Mitos Kembang Mayang

Mitos Kembang Mayang
Bab 11 Kekonyolan Mawar 2


__ADS_3

...----------------...


Mawar melangkah dengan cepat sehingga


membuat Bayu harus sedikit ikut berlari mengejar langkah kaki istrinya itu.


Mawar langsung masuk kedalam mobil dengan wajah cemberut, Bayu kemudian mengemudikan mobilnya meninggalkan parkiran rumah sakit.


      " Ini semua pasti karena salah mu, iyakan Mas. Pasti kamu yang bermasalah dan tidak subur makanya aku tidak langsung hamil saat ini. " Mawar yang masih kecewa langsung menyalahkan suaminya atas hasil pemeriksaan nya hari ini.


Bayu menghela nafas, Ia menatap istrinya sekilas. Mungkin diam lebih baik daripada harus menjelaskan sesuatu yang justru membuatnya tambah pusing.


       " Antarkan aku ke tempat Mama sekarang. "


" Ngapain ke tempat Mama, aku ada kerjaan pagi ini....



" Baiklah, berhenti disini saja Mas. Turunkan aku, aku bisa pergi sendiri. "


Mawar sedikit berteriak meminta Bayu untuk berhenti, terpaksa Bayu pun memutuskan mengantarkan sang Istri pergi menemui orang tuanya.


      " Oke, oke baiklah. Duduk yang benar, kita akan ke rumah Mama sekarang. "


Mawar memandang keluar, dalam pikiran nya bermunculan banyak hal dan semua tentu berkaitan dengan harta warisan yang harus dia peroleh kalau berhasil memberikan cucu pertama untuk mertuanya.


Mawar buru- buru keluar dan melangkah masuk kedalam rumah orang tuanya. Bayu menatap Istrinya dengan helaan nafas.


       " Eh Pak Bayu, mari masuk Pak. "


Bayu tersenyum pada satpam rumah yang menyapanya.


        " Ah terima kasih Pak, tapi aku langsung balik saja soalnya masih ada pekerjaan. Mari Pak. "


Di dalam rumah


Mawar duduk di sofa dengan wajah cemberut, dari dalam kebetulan Ibunya keluar dan melihat Putrinya sudah ada di ruang tengah. Dania menatap kesegala arah mencari seseorang namun tidak menemukan siapapun.

__ADS_1


        " Nak, sejak kapan kamu disini. Bayu mana, kok Mama nggak lihat dia. "


Mawar semakin cemberut, karena memang setiap kali bertemu Ibunya yang di tanyakan pasti suaminya.


      " Sudahlah Ma, Mama kenapa sih. Setiap kali ketemu yang di tanyakan pasti Mas Bayu, sebenarnya anak Mama itu siapa sih, Mawar atau Mas Bayu. "


Dania menatap wajah kesal Putrinya dan mulai berpikir macam- macam.


       " Apa maksudmu Nak, jelas saja anak Mama itu kamu. Mama kan hanya menanyakan dia karena bagaimana pun juga dia itu adalah suami kamu. "


Mawar mendengus kesal, kepalanya rasanya ingin pecah mendengar nama suaminya di sebut.


" Ma, cukup. Saat ini aku sedang tidak ingin membicarakan tentangnya. "


Dania semakin yakin kalau hubungan anak dan menantunya saat ini sedang bermasalah.


" Apa kalian bertengkar, sudahlah Nak, masalah dalam rumah tangga itu mah biasa. Jangan dikit-dikit kabur begini, Mama nggak setuju kamu punya sifat kekanak-kanakan seperti ini. " Ucap Dania.


Giliran Mawar yang menatap tak percaya dengan apa yang baru saja di katakan Ibunya, bisa-bisanya Ibunya malah membela orang lain bahkan sebelum mendengar duduk permasalahannya.


      " Mama, cukup..... !! Sekarang Mama benar-benar membuktikan kalau aku bukan anak Mama, lebih baik aku pergi saja. Kemari juga tidak di harapkan. "


       " Bukan begitu sayang, jelas kamu adalah anak Mama, kesayangan Mama, soal itu apa kamu masih meragukannya juga. "


Dania menghampiri anaknya, mengelus tangan Mawar. Ia tau kalau saat ini mood Putrinya sedang buruk.


" Maafkan Mama Nak, ayo kita duduk dulu. Coba ceritakan sama Mama ada masalah apa, kenapa kamu sampai marah- marah seperti ini. " Dania mencoba bertanya dengan lembut pada Mawar.



" Ma, Bunda Ayu ingin membagikan warisan keluarga Wijaya. "


Mendengar kata warisan terlontar dari mulut Mawar, Dania langsung tersenyum bahagia.


" Ya bagus dong, bukankah itu kabar baik. Kamu juga akan mendapatkan warisannya sebagai menantu keluarga Wijaya kan. "


Mawar lagi-lagi menghela nafas, masih dengan wajah cemberut.

__ADS_1


" Ada apa ini. Nak, kamu datang nggak kasih kabar dulu. "


Dari dalam muncul Pak Darma Ayah dari Mawar.


" Ini loh Pak, besan kita ingin membagikan harta warisan pada anak-anak nya. Bukankah itu hal yang bagus, tapi anehnya Mawar malah seperti tidak senang. "Ucap Dania.


Pak Darma menatap anak semata wayangnya menanti penjelasan darinya.


" Seharusnya sih senang Ma, Pa. Tapi masalahnya untuk mendapatkan warisan itu Mawat harus bisa secepatnya memberikan cucu pada Bunda Ayu. Kalau sampai Mawar tidak bisa memberikan cucu buat Bunda berarti warisan itu tidak akan Mawar dan Mas Bayu dapatkan, apalagi kalau sampai wanita kampung itu yang hamil lebih dulu. Dia pasti akan semakin di sayang oleh Bunda, sedangkan aku, Mama bisa pikirkan bagaimana nasib Mawar selanjutnya. "


Dania dan juga Pak Darma saling pandang, jauh di dalam hati mereka juga sebenarnya menginginkan cucu.


" Ya sudah kalau begitu Nak, kenapa kamu tidak mencoba untuk menuruti keinginan mertua mu itu. Kalian bisa coba program hamil, konsultasikan ini pada Dokter handal, bagaimana caranya agar kamu bisa cepat hamil, benarkan Pa ?"


Pak Darma juga setuju dengan apa yang di katakan Istrinya.


" Justru itu masalahnya, Mas Bayu payah. Dia tidak bisa membuat ku hamil secepatnya. Ma, bagaimana kalau Papa saja yang buat Mawar hamil. Papa kan sudah bisa membuat Mama hamil dan keluarlah Mawar, mungkin saja Mas Bayu itu mandul sehingga Mawar tidak kunjung hamil juga. "


Dania dan juga Pak Darma sama-sama terkejut mendengar ucapan konyol Desy.


" Desy. .......!!! Jaga bicara mu Nak. " Bentak Dania.


Karena terkejut Dania langsung berkata dengan nada tinggi pada anaknya, hal yang tidak pernah Ia lakukan sebelum nya.


" Ma. " Pak Darma kembali terkejut mendengar suara menggelegar Istrinya.


Mawar juga mengalami hal yang sama, Ia terkejut mmendengar suara Ibunya yang menggema mengisi seluruh ruangan.


" Mama, kok Mama marah sih. Memangnya Mawar salah apa. " Tanya Mawar yang bingung melihat reaksi Ibunya.


Dania ingin bersuara tinggi lagi namun di tegur oleh sang suami, akhirnya Dania menghela nafas agar emosinya mereda.


" Mawar, jelas saja Mama marah. Papa mu itu adalah Ayah mu, Ayah yang harusnya menjaga kamu bukan untuk membuat mu hamil. "


Dania menghempaskan bokongnya dengan kasar di sofa, suasana menjadi mencekam. Ketiganya sama-sama diam untuk beberapa saat.


" Nak, maafkan Mama karena Mama berucap sedikit keras padamu, tapi satu yang kamu harus tau Nak. Untuk masalah hamil itu tidak bisa sembarangan orang, hanya seorang suami yang bisa membuat Istrinya hamil. Sama seperti kamu Nak, yang bisa hamilin kamu ya itu Nak Bayu. Jadi berhenti berfikir yang aneh- aneh, lebih baik kamu layani suami kamu dengan baik. Atur lah waktu yang tepat agar kalian bisa konsultasi pada Dokter bagaimana caranya agar kamu bisa hamil secepatnya, apa kamu mengerti maksud Mama. "

__ADS_1


Mawar mengangguk pelan, Dania tersenyum dan mengelus pundak anak kesayangan nya.


......................


__ADS_2