Misteri Anak Baru

Misteri Anak Baru
Episode 5


__ADS_3

"Cepat bersembunyi"


Benjamin segera masuk ke


dalam ruang bawah tanah itu.


"Haiisyy kenapa harus disana"


Karena tidak ingin ketahuan


Mark segera menyusul Benjamin.


Dan ia mengambalikan


selimut dan meja itu seperti


awal dengan sangat berusaha.


Dan pada saat itu juga Kelvin


membuka pintu.


Disaat itu keadaan rumah


Kelvin sudah kosong, tapi tentu


Kelvin merasa curiga karena


pintu rumah sudah ia kunci ketika


ia ingin pergi sekolah.


Tapi ketika dia pulang


pintu itu tidak terkunci.


Pasti ada yang masuk kedalam


rumahnya. Dia segera memeriksa


sekeliling rumahnya dan tidak


menemukan siapa siapa.


Setelah itu, Kelvin menyingkirkan


meja dan selimut tersebut.


Dan dia melihat papan itu dapat


terbuka, Kelvin pun menarik


bibir kirinya.


🍂


🍂


🍂


🍂


🍂


Disisi lain, Dua teman


James yang bernama Jerom


dan Jimi sedang berada di


sekolah. sekolah terlihat ramai


karena ini adalah hari


kakak kelas latihan basket.


Dan masih banyak siswa di


kelas yang sedang belajar


untuk menjadi kaya....


(betulkan?")


"Sudah jam 19.00, apakah


sekarang?" ucap James


"Apa kau yakin tidak akan ketahuan?"


"Mereka sibuk latihan, jika kita


mengeceknya nanti akan ada


security yang menjaga, tentu


itu tidak mudah. Jadi sekarang


saja"


"Baiklah ayo"


mereka berjalan dengan santai,


tidak menunjukkan ekspresi


akan mencuri. semua lorong


sepi dan langit sudah gelap,


Tidak ada bulan di malam


ini tetapi ada lampu yang


senantiasa menyinari.


Berjalan dengan tenang dan


mereka sampai, di suatu ruang.


Dan karena ruangan itu tidak


terkunci, mereka masuk.


Ruangan itu sedikit gelap, Jimi


segera menutup pintu dan


menyalakan lampu.


Ada banyak berkas yang terletak


di meja dan lemari, Jerom dan


Jimi segera mencari berkas


milik Kelvin.


Mereka belum bisa menerima


kematian James, Karena meski


mereka anak nakal. Mereka tetap


memiliki jiwa persahabatan,


Dan akan terus mengabdi kepada


tuannya.


______


Setelah beberapa lama mereka


mencari, akhirnya Jerom


menemukannya. mereka berdua


segera membuka berkas itu.


Ceklek..


Tiba tiba pintu terbuka, membuat


mereka kaget. Karena kaget reflek


Jerom melempar berkas itu


dan jatuh di dekat kaki pria yang


membuka pintu itu.


Pria itu memakai jas putih


dan kacamata, Dia masuk tanpa


mengetuk pintu. Pria itupun


mengambil berkas yang ada


di bawahnya. Dan ketika itu


wajah Jarom dan Jimi terlihat


khawatir.


Pria itu melihat nama yang ada

__ADS_1


di berkas itu, Dia menatap tajam


Jerom dan Jimi.


Tapi karena Jerom dan Jimi


pembully.....


"Kembalikan itu" Ucap Jerom


meminta berkas itu kembali


padanya.


"Kalian sedang apa disini hah?"


"Apa kau bodoh masih bertanya?


tentu saja mencarinya" Ucap


Jimi dan tangannya menunjuk


berkas itu.


"Ohhhh apa kalian ingin mencuri?


aku bisa saja melaporkan kalian


karena ingin mencuri berkas


seseorang"


"Haiisyy apa kau tidak tahu


siapa kami?"


"Seharusnya aku yang berkata


seperti itu?"


Pria itu terlihat santai menjawab


kata - kata dari Jerom dan Jimi.


"Memang siapa kamu hah?"


Jimi merasa marah dengan


sikap pria itu, Dia sangat arrogant.


"Haiisyy"


Bbuugghh...


Satu pukulan mendapat


di pipi pria itu, Dan pukulan


itu berasal dari Jerom.


Pukulan itu sangat kuat sehingga


membuat pria itu jatuh terjungkal.


Tapi pria itu bangun dan


kembali memukul Jerom.


Dan pertarungan 2 lawan


1 pun di mulai.....


_______


Benjamin segera berlari


ketika mendengar suara,


Dia menemukan sesuatu


tetapi dia tidak menghiraukannya.


Ruang bawah tanah itu tidak


kecil, Tapi cukup besar


dan panjang. Mereka menemukan


banyak kotak dus, Benjamin dan


Mark Masuk ke dalamnya


dan bersembunyi.


Sementara Kelvin memegang


Dia melihat dengan tatapan tajam,


Dan mengetahui persembunyian


mereka.


Benjamin dan Mark berusaha


untuk diam.


"Sudahlah kalian sudah


ketahuan"


Kelvin menatap dus besar,


Sementara Benjamin dan Mark


tetap diam agar mereka tidak


ketahuan.


*Tunggu? bukankah aku polisi?


Dan kenapa aku harus


bersembunyi?* Mark menyadari


jika ia sangat bodoh, dia


mempunyai senjata dan belum


tentu Kelvin adalah pelakunya.


Dengan berani Mark


menunjukkan dirinya dan


menodongkan pistol


kepada Kelvin.


"Haiisyy" Sementara


Benjamin hanya bisa kesal


karena sekarang mereka


ketahuan. Kelvin yang di


todong pistol terlihat tenang,


Dan dengan ekspresi


datarnya dia berkata.


"Kenapa kalian masuk rumahku


tanpa seizin dariku?"


"Aku bisa melaporkan kalian,


Karena masuk ke dalam rumahku


tanpa izin. Dan menyegel pintu"


"Kalian harus menggantinya"


Benjamin berdiri dengan tegak


dan berkata.


"Baiklah aku tahu aku salah,


Tapi biarkan aku mengecek


ruanganmu ini."


Benjamin berjalan perlahan


mendekatkan dirinya dengan


Kelvin dan mereka saling


bertatapan.


"Karena kau masih aku


jadikan tersangka"


"Baiklah silakan"

__ADS_1


Kelvin menjawab dengan tenang,


Dan merekapun berkeliling


ruangan tersebut. Setelah berjalan


beberapa langkah, Benjamin


menemukan foto - foto


orang - orang yang terbunuh


dengan targis.


"Apa maksudnya ini?" Benjamin


segera bertanya kepada


Kelvin ketika ia menemukan


sesuatu yang mencurigakan.


"Itu adalah hobiku"


"Hobby? Hobby apa seperti ini?"


Ucap Mark, Ia merasa aneh dengan


jawaban Kelvin.


"Dia adalah hobby saya,


Menempelkan pembunuhan,


dan kasusnya telah terungkap"


"Lihat"


Kelvin menunjuk kepada


gambar seorang anak, Dan


di kabarkan ia di culik.


"Dia di kabarkan di culik, Tapi


ternyata penculiknya adalah


mantan narapidana. Dan


mantan narapidana itu baru saja


keluar dari penjara satu tahun


yang lalu."


"Dan ada detektif bernama Angel


dan Roki, Dan mereka menyelidiki


kasus ini hingga pelakunya


tertangkap. dan dia adalah


Thomas Vigrando.


"Apakah kau tahu kasus ini


Dektektif Ben?"


"Tidak"


"Biklah kau bisa mencarinya


di internet"


Kelvin berjalan dengan santai


dan meninggalkan mereka


berdua. Benjamin meras curiga


dan melihat foto, Dan foto itu di


tempel di dinding.


Karena senter di bawa oleh


Kelvin dan ruangan ini gelap,


mereka berdua pergi.


🍂


🍂


🍂


🍂


"Baiklah kalian masih


mencurigaiku?"


Mark dan Benjamin


saling berhadapan, Mereka


duduk santai. Sementara


Kelvin sibuk membuat teh.


"Tentu saja, Aku tak bisa


membiarkan seorang penjahat


berkeliaran di negaraku"


"Hahah kau ini pecinta negara ya"


Kelvin tertawa dan menaruh


tiga gelas teh, Dia mengambil


cemilan dan menyajikannya.


"Haiisyy kami tidak ingin makan,


kami hanya ingin bertanya"


Ucap Mark tapi sebenarnya ia


juga lapar, Dan kripik singkong


pedas itu adalah kesukannya.


"Sudahlah agar lebih enak


ngomongnya kita sambil


makan, Tamu harus di hormati


bukan?"


"Kau anak yang baik nak"


Benjamin mengambil roti


dan membuka tutup selai,


Sementara Kelvin memasukan


gula kotak ke dalam tehnya.


Mark yang tidak ingin ketinggalan


mengambil kripik singkongnya,


Dan memakannya.


"Apa kau memiliki kembaran?"


Ucap Mark dan dia masih


mengunyah kripik singkong


di mulutnya.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung...


Mohon bantuannya 😊😁

__ADS_1


__ADS_2