
"Nayla? " Rangga begitu saja mengudarakan nama nay, membuat kedua orang tua nya saling lirik keheranan.
Nayla yang di panggil langsung menoleh, mata nya membulat melihat lelaki di hadapan nya itu
"kak Rangga? ”
pak hamid menatap heran kedua nya,
" kalian saling kenal nak? ” tanya pak hadi
"maksud papa Rangga mau di jodohkan sama ninja hatori ini? ” tanya Rangga penuh selidik
" hus kamu ngomong apa nak? ” ucap Rahayu
"jaga ucapan mu,
iya nayla calon istri kamu" ucap pak hadi menegaskan
nayla menunduk, wajah nya merah padam di balik cadar, bagaimana mungkin laki laki ini yang akan jadi calon suami nya,
Rangga senang sekali membully nay di kampus, bahkan sejak SMP..
"maaf hamid, atas ucapan putra ku" hadi tersenyum kikuk. ia merasa bersalah pada nayla, bahkan pada Fatimah yang sama sama memakai cadar, hadi memang tau keluarga hamid ketat pada agama, ini lah tujuan nya menjodohkan anak anak, agar rangga bisa terbawa pada kebaikan, dan hadi yakin, nayla yang lemah lembut akan bisa meluluhkan sifat Rangga yang susah di atur.
Rangga terus melirik nayla yang menunduk terus itu, pikiran nya melayang
"kalo dia jadi istri gue? abis lho gue jailin ninja hatori" gumam nya dalam hati
"jadi bagaimana, seperti nya nak rangga keberatan dengan perjodohan ini? ” tanya hamid, karna melihat wajah Rangga yang seperti nya menyimpan beban
hadi menginjak kaki rangga, itu seperti isyarat bahwa dia tidak boleh menolak
" rangga mau menikah dengan nayla" ucap rangga lantang
nay yang masih tertunduk meremas gamis di lutut nya "kenapa sih serangga itu malah Terima, dia kan ga suka aku? ” gumam nay dalam hati nya
_ pertemuan yang menyesakkan dada itu akhir nya berakhir dengan kesepakatan bahwa bulan depan keluarga sepakat menikahkan mereka _
*kampus
Rangga melepas helm nya, beberapa wanita selalu terpesona dengan ketampanan laki laki, calon penerus perusahaan papa nya itu,
__ADS_1
entah mengapa takdir selalu mempertemukan nay dan Rangga, padahal sekolah di kota mereka dari mulai SMP, SMA, bahkan universitas bukan satu saja, tapi mereka selalu bersama
Rangga sebenar nya 3tahun lebih tua usia nya dari nay, karna dia anak yang sangat sangat "baik" dalam tanda kutip, rangga 2tahun tidak naik kelas karna banyak kasus saat SD
jadi saat SMP nay kelas 7 dan dia kelas 8,.
rangga melihat ninja hatori itu duduk di bangku dengan dua orang teman nya, dia bisa dengan mudah mencari nay dalam kerumunan mahasiswi di sini, karna setau Rangga, hanya dua orang saja yang memakai cadar, selebihnya menggunakan kerudung biasa,
walaupun mereka satu kampus, tapi karna jurusan yang mereka ambil berbeda maka jarang jarang mereka bertemu.
rangga melihat seorang lelaki mendekati nay, ia bisa melihat laki laki itu memberikan minuman untuk nya, tak lama laki laki itu pun pergi..
"siapa cowo itu? apa jangan jangan pacar nya? hahaa. laki laki mata nya picak yang suka cewek ninja hatori begitu"
tapi ia terpaksa berjalan menghampiri nay, mama nya menitipkan sesuatu untuk nay,
nayla yang sedang memberi tanda di buku yang ia pelajari, menoleh karna kedatangan seorang lelaki yang begitu saja membuat ia memalingkan wajah nya, rangga di depan nya memakai baju bulutangkis, dengan celana yang berada di atas lutut "astaghfirullah" ucap nay menutup wajah nya
"apa maksud lo istigfar begitu, lo anggap gue setan? ” ucap rangga sewot
" kamu ngapain ke sini? ” nay masih menutup wajah nya
nay masih saja di posisi nya, membuat rangga geram, "heh kalo ada yang ajak ngobrol tuh liat orang nya, jangan malah tutup muka gitu"
"gimana aku bisa nengok ke kamu, kamu pake baju begitu, aurat kamu keliatan"
"alah, di depan umum gini kamu pura pura buang muka, kalo di rumah gue yakin lo seneng nonton film jorok kan? ”
nay tidak Terima dengan tuduhan yang tangga lontarkan, ia emosi...
" jangan nuduh sembarangan, kamu kali yang suka film jorok" nay melotot, dengan emosi ia bangkit menatap mata rangga
"owh jadi lo berani sekarang sama gue?
mentang mentang kita mau di jodohin? ”
" heh kamu tuh emang seneng nuduh aku yang engga engga dari dulu,
yang bilang mau Terima perjodohan ini siapa? kamu kan? ”
"iya, lo mau tau kenapa gue Terima? " rangga mendekat, nay mundur perlahan menghalangi wajah nya dengan buku
__ADS_1
"karna gue akan lebih puas jailin lo"
rangga menyimpan paperbag di bangku yang nayla duduki tadi, setelah mengucapkan itu ia langsung pergi begitu saja
"astaghfirullah, ya allah, maaf aku natap mata Rangga lama lama, apa lagi sambil emosi"
nay melirik paperbag yang Rangga berikan, ia meraih nya, ada dua mika kue dengan topping berbeda, rasa jengkel nya meleleh seketika melihat itu,
*di rumah
"jadi Rangga itu satu kampus sama kamu nak? ” tanya ibu, setelah nay memberikan kue pemberian mama nya Rangga dengan wajah cemberut.
" iya bu, bukan cuma se kampus aja,
ibu tau?, dari SMP, SMA pun kita bareng bareng,
Rangga sama temen nya itu sering bully aku di sekolah, ibu tau kan waktu rangga sebut aku ninja hatori?, ya begitu lah dia manggil aku di sekolah"
ibu tersenyum mendengar curhatan sang putri, ia tampak emosi sekali menceritakan nya,
"ibu ingat rok SMA aku yang ada permen karet nya?, dia yang taro itu di bangku kelas aku" tambah nay masih dengan emosi,
"apa lagi dia sering nambahin bumbu di makanan nay kalo di kantin, garem lah, cuka lah, sambel lah, sampai nay minta ijin pulang karna ga kuat bolak balik wc "
"sabar nak, istighfar...
siapa sangka ya kalian berjodoh" ucap Ibu mengulum senyum...
"ibu.... " nay merengek, ibu langsung memeluk kepala nya sambil tertawa..
"sayang, ga kerasa kamu udah besar, ibu akan merasa kesepian saat nanti nay di bawa suami.. kalau aja masih ada almh shanum, mungkin ibu ga akan terlalu kesepian... "
"bu.. " nay mengusap tangan ibu nya
"astaghfirullah.. maaf ibu bukan nya belum ikhlas, tapi ibu masih merasa sedih sama kepergian adik kamu"
"nay ga mau nikah kalo bikin ibu sedih" ucap nay pelan..
"ga boleh gitu sayang, nay bisa sering sering datang ke sini, tapi harus dengan ijin suami"
nay mengangguk, ia sedikit nya tau harus bakti pada sang suami...
__ADS_1