
di sekolah suasana sangat berisik ulah murid murid yang sibuk dengan kesibukannya. Dan seorang gadis
bermata coklat dan berambut
coklat dengan kuncir kuda berjalan
dengan senyum bahagia.
Mungkin dia akan memulai hari baru
dengan senyum yang ceria.
Setelah bel berbunyi semua
anak masuk ke kelasnya masing
masing. Gadis itu duduk di
bangku sekolah kelas XI F,
sekolah yang tidak terlalu mewah
tetapi banyak murid berprestasi
disana.
Tidak lama guru datang.
"Hallo anak anak, bapak ingin
memperkenalkan murid baru."
Seorang anak laki laki masuk
dengan rambut seatas telinga
sampai lehernya. Putih, tampan,
tegap, datar dan terlihat tegas.
Melihat cowok ganteng sepertinya,
tentu saja para gadis sedikit
memiliki rasa, walau masih ada
sosok laki laki sejati di hatinya.
"Perkenalkan namamu nak"
Ucap pak andrian.
"Nama saya Kelvin Bramastan"
"Kelvin..... baik, silakan duduk"
Kelvin berjalan dengan tubuh
tegap dan wajah datar dengan ciri khasnya tangan yang dimasukkan ke saku celana dan jas hitam
panjangnya menuju
kursi kosong yang berada di
pojok belakang dan melewati
kursi gadis berambut coklat
tersebut.
"Wwuuuu mirip kaya Lao"
Lirih anna gadis berambut coklat.
tentu saja laki laki itu mempunyai
gaya yang mirip dengan tokoh
yang ia suka.
Pelajaran di mulai dan
pada saat belajar semua anak
murid di buat terkagum dengan
kehebatan kelvin. Karena dia
dapat menjawab semua pertanyaan
yang di lontarkan guru dan
yang ada di papan tulis.
Setelah selesai belajar waktu
istirahat tiba, setelah guru pergi
Kelvinlah murid pertama di kelas
ini yang pergi. Dia berjalan dengan
tenang dan berwibawa. Dia pergi
ke atap sekolah, dan melihat
dari atas keadaan sekolah tersebut.
"Semuanya....
sudah tidak baik.... selesaikan,
dan pergi" itulah kata kata yang
terucap dari bibir pria tersebut.
Setelah mengecek keadaan sekolah
tersebut Kelvin pergi menuju kantin.
Dia melihat ada seorang pria
gendut dengan dua orang temannya
sedang ingin mengambil
uang anak - anak disana.
Kelvin tidak perduli dan berjalan
dengan tenang melewati mereka.
Pria gendut itu tentu saja merasa
diremehkan, karena dengan tenang
__ADS_1
Kelvin berjalan di hadapannya.
"Heyyy!!! apa kau anak baru disini?!"
Dia melepaskan tawanannya
dan beralih dengan Kelvin yang
berwajah datar.
"Tidak, apa kau tidak tahu siapa
aku? sepertinya kau yang murid
baru"
"Cih!! jangan bertingkah menjijikan
seperti itu di hadapanku"
Pria itu berkata dengan tegas
tapi Kelvin tidak menghiraukannya
dan melihat lihat menu.
"Apa kau tuli hah?"
"Jika memang aku tuli bagaimana?"
Pria itu sudah muak dengan
kata - kata yang di lontarkan
Kelvin dan langsung meninjunya.
Bbugghhh...
Kelvin terjatuh dari kursinya dia
menatap tajam pria yang bernama
james itu dan menghapus darah
yang ada di dekat bibirnya. James menarik kerah baju Kelvin.
"Kau mempunyai hutang 300 $
kepadaku"
Kelvin pun menyingkirkan tangan
James dengan kasar dan bangun.
"Heh hanya 300 dollar?
tidak aku sangka kau sangat miskin!"
"Apa yang kau katakan?"
"Bukankah.... biasanya orang
sepertimu mudah mendapatkan
uang? karena menurutmu kau
tidak memiliki banyak larangan"
"Dan... apakah kau sangat kaya?
kau tidak perlu ikut campur
besok! jika tidak kau akan
tahu akibatnya"
"Yaaaa... aku menunggu itu"
James sangat muak dengan
sikap Kelvin tapi dia memutuskan
untuk pergi dan kembali besok.
Semua mata menatap Kelvin
berani sekali dia berkata seperti
itu dengan James. siswa disana
takut dengan James karena bertubuh
besar, suka mencuri dan sangat
mudah marah.
BBRRAKK!!
"KALIAN PUNYA MATA KENAPA
LIHAT KE SAYA" teriak Kelvin
sambil menggebrak meja karena
dia tidak suka dilihat. semua yang
mendengar teriakkan Kelvin
ketakutan dan mengalihkan
pandangan mereka dari Kelvin.
Dia terlihat seperti iblis yang sangat
menakutkan, dan teriakkannya
sangat menggema sampai luar
sekolah hingga satpam yang
sedang menyeruput kopinyapun
mendengarnya.
"Ganteng ganteng nakutin hhuuufff..."
"Anna kamu kenapa?
diem mulu"
"Heeeee aku nuggu kelanjutan
high and low pengen nonton
pujio sama Lao berantem."
__ADS_1
"Astaga.... jadi kamu galau
karena itu? aduhhh Anna Anna
nanti juga ada kelanjutannya"
"Iyaa... tapi kapan"
"sabarlah"
"Eh anak baru yang di kelas
kamu tampan juga ya"
"Hhhmmm tapi masih tampanan
orang yang aku suka"
"Astaga.... move on na move on
dia tuh tidak akan datang lagi.
kamu juga tidak tahu dimana dia kan"
"Dia akan datang, jika dia
tidak datang aku yang akan datang"
"Drama...."
"Aaaahhhh membosankan sekali
eh nanti balapan ya"
"Dimana?"
"Di tempat biasa"
"Kamu tidak takut masuk rumah
sakit lagi"
"Tentu saja tidak, aku ini perempuan
lemah dalam perasaan tapi tidak
fisik"
"Yasudah gua ikut, tunggu gua"
"pasti"
Sementara Kelvin setelah ia makan
ia melihat jam 12.09 dia segera
berlari pergi tanpa ada yang
mengetahui dia pergi entah kemana.
setelah istirahat selesai
semua anak masuk ke kelasnya,
sekarang mereka dapat memulai
eskul mereka sekarang ini.
Tapi Kelvin memutuskan untuk
pergi, dia pergi dengan motor SUZUKI
nya dengan kecepatan tanpa
terjadi hal yang buruk.
Sekarang dia berada di apartemen
kecil dan masuk ke dalamnya.
Benar, Kelvin bukanlah orang kaya,
dia hidup sendiri. Orang tuannya
sudah meninggal sejak ia remaja.
mungkin tidak mudah baginya untuk
mendapatkan uang di umur dia
sekarang dan ibunya pernah
berkata. "Kamu harus berpendidikan,
ibu akan sangat senang ketika
melihat kamu sudah bersarjana.
dan ibu tidak akan melupakan itu"
Hal itu adalah alasan kenapa
Kelvin masih bersekolah, dia ingin
berhenti dia sudah lelah dengan
kehidupannya dan sekarang dia
semakin lelah dengan pembelajarannya.
"Tapi dia tidak ingin menjadi bodoh,
karena pengusaha disini memiliki
pendidikan yang tinggi. Dan
sekarang dunia sedang
mempermainkannya bukankah
kau tahu orang yang lebih tinggi
akan berkuasa sementara orang
kecil hanya akan menjadi tindasan"
dunia sudah gila!! kemana
nilai - nilai pancasila itu? apakah
itu sudah tidak ada? kita butuh
pemimpin yang mampu bersikap
adil dan maampu peduli tapi
__ADS_1
itu tidak dibutuhkan olehku.
karena aku mempunyainya.