
Flash back on....
Cindy menuntut anak-anak
dengan membawa para
warga untuk menjadi sanksi.
Dan sudah menunjukkan bukti,
Merekapun di sidang.
Cindy menyewa pengacara untuk
membantunya menahani
kasus tersebut.
"Anak-anak ini hampir
mencelakai orang-orang, Bahkan
sampai ananda Dinda harus
mengalami koma. Dan dia juga
di temukan selalu memalak
siswa dan guru yang lewat di
kawasannya dan menghajar
mereka"
"Ananda Dinda koma karena
menyelamatkan Kelvin, Ini tidak
ada hubungannya dengan mereka.
Dan kau tidak menunjukkan
rekaman tentang kejadian itu"
Salah satu warga segera
berbicara.
"Saya melihat sendiri, Mereka
mendorong anak ini. Dan ada
seorang gadis menolongnya,
Tapi dia tidak sempat menghindar
dari kecelakaan itu"
Terjadi perdebadatan disana,
Pada akhirnya hakim memutuskan
untuk menghukum mereka. 1 tahun
penjara, Karena mereka masih
di bawah umur, Dan penyebab
Dinda koma adalah dirinya sendiri.
Anak-anak nakal itu di penjara,
Karena melakukan tindakkan
kekerasan kepada orang yang
masuk wilayahnya. Dan kasus
itupun sudah di tutup dan tidak
dapat di tarik lagi.
Kelvin hanya pasrah menerima
keputusan tersebut, Dia ingin
sekali mereka mendapat hukuman
yang pantas atas perbuatannya.
Tapi tidak, Jika mereka bebas.
Entah mereka akan berbuat
keburukan lagi atau tidak.
Flash back off...
Sekarang Kelvin
pergi ke suatu perusahaan
besar, Dan dia masuk ke dalamnya
dengan mudah. Dia ingin
menemui seseorang yang sudah
membunuh kedua orangtuanya.
Kelvin masuk ke dalam
suatu ruangan, Ada laki-laki
sedang duduk di kursi kebanggaannya.
Dia adalah boss perusahaan
tersebut, Ia tersenyum
melihat siapa yang datang.
"Wahhh tamu besar? untuk
apa kau datang?"
Tanpa berbicara Kelvin
segera duduk di sofa.
"Aku ingin mengajakmu
untuk bekerja sama denganku"
"Apa ini motif membalaskan
dendam?"
"Aku tidak memiliki dendam,
Kecuali kepada diriku sendiri"
"Aku hanya ingin mengajakmu
bekerja sama, Untuk membangun
sebuah proyek bersama"
"Aku tidak mau"
"Hhuuff... Aku bukanlah orang
jahat sepertimu, Aku sudah
memaafkanmu sesaat setelah
kau mencelakai Dinda"
"Baiklah, Apa yang ingin engkau
rencakanan"
__ADS_1
"Kita buat perusahaan di negara
J, Dan kita kembangkan
perusahaan tersebut, Kau dan aku
akan membagi dua keuntungan
yang di dapat."
"Aku sudah terlalu sibuk disini,
Kau bisa membangun perusahaanmu
sendiri bukan? Dengan harta
dan kejeniusanmu itu"
"Aku sudah mengajakmu bekerja
sama, Tapi kau menolaknya.
Kau tahu, Kau bebas dan menjadi
seperti ini itu karena aku dan
takdirmu. Kau sudah menolakku
bukankah kau seperti tidak tahu
balas budi"
"Dan kau selalu menghianati,
Aku tahu itu. Tapi aku akan
membiarkanmu, Sampai kamu
tahu siapa menguasa disini"
"Heh Kelvin" Ia bangun dari
kursinya dan memasukkan tangannya
ke saku celananya. Dengan
santai ia berkata.
"Kau jangan terlalu bodoh Kelvin,
Jika kau mudah di bohongi
bahagaimana dengan kehidupanmu
nanti?"
"Aku tidak bodoh, Hanya saja
aku bukan kamu yang suka
membolak balikkan fakta"
"Kau tahu, Sebentar lagi
kematian kamu akan tiba.
Sebaiknya kamu bertaubat dan
berbuat baik sebelum itu
semua terlambat. Jika tidak,
Bersiaplah" Ucap Kelvin dengan
senyuman lalu dia pergi.
Pria itu hanya diam, Omongan
Kelvin tidak bisa di permainkan.
Dia seperti dukun yang bisa
menebak kejadian yang akan
Sial!!! dia memberitahuku tentang
kematian, hhuuff... Aku harus segera
menyingkirkannya.
Tidak ada cara lain untuk dia
hidup tenang, Kecuali menyingkirkan
orang yang berbahaya baginya.
_____
Kelvin berjalan dengan santai,
Keluar dari perusahaan tersebut.
Kelvin pergi ke toko bunga untuk
membeli bunga.
Dia memasuki toko
itu dan melihat-lihat bunga yang
indah.
*Menjadi manusia itu tidak
mudah, Ada banyak larangan
yang harus di patuhi. Dan itu
semua untuk diri kita sendiri,
Jika kita disiplin kita akan
mendapat balasan yang setimpal.
Tapi jika kita berpaling kita
akan terjerumus kedalam
kegelapan. Ingin sekali aku
pergi ketempat dimana tuhan
tidak bisa melihatnya, mendengarku
dan mengetahui keberadaanku*
*Hal mustahil yang akan terjadi,
Andai tempat itu ada. Aku akan
pergi kesana dan melampiaskan
semuanyan, Kau tahu tuhan.
Aku sudah sangat begitu lelah,
Jika aku kembali tolong terima
aku. Kau tahu hidup tampa dirimu,
Bagaikan langit tanpa bintang.
Tidak ada yang lebih menyakitkan
daripada kehilangan orang yang
paling disayang*
*Jika pada saat itu engkau tidak
menyadarkan aku, Mungkin
__ADS_1
aku sudah sangat menyesal.
Terimakasih atas kesempatan
yang engkau berikan, Aku tidak
akan menyia-nyiakannya.
Tidak ada permainan yang paling
menyakitkan selain dunia,
Semakin di buat gila. Dan jika
salah akan berakibat fatal,
Dunia bukanlah kehidupan
yang sebenarnya. Aku tahu,
Aku benci sekali kata menunggu,
Tapi aku lupa. Berapa lama
aku harus menunggu hingga aku
mempunyai kehidupan yang
tenang.*
Setelah membeli bunga yang cantik,
Kelvin pergi ke pemakaman
kedua orang tuanya. Ia membersihkan
rumah kedua orang tuanya
tersebut, Dan menyiramkan air
dan bunga di atas kuburan
ibunya.
"Hhuuff... Kesalahanku adalah
tidak dapat menyelamatkan
kalian, Apa kalian tenang
berada disana. Atau kalian
sedang di siksa?, Ibu...
Dia belum sadar. Apakah kau
sudah bertemu dengannya?"
"Ayah... Kenapa aku harus
mengalami ini semua, Perjanjian
itu. Membuat aku merasa
bersalah hidup di dunia ini,
Aku ingin pergi. Aku ingin bertemu
dengan kalian, Tapi belum tiba
waktu itu. Jika waktu itu sudah
tiba, Aku akan sangat gelisah
karena aku tidak tahu akan seperti
apa aku disana"
Kelvin mengelus batu nisan
ayahnya, Dan berdialog dengan
ayahnya yang sudah mati.
"Hal yang aku inginkan
adalah bisa menyelamatkan
kalian, Tapi aku terlalu buruk
untuk menjadi kekasih tuhan.
Hati nuraniku hilang, Aku tidak
memiliki hati yang bersih. Apa
tuhan akan memberikan aku
kesempatan? Setelah semua
dosa yang aku lakukan? Kenapa
tuhan begitu baik ibu? Dan kenapa
aku begitu buruk?"
Dia tidak dapat membendung
air matanya lagi, Kejadian di
masa lalu. Telah membuatnya
termenung bertahun-tahun,
Tapi sekarang sudah terlambat
dan semuanya tidak bisa diulang
kembali.
"Ibu... Aku pergi, Aku akan
kembali lagi nanti. Waktuku tidak
banyak, Aku memiliki tugas
sekarang dan tugas itu harus
aku selesaikan. Agar nanti,
Aku dapat meminta tuhan menyadarkan
seseorang. Ibu... Maafkan aku,
Jika aku tak sempat membahagiakanmu.
Kehilanganmu adalah suatu
masalah besar."
Kelvin berdiri dan meninggalkan
Rumah kedu orang tuanya.
Saat dia menoleh kesamping.
DORR!!!!
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung....