
Cindy ( Mamah Kelvin )
datang dengan cepat ke
rumah sakit, ia segera mencari
anaknya dan dia menemukannya.
"Kelvin... Kelvin... ada apa?"
Kelvin segera memeluk mamahnya
itu. Cindy mengelus pundak
anaknya berusaha menenangkannya,
Kelvin melepaskan pelukannya.
"Aku.... Aku tidak tahu, Anak
nakal itu berusaha mencelakai
aku. Dan aku di tolong olehnya"
Belum selesai Kelvin berbicara
dokter keluar dari ruangan.
"Keadaan pasien sekarang
sedang kritis, Dia harus segera
di oprasi. Tapi kemungkinannya
untuknya bangun hanya 30%"
"Apa!!??" Ucap Cindy yang terkejut,
kemana 70% nya lagi
"Baiklah, Lakukan oprasi
saja dokter. Untuk biaya biar saya
yang atur"
Dokter itu sudah mengenal nona
Cindy diapun mengangguk dan
segera melakukan tindakan.
"Kenapa kau sangat sedih sayang...
Apa ada sesuatu yang terjadi?"
"Tidak mah, aku hanya tidak
bisa memikirkan. Bagaimana
jika aku yang menjadi korbannya"
"tenang ya sayang...
Oh iya apa kamu tidak menghubungi
keluarganya?"
Kelvin meilirik ke arah tas
dan tas itu berada di kursi.
Cindy yang melihat itu mengambil
tas tersebut dan membuka isinya,
Setelahnya dia mengambil
ponsel. Beruntung, Tidak ada kode
sandi yang harus di pecahkan.
Dia segera mencari nama ibu,
Dan ketemu.
Cindy menelepon
nomer tersebut dan segera
memberitahu apa yang terjadi,
Dia melihat Kelvin yang masih
khawatir.
"Kelvin..... Kamu tenang ya,
Kamu berdoa agar dia bisa
sadar"
2 jam berlalu...
Ibu dan kakak perempuan Dinda
datang, dan segera menuju
ruangan yang di maksud.
Cindy dan Kelvin melihatnya
"Ada apa!? Bagaimana keadaan
anak saya?"
Ibunya bertanya dengan khawatir,
Karena tiba-tiba anak kesayangannya
dikabarkan tertabrak. Ibu mana
yang tidak sedih mendengar
peristiwa yang terjadi kepada anaknya.
"Keadaannya masih kritis bu,
Tapi ibu tenang saja. Anak ibu
akan segera di oprasi semoga
saja dia bisa sadar"
Matanya berkaca-kaca tidak
dapat di ungkapkan lagi.
Keadaan kritis? Bagaimana tuhan
mengabulkannya untuk istirahat
selamanya, Ya tuhan... selamatkan
lah putriku.
Dia ingin melihat anaknya menjadi
sukses, Dia ingin anaknya
meraih cita-citanya. tapi sekarang,
apa yang terjadi? Hanya tuhan
yang tahu semuanya.
"Sabar ya bu... hhuuff..
saya akan membantu menuntut
anak-anak nakal itu"
"Terimakasih hhiiskk..."
Sementara Kelvin hanya terdiam,
ini pertama kalinya dia melihat
__ADS_1
ibu dari orang yang ia cintai.
Tidak aku sangka pertemuanku
dengan mereka harus seperti ini.
tapi ini tidak akan terjadi jika tanpa
izin tuhanku, aku hanya bisa
mengikhlaskannya.
Flash back off...
"Sekarang, Sudah 3 tahun berlalu,
Tapi kau tidak bangun."
"Tidak...." Kelvin menahan air
matanya.
"Tidak... kau pasti akan memilih
tuhanmu, bukan aku.... Tapi
sekarang, Aku hanya mempunyai
kamu."
"Semenjak kematian Mamah
dan papah... Aku tidak punya
siapapun selain kamu dan tuhan"
"Heh! Aku begitu bodoh, Tuhanku
bahkan aku lupakan. maafkan aku
hhiiskk... maafkan aku..."
"Sadarlah, Tuhan sadarkanlah
dia. Aku tahu dia tidak tertarik
dengan dunia ini, Tapi bukankah
masih ada ibumu yang ingin
kau membahagiakannya. Sadarlah
cantik.... hhiiskk"
Kelvin menangis di samping
gadis itu, Tidak ia sangka
perasaannya masih sama. Dan
dia masih sangat mencintainya.
"Tidak!"
Tiba-tiba kelvin tersenyum.
"Kau berkata kau cinta padaku,
Tapi kau juga berkata kau
membenciku. Dinda... kau
membuatku pusing"
"Heh semakin lama aku semakin
gila!! entahlah, Aku sudah sangat
lelah. Ujianmu begitu berat
tuhanku, Tapi engkau tidak akan
mengujiku kecuali aku mampu.
"Aku akan segera menyelesaikan
untuk tuhan membuat sadar"
"Kelvin, Perbanyaklah ibadah
agar kamu tahu, Siapa yang
harus di sayangi dan siapa
yang harus di cintai"
"Maafkan aku"
"Jika memang dia membuatmu
jauh dari tuhan, Lebih baik
lepaskan. Ingat, lebih baik
kehilangan sesuatu karenanya
daripada kehilangannya karena
sesuatu"
"Maafkan aku...
Maafkan aku tuhanku, Tolong
jangan tinggalkan aku. Bagaimana
hidupku jika kau meninggalkanku"
"Jangan terlalu dalam mencintai
seseorang bahkan lebih dalam dari
dia mencintai tuhannya, Sungguh!
Dia memiliki azab yang berat"
"Apa yang harus aku lakukan?"
"Hhuuff... Dekatkanlah dirimu
kepada tuhanmu, Dengan
izinnya pasti dia akan terbangun"
Kelvin berbicara dengan seseorang,
Tetapi seseorang itu tidak
terlihat jelas bentuknya.
Entah siapa dirinya nanti
kalian juga tahu.
______
🍂
🍂
🍂
🍂
Caliel datang ke panti asuhan,
disana dia melihat seorang gadis
dan gadis tersebut adalah Anna.
"Hhuuff... kenapa harus aku
jika berurusan dengan wanita"
Diapun masuk ke dalam panti
tersebut, Banyak anak bermain
__ADS_1
dengan ceria dan ada anak yang
diam saja dengan tatapan
kosong. Caliel berjalan menuju
ruangan pemilik panti asuhan
tersebut.
"Caliel.... Sudah lama
sekali tidak bertemu, Bagaimana
kabarmu nak?"
Seorang wanita paruh baya
Bernama ibu Hanah, Pemilik
panti asuhan tersebut menyapa
Caliel.
"Baik ibu, Aku membawa sesuatu
untukmu." Caliel memberikan
bingkisan kepada ibu Hanah.
"Ohh terimakasih.... Kemana
ibu kamu?"
"Ibu tidak bisa ikut, Dia
sedang bekerja di luar negri"
"Ohh baiklah duduk Caliel"
Caliel pun duduk.
Dan Anna datang, "Anna.. tolong
buatkan minuman untuknya"
Anna agak asing dengan orang
tersebut, Ia seperti pernah
melihatnya. Diapun pergi untuk
membuatkannya minuman.
"Bagaimana, Apa kamu sudah
bekerja"
"Tentu saja sudah, Umurku
sudah tua ibu. Tentu aku harus
bekerja"
Anna datang membawa teh hangat.
"Ayo diminum"
"Bukannya kamu kakak
kelas aku ya?" Ucap Anna yang
ingat siapa Caliel.
"Anna dia itu sudah kerja,
Umurnyapun sudah 24 tahun
tidak mungkin dia masih sekolah.
Mungkin kamu salah wajah saja"
"Hehehe iya kali ya...
Mungkin aku salah lihat"
Anna ikut duduk dan mengobrol.
"Dia siapa bu?"
"Dia salah satu anak di sini,
Dulu ibu merawatnya. Tapi
ada yang ingin mengadopsinya
jadi kita jarang bertemu"
"Ohhh"
"Kok mirip ya" Guman Anna
"Setiap manusia memiliki
kembarannya masing-masing,
meski tidak terlahir dari rahim
yang sama" Ucap Caliel yang
tidak suka ditatap dan segera
menjawab rasa penasaran Anna.
"Betul juga sih"
"Maaf bu, Aku tidak bisa
lebih lama disini. Aku harus
mengurusi pekerjaan kantor,
Aku juga membawakan makanan
untuk anak-anak semoga
mereka suka."
"Ya terimakasih ya Caliel, Sering-sering
datang kesini."
"Iya ibu, Jika seperti itu
aku pamit pulang dulu"
Setelah berpamitan Caliel pun
pulang, Dia masuk ke mobil
setelah itu pergi. Caliel mengambil
buku dan pulpen dan dia
menuliskan identitas seseorang
disana. Dan itu ada Anna, Anna Leviona.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung.....
__ADS_1