
"Rey, bangun sudah sore" sekertaris reynald membangunkan nya dengan lembut
"Ah, jam berapa ini?" tanya reynald
"Jam 5, kamu pulang gih. Nanti di cariin mama kamu" kata dita
"Iya. Kakak juga jangan lembur ya" kata reynald dan langsung pergi dari tempat itu.
Butuh waktu 30 menit perjalanan dari kantor ke rumah nya karena seperti biasa, Jakarta selalu macet di jam jam rawan seperti itu.
Setelah sampai di rumahnya, dia di sambut oleh mama dan adiknya yang berada di ruang tamu yang memang menunggu kepulangan dirinya.
"Kak, baru pulang?" tanya mama membawa reynald ke kursi duduk bersama nadya dan valery.
"Iya ma, biasa lah. Tiba-tiba panggilan kantor" balas reynald yang langsung terkapar di kursi.
"Mana kak yang pegel, biar aku pijitin" kata valery yang berada di sampingnya
"Ga usah, ini juga istirahat udah fresh lagi" balas reynald. Tapi dengan cepat valeri membenarkan posisi duduk dan dengan lembut memijit bahu reynald
"Dek, ga usah" balas nya tapi valery bisa merasakan bahwa kakak nya menikmati pijitannya, dia jadi merasa kasihan dengan kakak nya ini.
Tak sadar reynald sudah tertidur di kursi dengan valery yang masih memijit bahu reynald. Valery tidak tega membiarkan kakak nya tidur di kursi yang kayaknya reynald merasa tidak nyaman, akhirnya valery membangunkan reynald
"Kak, pindah ke kamar aja gih. Ayo ery bantu" katanya dan langsung membantu reynald berdiri dan membawa reynald ke kamarnya.
Sampai di kamar, valery membaringkan tubuh reynald di kasur yang sangat empuk. Melihat kakak nya yang kelelahan harus bersekolah sambil bekerja membuat dia menjadi sedih. Tak sadar bahwa air matanya mengir perlahan
"Coba waktu itu ery kasih tau kalian langsung. Mungkin kakak masih bisa fokus ke sekolah dan papa kerja di kantornya. Maaf kak ery membuat kakak harus sekolah sambil kerja" gumam valery pelan
Pada waktu itu,
"Selamat pagi semua" sapa valery riang pada seluruh orang tersayangnya yang sudah menunggunya untuk sarapan bersama
"Pagi ery" balas reynald pada sang adik dan mencium pipinya dan di balas oleh valery
"Pagi ma, pagi pa" sapa valery sekali lagi dan mendekat kearah mereka agar valery mendapatkan morning kiss nya.
"Wah, bentar lagi si adek bakalan jadi anak SMA nih" kata mama sambil tertawa
"Apa sih ma, masih ada beberapa bulan lagi kok" balas valery yang sudah disipu malu
"Oh iya ery, kamu nanti SMA bareng sama kakak ya. Papa sudah daftarin nama kamu di AIS" kata papa
"Yeeessss, bisa ke sekolah bareng kakak" kata valery dengan semangat nya
"Iya dong, nanti kita tiap hari bisa barengan" kata reynald di samping valery
Dan setelah itu mereka makan dan tak ada yang bersuara selagi makan
"Selesai. Ma, pa, ery kakak lebih dulu ya" katanya dan berpamitan kepada ketiga orang yang ada disana dan dibalas anggukan oleh kedua orang tua nya
__ADS_1
"Hati-hati kakak" balas valery
"Iya" balas reynald
"Yaudah ma, papa sama adek dluan ya" kata papa menium sang mama dan diikuti valery menyalim tangan sang mama
"Ma, ery berangkat" kata valery
"Belajar yang bener ya dek" kata mamanya
"Siap mama" balas valery
Akhirnya valery dan andika pergi menuju sekolah valery. Karena rute sekolah valery dan reynald sangat berbeda, akhirnya sang ayah yang mengantarkan anaknya ini ke sekolah.
Di perjalanan valery sempat tertidur. Selagi dia tertidur, dia melihat ssesuatu yang aneh.
"Valery masuk dulu yah pa" kata valery pada papa
"Iya nak, hati-hati ya" balas sang papa dengan senyuman
"Papa juga hati-hati di jalan" balas nya
Lalu mobil andika berputar dengan segera karena arah kantor dengan sekolah valery berlawanan tapi cukup dekat. Saat mobil berputar, tiba-tiba datang dengan cepat truk dan langsung menabrak mobil milik andika. Valery yang langsung berbalik badan melihat apa yang terjadi langsung berlari kearah mobil papa nya dan berteriak minta tolong.
Skipp rumah Sakit
"Keluarga pasien?" tanya dokter yang keluar dari ruang operasi
"I-iya saya anaknya dok" kata valery pada sang dokter
"Eh, saya O dok. Memang ayah saya golongan dara apa?" tanya valery lagi
"Pasien bergolongan darah Rh-" kata dokter lagi
"Aduh, gimana nih. Ga sama lagi golongan darah nya. Aduhhh gimana ya?" panik valery
"Apakah anda memiliki saudara yang lain?" tanya dokter lagi
Sangking paniknya dia lupa akan mama dan kakak nya. Kemudian dia berusaha menelepon mama dan kakak nya
"Mah, ke rumah sakit ****** cepat ma"
Lalu dia beralih menelpon kakak nya
"Kak, ke rumah sakit ****** cepat ya kak"
Setelah dia mematikan sambungan telpon dengan kakak nya, dokter yang sama keluar dan menghampirinya lagi dengan wajah yang tak dapat di artikan
"Saya mohon maaf, pasien tidak selamat karena kekurangan darah" kata dokter membuat valery sangat terpukul
Valery yang shok mendengar bahwa ayahnya telah meninggal hampir terjatuh ke lantai.
__ADS_1
10 menit kemudian sang mama dan kakaknya datang
"Valery sayang, kenapa?" tanya mama panik
"Ery, kenapa sayang?" kini sang kakak bertanya
"Papa" kata valery singkat
"Papah kenapa?" tanya reynald
"Papa" kata valery lagi. Dia tak sanggup untuk memberitahukan semua ini pada kakak dan mama nya
"Iya papa kenapa sayang?" tanya reynald lagi
"Papa meninggal"
Deg
Satu kalimat yang membuat reynald dan nadya tersontak.
"Ga, ga mungkin. Papa kan tadi bareng sama kamu sayang" kata mama tak terima
"Papa dah ga ada mama" kata valery dengan tangis nya yang pecah memecah keheningan rumah sakit
"Keluarga pasien?" datang seorang dokter
"Iya saya istrinya pak. Suami saya baik-baik saja kan dok? Iya kan? Baik-baik saja kan dok? Orang dia gapapa kok tadi pagi" kata nadya sambil menangis
"Maaf buk, pasien tidak selamat karena kekurangan darah. Ini berkas untuk di tanda tangani" kata sang dokter
"Ga ga mungkin. Ga mungkin suami saya pergi secepat itu. Papahhhhhhh" sang mama teriak sambil memanggil kekasihnya tersebut
Reynald yang merasakan seperti ada air yang mengalir di pipi nya sontak terbangun dan mengecek.
"Ga bocor kok" kata reynald melihat ke atap nya
Saat dia melihat ke samping ternyata adiknya tertidur memeluk tubuh reynald sambil mengeluarkan air matanya. Melihat itu reynald langsung membangunkan valery
"Dek bangun. Kamu kenapa?" reynald membangunkan valery dengan lembut
"Ehkk, kenapa kak" valery membalas pertanyaan reynald dengan pertanyaan
"Kamu menangis?" tanya reynald lagi
"Eh, yaampun. Maaf kak" kata valery dan langsung menyeka air matanya
"Kamu mimpi itu lagi?" tanya reynald
"Iya kak. Aku mimpi itu lagi" balas valery yang mengerti apa pertanyaan sang kakak.
"Yaudah gapapa. Kita turun yuk, kakak laper" kata reynald yang memang merasa lapar karena sedari dia pulang dari kantor dia belum makan.
__ADS_1
"Yaudah yuk" balas valery
Terima kasih sudah mau mampir ke cerita saya. Semoga kalian merasa senang dengan cerita ini and may God Bless You all. Thank You ♥♥