
Sabtu 11 Maret 2023
06.45
Di temukan sebuah mayat seorang
murid bernama James Alegron.
Dia di temukan dengan keadaan
sudah menjadi mayat. dengan
kepala yang berada di atas
keyboard dan tangan memegang
chiki citos dan mengenaskannya
semua gigi James Alegron hilang.
tempat itu di batasi oleh kepolisian,
banyak polisi di sana yang sedang
menyelidiki kematian James.
tentu saja ini bukanlah penyakit
atau bunuh diri menurut, para
polisi ini adalah tindakan balas
dendam atau pembalasan.
dan mencurigakannya di punggung
mayat James ditempelkan
kertas yang bertulis Belphegor.
tentu ini menjadi teka - teki bagi
para polisi. Tidak jauh dari TKP
Kelvin berada ditempat itu hanya
diam dan dengan wajah datar dan
tangan di masukkan ke dalam
saku celana.
pria itu berjalan pergi dan satu di
antara polisi tersebut melihat
Kelvin sekilas. Kelvin berjalan dengan
santai dia tidak merasa terkejut
dengan kematian James.
Hati nurani yang hilang terkadang
tidak akan bisa memiliki rasa
peduli, karena diri ini sudah acuh
tak acuh tak memiliki arah lagi
orang yang kuat dan memiliki
kehidupan yang cerah, mungkin
dia masih memiliki rasa sedih
tentang apa yang dialami orang.
Tapi terkadang hati nurani yang
kita punya hilang dengan perlahan.
pernah kah kau merasakannya?
itulah yang aku rasakan saat ini.
bukankah aku sangat buruk atau
aku sangat licik?
Setelah sampai di sekolah
semua murid membicarakan tentang
kematian James. dan di tempelnya
berita tentang kematian James.
Dan setelah aku datang mata
mereka menuju padaku. tapi aku
tidak memperdulikan itu dan berjalan
santai menuju kelas.
aku tidak ingin membuat keributan.
dan aku malas untuk menjawab
sebuah pertanyaan.
aku benci pertanyaan dan aku
benci kenyataan!
Mungkin bukan aku saja tapi
itu adalah sesuatu yang sangat
aku benci. Tiba tiba dua teman
James datang ke kelas Kelvin
dan menghampiri kelvin.
__ADS_1
"Apa kau yang membunuh James?"
"Aku tidak akan penjadi
pembunuh di usia yang muda ini"
jawab Kelvin dengan santai.
"Lalu siapa jika bukan dirimu?"
"Kau pikir musuhnya hanya aku,
dan bukankah seharusnya kalian
senang? sekarang dia sudah tidak
ada. kalian bisa hidup dengan
leluasa"
"Kita bukan orang seperti itu!!"
mereka menekankan kalimat itu
dengan wajah marah.
"Baguslah jika kalian masih
memiliki rasa persahabatan"
"Ayo pergi! tidak berguna bertanya
dengan orang seperti dia"
setelah mengatakan itu mereka
pergi.
Entah apa yang di sembunyikan
olehnya. Apakah dia pembunuhnya
atau bukan, tapi ini mencurigakan.
"Jadi siapa yang membunuh James?"
"Aku tidak tahu, ayo kita selidiki.
kita tidak bisa diam saja ketika
teman kita di lukai bahkan sampai
ia kehilangan nyawanya"
"Bagaimana dengan itu?"
"Ayo kita selidiki lokasi kematiannya
dulu"
tanpa mereka sangka ada seseorang
berjubah putih yang mendengar
perkataan mereka dan wajahnya
dia pergi begitu saja dengan
kecepatan yang mustahil
manusia dapat melakukannya.
apakah dia manusia atau mahluk
halus.
🍂
🍂
🍂
🍂
Angin di atap sekolah sangat
kencang menghempaskan
rambut pria tampan itu.
Ya tentu saja itu Kelvin dia pergi
ke atap untuk menenangkan
diri. menurutnya inilah tempat
yang paling tenang di sekolah
ini. Dengan angin yang sejuk
dan keadaan yang senyi itu adalah
suatu ketenangan.
Dia memejankan matanya
dan dengan lirih berkata.
"Dinda...." kata yang keluar
dari mulutnya sangat lembut dan
suara itu benar benar indah
dan merdu walau hanya satu kata.
Dia membuka matanya perlahan
"Semuanya akan berakhir
sebentar lagi, tidak akan lebih
dari setahun. Aku harap dia
terus membantuku dan memberiku
__ADS_1
petunjuk yang benar."
ketika aku dewasa aku merasa
dunia itu sangatlah melelahkan.
terkadang aku bertanya untuk apa
aku hidup tapi aku berhasil
menemukannya. dan ketika semua
sudah ada jawabannya aku tidak
pernah bertanya lagi tentang itu.
"Hey kau tahu kau sudah menjadi
tersangka atas kematian James.
semua murid menuduhmu"
tiba tiba Anna datang dan
dia berkata secara langsung.
"Lalu apakah aku peduli dengan itu?"
Dia berkata dengan dingin tanpa
menoleh kepada Anna yang berada di belakangnya.
"Tentu saja kau harus peduli
dengan itu, kau tahu hanya dengan
berita tersebut kamu bisa
menconteng nama baikmu"
"Lalu apakah aku peduli?"
Dia berkata untuk kedua kalinya.
ketika Anna melangkah dengan
cepat Kelvin menghentikannya.
"Stop! jangan mendekat, tetaplah
diam. jika kau ingin bicara, bicaralah
disana jika tidak, pergilah."
"Haaissy susah sekali berurusan
dengan orang sepertimu"
Anna kesal dan pergi. dia sudah
berniat baik untuk menceramahi
Kelvin tapi dia sebaliknya hanya
tidak peduli terhadap dirinya.
karena itu dengan kesal Anna pergi.
Untuk apa aku peduli jika nama
baikku di coret. Tuhan tetap pada
prinsipnya dia tahu apa yang aku
lakukan.
mungkin kehidupanku sudah
sangat hancur. hingga aku tidak
perduli dengan apa yang akan
terjadi padaku. yang aku tunggu
hanyalah kematian yang akan
membuatku tenang, sepertinya.
semoga saja seperti itu.
manusia sibuk dengan bagaimana
dia bahagia di dunia ini. sementara
aku sibuk dengan bagaimana aku
bahagia nanti. aku percaya bahwa
bahwa kematian bukanlah akhir
dari dunia ini. mungkin ada syurga
tapi kenapa hanya syurga bagaimana
dengan orang jahat di luar sana.
Apakah ketika mereka sudah
melakukan kejahatan dia akan
bahagia di syurga? tentu ada
tempat lain yaitu tempat pembalasan.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung.....