
Reynald dan valery menuruni tangga menuju ruang makan. Tadi valery diajak makan oleh reynald karena memang sedari pulang rumah dia belum makan.
"Eh, udah turun kalian. Baru aja mama mau keatas ngajak makan malam" kata mamanya dari ruang makan
"Iya ma, ini kakak laper katanya" kata valery pada mama
"Yaudah sini, kita makan" kata mama mengajak kedua anaknya makan bersama.
Setelah selesai makan, mereka kembali ke kamar masing-masing. Di kamar, reynald tidak langsung tidur, dia keluar ke balkon yang berada di kamarnya dan duduk di kursi yang di sediakan di balkon itu.
"Kok gw kepikiran dia terus ya? Apa mungkin gw punya perasaan ke dia" gumam reynald sambil melihat ke awan-awan yang melintas diatas nya.
Sementara di lain tempat...
Di balkon luar kamar, seorang wanita sedang terhanyut dalam pikirannya
"Kok waja dia yang selalu kebayang bayang, apa ga ada wajah orang lain gitu, kenapa harus dia? Apa mungkin?" pikir seseorang di sebrang sana tapi langsung di tepis pikirannya itu
"Ah, ga mungkin. Dia kaya, pinter, most wanted. Apalah daya gw yang hanya cecunguk ini?" gumamnya lagi
"Michelle, tidur udah malam" teriak seseorang dari arah luar kamar nya
"Iya ma" balasnya dan langsung memasuki kamarnya tak lupa mengunci pintu balkon dan perlahan terlelap.
Di sekolah Alexander Internasional School
Hari ini kelas 11 IPA 1 sedang belajar Matematika. Guru matematika adalah pak siswanto. Pak siswanto dikenal dengan guru yang galak, sangar dan tak segan memberikan hukuman bagi murid yang menurut dia bermasalah. Dan sekarang pak siswanto sedang mengecek kelengkapan buku muridnya.
"Aduh, mati gw. Gw kan belum ambil buku" dalam hati michelle.
Reynald yang melihat ketakutan dan kegelisahan di wajah yang cantik dan Indah milik michelle pun merasa tidak tega, tapi dia tau sebentar lagi wajah itu akan berubah dengan wajah kegembiraan.
Tok tok tok
Seseorang mengetok pintu kelas 11 IPA 1
"Eh, pak naryo, ada apa pak?" sapa pak siswanto pada pak naryo bagian perlengkapan sekolah termasuk buku buku adalah urusan pak naryo
"Maaf mengganggu pak siswanto. Saya mau mengantarkan buku untuk siswa atas nama Michelle Walton" kata pak naryo
Pak siswanto langsung beralih tatapannya pada murid\-murid nya
"Ada yang bernama Michelle Walton?" tanya pak siswanto yang memang belum mengetahui kalau ada murid baru di kelas ini
"S\-saya pak" kata michelle sedikit gerogi sambil mengangkat tangan kanan nya
"Kamu murid baru ya? Kok saya belum pernah liat kamu?" tanya pak siswanto lagi
"Iya pak, saya murid baru" jawab michelle
"Yasudah, sini kedepan dan ambil buku buku kamu" kata pak siswanto sambil berjalan ke arah meja nya menunggu michelle selesai mengambil bukunya
Michelle mengambil buku bukunya dan kembali ke tempat duduk. Setelah michelle duduk, pak siswanto mulai menerangkan pelajaran.
"Kok bisa sih? Padahal tadi pagi katanya habis, adanya minggu besok" gumam michelle yang dapat di dengarkan oleh reynald
"Kok gitu mukanya?" reynald membuka suara bertanya karena dia masih melihat reut wajah yang tidak ingin dia lihat.
"Ahh? Enggak kok. Heran aja, padahal tadi pagi waktu gw cek ke TU katanya habis, ada lagi nanti minggu depan. Tapi ini malah tiba\-tiba datang bukunya" kata michelle heran
"Ya mungkin masih ada sisa kali yang mereka baru dapet. Jadi langsung di kasih" balas reynald
"Iya sih, tapi" belum sempat melanjutkan, omongannya di cela reynald
"Senyum" kata reynald yang sempat membuat Michelle terdiam mendadak seperti patung
"A\-apa?" tanya michelle gelagapan
"Senyum. Gw ga suka liat muka lu di tekuk kayak gitu" kata reynald lagi lagi membuat michelle terdiam kaku
"Perlu gw kelitikin biar bisa senyum?" tanya reynald
"Kalo di kelitikin mah yang ada gw ketawa, bukannya senyum hahaha" kata michelle yang tak sadar sudah kembali tersenyum
Pak siswanto yang mendengar ada sedikit berisik di belakang, langsung beralih pandangan ke michelle
"Hey anak baru. Kenapa kamu berisik?" tegur pak siswanto yang membuat Michelle ketakutan
"Ma\-maaf pak" kata michelle dengan kepala yang tertunduk
"Keluar kamu dari kelas saya" tegas pak siswanto menyuruh michelle keluar dari kelas.
Baru selangkah michelle keluar dari tempatnya, reynald berdiri dan membuka suara
"Saya yang mengajak dia berbicara. Kalau bapak menyuruh dia untuk keluar karena dia berisik, artinya saya juga harus ikut keluar" katanya dan langsung menarik lembut tangan michelle keluar dari kelas
Banyak pasang mata yang melihat kejadian itu. Baru pertama kalinya mereka melihat dan mendengar seorang reynald membela seorang wanita dan mengeluarkan kata kata yang sangat panjang
Olivia dan nadya yang melihat kepergian mereka berdua hanya tersenyum penuh kemenangan.
"Gw mencium aroma aroma jadian nih" kata nadya pada olivia
__ADS_1
"Gw jga" balas olivia berbisik
Kini reynald dan michelle sudah berada di rooftop, mereka membolos? Tidak, mereka di keluarkan dari kelas oleh sang guru
Di rooftop michelle berlarian kesegala arah, dia merasa sangat senang. Dia sangat senang bisa melihat pemandangan ibu kota yang sangat Indah dari atas sana
"Wah, gila keren banget" kata michelle terkesima dengan indahnya pemandangan
"Lu suka pemandangan nya?" tanya reynald
"Suka banget" balas michelle
"Gw juga suka, selain bisa melihat pemandangan yang Indah, gw juga bisa merasakan ketenangan dari atas sini. Seakan gw sedang berada dekat dengan Tuhan" kata reynald lagi sambil berjalan kearah empat duduk yang di sediakan disana.
Kini mereka sudah duduk di sebuah sofa panjang di pojok rooftop
Michelle mengalihkan pandangannya dari yang tadinya ke arah pemandangan, sekarang dia beralih ke wajahnya reynald
"Kok lu mau sih?" tanya michelle, reynald yang tak mengerti pertanyaan michelle pun kembali bertanya
"Mau apa?" tanya reynald
"Mau belain gw sampe rela ikutan keluar kelas. Seharusnya lu diem aja di kelas belajar. Kan gw yang bikin keributan, kenapa lu jadi ikutan keluar juga?" michelle memperjelas pertanyaannya.
"Siapa yang ngajakin lu ngobrol dluan? Yang maksa buat lu senyum siapa?" pertanyaan di balas dengan pertanyaan lagi
"Lagian gw maksa lu buat senyum, karena gw ga mau liat orang yang udah di bantu tapi masih murung, ketakutan, apalagi bingung. Gw paling ga suka" jelas reynald yang sempat membuat michelle terdiam sejenak mencerna apa yang dikatakan reynald
"Di bantu? Maksudnya?" tanya michelle yang masih belum paham dengan penjelasan reynald.
Pagi hari di ruang tata usaha AIS
"Misi bu, saya mau tanya. Buku paket nya masih ada ga ya bu?" tanya seorang siswi pada salah satu orang yang ada di sana
"Oh, maaf buku paketnya sudah habis" kata seorang wanita muda salah satu penjaga TU
"Oh, gitu ya bu. Adanya lagi kapan ya bu?"
"Adanya lagi minggu depan dek, kalo mau bisa nanti saya pesankan"
"Oh, yaudah bu. Boleh tolong di pesenin"
"Saya michelle walton, kelas 11 IPA 1 bu"
"Baik, nanti kalau bukunya sudah ada, nanti saya kabarkan ya"
"Baik bu terima kasih" michelle segera pergi dari tempat itu menuju kelas nya
Sementara itu ada seorang pria yang melihat kejadian itu pun langsung masuk ke ruangan tata usaha setelah melihat kepergian siswi itu. Semua orang yang ada di ruangan itu berdiri dan membungkuk tanda memberi salam hormat
"Saya tidak mau tau bagaimana pun caranya buku paket harus ada dan di antarkan ke siswi tadi yang datang kesini sebelum jam 9" tegasnya dan langsung keluar dari ruangan itu
"Ohh, jadi lu yang nyuruh mereka. Astaga, padahal gapapa lagi kalau emang bukunya datang minggu depan" kata Michelle
Melihat respon michelle sepert itu, reynald mengalihkan pandangannya kedepan. Michelle yang merasa bahwa dirinya seperti tidak bersyukur dengan bantuan yang di berikan reynald pun langsung meminta maaf
"Eh maaf, bukan gitu maksud gw. Gw berterima kasih banget ke lu karna udah bantu gw dapetin itu buku dan akhirnya gw ga di hukum pak siswanto" kata michelle yang tak sadar menggenggam tangan reynald erat
Reynald melihat kearah tangan nya yang di genggam erat oleh michelle. Michelle tersadar dengan perlakuannya pun langsung melepas genggaman nya
"Maaf" kata michelle
Reynald tak menjawab permintaan maaf Michelle malah berdiri dari tempat duduk
"Lu masih marah?" tanya michelle dengan perasaan sedih
"Ayok" kata reynald yang kini beralih menghadap michelle dan menjulurkan tangannya
Michelle yang masih terdiam dengan perasaan sedihnya menatap tangan reynald seakan bertanya
"Hah?" gumam michelle kecil
"Ayok, bentar lagi pelajaran bu retta. Apa lu masih mau disini?" tanya reynald yang masih Setia dengan tangan nya yang terulur untuk michelle
Segera michelle mengambil tangan reynald dan membuat nya menjadi tumpuan berdiri. Setelah michelle berdiri mereka pun segera pergi meninggalkan rooftop dengan tangan michelle yang masih setia menggenggam erat tangan reynald.
Selama mereka melewati koridor, tangan mereka tak pernah lepas. Banyak pasang mata yang melihat kejadian itu langsung bergosip ria, ada yang mengambil foto mereka, ada yang memvideokan nya.
Saat sampai di pintu kelas, ternyata mereka sudah terlambat dan bu retta sudah berada di dalam kelas.
Tok tok tok
__ADS_1
Reynald mengetok pintu kelas
"Dari mana ajak kalian?" tanya bu retta
"Habis dari rooftop bu" balas reynald
"Ngapain kalian di rooftop, kalian membolos?" tanya bu retta lagi
"Tidak bu, kami di keluarkan dari kelas oleh pak siswanto" reynald menjelaskan sedikit kenapa mereka bisa berada di rooftop
"Yasudah kalian boleh masuk" kata bu retta
Mereka pun masuk dan langsung menuju tempat duduk mereka
"Baiklah anak\-anak, seperti yang saya bilang kemaren. Hari ini kita akan melukis. Saya harap kalian membawa segala keperluan yang sudah saya pesan kan kepada kalian. Bagi yang tidak membawa silahkan keluar dari kelas ini" kat bu retta tegas. Beberapa murid keluar dengan wajah ketakutan mereka
Michelle dengan perasaan senang mengeluarkan alat alat yang di suruh oleh bu retta. Dia melihat sekilas ke arah reynald. Di meja reynald tidak ada satupun alat yang di minta oleh bu retta tapi dia tetap tenang
"Lu ga bawa alat alatnya?" tanya michelle
"Iya. Ga sempat beli" balas reynald dengan wajah yang tetap tenang
"Yaudah, ini gw punya kanvas lebih. Tadinya buat cadangan, tapi buat lu aja deh. Kasian nanti bu retta marah" kata Michelle memberikan kanvas satunya lagi untuk reynald. Reynald tersenyum kearah michelle membuat michelle menjadi salting atau salah tingkah
"Makasih" reynald berterima kasih
"Iya, tapi kuas sama cat nya gimana?" tanya michelle bingung. Segera michelle beralih ke arah tempat duduk kedua temannya itu.
"Oliv, lu punya kuas lebih ga?" tanya michelle sedikit berbisik
"Punya. Buat siapa?" tanya oliv
"Udah sini gw pinjam satu" kata michelle
Akhirnya olivia melemparkan kuas nya pada michelle dan michelle langsung memberikan kuas itu pada reynald. Bagaimana dengan cat nya? Sepertinya dia bisa membagi sedikit miliknya pada reynald
"Nih cat kita bagi dua aja. Lu kalo butuh warna langsung ambil aja" kata michelle dan lagi reynald hanya tersenyum mengangguk
"Sebenarnya lu ga perlu ngasih semua ini ke gw" kata reynald membuat michelle bingung
Tiba\-tiba...
Tok tok tok
Pintu di ketuk oleh seseorang
"Permisi bu. Saya mau cari reynald" kata perempuan cantik yang tidak menggunakan seragam sekolah tapi dengan baju bebas dengan rok hitan yang lumayan ketat
Mendengar namanya di panggil seseorang, reynald langsung berdiri menuju pintu kelas. Dia menerima paper bag putih besar yang bisa di tebak itu adalah perlengkapan lukis miliknya. Tapi di akhir sebelum reynald kembali ke tempat duduknya, seluruh siswa siswi di dalam kelas melihat perempuan itu mencium kening reynald.
"Siapa perempuan itu?" batin Michelle yang melihat kejadian itu
Reynald kembali ketempat duduknya. Bukannya mengeluarkan apa yang ada di paper bag itu, dia malah menaruh nya di lantai.
"Itu apa?" tanya michelle yang sebenarnya sudah tau isi paper bag itu
"Alat lukis" jawab reynald
"Kok ga pake yang itu aja?" tanya Michelle lagi
"Gw menghargai apa yang lu kasih ke gw. Lu udah ngasih kanvas lu ke gw jadi itu yang gw pake" balasnya
Setelah dia berbincang dengan michelle, dia berali ke arah olivia teman michelle yang tadi michelle pinjam kuasnya
"Oliv makasih kuasnya ya" katanya kepada olivia di sebrang sana
"Eh, iya sama\-sama" balas olivia kaget mendengar apa yang reynald baru saja katakan
Kemudia dia beralih lagi ke kanvas dan mulai melukis
"Hati\-hati jangan sampe salah. Krna lu udah ngasih kanvas cadangan lu ke gw. Nanti lu ga ada kanvas lagi" kata reynald yang sudah memulai melukis
"Kan masih ada punya lu yang di paper bag" kata michelle dengan santai sambil melukis
"Itu artinya lu minta ganti?" kata reynald yang sudah mengalihkan pandangannya pada michelle
Michelle yang terkejut dengan apa yang reynald katakan malah menjadi merasa bersalah dan tidak ikhlas memberikan apa yang sudah dia berikan pada reynald.
"Eh, ga gitu. Udah gapapa, Iya gw ga bakalan salah. Toh gw ga punya kanvas lagi" kata michelle menatap reynald penuh arti. Dia merasa bersalah dengan apa yang barusan dia katakan pada reynald.
Terima kasih sudah mau mampir ke cerita saya. Semoga kalian merasa senang dengan cerita ini jangan lupa untuk vote dan komen.
May God Bless You all. Thank You ♥♥
__ADS_1