
"Cepat bersembunyi"
Benjamin segera masuk ke
dalam ruang bawah tanah itu.
"Haiisyy kenapa harus disana"
Karena tidak ingin ketahuan
Mark segera menyusul Benjamin.
Dan ia mengambalikan
selimut dan meja itu seperti
awal dengan sangat berusaha.
Dan pada saat itu juga Kelvin
membuka pintu.
Disaat itu keadaan rumah
Kelvin sudah kosong, tapi tentu
Kelvin merasa curiga karena
pintu rumah sudah ia kunci ketika
ia ingin pergi sekolah.
Tapi ketika dia pulang
pintu itu tidak terkunci.
Pasti ada yang masuk kedalam
rumahnya. Dia segera memeriksa
sekeliling rumahnya dan tidak
menemukan siapa siapa.
Setelah itu, Kelvin menyingkirkan
meja dan selimut tersebut.
Dan dia melihat papan itu dapat
terbuka, Kelvin pun menarik
bibir kirinya.
🍂
🍂
🍂
🍂
🍂
Disisi lain, Dua teman
James yang bernama Jerom
dan Jimi sedang berada di
sekolah. sekolah terlihat ramai
karena ini adalah hari
kakak kelas latihan basket.
Dan masih banyak siswa di
kelas yang sedang belajar
untuk menjadi kaya....
(betulkan?")
"Sudah jam 19.00, apakah
sekarang?" ucap James
"Apa kau yakin tidak akan ketahuan?"
"Mereka sibuk latihan, jika kita
mengeceknya nanti akan ada
security yang menjaga, tentu
itu tidak mudah. Jadi sekarang
saja"
"Baiklah ayo"
mereka berjalan dengan santai,
tidak menunjukkan ekspresi
akan mencuri. semua lorong
sepi dan langit sudah gelap,
Tidak ada bulan di malam
ini tetapi ada lampu yang
senantiasa menyinari.
Berjalan dengan tenang dan
mereka sampai, di suatu ruang.
Dan karena ruangan itu tidak
terkunci, mereka masuk.
Ruangan itu sedikit gelap, Jimi
segera menutup pintu dan
menyalakan lampu.
Ada banyak berkas yang terletak
di meja dan lemari, Jerom dan
Jimi segera mencari berkas
milik Kelvin.
Mereka belum bisa menerima
kematian James, Karena meski
mereka anak nakal. Mereka tetap
memiliki jiwa persahabatan,
Dan akan terus mengabdi kepada
tuannya.
______
Setelah beberapa lama mereka
mencari, akhirnya Jerom
menemukannya. mereka berdua
segera membuka berkas itu.
Ceklek..
Tiba tiba pintu terbuka, membuat
mereka kaget. Karena kaget reflek
Jerom melempar berkas itu
dan jatuh di dekat kaki pria yang
membuka pintu itu.
Pria itu memakai jas putih
dan kacamata, Dia masuk tanpa
mengetuk pintu. Pria itupun
mengambil berkas yang ada
di bawahnya. Dan ketika itu
wajah Jarom dan Jimi terlihat
khawatir.
Pria itu melihat nama yang ada
__ADS_1
di berkas itu, Dia menatap tajam
Jerom dan Jimi.
Tapi karena Jerom dan Jimi
pembully.....
"Kembalikan itu" Ucap Jerom
meminta berkas itu kembali
padanya.
"Kalian sedang apa disini hah?"
"Apa kau bodoh masih bertanya?
tentu saja mencarinya" Ucap
Jimi dan tangannya menunjuk
berkas itu.
"Ohhhh apa kalian ingin mencuri?
aku bisa saja melaporkan kalian
karena ingin mencuri berkas
seseorang"
"Haiisyy apa kau tidak tahu
siapa kami?"
"Seharusnya aku yang berkata
seperti itu?"
Pria itu terlihat santai menjawab
kata - kata dari Jerom dan Jimi.
"Memang siapa kamu hah?"
Jimi merasa marah dengan
sikap pria itu, Dia sangat arrogant.
"Haiisyy"
Bbuugghh...
Satu pukulan mendapat
di pipi pria itu, Dan pukulan
itu berasal dari Jerom.
Pukulan itu sangat kuat sehingga
membuat pria itu jatuh terjungkal.
Tapi pria itu bangun dan
kembali memukul Jerom.
Dan pertarungan 2 lawan
1 pun di mulai.....
_______
Benjamin segera berlari
ketika mendengar suara,
Dia menemukan sesuatu
tetapi dia tidak menghiraukannya.
Ruang bawah tanah itu tidak
kecil, Tapi cukup besar
dan panjang. Mereka menemukan
banyak kotak dus, Benjamin dan
Mark Masuk ke dalamnya
dan bersembunyi.
Sementara Kelvin memegang
Dia melihat dengan tatapan tajam,
Dan mengetahui persembunyian
mereka.
Benjamin dan Mark berusaha
untuk diam.
"Sudahlah kalian sudah
ketahuan"
Kelvin menatap dus besar,
Sementara Benjamin dan Mark
tetap diam agar mereka tidak
ketahuan.
*Tunggu? bukankah aku polisi?
Dan kenapa aku harus
bersembunyi?* Mark menyadari
jika ia sangat bodoh, dia
mempunyai senjata dan belum
tentu Kelvin adalah pelakunya.
Dengan berani Mark
menunjukkan dirinya dan
menodongkan pistol
kepada Kelvin.
"Haiisyy" Sementara
Benjamin hanya bisa kesal
karena sekarang mereka
ketahuan. Kelvin yang di
todong pistol terlihat tenang,
Dan dengan ekspresi
datarnya dia berkata.
"Kenapa kalian masuk rumahku
tanpa seizin dariku?"
"Aku bisa melaporkan kalian,
Karena masuk ke dalam rumahku
tanpa izin. Dan menyegel pintu"
"Kalian harus menggantinya"
Benjamin berdiri dengan tegak
dan berkata.
"Baiklah aku tahu aku salah,
Tapi biarkan aku mengecek
ruanganmu ini."
Benjamin berjalan perlahan
mendekatkan dirinya dengan
Kelvin dan mereka saling
bertatapan.
"Karena kau masih aku
jadikan tersangka"
"Baiklah silakan"
__ADS_1
Kelvin menjawab dengan tenang,
Dan merekapun berkeliling
ruangan tersebut. Setelah berjalan
beberapa langkah, Benjamin
menemukan foto - foto
orang - orang yang terbunuh
dengan targis.
"Apa maksudnya ini?" Benjamin
segera bertanya kepada
Kelvin ketika ia menemukan
sesuatu yang mencurigakan.
"Itu adalah hobiku"
"Hobby? Hobby apa seperti ini?"
Ucap Mark, Ia merasa aneh dengan
jawaban Kelvin.
"Dia adalah hobby saya,
Menempelkan pembunuhan,
dan kasusnya telah terungkap"
"Lihat"
Kelvin menunjuk kepada
gambar seorang anak, Dan
di kabarkan ia di culik.
"Dia di kabarkan di culik, Tapi
ternyata penculiknya adalah
mantan narapidana. Dan
mantan narapidana itu baru saja
keluar dari penjara satu tahun
yang lalu."
"Dan ada detektif bernama Angel
dan Roki, Dan mereka menyelidiki
kasus ini hingga pelakunya
tertangkap. dan dia adalah
Thomas Vigrando.
"Apakah kau tahu kasus ini
Dektektif Ben?"
"Tidak"
"Biklah kau bisa mencarinya
di internet"
Kelvin berjalan dengan santai
dan meninggalkan mereka
berdua. Benjamin meras curiga
dan melihat foto, Dan foto itu di
tempel di dinding.
Karena senter di bawa oleh
Kelvin dan ruangan ini gelap,
mereka berdua pergi.
🍂
🍂
🍂
🍂
"Baiklah kalian masih
mencurigaiku?"
Mark dan Benjamin
saling berhadapan, Mereka
duduk santai. Sementara
Kelvin sibuk membuat teh.
"Tentu saja, Aku tak bisa
membiarkan seorang penjahat
berkeliaran di negaraku"
"Hahah kau ini pecinta negara ya"
Kelvin tertawa dan menaruh
tiga gelas teh, Dia mengambil
cemilan dan menyajikannya.
"Haiisyy kami tidak ingin makan,
kami hanya ingin bertanya"
Ucap Mark tapi sebenarnya ia
juga lapar, Dan kripik singkong
pedas itu adalah kesukannya.
"Sudahlah agar lebih enak
ngomongnya kita sambil
makan, Tamu harus di hormati
bukan?"
"Kau anak yang baik nak"
Benjamin mengambil roti
dan membuka tutup selai,
Sementara Kelvin memasukan
gula kotak ke dalam tehnya.
Mark yang tidak ingin ketinggalan
mengambil kripik singkongnya,
Dan memakannya.
"Apa kau memiliki kembaran?"
Ucap Mark dan dia masih
mengunyah kripik singkong
di mulutnya.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung...
Mohon bantuannya 😊😁
__ADS_1