MIMPI KELAM

MIMPI KELAM
pertemuan pertama


__ADS_3

sambil tersenyum bu tikka menyuruh melisa keluar dari ruangannya dengan nada ketus.


" dasar anak jaman sekarang bukannya bantuin malah di ledekin , huuuh......bikin kesal aja".


" huuuf....akhirnya...... untung aja bisa ngeles klau ngak bisa mati aku di dalam ruangan kerja bu tikka" . setelah berhasil keluar melisa tarik nafas dan menggelus dadanya , tiba - tiba " dhooor......ayo lagi ngapain tuh berdiri di situ mau ngupingnya....." .


" AAA.......AAAAA .....ih........ andre ngagetin aku aja kamu ndre,/ untung jantung aku ngak copot , coba klau aku kolaps emang mau tanggung jawab...?".


" oh klau soal tanggung jawab ama kamu ya aku mau - mau aja. mana nolak aku....? " .melisa hanya ngeleng - ngeleng melihat tingkah teman prianya yang satu ini aneh bin ajaib , bagaimana tidak saat melisa sedang marah andre malah senyam - senyum seperti orang gila.


saat melisa dan andre sedang berdebat menggenai hal sepele, tidak sengaja saat melisa melangkah mundur saat beberbincang dengan andre tiba - tiba ada yang menyenggolnya sehingga terjatuh ke lantai.


" Dubrak......aduuuuuh....." suara melisa yang terjatuh sambil menahan sakit.


" gih mana sih klau jalan itu pakai lihat - lihat pakai mata bukan pakai kaki asal nabrak aja." andre yang kaget langsung membantu melisa bangun dari jatuhnya dan berusaha menenangkan melisa.

__ADS_1


" jadi ini kebiasaan karyawan kantor ini suka menghabiskan waktu dengan bergosip....dasar orang tidak berpendidikan....".berbicara sambil melihat melisa dari ujung kepala sampai ujung kaki dengan wajah datar.


kemarahan sudah tidak dibendung lagi sehingga emosi melisa meluap. "apa kata kamu ngak berpendidikan...!!! , emang kamu orang dari dinas pendidikan apa ? sampai bisa bilang aku bukan orang berpendidikan....? klau aku ngak berpendidikan enggak mungkinkan kerja di kantor ini...!!"


saking kesalnya melisa berbalik membalas ucapan orang yang menabraknya .


tiba - tiba bu tikka keluar dari ruangan dan melihat ke arah kerumunan , merasa kenal dengan suara orang di dalam kerumunan tersebut , bu tikka maju dan ternyata....


" eh......pak edwin selamat pagi pak. gimana tadi perjalanannya pak ? , Oh mel kebetulan kamu ada di sini...ini kenalin pak edwin subroto pemilik perusahaan pt. jaya , sekaligus pemilik perusahaan ini juga." bu tikka yang tersenyum sambil memperkenalkan pemilik orang tersebut.


tak ada kata - kata atau suara yang keluar dari pak edwin ,.sehingga bu tikka meminta melisa menyiapkan minuman sambil membawa masuk pak edwin ke ruang kerja bu tikka.


beberapa jam telah berlalu menginggat kejadian melisa berdebat hebat dengan pemilik perusahaan tersebut.


"Aduh .... mel kok bisa sih.... kena masalah kayak gini coba...."

__ADS_1


" yah mana aku tahu ayu klau itu cowok tadi pemilik perusahaan ini..."


" mel - mel kamu sih ngak bisa sabar langsung maju aja jadinya kayak gini...?


" pak andre kalau posisi yang di tabrak kamu emang bisa sabar? , enggak lah.... apalagi bawa - bawa masalah tentang pendidikan tambah jengkel aku"


" iya juga sih kalau itu aku mungkin dah tinju - tinjunan hahahaha......"


melisa menyiapkan minuman dan menaruh di meja bu tikka , saat meletakkan minuman tersebut melisa berusaha melirik ke arah pak edwin. tatapan mereka saling bertemu .


" bu tikka mengenai masalah asisten yang saya minta dah ada persiapan" tatap wajah bu tikka sambil melirik ke arah melisa.


" mengenai asisten yang pak edwin minta sedang saya proses mungkin sekitar 1 bulan baru ada perkembangan "


sambil menikmati minuman yang di sajikan melisa pak edwin pun tiba - tiba berkata sesuatu sehingga membuat melisa kaget, berserta di iringi suara jantung berdegug kencang.

__ADS_1


__ADS_2