
Hari ini, hari terakhir Nayla kuliah sebelum menikah dua hari lagi,
sampai hari ini, Nayla belum melihat sosok Rangga setelah hampir sebulan kemarin ia memberi titipan dari mama nya,
"dia ga akan kabur kan saat kita nikah lusa? dia kan ga suka sama aku"
nay bergumam dalam hati nya, mata nya tetap mencari sosok Rangga..
hari semakin sore, mendung pun tiba tiba muncul, bahkan hujan mulai turun,
nay bergegas pergi menunggu angkutan umum di depan kampus nya..
15menit sudah nay menunggu, namun tidak ada angkutan yang muncul, hujan semakin deras saja, nay memilih berteduh di sebuah halte.
"mana ga bawa payung lagi"
hujan semakin deras dan langit makin menggelap,
seseorang baru saja tiba ikut berteduh, ia terlihat basah..
"Nayla? " tanya nya..
nay menoleh, mengangguk an kepala nya
"kak Rama..? "
"hay... kamu nunggu jemputan? ” tanya Rama, Rama yang kemarin memberikan nay minuman sebelum Rangga memberi paperbag pemberian mama nya
" engga ka, nunggu angkutan"
Rama tersenyum, jantung nya tidak baik baik saja berdiri cukup dekat dengan wanita yang ia sukai..
Nayla merasa tidak nyaman berada dekat laki laki seperti ini
"ya allah, semoga segera reda dan ada angkutan" nay terus merapalkan doa di mulut nya..
"Nayla, boleh aku minta nomor HP kamu? ”
Nayla menoleh sebentar dan langsung menunduk, menghindari kontak mata langsung dengan Rama,
nay belum menjawab, saat sebuah mobil mewah menepi,
"Rangga bukan kah itu Nayla? ” tanya papa
" seperti nya iya" jawab Rangga cuek
"apa dia nunggu jemputan? " tanya papa
"mana Rangga tau pa",
"menepi, kita akan bawa Nayla pulang, ini sudah sore dan hujan tambah besar"
dengan berat hati dan tidak banyak protes Rangga menepikan mobil..
kaca mobil terbuka sedikit karna hujan, hadi melambaikan tangan nya pada nay, nay yang kurang jelas melihat karna terhalang hujan itu hanya mengernyit,
"bawakan payung buat Nayla Rangga, di jok belakang" ucap hadi penuh perintah,
Rangga turun dari mobil, membuka payung yang berukuran cukup besar itu, ia menghampiri nay,
"kak Rangga".. nay begitu pangling melihat calon suami nya memakai stelan jas lengkap dengan dasi
Rangga mendekat,
" apa kamu ga mau pulang? lagi pacaran ya? ”
Rangga menoleh pada Rama
__ADS_1
"engga ka, nay lagi nunggu angkutan"
"ayo ikut, papa ada di dalam"
Nayla jadi serba salah,
"ikut kemana ka? ”
Rangga terlihat kesal, jas nya mulai basah terciprat air hujan..
" ya anter kamu pulang lah, mau di anter ga? ” tanya nya kesal
Rama di samping mereka menoleh, ia mengingat ingat, di mana pernah melihat laki laki ini...
"iya kak, Nayla ikut"
"ayo cepetan"
nay menoleh ke samping nya
"kak, saya duluan"
"silahkan, hati hati" ucap Rama lembut
Rangga menatap Rama tidak suka...
Nayla merasa tak enak, untung jarak halte dan mobil Rangga berdekatan, sehingga ia tidak lama se payung ber dua dengan Rangga.
Rangga membuka kan pintu belakang mobil,
nay buru buru masuk,
Rangga kembali ke belakang kemudi, ia terlihat ribet dengan payung nya
"assalamu'alaikum pa"
"waalaikumsalam sayang, kamu masih kuliah? papa kira sudah ijin libur, pernikahan kalian dua hari lagi"
"kenapa 3hari, ga se minggu aja?
kalau perlu kamu cuti aja, kalian kan harus pergi bulan madu, papa akan siapkan tiket"
"apa.?? " nay reflek menjawab, ia terkejut
Rangga membuang pandangan nya ke luar jendela mendengar itu, ia mulai menyetir..
"kamu harus tentukan tempat untuk bulan madu, papa tinggal siapkan tiket nya" ucap hadi dari kursi depan...
"pa, di kantor lagi sibuk, lagian pernikahan kita cuma sederhana. rangga pikir juga mau langsung kerja aja, belom ada tempat tujuan,
nay juga pasti banyak tugas"
Nayla tertunduk, ia mengerti kenapa Rangga berkata begitu, ia cukup tau diri...
"mana ada pengantin baru sibuk kerja dan kuliah, pokok nya papa ga mau tau... " ucap hadi sambil tersenyum pada nayla...
Rangga tidak bisa banyak komentar, papa memaksa Nay untuk mampir, karna kebetulan rumah Rangga lebih dekat dari pada rumah Nayla,
nay tampak gerogi,
ia sudah menolak dengan mengatakan ia harus pulang dan buka puasa,
pernyataan Nayla yang sedang puasa untuk meminta pada allah di lancarkan segala acara pernikahan nya membuat hadi tambah kagum,
hadi meminta pekerja di rumah nya menyiapkan menu istimewa untuk buka puasa nay,
"MasyaAllah sayang, ko ga bilang mau dateng? ” mama mendekat, memberikan pelukan dan cium pipi kanan kiri calon menantu nya,..
__ADS_1
" tadi ketemu di depan kampus ma, kak Rangga ngajak bareng" ucap nay
Rangga mendelik, ia pergi begitu saja ke kamar nya melihat adegan itu
"nyebelin banget emang" gerutu nya
"mama nay pengen pulang, kalo tau bakal ke sini nay ga akan ikut deh"
"sudah tenang aja, ijin ibu kamu biar mama yang urus, ayo kita ke dapur, udah mau magrib, mama temenin nay buka puasa"
mama menggandeng tangan menantu nya,
rumah ini begitu luas, nay baru pertama kali datang berkunjung
hidangan tersaji khusus untuk nay buka puasa,
karna makan malam keluarga Rangga jam 7 nanti,
mama memanggil putra nya untuk datang, menemani nay buka puasa...
"MasyaAllah mah, banyak banget ini, nay cuma sendiri, mubazir makanan nya,
nay jadi ga enak"
"jangan sungkan sayang, setelah menikah nanti mama Minta kalian tinggal di sini ya, rumah ini besar, biar ramai "
nay menunduk,
terlebih Rangga datang menghampiri mereka dengan malas..
"temenin nay buka puasa ya sayang.. " ucap mama, mama memelototi Rangga karna wajah nya terlihat malas.
"iya mah... "
Rangga dan mama memesan kopi untuk menemani nayla buka puasa,
Nayla masih saja canggung harus makan di dekat orang lain seperti ini,
ia tadi berniat akan makan di rumah saja, setelah membatalkan puasa nya...
"Nayla, setelah selesai kuliah, apa mau di lanjut sayang ke jenjang yg lebih profesional? "
Nayla tersenyum,
"seperti nya engga ma, cukup sampai di sini saja, Nayla harus bisa bagi waktu antara rumah sama pekerjaan nanti nya"
mama tersenyum melirik putra nya,
"kalo nay mau lanjut juga ga apa apa ko sayang, selain ga keberatan, Rangga juga pasti mampu biayain kuliah kamu"
rangga diam, ia hanya ikut nimbrung saja di depan dua perempuan ini...
"engga ma, menurut nay setelah menikah, mengurus rumah tangga lebih penting"
"owh... manis nya... mama juga sama dulu, mama harus nya jadi dokter, karna menikah dan ga lama hamil Rangga mama berhenti,
setelah berhenti males lagi mau lanjut" mama begitu antusias menceritakan semua
"nanti kalian juga jangan tunda tunda kehamilan ya nak, biar mama cepet punya cucu"
uhukkkk"
Nayla tersedak saat sedang minum,
"kamu ga apa apa nay? ” mama mengusap punggung calon menantu nya
" engga mah, maaf nay ga hati hati"
__ADS_1
"kamu yang kena musibah ko kamu yg minta maaf"
nay tersenyum, pandangan nya selalu tertunduk karna takut bertatapan dengan rangga