisa menyimpan sesuatu .
" ngak biasanya melinda menjadi cuek , ada apa ya ?"
merasa aneh dengan sikap melisa , andre medekati dan menanyakan keadaan melisa ?
" sebenarnya kamu kenapa sih mel......? " dengan wajah binggung andre menunggu jawaban melisa.
sesaat melisa jadi ingat obrolan bu tikka dengan pak edwin.
flashback
__ADS_1
" mengenai masalah asisten...? sepertinya bu tikka ngak usah cari lagi..? " pak edwin menatap melisa sambil tersenyum kecil.
" maksud pak edwin ngak usah cari itu...? apa bapak sudah ada asistennya...? " menatap dengan penuh kebinggungan.
saat hendak menjawab pak edwin memandang melisa dan menunjuk melisa untuk maju ke hadapan pak edwin.
" kamu kemari...," menyuruh melisa maju ke depan dengan senyum nyengir yang menakutkan.
" iya pak.... " dengan nada gugup dan ketakutan melisa hanya bisa maju dengan menundukkan kepalanya.
" apa tugas atau pekerjaanmu di kantor....? "
" tugas saya menginput data dan menganalisis data pak. "
" bagus klau begitu mulai besok kamu saya jadikan assisten saya"
raut wajah melisa menjadi berubah saat mendengar perkataan pak edwin .
" APA..... upss...." tanpa sengaja bersuara keras melisa langsung menutupi mulutnya dengan telapak tangannya.
" maksudnya bapak ngak salah.....?? masih banyak pegawai atau karyawan lain yang lebih layak dan hebat dari saya pak.... " melisa berusaha mencoba untuk menolak dengan menawarkan karyawan atau pegawai dengan halus.
" ya .... yang kamu ucapkan itu benar.... memang ada yang lebih pintar , dan lebih bagus kinerjanya dari pada kamu..., tapi yang saya butuhkan itu pegawai yang setia tidak mencari kesalahan orang lain..... ; so besok kamu sudah bisa pindah ke meja kerja baru..."
__ADS_1
mendengar perkataan pak edwin , mata melisa membelalak , mulut agak terngaga tak bisa berkata apa - apa diam mematung.
" nah....mel karena pak edwin sudah menetapkan kamu untuk jadi asistennya....kamu harus kerja yang benarnya jangan malu - maluin ibu ya..." senyum senang yang merekah di wajah melisa dengan terpaksa dan hanya mengiyakan saja.