Mommy Cantiknya Tuan Muda

Mommy Cantiknya Tuan Muda
episode 24


__ADS_3

saat ini yasmin sedang di dalam mobil bersama dengan louise menuju mansion wijaya untuk mengantar yasmin pulang .


" sayang , kau yakin tak ada masalah ?" tanya louise yang melirik kekasihnya itu sedang melamun , louise yakin pasti yasmin menyembunyikan sesuatu dari nya .


" its oke baby .. aku baik baik saja ..


jika aku membutuhkan bantuanmu , aku akan memintanya padamu .


tapi untuk sekarang , aku yakin bisa menyelesaikannya " ucap yasmin lembut meyakinkan louise bahwa dia baik baik saja saat ini .


" baiklah .. tapi jika kau takbisa menyelesaikannya kau harus segera mencariku " ucap louise sambil menciumi tangan yasmin


yasmin pun mengangguk pelan sambil tersenyum kearah louise .


🍂🍂


pagi hari yang cerah ini yasmin sedang jogging di halaman mansionnya , dia menghirup udara segar untuk merilekskan pikirannya sesaat karna nanti siang yasmin harus bertempur dengan keluarga tirinya yang tak tahu malu itu .


" nona yasmin .. " panggil salah satu maidnya


yasmin menghentikan olahraganya , dan menatap kearah maidnya itu .


" ada apa ?" tanya yasmin


" ada telpon dari asisten nona .. " ucap maidnya


" baiklah .. " jawab yasmin bergegas masuk kedalam untuk menjawab telepon itu .


" halo .. " ucap yasmin


" ..... "


" bagaimana mungkin . . beraninya mereka memakai cek kosong milik grandpa ku !" teriak yasmin geram dengan tingkah keluarga tirinya itu


".... "


" baiklah , aku akan bersiap langsung ke bank . bilang pada pihak bank , jangan mencairkan apapun tanpa persetujuan dariku . kita langsung bertemu di bank !" ucap yasmin tegas langsung mematikan telpon itu ,dan bergegas masuk kamarnya untuk bersiap .


sesampai dikamar , yasmin langsung masuk ke toilet untuk berendam dengan aroma lavender kesukaannya . karna aroma itu bisa membuat pikirannya rileks sebentar .


tak butuh waktu lama yasmin sudah menyelesaikan rutinitas mandinya dan sekarang sedang memilih pakaian di walk in closet miliknya .


" tak akan kubiarkan kalian berbuat seenaknya lagi .. !" ucap yasmin geram mengingat apa yang sudah dilakukan oma tirinya hari ini .


tanpa sarapan terlebih dulu , yasmin langsung keluar dari mansion dan mengambil mobil bugati silver miliknya dan langsung menancap gas ke bank tempat dia dan asistennya lusi berjanjian .


kebetulan jalanan juga agak lenggang , dan sekarang yasmin sudah tiba di parkiran bank dan sudah di sambut oleh lusi .


" nona .. manager bank sudah menunggu kita dari tadi " ucap lusi .


" ayo .. " jawab yasmin sambil berjalan melewati lusi .


ceklek


suara pintu terbuka , yasmin dan lusi masuk keruangan manager bank .


" selamat pagi nona yasmin " ucap pegawai bank yang diketahui bernama erik itu


" selamat pagi juga pak erik " jawab yasmin


" silahkan duduk " ucap erik mempersilahkan tamunya duduk


yasmin dan lusi pun segera duduk di kursi , dan memulai pembicaraan mereka .

__ADS_1


" maaf pak erik , apa benar oma tiri saya ingin mencairkan sejumlah uang dengan cek kosong yang di bubuhi tanda tangan dari kakek saya ?" tanya yasmin


" iya benar sekali nona .. tapi untungnya nona lusi menelpon saya dan mengatakan bahwa seluruh harta tuan besar wijaya sudah di berikan kepada nona yasmin . " ucap erik menjelaskan


" iya , maaf kan saya .. karna sangking sibuknya saya lupa mengganti atau mengalihkan segalanya menjadi atas nama saya .


bagaimana kalau sekarang langsung saya ganti . " ucap yasmin


" baiklah nona yasmin .. sekarang saya akan memulainya ., mohon ditunggu , biar asisten saya menyiapkan surat yang harus di tanda tangani terlebih dahulu ." ucap pak erik menjelaskan


melihat kedatangan pak erik yasmin sangat senang , karna yasmin sudah mati kebosanan menunggu diruangan ini .


" nona ini berkas berkas yang harus nona tanda tangani agar semua warisan yang dtinggalkan tak bisa lagi di ganggu tanpa ijin dari nona yasmin." jelas pak manager yang tak lain adalah erik.


setelah menyelesaikan urusannya di bank , yasmin segera bergegas kembali untuk kekantornya.


sedangkan didalam bank , oma yasmin segera menemui manager bank .. untuk bertanya perihal pencairan dananya .


" selamat siang pak erik ?" ucap oma tiri yasmin yang bernama rina itu


" selamat siang juga ibu rina . silahkan duduk " jawab erik


" bagaimana pencairan dana saya pak erik , apa bisa saya ambil sekarang .. " tanya rina sambil tersenyum


" maaf ibu rina , sepertinya cek yang anda gunakan sudah tak bisa dipakai lagi .. karna semua milik tuan besar wijaya sudah dialihkan kepada ahli waris tunggal keluarga wijaya yaitu nona yasmin wijaya . dalam kata lain , cek yang berlaku sekarang hanyalah cek dengan tanda tangan nona yasmin wijaya . " ucap erik menjelaskan kepada ibu rina .


" bagaimana bisa !!! pasti si yasmin sialan itu yang sudah merubahnya !" teriak oma rina yang sudah emosi mendengar penjelasan dari erik sang manager bank .


" tenanglah nyonya rani , ini dikantor . silahkan anda selesaikan dulu urusan anda dengan nona yasmin baru anda bisa kemari lagi setelah mendapat persetujuan nona yasmin " ucap sang manager bank itu


rina pun berdiri dan berjalan cepat untuk keluar dari bank , dia harus segera menemui cucu tirinya itu .


di lobby kantor keluarga wijaya , semua karyawan menunduk memberikan hormat pada yasmin , ceo mereka .


lusi pun langsung mengangguk dan pamit untuk mengerjakan perintah yasmin itu .


🏢🏢


sedangkan di gedung william grup , louise masih sibuk dengan berkas di hadapannya .


dia pandangi sesekali ponselnya , mengapa tak ada kabar dari yasmin pagi ini .


dia ambil ponselnya dari atas meja , dan mencoba mendial ponsel yasmin .. tapi takada jawaban dari sang pemilik ponsel .


" rian , keruanganku segera !" perintah louise memanggil rian


" permisi tuan " ucap rian dari balik pintu


" masuklah !" ucap louise


" permisi tuan , ada apa memanggil saya ?" tanya rian pada bos besarnya yang terlihat sedang gusar itu .


" coba kau hubungi lusi asisten yasmin .. tanya keberadaan yasmin saat ini , karna aku menghubunginya dia tak menjawab ponselnya " keluh louise


" baik tuan , segera saya lakukan !" ucap ryan yang langsung menghubungi lusi


setelah selesai berbicara dengan lusi , ryan langsung memberitahukan pada louise dimana yasmin .


" tuan , lusi bilang nona yasmin saat ini sedang di kantornya . tadi pagi nona yasmin datang terburu buru ke bank karna harus menyelesaikan masalahnya dan nona yasmin meninggalkan handphonenya di rumah bahkan nona yasmin pun melewatkan sarapan paginya . " terang ryan menjelaskan kepada louise .


louise yang mendengarnya langsung mengambil jas dan kunci mobilnya , melempar kunci itu pada ryan dan bangkit dari kursinya berjalan keluar ruangan .


" kekantor wijaya grup !" perintah louise singkat dan diangguki oleh rian .

__ADS_1


tok tok tok


" masuk " ucap yasmin dari dalam ruangannya .


masuklah lusi yang sudah membawa sandwich dan minuman pesanan yasmin, lalu meletakannya di meja .


yasmin langsung menyantap sanwich di mejanya itu , sungguh dia sangat lapar karna tak langsung sarapan pagi tadi .


saat yasmin sedang menikmati makanannya , pintu ruangan yasmin pun terbuka dengan kencang .


brakk ..


lalu munculah oma tiri yasmin dengan muka yang memerah karna emosi dan adapula lusi yang berjalan dibelakangnya , karna berusaha menahannya malah dimaki oleh wanita tua itu .


" kukira siapa yang dengan tidak sopannya berani datang menerobos kantorku ! ternyata aku kedatangan oma tiriku ini yah .. " ucap yasmin menyindir oma rina, oma tiri yasmin .


" yasmin !! kenapa aku tidak bisa mencairkan uang dari cek grandpa mu .. apa yang kau lakukan ..


padahal cek itu adalah cek yang diberikan langsung oleh grandpa mu , sebelum meninggalkanku !!!" teriak oma rina kepada yasmin


" oh , jadi omaku tersayang datang marah marah kesini karna takbisa mencairkan cek ..


apa ?? itu cek pemberian grandpa sebelum meninggal .. hahahaha


pemberian atau kau mencurinya dari brankas grandpa ku ??!" jawab yasmin dengan penekanan pencuri diakhir kalimatnya


" apa yang kau katakan yasmin !!!


mengapa kau tega bilang bahwa omamu ini pencuri !!!" teriak oma rina yang semakin marah .


" karna kau memanglah pencuri , bahkan pembunuh !!! kau kira aku tak tahu segala kebusukanmu bersama dengan anakmu itu .. haaah !!!


saat ini aku masih mengumpulkan bukti itu , jika aku sudah mendapatkan semua bukti bahwa kecelakaan orangtua ku dan kematian grandpa yang tak wajar itu adalah ulahmu dan anakmu maka aku yang akan menyeret kalian sekeluarga ke dalam jeruji besi !!! ingat ucapanku ini nenek tua !" ucap yasmin dengan tatapan tajam mengintimidasi .


oma rina yang mendengar dan melihat yasmin mengatakan itu bergidik ngeri dan mengepalkan tangannya , bahkan terlihat di raut wajahnya kalau ia sedang sangat ketakutan saat ini. .


" bagaimana ini .. bagaimana dia bisa tau soal kejadian itu !! apa dia sudah dapat buktinya .. " gumam oma rina dalam hati


jantungnya berdenyut mendengar ucapan yasmin , karna semua ucapan yasmin itu benar .


dia dan anaknya yang telah merencanakan kecelakaan orangtua yasmin saat itu , bahkan oma rina pula yang telah menghabisi grandpa yasmin karna mengira bahwa harta grandpa yasmin telah dialihkan padanya .tapi kenyataannya semua hartanya telah di wariskan kepada yasmin cucu kandungnya .


" lihat wajah yang ketakutan itu . rasanya aku ingin sekali membawanya langsung kedalam penjara !!" geram yasmin dalam hati .


louise dan ryan yang sudah ada di wijaya grup langsung berjalan ke ruangan yasmin , dan saat mereka sudah dekat mereka mendengar keributan yang terjadi didalam ruangan yasmin .


sontak semua itu membuat louise dan ryan terkejut dengan apa yang diucapkan yasmin , karna musuh yang yasmin hadapi sesungguhnya adalah keluarganya sendiri .


yang merupakan oma tiri dan paman tiri dari yasmin ,karna louise mendengar semuanya tanpa ada yang terlewat dan yasmin tidak menyadari keberadaan louise di balik pintu ruangannya yang terbuka .





jreng jreng ...


maafkan jika ada typo typo ya .. karna maklum pas buat rada rada mengantuk hihi .


trus dukung novel karya author ya readers , dengan cara vote yang banyak , like dan tinggalkan jejak membaca dengan komentnya ..


makasih ..

__ADS_1


__ADS_2