MISTERI DUA BABAK

MISTERI DUA BABAK
Bagian Tujuh


__ADS_3

“Nak Aryo, apapun yang terjadi tetaplah di dalam” Pesan Bu Nor kepadaku.


Bu Nor membuka pintu lalu perlahan menutup pintu itu.


Aku bergegas berdiri, lalu mengendap-endap mengintip dari celah rumah.


Terlihat Limah dan beberapa orang bunian lainnnya sudah berada di luar rumah.


Mereka melayang-layang beberapa jengkal dari tanah ke kiri dan kanan ketika Bu Nor sampai kepada mereka.


Aku hanya bisa mengintip dengan kembali di lingkupi rasa cemas. Aku mulai ketakutan.


Di luar aku lihat Bu Nor seperti sedang menjelaskan sesuatu kepada Limah dan beberapa orang bunian lainnya.


Aku tak terlalu mendengar apa yang di bicarakan mereka. Tapi yang aku tau dari sosok wajah Limah yang pucat dan memanjang itu, sepertinya dia sangat marah.


Suara-suara erangan, kikikan, bercampur dengan suara lainnya semakin lama semakin riuh dan mencekam.


Dari yang awalnya hanya ada beberapa orang bunian, kini ku lihat makhluk-makhluk itu bertambah banyak berdatangan dari rimbunan pohon kakao.


Puluhan jumlahnya, mengelilingi Limah dan Bu Nor yang mungkin sedang bersitegang.


Makhluk-makhluk itu sepertinya hanya menonton sambil berayun-ayun di dahan-dahan pohon kakao atau kelapa yang ada di depan rumah Bu Nor.


Aku mulai panik dan di liputi rasa takut yang teramat sangat ketika ku lihat Limah mendorong Bu Nor hingga terjatuh.


Keringat dingin mulai membasahi kepala dan badanku. Aku benar-benar ketakutan saat itu.


Mendadak aku teringat kata Bu Nor tentang perkampungan manusia yang tak jauh dari tempat ini.


Hanya di sebrang perkebunan kelapa.


"Mungkin ini adalah kesempatanku" Fikirku kemudian.


Nekat, perlahan aku memasukkan notebook dan perekam suaraku ke dalam tas lalu membawanya bersamaku.


Aku berniat meninggalkan rumah Bu Nor dan kabur menuju perkampungan yang ada di sebrang perkebunan kelapa. Aku yakin tempatnya tak jauh.


Dengan mengendap aku menyelinap keluar dari pintu belakang, kemudian berjalan berjingkat menuju ke balik-balik pohon dalam kegelapan.


Aku berhenti sejenak melihat ke arah depan rumah. Semuanya masih di sana dengan suara riuh berkikik-kikik.


Setelah merasa agak jauh, dengan cepat aku berlari menembus kegelapan malam melintasi beberapa pepohonan kakao.


Sekarang aku telah tiba di perkebunan kelapa yang di maksud Bu Nor. Aku kembali berlari secepat yang ku bisa demi mencapai perkampungan yang aku yakin ada di depanku sebelum Limah dan orang bunian lainnya menyadari ketidak beradaanku di rumah Bu Nor.

__ADS_1


Aku terus berlari tanpa menghiraukan apapun. Samar-samar aku melihat cahaya di seberang sana.


"Aku sudah dekat" Begitu fikirku.


Tapi ketika aku telah berlari melintasi separuh perkebunan kelapa ini, ada yang aneh menurutku.


Suara-suara riuh kikikan yang tadi ada di depan rumah Bu Nor, aku dengar semakin lama terasa semakin mendekat.


Suaranya semakin terdengar jelas dan keras.


BRUUGGGGGG


Aku terjatuh karena kakiku seperti terlilit sesuatu.


Aku terkejut ketika aku membalikkan badan. Limah sudah ada di atasku. Kakinya menjulur melilit kakiku.


“Mau kemana? Ikut aku, kita pulang Bang, ih ... ih ... ihh.........” Begitu kata Limah.


Aku begitu ketakutan hingga menangis memohon.


“Jangan Limah, ampuni aku, tolong...”


“Sekarang kau sudah sah menjadi milikku, kau sudah bukan tamunya nenek lagi, ih ... ih ... ihh…...” Setiap mendengar Limah tertawa cekikikan seperti itu, hatiku semakin di landa ketakutan.


Suara riuh berkikikan sekarang mengelilingi kami. Makhluk-makhluk itu hanya melihat kami saja sambil berkikik-kikik kesana-kemari ketika aku di rundung Limah.


“Ampuni aku Limah ... ampuunnn.....” Aku menangis dengan keras. Tubuhku gemetaran hebat.


“Kita pulang Bang, ikut Limah ke rumah, kita bisa melakukan persetubuhan lagi semau kita, ih ... ih ... ihh....…”


Limah menarik paksa tubuhku dengan kakinya.


“Jangan Limah ... jangann ... toloooongg…..” Aku berteriak sambil meraih tas berisi notebook dan alat perekam dan melemparnya ke arah Limah. Lemparanku mengenainya, akan tetapi sepertinya tas itu berlalu melewati tubuh Limah begitu saja.


Tubuhku sekarang terangkat ke atas, dengan kaki Limah yang melilit sekujur tubuhku, Limah akan membawaku entah kemana.


Aku berulang kali berteriak, akan tetapi sepertinya tak ada yang datang untuk menolongku.


“TOLOOONGGG….”


Teriakanku semakin melemah.


Sekarang aku pasrah melayang di atas ilalang di bawah bayangan Limah yang terus saja memandangiku sambil menyeringai. Suara kikikan-kikikan riuh mengiringi.


Semuanya semakin gelap, benar-benar gelap.

__ADS_1


………………………..


Alam kembali lengang, suara-suara serangga dan burung malam kembali memperdengarkan kidung sunyinya ketika Aryo telah di bawa oleh makhluk-makhluk itu menuju ke dunia yang tak terpetakan oleh manusia.


Malam itu Aryo telah membuktikan kebenaran dari cerita Hartono.


………………………..


“Oke gaes, kita sudah lakukan penjelajahan, sepertinya ... seperti biasa kita kembali gagal tak menemukan penampakan apapun, tetap ikuti chanel saya Hartono Boy dan jangan lupa like, komen dan subscribe”


Seorang laki-laki youtuber bernama Hartono baru saja melakukan perekaman untuk konten youtubenya.


Setelah Hartono mematikan kameranya, dia kemudian duduk beristirahat sambil meneguk air mineral yang dia keluarkan dari dalam tasnya.


Mendadak matanya melihat sebuah tas yang tergeletak begitu saja di semak-semak.


Dia bangkit kemudian berjalan ke arah tas itu lalu meraihnya.


Dia melihat kesekeliling, tak ada siapapun di sekitarnya.


Dia membuka tas tersebut, sebuah notebook dan sebuah alat perekam berada di dalamnya.


Hartono kemudian mencoba menghidupkan notebook tersebut, tapi sepertinya telah kehilangan daya.


Kemudian dia mencoba menghidupkan alat perekam suara. Masih hidup.


Di sana terdengar rekaman suara seorang laki-laki. Dia mempercepatnya, ada juga rekaman suara seorang perempuan.


Bergegas Hartono membawa notebook dan alat perekam suara itu pulang bersamanya.


Sesampainya di rumah, setelah mengisi daya notebook itu, dengan rasa penasaran dia mulai membuka semua file yang ada di dalam notebook tersebut.


Penasarannya semakin bertambah setelah dia membuka sebuah jurnal.


Catatan seseorang tentang perjalanannya mencari sebuah kampung yang menurut pria itu misterius dan berhantu.


Hartono merasa ini adalah cerita yang fantastis. Dia merasa cerita ini akan bisa menaikkan ratting kontennya.


Maka mulailah Hartono mengedit dan merapikan tulisan tersebut sehingga menjadi satu cerita yang utuh.


Di wall akun facebook “Hartono_Boy” dan juga instagram serta akun twitter miliknya, Hartono mulai membagikan cerita tersebut.


Sesuai harapan Hartono, kurang dari dua jam, cerita dari akun Hartono Boy telah di bagikan lebih dari dua ribu kali.


Dua minggu kemudian cerita Hartono benar-benar viral di seluruh jagad sosal media, bahkan di bahas pula di salah satu stasiun tv swasta dengan menghadirkan dua orang paranormal yang cukup terkenal sebagai narasumber.

__ADS_1


Hartono benar-benar berterima kasih kepada siapapun yang telah membuat cerita itu.


\= SELESAI BABAK SATU \=


__ADS_2