
Setelah sampai di kantin reynald dan valery duduk di pojokan, tempat yang sudah memang menjadi tempat reynald dan para sahabatnya duduk tiap kali mereka ke kantin.
"Woeee, dah nyampe nih sang pemilik sekolah" sapa arnold yang baru saja datang.
"Tumben rey dateng pagi" kata Samuel yang juga baru datang bersamaan dengan arnold
"Gw bareng sama valery" balasnya singkat
"Eh, hai dedek ery. Hampir ga keliatan" kata arnold yang memanggil valery dengan embel-embel dedek.
"Sekolah disini juga ery?" tanya samuel
"Hehe, hai kak arnold. Iya kak sam, pengen satu sekolah sama kakak" balas valery pada kedua orang itu
Selagi mereka asik ngobrol, mereka mendengar suara yang keluar dari salah satu speaker di unung kantin.
'Tes, tes. Pengumuman, untuk seluruh peserta mpls untuk segera berkumpul di lapangan karena acara mpls akan segera di mulai' begitulah kira-kira kalimat yang keluar dari speaker tersebut
"Eh, udah mau mulai. Kak ery ke lapangan dulu ya" kata ery
"Ga usah" balas reynald singkat
"Loh, kenapa?" tanya valery bingung
"Nanti kakak tanyain kelas kamu langsung ke kepala sekolah" balas reynald
"Tapi kak, aku mau ikut mpls nya, biar banyak temen" kata valery dengan tatapan puppy eyes nya
"Iya rey, biarin aja dia ikut mpls. Biar dia bisa bergaul sama teman seangkatan nya" Samuel membuka suara membela valery
Reynald membuang nafasnya kasar. Dia hanya tidak ingin adiknya itu kecapean apalagi nanti bakalan di goda sama osis laki-laki atau teman laki-laki nya yang lain.
"Yaudah. Tapi nanti kalau ada apa-apa langsung cari kakak aja ya" kata reynald melepas adiknya dengan terpaksa
"Siap komandan" balas adiknya dengan berlaga memberi hormat
"Yaudah sana" kata reynald lagi
Valery pun pergi dari kantin. Tapi sebelum dia meninggalkan kakak nya itu, dia menyempatkan mencium kakak nya dulu dan berpamitan kepada Samuel dan arnold. Kejadian itu tentu mendapat perhatian oleh seluruh penghuni kantin.
"Kalo dia kenapa-napa lu tanggung jawab sam" kata reynald dengan tatapan yang tertuju pada Samuel.
"Gw yakin dia ga baka kenapa-napa" balas Samuel meyakinkan reynald.
Tringgg tringgg tringgg
"Bree ke kelas yukk. Udah masuk nih" kata arnold pada Reynald dan samuel yang di balas anggukan oleh keduanya.
"Gila eh, gw punya sahabat irit banget ngomong" gumam arnold yang sebenarnya masih di dengar oleh reynald dan samuel.
Sementara di sebrang sana....
"Eh, udah bell. Yuk chelle kita anterin lu ke ruangan kepala sekolah" kata nadya
"Lu berdua ga ke kelas?" tanya michelle
"Lu dulu" balas oliv singkat
Akhirnya mereka pergi dari kantin menuju ruang kepala sekolah.
Setelah mereka tiba di ruang kepala sekolah, nadya mengetuk ruangan tersebut, membuka pintu dan mereka bertiga pun masuk ke ruangan itu.
"Pagi pak" sapa nadya kepada pemilik ruangan
Setelah di teliti, ternyata bukan hanya kepala sekolah yang ada di sana. Tapi ada seorang laki-laki lain yang sedang berada di ruangan itu.
"Saya cuma ingatkan lagi pak, jangan sampai terjadi apa-apa dengan adik saya. Saya permisi" kata laki-laki itu dan segera keluar dari ruangan dimana michelle dan kawan-kawan baru saja masuk
"Sombong sekali dia" batin michelle
"Ada keperluan apa kalian ke ruangan saya?" tanya kepala sekolah
"Ini pak. Eh, temen saya murid baru disini, mau tanya dia masuk di kelas berapa ya?" tanya nadya dengan gelagapan.
"Murid baru? Ya harus ikut mpls dulu baru bisa tau kelas nya" balas kepala sekolah
"Eh, bukan pak. Saya kelas 11" kini michelle yang berbicara
"Oh, kamu michelle Walton ya?" tanya kepala sekolah
"Iya pak" balas nya
"Kamu masuk 11 IPA 1" kata kepala sekolah
"Baik pak. Terima kasih" kata nya dan langsung mengajak nadya dan oliv untuk keluar dari ruang kepala sekolah tersebut
"Yeeaayy kita sekelas" teriak nadya sampai yang mengundang banyak pasang mata ke arah mereka
"Eh toa, ga usah teriak" kata oliv sambil menjitak kepala nadya
"Ish, apa sih liv. Namanya juga seneng" balas nadya memegang kepala nya yang sakit akibat jitakan oliv
Kini mereka berjalan ke kelas 11 IPA 1. Setelah sampai di kelas IPA 1 oliv mengetuk pintu
Tok tok tok...
"Kalian? Baru hari pertama sudah terlambat? Kemana aja kalian?" pekik sang guru yang mencurahkan banyak pertanyaan pada nadya dan oliv yang memang sudah di kenal oleh para guru.
"Eh, maaf bu. Mereka tadi mengantarkan saya ke ruang kepala sekolah. Saya murid baru" kata michelle menjawab pertanyaan sang guru
"Oh, kamu murid baru. Yaudah masuk" kata sang guru
"Oliv sama nadya silahkan duduk. Kamu murid baru, tolong perkenalkan nama dan asal sekolah" lanjut sang guru.
Oliv dan nadya langsung pergi ke tempat duduk yang kosong sedangkan michelle masih berdiri di depan
"Halo semuanya, nama saya michelle walton. Saya pindahan dari Belanda" kata michelle memperkenalkan dirinya.
'Wih, bule cuyy'
__ADS_1
'cakep bro'
'Sok cantik banget'
'Iya. Cantikan juga gw'
Itulah beberapa komen netizen.
"Yaudah nak michelle. Perkenalkan saya bu retta mengajar seni budaya dam saya juga akan menajdi wali kelas kamu." kata bu retta
"Baiklah kamu bisa duduk di samping reynald. Reynald, kamu gapapa kan ibu suruh dia duduk di samping kamu? Soalnya udah ga ada kursi kosong selain di samping kamu" lanjut bu retta meminta izin kepada reynald dan di balas dengan anggukan. Banyak murid perempuan yang iri dengan michelle karena bisa duduk berdampingan dengan reynald sedangkan oliv sedikit tersenyum melihat sahabatnya itu duduk di samping pemilik sekolah sekaligus most wanted di sekolah ini.
Setelah itu guru pun mempersilahkan michelle untuk duduk dan melanjutkan penjelasan yang sempat tertunda akibat kedatangan murid baru yaitu michelle.
"Hai. Gw michelle" michelle menyapa reynald dan memberikan tangannya tanda ingin berkenalan walaupun dia sudah tau nama nya.
"Reynald" balas reynald singkat padat jelas.
"Sombong sekali sih" gumam michelle yang masih bisa di dengar oleh reynald
"Ada yang salah?" tanya reynald yang sempat membuat michelle terkejut
"Eh, eh ga kok gapapa" balasnya gelagapan
Reynald tersenyum tipis. Sangking tipisnya tidak ada yang sadar bahwa reynald tersenyum.
"Baik anak-anak, seharusnya kalian sudah memiliki buku paket yang sudah bisa di ambil sebelum masuk sekolah. Jadi tolong keluarkan buku paket kalian" kata bu retta.
"******, gw blm ada buku paket lagi" gumam michelle lagi dan lagi lagi reynald bisa mendengarnya.
Bu retta mulai berkeliling mengecek siapa saja yang sudah punya buku dan yang belum punya. Bu retta adalah orang yang akan menghukum siapa saja yang tidak membawa material lengkap yang di perlukan saat jam pelajarannya.
Saat bu retta mengecek di barisan michelle dan reynald tiba-tiba saja dengan cepat reynald menggeser buku paket miliknya ke arah michelle dan membuat michelle terkejut
"Reynald, kemana buku paket kamu?" tanya bu retta
"Ketinggalan bu" balasnya singkat
"Kenapa bisa? Memang kamu tidak mengecek buku dan jadwal hari ini?" tanya bu retta sekali lagi
"Saya mengantuk tadi pagi" balas reynald
"Yasudah. Lain kali jangan lupa bawa buku paket kamu ya" kata bu retta dan di balas anggukan oleh reynald
Melihat bagaimana reynald menyerahkan bukunya kepada michelle membuat michelle berpikir keras. Kenapa laki-laki yang terlibat sombong ini bisa dengan mudah memberikan buku paketnya kepada diri michelle?
Reynald yang merasa sedang di perhatikan kemudian memutar wajahnya dan menatap balik orang yang menatapnya sambil menaikan alisnya seraya bertanya 'kenapa?'
"Lu kok bisa ngasih buku paket lu ke gw?" tanya michelle hati-hati
"Kalo ga, lu bakal kena hukum bu retta" balas reynald
"Tapi lu kasih buku lu ke gw" katanya lagi
"Dia bisa marah kalo lu ga punya buku, tapi ga ke gw" kata reynald dan langsung mengalikan pandangannya lagi ke sembarang arah
Mendengar reynald berkata demikian, dia baru teringat akan perkataan nadya bahwa reynald ini adalah pemilik sekolah. Tidak mungkin guru berani macam-macam dengan nya.
Kringgg kringgg kringgg
"Baik anak-anak kita lanjutkan pelajaran seni budaya besok. Dan kegiatan besok adalah, kita akan melukis. Jadi saya harap kalian membawa perlengkapannya berupa kanvas, cat air dan kuas" kata bu retta sebelum keluar meninggalkan kelas
"Baik bu" balas semua murid kelas IPA 1
Setelah guru keluar, kini seluruh murid berhamburan keluar kelas. Di luar kelas IPA 1 sudah ada arnold dan samuel yang menunggu reynald untuk pergi ke kantin. Sedangkan michelle dan kawan kawannya sudah dluan ke kantin.
Reynald pun keluar dari kelasnya dan di sambut para sahabatnya
"Yang duduk di samping lu siapa rey?" tanya arnold
"Perempuan" balasnya singkat
"Astaga naga dragon, bisa gila gw temenan ma lu" kata arnold yang di balas dengan acuh oleh reynald
Setelah sampai di kantin, para boys (reynald, samuel, arnold) pergi ke tempat mereka biasa duduk di kantin. Saat mereka hampir tiba ti tempat mereka, mereka melihat ada beberapa perempuan yang duduk di situ dan mereka melihat sudah tidak ada tempat lagi yang kosong. Akhirnya mereka menghampiri para perempuan itu
"Kalian siapa?" tanya arnold
Saat arnold membuka suara, mereka melihat siapa yang sedang berbicara pada mereka dan tampaklah para lelaki tampan di hadapan mereka.
"Eh, eh kita" belum nadya menyelesaikan omongannya, reynald langsung duduk seenaknya di bangku yang ada di hadapan mereka.
"Duduk" kata reynald pada samuel dan arnold
"Belum di suruh duduk udah main duduk sendiri" gumam michelle yang bisa di dengar oleh reynald
"Kalo ada yang ingin di ucapin, ucapin aja jangan di tahan" sindir reynald pada michelle. Samuel dan arnold terkejut, mereka baru pertama kali mendengar reynald berbicara sedikit panjang pada orang lain
"Eh, enggak. Gw mo bilang makasih tadi bukunya" kata michelle mengalihkan pembicaraan.
"Iya" balas reynald yang singkat.
Tak lama kemudia terdengar suara ricuh dari arah pintu masuk kantin. Ada seorang wanita yang di belakangnya banyak pria yang seperti sedang mengantri sesuatu
'Suitt suitt cantik, sini dong'
'Makan sama abang yuk neng'
'We ileh, neh notice abang dong'
Reynald hanya acuh dengan apa yang sedang terjadi di sekitarnya tapi tidak dengan arnold, saat dia melihat penyebab kericuhan yang membuat makan nya terganggu. Dia terkejut setengah mati
"Sam, valery" bisik arnold pada samuel
Samuel pun ikut melihat kearah yang sama dengan apa yang di lihat arnold dan sesaag samjel menegang. Dia taku, takut terjadi sesuatu.
"Bentar, gw beli minum dulu rey" kata samuel berdiri dan pergi kearah sumber kericuhan
"Eh sam gw ikut. Bentar rey" kata arnold dan langsung berdiri mengikuti arah samuel. Reynald? Dia hanya acuh dan memakan makanan miliknya sementara para girls (michelle, oliv dan nadya) mereka hanya melihat sebentar dan kembali menyantap makanan mereka
__ADS_1
Sementar di sebrang sana,
"Ery" panggil samuel
"Eh, kak samuel, kak arnold" sapa valery
"Kalian ngapain?" tanya samuel dengan tatapan mengerikan
"Eh, ga gapapa kok" jawab mereka
"Lebih baik kalian pergi sebelum kalian di DO dari sekolah" kata samuel lagi pada mereka yang berhasil membuat mereka ketakutan
Akhirnya mereka pergi. Samuel mengajak valery untuk membeli minuman agar reynald tak curiga begitupun dengan arnold.
Lalu kemudian mereka kembali ke tempat duduk dimana reynald sudah selesai dengan makanan nya.
"Kakak" sapa valery dari belakang
"Ery, duduk sayang, sam geser" balas reynald dengan lembut
"Nold geser" kata samuel menyuruh arnold bergeser
"Gila, gw udah di ujung. Bentar lagi jatoh nih gw" protes arnold yang langsung dapat tatapan tajam dari reynald dan samuel
"Eh, iya iya gw geser" kata arnold mengalah walaupun duduk hanya dengan setengah pantat
Valery pun duduk. Dia melihat di depannya ini ada para perempuan juga. Dan dia melihat ada salah satu orang yang sempat menabrak kakak nya tadi pagi
"Eh, ada tamu toh" kata valery pada para girls
"Halo aku valery, kalian boleh panggil aku dengan sebutan valery atau ery. Aku adiknya kak reynald kelas 10 IPA 1" lanjut valery lalu memberikan tangannya tanda memperkenalkan diri
"Eh, aku nadya kelas 11 IPA 1" nadya memberi tangannya pada valery
"Nadya? Nama kak nadya sama kayak nama mama ya kak" katanya pada reynald yang hanya mengangguk
"Aku olivia, panggil aja kak oliv. Aku sekelas dengan nadya" kini olive memperkenalkan dirinya sambil memberikan tangan nya juga
"Aku michelle. Sekelas sama mereka berdua" michelle menjulurkan tangannya. Saat valery menerima tangan michelle, dia melihat ada sesuatu yang aneh.
Di sebuah rooftop dia melihat kakak nya sedang melamar seseorang untuk menjadi pacar nya
"Kamu mau jadi pacar ku?"
Lalu valery merasa di bawa lagi lebih jauh dan melihat sesuatu yang mengerikan
"Se-selamat tinggal rey. Ma-maaf aku ti-tidak bisa bersamamu lagi. A-aku mencintaimu"
"Dek" sapa reynald yang membangunkan valery dari apa yang dia lihat itu. Semua seperti kaset yang berputar, tapi kaset ini berputar ke masa depan.
Dengan cepat valery tersenyum kearah michelle dan melepaskan genggaman tangan mereka dengan lembut lalu duduk di samping kakak nya reynald.
Saat valery baru saja duduk, reynald merasa ada yang bergetar di saku celananya. Dia memilih untuk mengambil dan melihat ada panggilan masuk dari seseorang
"Halo" sapa reynald
"Kamu ke kantor bisa nggak?" tanya orang di sebrang sana
"Ada apa?" tanya reynald lagi
"Ada yang perlu kamu kerjakan"balasnya
"Penting sekali?" tanya reynald
"Ya" balas seseorang di sebrang sana
"15 menit" kata reynald dan langsung mematikan sambungan telpon
"Kenapa rey?" tanya samuel
"Gw harus ke kantor" balas nya
"Yasudah, sana pergi. Nanti gw izinin ke kepsek" kafa samuel
"Thx, Dek kakak mau ke kantor sebentar. Kalo kakak ga sempat balik ke sekolah, kamu pulangnya sama kak samuel ya" kata reynald pada adiknya
"Iya kak. Kakak hati-hati ya" balas valery
"Iya" kata reynald dan langsung pergi dari kantin menuju mobilnya dan dengan cepat langsung menuju kantornya.
Sementara di depannya...
'Ke kantor? Reynald udah kerja?' batin michelle
15 menit menuju kantor, akhirnya reynald tiba di kantor dengan selamat. Di depan lobby dia sudah di sambut oleh seorang wanita muda cantik dan seksi. Beberapa security yang berjaga di depan lobby pun membungkuk tanda hormat
"Rey" sapa wanita itu
"Kak dita" balasnya dan lansung masuk ke sebuah gedung yang sangat besar. Banyak pasang mata yang melihat reynald masuk. Banyak yang bertanya tanya siapa bocah yang berani masuk ke kantor mereka ini dengan masih menggunakan seragam?
'Siapa tu bocah?'
'Tau, gw ga kenal'
'Itu kan natasha dita sekertaris CEO kita'
'Iya ya, siapa sih anak itu?'
'Serius kalian nggak tau?'
'Iya kita ga tau'
'Itu pak reynald. Dia yang menggantikan pak Alexander setelah pak Alexander meninggal. Dan memang dia masih bersekolah tapi kepintarannya jangan di ragukan'
'Oh, gila ya. Perusahaan segede ini di pegang oleh seorang anak masih sekolah'
Dan begitulah omongan netizen
Setelah sampai di ruangannya, dia pun duduk di kursi keberasannya
__ADS_1
"Baik, aku sudah disini. Ada masalah apa kak dita?" tanya reynald pada orang di depannya yang kerap di sapa kak dita oleh reynald.
Terima kasih sudah mau mampir ke cerita saya. Semoga kalian merasa senang dengan cerita ini and may God Bless You all. Thank You ♥♥