
Anak-anak muda, bersama dengan Bu RT, melihat bahwa penggunaan jendela sebagai portal waktu mereka membawa mereka ke masa yang jauh berbeda dari yang mereka harapkan. Mereka tiba-tiba mendapati diri mereka di tengah hutan yang tebal dengan pepohonan tinggi dan vegetasi yang liar. Semilir angin membawa aroma segar dari dedaunan dan tanah basah. Langit biru cerah di atas mereka terbuka luas, dan matahari bersinar terang.
Di tengah-tengah alam yang indah ini, mereka merasa bingung dan takut. Mereka telah melakukan perjalanan ke masa Majapahit yang penuh sejarah. Sementara itu, Bu RT tetap tenang dan berbicara dengan penuh keyakinan, "Kita berada di masa Majapahit, salah satu kerajaan terbesar dalam sejarah Indonesia."
Anak-anak muda memandangi sekeliling mereka dengan penuh kagum. Mereka mendengar bunyi gemuruh air dari jauh dan segera melihat sebuah sungai yang mengalir dengan indah di tengah hutan tersebut. Mereka mendekati sungai dan melihat sekelompok orang sedang mencuci pakaian dan memunguti air di tepi sungai.
"Kita harus mencari tahu di mana kita berada dan bagaimana cara kembali ke masa sekarang," kata salah satu anak muda dengan wajah penuh kekhawatiran.
Bu RT mengangguk, "Kita harus mencari seseorang yang tahu tentang kekuatan jendela ini dan dapat membantu kita. Ayo, mari kita pergi menuju desa terdekat."
Mereka berjalan menyusuri tepi sungai dan masuk ke dalam hutan yang semakin tebal. Suara hewan-hewan hutan dan gemerisik daun-daun yang kering mengiringi langkah-langkah mereka. Setelah beberapa waktu, mereka akhirnya tiba di sebuah desa kecil yang terdiri dari rumah-rumah bambu tradisional.
Di tengah desa, mereka melihat seorang pria yang duduk di bawah pohon besar. Pria itu berpakaian sederhana dengan sorban di kepalanya. Matanya tajam dan pandangannya dalam pemikiran yang mendalam. Ia adalah Patih Gajah Mada, tokoh yang sangat terkenal dalam sejarah Majapahit.
Patih Gajah Mada tampak terkejut melihat kedatangan mereka. "Siapa kalian? Dari mana kalian berasal?" tanyanya dengan tegas.
Bu RT menjawab dengan lembut, "Kami adalah wisatawan dari masa yang berbeda, Tuan. Kami tersesat dan membutuhkan bantuan Anda."
Patih Gajah Mada terdiam sejenak, lalu tersenyum. "Tidak ada yang seperti kalian yang pernah saya temui sebelumnya. Mari, ceritakan lebih lanjut tentang diri kalian."
Anak-anak muda dan Bu RT menceritakan tentang jendela ajaib yang membawa mereka ke masa lalu. Mereka menjelaskan bahwa mereka tidak sengaja sampai di masa Majapahit.
__ADS_1
Patih Gajah Mada mendengarkan dengan cermat. "Ini adalah misteri yang sangat besar. Bagaimana saya bisa membantu kalian?"
Bu RT menjelaskan bahwa mereka perlu menemukan cara kembali ke masa sekarang. Patih Gajah Mada merenung sejenak, lalu berkata, "Saya memiliki teman yang memiliki pengetahuan tentang hal-hal gaib. Dia mungkin dapat membantu kalian. Ayo, ikuti saya."
Mereka mengikuti Patih Gajah Mada melalui hutan yang semakin lebat menuju sebuah tempat tersembunyi yang disebut "Hutan Larangan." Di tengah hutan tersebut, mereka tiba di sebuah tempat yang penuh dengan patung-patung dan artefak-arteafak kuno.
Segera, mereka diperkenalkan kepada seorang dukun yang bijaksana dan berpakaian serba putih. Dukun tersebut mendengarkan cerita mereka dan menggelengkan kepala, "Ini adalah tugas yang sangat berat. Tapi jika kalian benar-benar ingin kembali ke masa kalian, kalian harus melewati ujian-ujian yang berat."
Anak-anak muda dan Bu RT setuju untuk menjalani ujian-ujian tersebut tanpa ragu. Dukun tersebut menginstruksikan mereka untuk mencari bahan-bahan khusus yang diperlukan untuk ritual yang akan membawa mereka kembali ke masa sekarang. Mereka diberikan petunjuk yang rinci tentang di mana mencari bahan-bahan tersebut.
Mereka memulai pencarian mereka di hutan yang penuh dengan rintangan. Mereka menghadapi berbagai macam hewan-hewan buas dan mengatasi tantangan yang tak terduga. Namun, mereka menunjukkan ketabahan dan tekad yang kuat.
Tiba-tiba, sekelompok prajurit Majapahit datang ke tempat tersebut, dipimpin oleh seorang komandan yang tegas. Mereka memerintahkan anak-anak muda dan Bu RT untuk menyerahkan diri.
Kejutan ini membuat mereka terkejut dan bingung. Apakah mereka akan ditahan oleh prajurit Majapahit atau apakah mereka akan berhasil melanjutkan ritual mereka untuk kembali ke masa sekarang?
Komandan prajurit tersebut, yang dikenal sebagai Ki Jaya, adalah sosok yang berwibawa dan tegas. Ia mendekati mereka dengan tegas sambil menatap mereka dengan tatapan tajam. "Siapa kalian dan apa yang kalian lakukan di sini?" tanyanya dengan suara yang meyakinkan.
Bu RT menjawab dengan lembut, "Kami adalah wisatawan dari masa yang berbeda, Tuan. Kami tidak sengaja sampai di sini dan membutuhkan bantuan untuk kembali ke masa kami."
Ki Jaya dan prajurit-prajuritnya menatap mereka dengan heran. Mereka tidak pernah menghadapi situasi seperti ini sebelumnya. Ki Jaya kemudian berkata, "Ceritakan lebih lanjut tentang asal muasal kalian."
__ADS_1
Anak-anak muda dan Bu RT menceritakan kembali kisah mereka tentang jendela ajaib dan perjalanan mereka ke masa lalu. Mereka menjelaskan tentang pencarian bahan-bahan untuk ritual yang akan membawa mereka kembali ke masa sekarang.
Ki Jaya mendengarkan dengan penuh perhatian, lalu tersenyum. "Kalian berani dan kuat. Saya tidak tahu apakah saya harus percaya dengan cerita kalian, tetapi saya akan memberi kalian kesempatan untuk membuktikan niat baik kalian."
Mereka diizinkan untuk melanjutkan ritual mereka, dengan pengawasan ketat dari prajurit-prajurit Majapahit. Dukun memimpin ritual dengan hati-hati, mengikuti instruksi yang diberikan dalam petunjuk. Ritual tersebut membutuhkan kekhusukan dan konsentrasi yang tinggi dari mereka semua.
Namun, ketika ritual mencapai puncaknya, sesuatu yang tak terduga terjadi. Sebuah badai besar tiba-tiba melanda hutan dengan hujan lebat, petir, dan angin kencang. Anak-anak muda dan Bu RT terhuyung-huyung dalam upaya mereka untuk menjaga ritual tetap berjalan.
Tiba-tiba, jendela ajaib yang mereka gunakan untuk perjalanan waktu mulai bersinar terang dan mengeluarkan energi yang sangat kuat. Badai semakin intens, dan mereka merasa seperti terhisap ke dalam pusaran energi yang misterius.
Saat mereka berada dalam pusaran energi tersebut, mereka melihat kilatan cahaya dan merasakan sensasi aneh. Semua terasa seperti terputus dari waktu dan ruang. Pada saat yang sama, mereka merasakan perubahan dalam tubuh dan pikiran mereka.
Ketika mereka akhirnya "mendarat" lagi, mereka tersadar bahwa mereka telah kembali ke masa mereka sendiri. Mereka berada kembali di Kampung Halaman mereka, di depan rumah Bu RT.
Mereka merasa lega dan bersyukur telah berhasil kembali ke masa sekarang. Namun, mereka juga merasa penasaran tentang apa yang telah mereka alami dan tentang konsekuensi dari perjalanan waktu mereka.
Bu RT tersenyum kepada mereka, "Kalian telah menjalani petualangan yang luar biasa. Sekarang, kita harus memikirkan tentang bagaimana cara menyimpan jendela ini dengan aman, agar tidak jatuh ke tangan yang salah."
Mereka semua setuju dan merasa lebih bijaksana setelah pengalaman yang mereka alami. Mereka tahu bahwa kekuatan jendela harus dijaga dengan hati-hati dan hanya digunakan dengan bijak.
Dalam perjalanan mereka pulang ke rumah Bu RT, anak-anak muda merenungkan pengalaman mereka dan bagaimana hal itu telah mengubah cara mereka memandang kekuatan, rasa ingin tahu, dan konsekuensi dari tindakan mereka. Mereka tahu bahwa meskipun petualangan itu berakhir, pelajaran dari masa lalu akan selalu membimbing mereka di masa depan.
__ADS_1