
Pertarungan antara Jerom,
Jimi dan pria misterius.
Jerom dan Jimi kalah dari
pria misterius itu, dan mereka
memutuskan untuk pergi.
Pria itu menghapus darah
yang ada di kening pria
tersebut. Setelah pertarungannya
dengan mereka berdua,
Dan pria itu menang. Tentu pria
itu bukanlah pengecut, Dan
dia adalah Caliel. Murid baru
disana, Tidak hanya tampan
dia pintar berkelahi.
Ia mengambil kembali berkas
di bawah, dan menaruhnya
seperti semula.
"Aneh sekali sikap manusia
sekarang ini, Mencari bukti
dengan cara dan cara itu
bodoh. Mereka harus meminta
izin dulu"
"Kenapa boy, Diam saja"
Karael datang ketika ia
melihat temannya, dan dia
berada di suatu ruangan.
"Sikap manusia sekarang,
semakin aneh saja"
"Hhuuff... aku juga bingung,
Tapi apa kau tahu"
"Tahu apa?"
"Kita dapat tugas baru"
Mendengar itu, terpancar senyum
di bibir Caliel. Dia sangat menyukai
kesibukkan dan hal - hal baru.
Dan karena itulah dia
pintar, Karena dia rajin
belajar dan dapat mengontrol
kemalasannya. Dan bersenang
senang dengan tugasnya.
.
.
.
Sabtu
03.00
Ditemukan jasad pria
tewas di kasur, Dengan kondisi
kedua tangan dan kedua
kakinya di rantai. Jasad pria
tersebut sudah sangat kurus,
Bahkan hanya menyisakan
tulang dan sedikit daging saja.
Dan polisi menyelidiki kasus
ini, Dan Benjamin juga
menyelidiki kasus tersebut.
Setelah diselidiki pria tersebut
adalah seorang psikopat,
Dan psikopat tersebut
sudah lama dicari oleh polisi.
Karena aksinya yang kejam
dan suka menculik anak -
anak, Dan dijual organ tubuhnya.
Dan pada akhirnya dia ditemukan
mati mengenaskan di tempat
tidurnya. Dan tidak ada tetangga
di sekitar psikopat ini yang
mengetahui keadaannya.
Nama psikopat tersebut
adalah Jonathan Algendaro,
Dia adalah psikopat dan susah
sekali untuk di tangkap.
Karena tidak hanya licik
dia melakukan oprasi wajah
agar polisi tidak mengetahuinya.
Dan karena jonathan yang
kabur keluar negri, Membuat
polisi kesusahan menangkapnya.
Benjamin menemukan lukisan
dan lukisan itu tertulis Satan.
Dan menurut Benjamin,
Jonathan sudah mati dari
__ADS_1
2 tahun lalu. Dia membuka
rekaman cctv yang ada di
kamar tersebut, Dan Benjamin
melihat seseorang memasuki
kamar Jonathan yang sedang
terikat.
"stop vidionya"
Vidio itu berhenti, Dan Benjamin
melihat seseorang memakai
jas hitam panjang dengan
kupluk tapi wajahnya tidak
terlihat.
"Apa kau pikir dia yang
membunuhnya?" Ucap rekan
kerja Benjamin.
"Mungkin dia pembunuhnya,
Tapi aku tidak menemukan
rekaman siapa yang menyiksa
Jonathan"
Ya karena ketika dia datang
jonathan sudah dalam keadaan
yang tragis.
Diapun kembali memutar
rekaman tersebut, Setelah
melihat dengan teliti.
Benjamin menemukan sesuatu
dan membuat dia menyuruh
temannya untuk menghentikan
vidionya.
"Stop"
Dia memperbesar gambarnya
dan melihat sosok yang
memakai jas hitam itu mengenakan
cincin, Dan cicin itu pernah ia
lihat Kelvin memakainya.
Ya mungkin banyak cicin yang
sama di dunia ini, Tapi ini
berbeda. cincin berwarna
hitam dan putih, Mempunyai
sombol yang memiliki arti
di dalamnya.
"Wahhh benar - benar mirip,
"Apa yang kau maksud?"
tok tok tok.....
Tiba tiba ada yang mengetuk
pintu ruangannya, Benjamin
menyuruh orang tersebut
untuk masuk. Dia masuk dan
memberikan sebuah berkas,
Dan pergi dari sana.
Benjamin melihat isi berkas
tersebut.
*Aku tidak dapat menangkapnya
jika aku tidak memiliki banyak
bukti. Aku harus mengumpulkan
bukti lain*
"Aku rasa dia bukan pembunuhnya,
Dia hanya diam saja dan
melihat lalu Jonathan mati
dengan sendirinya"
"Dia bisa saja memasukkan
obat dan membuat korban
mati tanpa dia perlu menyentuhnya"
ucap Benjamin.
"Apa kau tahu, Aku menemukan
nama iblis di ruangan korban.
Dan apa kau tahu tentang orang
tewas dan giginya hilang
entah kemana"
"Tidak, Aku tidak mengetahuinya.
apa kau masih menyelidiki
kasus itu?"
"Ya dan di badan korban
ada kertas dan kertas itu
tertulis nama Belphegor
Dan lihatlah"
Ucap benjamin dan menunjuk
lukisan yang bertulisan satan.
"Sekarang nama iblis yang
tertulis adalah satan, Bukankah
kasus itu ada hubungannya"
__ADS_1
"Apakah benar? waww apa ada
7 dosa lagi sekarang. Manusia
sekarang sudah keterlaluan
mainnya"
______
Charmeine berjalan menaiki
tangga menuju atap sekolah,
Dan dia atap sudah ada
Kelvin yang menunggunya.
"Ada apa kau memanggilku?
apa kau ingin berkalahi?"
Ucap charmeine dan dia
bersiap siap dengan memutar
tangannya.
Kelvin mengamati Charmeine
dari atas hingga bawah, "Kenapa
kau ini?" Charmeine merasa
risih dengan tatapan Kelvin.
"Aku tidak ingin mengajakmu
berkelahi, tapi aku ingin
mengajakmu untuk bekerja
sama denganku"
"Bakerja sama? ada uangnya?"
"Tidak..."
"Heh untuk apa kau mengajakku
kerja sama tapi tidak ada
imbalannya, Siapa yang mau
dengan tawaran seperti itu?"
"Tidak ada uang, Tapi akan ada
balasan dan kehidupan yang
tenang. jika kau mau
bekerja sama denganku.
Kau sudah di takdirkan tuhan,
Kau harus bersyukur karena tuhan
sudah memberimu kesempatan
dan akan memberimu
balasan yang setimpal"
"Takdirkan tuhan, Apa maksudmu?
Kau terlalu keagamaan kawan"
"Baiklah lebih baik aku yang
mengajakmu bekerja sama,
Kita akan mendapatkan
keuntungan yang banyak.
Kita bisa menjual narkoba
dengan harga yang tinggi,
Dan kita bisa merampas
uang dimanapun"
"Menjual barang yang berbahaya
adalah perbuatan yang keji,
Dan merampok bukanlah
ciri dari orang yang jujur"
"Tidak keji kan dia yang
menginginkannya sendiri"
"Ah sudahlah, Aku tidak mau
bekerja sama seperti itu.
Kau tinggal bilang saya kau
mau bekerja sama denganku
atau tidak"
"Baiklah hhuuff...
untuk bersenang senang saja"
Kelvin mengeluarkan
kertas transparan berwana
hijau "Tanda tanganlah
disini" Charmeine tersenyum.
dia berfikir Kelvin aneh
dan repot menyiapkan perjanjian.
Charmeine membaca kontrak
itu, Dan itu berisi apa yang akan
di lakukan Charmeine dan apa
imbalan dari apa yang ia
lakukan. Charmeine sangat
terkejut karena isinya.....
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung..