
...****************...
Bayu mencium aroma sabun, perlahan Ia membuka. Ia merasa heran melihat sang Istri sudah berpakaian rapi dan tersenyum manis ke arahnya. Bayu mengucek matanya karena mengira penglihatannya salah, maklum penglihatan bangun tidur.
" Mawar !?"
" Iya, memangnya Mas kira aku siapa, kok sampai kaget gitu. Memang ada wanita lain yang berani masuk ke kamar ini pagi- pagi begini. "
Bayu yang masih seperti orang linglung perlahan menggeleng.
" Bukan begitu Mawar, hanya saja tidak biasanya kamu pagi- pagi begini sudah rapi. Kamu kesambet apa, biasanya juga jam segini kamu masih ada di bawah selimut, jangankan untuk mandi, gerak pun ogah. " Ucap Bayu.
Mawar melirik jam di pergelangan tangannya, Ia langsung meminta suaminya agar segera bangkit dari tempat tidurnya.
" Mas, ayo bangun, ini sudah siang. Mas harus segera siap- siap, sebelum kita terlambat. "
Lagi-lagi Bayu mengerutkan keningnya, pagi ini banyak hal aneh yang di lakukan istrinya.
" Ini masih pagi, bahkan bukannya pagi tapi masih subuh. Memangnya kita mau kemana sih. "
Bayu dengan malas- malasan mencoba untuk bangun.
" Buruan Mas, kita harus segera ke rumah sakit. Mumpung pagi jadi nggak ngantri lama." Jawab Mawar sambil menarik tangan Bayu menuju ke kamar mandi.
Bayu menurut karena tangannya di tarik dengan kuat oleh sang istri.
" Rumah sakit ! ngapain kita kesana, memangnya siapa yang sakit. ? " Tanya Bayu sambil mengikuti langkah kaki Istrinya.
" Tidak ada yang sakit Mas, kita ke rumah sakit untuk memeriksakan kandungan ku. Bukankah kita sudah melakukan nya semalam dan itu berapa kali ya, aku sampai lupa menghitungnya berapa kali. Mas, aku yakin pasti sekarang aku sudah hamil. "
Bayu menepis tangan Mawar, Ia benar-benar bingung dengan apa yang di katakan Istrinya. Meskipun dia seorang laki-laki dan minim mengenai masalah kedokteran tapi sangat tidak mungkin seorang wanita hamil hanya dalam waktu setengah malam saja.
" Mawar, kamu jangan ngadi- ngadi. Hamil itu butuh waktu, nggak langsung instan, sekali pakai langsung jadi. "
Bayu bingung bagaimana caranya menjelaskan pada Istrinya mengenai hal itu.
__ADS_1
" Sudahlah Mas, Mas tidak perlu banyak bicara. Pokoknya sekarang Mas harus mandi dan kita berangkat secepatnya. "
Bayu masuk ke kamar mandi setelah di dorong oleh Istrinya, dalam keadaan bingung Ia memilih menuruti semua yang di inginkan sang Istri.
Di depan pintu Mawar sudah tidak sabar menunggu Bayu menyelesaikan rutinitas mandinya, berulang kali Mawar mengetuk pintu agar Bayu segera keluar.
" Lama amat sih mandinya, ayo cepat. Jangan kaya keong. "
Mawar mengambilkan pakaian yang akan di kenakan oleh suaminya.
" Ayo cepat pakai ini dan buruan keluar, aku tunggu di depan. Ingat, jangan pakai lama. "
Mawar melenggang keluar meninggalkan Bayu yang benar-benar di landa kebingungan, Ia geleng-geleng kepala di sertai tarikan nafas panjang.
Tidak lama kemudian Bayu pun keluar, Bu Ayu menatap heran pada kehadiran Mawar di ruang tengah. Yang membuat heran itu adalah penampilan Mawar yang sudah nampak rapi, biasanya juga nggak pernah seperti itu. Kalaupun bangun pasti menantunya itu langsung ke meja makan untuk mencari sarapan.
" Ah sayang, kalian berdua sudah rapi. Mau ada acara di luar ya. " Tanya Bu Ayu ketika melihat Bayu juga sudah keluar dengan pakaian rapi.
" I, Iya Bunda. " Jawab Bayu.
" Wah baguslah kalau begitu, ah iya nih sayang. Mumpung sarapan sudah siap, bagaimana kalau kita sarapan sama-sama dulu sebelum berangkat, lumayan biar perut nggak kosong. "
Bayu mengangguk, Ia ingin ikut sarapan namun Mawar langsung menolak ajakan Ibu mertua nya itu.
" Ah tidak usah Bunda, Mawar dan Mas Bayu akan sarapan di luar saja. Kita sekarang sedang buru- buru, pamit ya Bunda kita berangkat dulu. "
Mawar mencium punggung tangan Ibu mertuanya begitu juga dengan Bayu, Ia berpamitan sebelum meninggalkan kediamannya.
Sepanjang jalan Mawar senyam- senyum, Ia begitu bahagia karena merasa akan menang dari Gibran dan Istrinya. Membayangkan akan punya warisan yang banyak membuatnya bahagia tak terkira.
Setelah mendaftar Bayu dan juga Mawar di minta masuk ke dalam sebuah ruangan, mereka mengangguk dan duduk di depan seorang Dokter wanita yang tersenyum ramah pada mereka berdua.
" Bu Mawar dan Pak Bayu ! " Tanya Dokter melihat nama yang tertera di kertas yang Ia pegang.
" Iya Bu. " Jawab Mawar.
Dokter mengangguk pelan dan tersenyum ramah.
__ADS_1
" Baik, ada keluhan apa. " Tanya Dokter itu lagi.
Mawar nampak bingung, Ia tidak merasa kalau ada keluhan sama sekali.
" Saya tidak ada keluhan apa- apa Dokter, saya kemari hanya ingin memeriksakan kandungan saya. Memangnya kalau kemari harus ada keluhan ya Dok. "
Lagi dan lagi Dokter tersenyum, apalagi mendengar pertanyaan pasien yang agak sedikit lucu menurutnya.
" Ah bukan begitu Bu, baiklah. Berarti Ibu kemari untuk memeriksakan kandungan Ibu, kalau boleh tau kapan terakhir Ibu berhalangan atau apa sudah pernah di periksa sebelum nya berapa bulan. "
Mawar bingung bagaimana menjawab pertanyaan Dokter.
" Ah maaf Dok, Istri saya sebenarnya belum..... maksudnya....
" Ah iya Bu, saya kemari untuk memeriksa apakah saya hamil atau tidak. Soalnya semalam kami melakukan nya beberapa kali, saya sangat yakin kalau saya saat ini sudah hamil. "
Mawar menatap ke arah suaminya dan juga Dokter secara bergantian. Berbeda dengan Mawar, Bayu justru menahan malu karena Istrinya mengatakan apa yang seharusnya tidak perlu di ketahuilah oleh orang lain. Apalagi ketika melihat Dokter tersenyum seolah menahan tawa.
" Oh baiklah kalau begitu Bu, mari kita periksa dulu ya. "
Dokter meminta Mawar untuk berbaring di atas ranjang rumah sakit dan mulai memeriksanya, mengoleskan gel khusus. Beliau berusaha fokus sebelum akhirnya meminta Mawar untuk bangun kembali.
" Bagaimana Dok, saya hamil kan. " Tanya Mawar penuh harap.
Dokter kembali tersenyum sebelum mengatakan hasil dari pemeriksaan nya barusan.
" Hasilnya negatif, Ibu masih belum hamil untuk saat ini. Ibu harus bersabar dan berusaha lebih giat lagi, makan makanan sehat, terapkan pola hidup sehat agar secepatnya bisa hamil ya Bu. "
Bayu mengangguk, sejak awal Ia memang sudah tau kalau hasilnya akan negatif, namun karena permintaan sang Istri akhirnya Ia menurut saja.
" Tidak mungkin Bu, Ibu pasti salah. Coba periksa lagi, atau pake apa gitu Bu. Saya yakin kalau saya sudah hamil, itu karena saya melakukan nya semalam dengan maksimal. " Protes Mawar.
Bayu mencoba memberi pengertian agar Istrinya diam dan bersedia pulang bersamanya, Ia benar-benar merasa malu dengan kekonyolan istrinya.
" Begini Bu, untuk hamil itu butuh proses. Dari pertemuan antara suami istri seperti yang Ibu sudah lakukan, setelah itu masih banyak tahapannya sehingga menjadi janin Bu. Mungkin Ibu bisa datang satu bulan dari sekarang, sebelum itu Ibu bisa menerapkan gaya hidup sehat dan juga melakukannya lebih sering bersama Pak Bayu. "
Bayu mangut- manggut, rasanya Ia ingin menghilang dari hadapan Dokter itu karena menahan rasa malu yang teramat sangat. Dengan perasaan kecewa akhirnya Mawar menuruti permintaan suaminya agar meninggalkan rumah sakit.
__ADS_1
...****************...