Mr. & Ms. Alexander

Mr. & Ms. Alexander
Tanya kalau tidak mengerti


__ADS_3

Di kediaman Walton


Michelle Stefan dan Riana sedang berada di ruang makan untuk makan malam


"Gimana sayang sekolah kamu?" tanya stefan


"Everything was good pa" balas michelle sambil menyuapi makanan ke mulutnya


"Anything special di sekolah?"


"Nope. Hanya saja... " michelle menggantungkan kata-katanya yang membuat kedua orang tuanya penasaran


"Hanya saja?" tanya riana membuka suara karena penasaran


"There is a man, teman sebangku michelle. Banyak orang bilang dia itu jutek, dingin tapi michelle rasa nggak juga ah. Dia baik, mau bantu michelle dan.. " lagi dia menggantungkan kata-katanya sambil dia mengingat kejadian tadi siang di sekolah saat dia berada di rooftop


"Dann?" papanya yang penasaran ingin mendengarkan ceritanya lebih lanjut


"Ah, sudah lah. Kenapa jadi bahas dia sih? Lanjut makan aja ma, pa" kata michelle. Dia tidak sadar kalau di bibirnya sudah terukir lekukan indah


"Ma, sepertinya anak kita satu satunya sedang merasakan jatuh cinta nih" kata stefan menggoda sang Putri tercintanya


"Papa, kayak nggak pernah mudah aja sih hahah" balas riana yang mengundang tawa suaminya dan akhirnya mereka berdua tertawa bersama. Michelle? mukanya memerah sempurna bagaikan kepiting yang di rebus


"Ma, pa sudah jangan tertawa lagi. Michelle malu" kata nya sambil menutup wajahnya


"Yasudah ayok makan" kata stefan menetralkan wajahnya dan melanjutkan kegiatan makan nya


Keesokan hari di Alexander internasional school


Hari ini kelas reynald sedang pelajaran matematika wajib. Mata pelajaran matematika wajib adalah pelajaran yang sangat di sukai oleh reynald.


Sekarang seisi kelas 11 IPA 1 sedang mengerjakan soal-soal yang di berikan pak siswanto. Bagi sebagian orang itu adalah soal-soal yang levelnya sudah level olimpiade, tapi bagi reynald ini hanyalah soal untuk anak sd.


Seketika reynald mendengar seseorang yang bersenandung kecil. Jujur dia merasa terganggu dengan suara itu

__ADS_1


"Hmmmhmmmmhnmm" michelle bersenandung kecil sambil mengerjakan soalan tersebut


"Ssstt" panggil reynald pada teman sebangkunya itu


"Hmm?" michelle mengalihkan pandangannya ke reynald seraya mengangkat kedua alis seperti bertanya 'kenapa'


"Berisik"


"Biar bisa fokus"


"Tapi ga ganggu orang juga kali"


"Yaudah deh nih diem"


Reynald yang merasa sudah tidak ada bising yang mengganggu konsentrasi nya kemudian melanjutkan mengerjakan soal-soal itu.


15 menit berlalu, pak siswanto kemudian menyuruh semua murid mengumpulkan tugas yang dia berikan tadi sambil mengoreksi jawaban para murid


"Ada lagi yang belum mengumpulkan?" tanya pak siswanto dengan wajah datarnya


Michelle mengangkat tangan kanannya tanda bahwa dia seorang yang belum mengumpulkan tugas


"I-itu pak. Ehh" jawab michelle takut


Kringgg kringgg kringgg


"Hari ini kamu terselamatkan oleh bel michelle, tapi tetap nilai tugasmu hari ini kosong" kata pak siswanto dan segera meninggalkan kelas.


Sekarang michelle, nadya dan olivia sedang berada di kantin untuk mengisi perut mereka


Kini reynald dan teman-teman nya datang dari arah pintu masuk kantin. Semasa mereka masuk kantin, mata reynald tak pernah berhenti mencari seseorang. Setelah dia menemukan seseorang yang sedari tadi dia cari, dia menyuruh teman-teman nya untuk mencari tempat duduk lebih dahulu


"Cari tempat duduk" kata reynald pada kedua temannya


Kini reynald berada di meja michelle. Tanpa disuruh duduk reynald langsung duduk di tempat dimana michelle dan kawan-kawan nya duduk.

__ADS_1


"Nagapain?" tanya michelle


Reynald melihat kearah nadya dan olivia seperti memberi tanda. Olivia yang melihat tatapan reynald seperti itu pun langsung mengerti


"Eh chell, gw mau beli minum dulu bentar ya" kata olivia dan menarik tangan nadya


"Ayo nad, temenin gw beli minum" lanjut oliv


Nadya yang tidak mengerti apa-apa dengan tangannya di tarik olivia pun langsung mengiyakan nya.


"Makasih" kata reynald tapi dengan suara yang sangat pelan yang dibalas anggukan oleh olivia


Kini tinggal reynald dan michelle yang duduk di tempat itu. Michelle pun yang merasa ada yang ganjal pun langsung membuka suara


"Kenapa?" tanya michelle


"Tadi kenapa tugas ga di kumpul?" tanya reynald


"Gapapa, lagi malas ngerjain aja" balas michelle datar tak melirik reynald sedikitpun.


"Maaf"


"Maaf kenapa?"


"Maaf karena tadi gw suruh lu diem"


"Gapapa. Gw ga mau ganggu konsentrasi lu aja. Makanya gw langsung diem pas lu bilang gw berisik"


Reynald merasa bersalah. Dia merasa dia terlalu keras pada michelle. Michelle yang melihat reynald tertunduk merasa tidak enak.


"Hey, gapapa. Sebenarnya gw cuma ga ngerti aja pelajarannya. Makanya ga gw jawab" kata michelle yang memelankan suaranya malu


"Kenapa ga bertanya?" tanya reynald menatap kearah michelle


"Takut. Lu aja suruh gw diem. Gimana gw mau nanya"

__ADS_1


"Lain kali tanya kalau nggak ngerti" balas reynald berdiri dan pergi dari tempat itu.


Terima kasih sudah mau mampir ke cerita saya. Semoga kalian merasa senang dengan cerita ini. Jangan lupa like komen and vote. may God Bless You all and Thank You ♥♥


__ADS_2