Musuh Tapi MENIKAH??

Musuh Tapi MENIKAH??
surat undangan


__ADS_3

"maafin mama ya pa, mama malah ga tau keadaan anak mama, mama pikir Rangga sudah besar, udah ga perlu mama perhatiin terus,


mama lebih fokus ke Alvin sama diana karna mereka masih sekolah"


hadi memeluk istri nya,


"makanya papa turun tangan karna tau mama banyak sekali urusan,


papa ga akan bilang kalo Rangga sama pacar nya itu dalam status aman atau cinta monyet,


tapi seperti nya Jihan memanfaatkan cinta rangga sama dia,


kamu tau, uang jajan yang selalu kamu kasih, rangga transfer pada pacar nya itu"


"apa pah? " meluncur juga air mata mama..


"lalu, sudah sejauh apa hubungan mereka? ”


hadi tau arah ucapan istri nya


" inshaAllah masih aman, dan semoga papa tidak lengah"


"ya allah...


makasih ya pa, udah mau bantu mama jaga anak anak, padahal papa juga banyak kesibukan"


hadi mengusap lengan istri nya


"itu anak kita, kita yang harus sama sama merawat nya,


makanya papa pilih nayla yang sangat mengerti agama untuk meluruskan hidup putra kita yang mulai bengkok"


"iya pa, nayla juga sangat cantik dan sopan, mama suka dia"


*ke esokan pagi


"pa, Rangga butuh banget uang itu" rangga menunggu papa nya keluar kamar pagi ini,


"baik, ikut ke ruangan kerja" ucap papa


Rangga membuntuti papa nya,


terlihat papa membuka sebuah pintu lemari di belakang nya,


papa mengeluarkan beberapa gepok uang pecahan 100rb.


"ternyata tidak cukup, papa hanya punya uang cash 30, 70nya papa transfer"


rangga mengangguk, ia mendekat


"rangga ambil ya pa, terimakasih"


"persyaratan masih berlaku rangga, bunga 50%"


rangga tidak menjawab,


"atau ada penawaran lain nya" ucap papa


"apa itu? ” tanya Rangga


" akhiri hubungan mu dengan Jihan"


" papa tau? ” tanya rangga


"papa bahkan tau uang ini untuk siapa dan untuk apa rangga,


tinggalkan dia, hidup lebih baik dengan Nayla, dan mulai senin bekerja lah di kantor.


jika kamu tidak menurut, papa akan meminta kembali uang dengan bunga 50%, kamu akan kehilangan motor mu, dan kartu kredit akan papa blokir"


rangga tidak menjawab, ia meraih uang di meja dan keluar begitu saja,

__ADS_1


papa menghembuskan nafas nya dengan kasar,


"papa membesarkan mu dengan susah payah nak, jika kamu tau bagaimana papa membangun semua ini, mungkin kamu akan bekerja keras membantu papa.


papa ingin hidup mu, mama dan adik adik mu terjamin, bukan malah menghidupi orang lain yang bukan apa apa untuk kamu"


***


Rangga bergegas datang ke sebuah bengkel, kebetulan sebut saja korban sedang berada di sana, rangga bahkan membuat pernyataan telah memenuhi tuntutan korban, dan korban telah menerima uang dan tidak akan meminta tambahan lagi jika suatu saat ada keluhan pada mobil korban efek kecelakaan ini,


masalah satu terselesaikan,


rangga datang ke kontrakan Jihan...


belum apa apa Jihan sudah berlinang air mata melihat kedatangan Rangga,


ia memeluk nya dengan haru karna tadi mendapat kabar dari rangga bahwa masalah sudah selesai..


"makasih ya sayang... aku ga tau harus gimana kalo kamu ga tolong aku"


rangga membalas pelukan Jihan,


mengusap rambut nya yang se bahu..


"udah, sekarang udah tenang kan, ini aku bawa uang buat perbaikan mobil yang kamu sewa"


Jihan menerima tas yang Rangga beri


"kamu bilang apa sama papa kamu, apa dia percaya sampai kasih aku uang segini banyak nya, gimana aku ngembaliin nya? ”


" udah lah, jangan di pikirin dulu, yang penting masalah nya selesai sudah ya"


Jihan mengangguk,


"aku bikinin kamu minum ya? "


"aku mau kopi"


"oke sayang"...


Jihan datang dengan dua cangkir kopi,


melihat rangga di posisi itu Jihan merasa tidak enak, rangga pasti lelah..


" sayang... "


"hmmmm.. " rangga membuka mata, tersenyum pada Jihan "maaf aku ketiduran"


Jihan begitu saja mendekat, memeluk rangga, mengecup bibir nya beberapa kali,


"kamu laki laki terbaik yang Tuhan kirim buat aku, semoga kita bisa lebih serius bawa hubungan ini ya" ucap Jihan


rangga menatap mata kekasih nya itu, ucapan papa terus ter ngiang di telinga nya.


pertemuan mereka terjadi begitu saja saat Jihan di goda pengunjung bar yang mabuk,


merasa risih dengan apa yang ia lihat Rangga bergerak memukul laki laki itu hingga terjadi perkelahian,


ya begitu saja mereka kenalan dan semakin dekat, karna Rangga sering berkunjung..


tanpa meng iya kan atau meng aminkan kata kata Jihan, mereka mulai berdekatan, Jihan begitu saja menikmati momen ini, sentuhan nya membuat rangga sebagai lelaki normal tidak bisa mengontrol hasrat nya,


bibir mereka bertemu, adegan ini memang sering terjadi, namun kali ini Jihan seperti lebih agresif tangan nya terus mengusap tengkuk Rangga,


menurun membuka beberapa kancing atas kemeja kekasih nya itu,


lagi lagi entah seperti nya malaikat datang pada rangga, ucapan papa nya melintas


"tinggalkan dia.. " bersamaan kata kata nay tentang "itu termasuk dosa besar dan zina"


Rangga melepas pungutan nya, meraih tangan Jihan yang sudah berhasil membuka tiga kancing kemeja nya,

__ADS_1


rangga menggeleng dan tersenyum,


"Jihan dengarkan aku,


papa memintaku untuk mulai kerja di kantor nya, mungkin aku akan jarang nemuin kamu"


Jihan terlihat berpikir,


"apa karna uang itu kamu kerja? ”


" iya, dan memang papa sedang sibuk, jadi aku harus mulai bantuin dia"


"maaf ya sayang.. " Jihan merasa bersalah..


"it's okay, aku harus pulang ya"


rangga bangun dari duduk nya, merapihkan pakaian yang di acak oleh Jihan. adegan seperti ini sering terjadi, tapi demi apa pun Rangga belum berani melakukan hal lebih jauh dari sekedar ciuman, walaupun sering kali Jihan mengajak nya.


hari begitu cepat berlalu,


Rangga sudah bekerja dua minggu ini,


hari ini pun undangan akan di sebar, nayla duduk di tempat biasa ia dan Nadine nongkrong,


kali ini ia menunggu Nadine karna ingin memberikan undangan pernikahan nya,


Nayla hanya mengundang Nadine, entah lah, pernikahan ini terlalu mendadak biarlah undangan mertua dan orang tua nya saja yang banyak.


Nayla memperhatikan sekitar,


sudah se minggu ini ia tidak melihat rangga di kampus, Nayla belum memiliki nomor HP Rangga,


"dorrr.... "


"astaghfirullah.. "


"ahahaaa... bengong aja sih" Nadine sangat puas membuat Nayla terkejut,


"huft.. kaget tau... "


Nadine yang melihat surat undangan di tangan Nayla begitu saja merebutnya,


"punya siapa ini? ” tanya nya


" itu undangan pernikahan aku nad"


"what..? "


Nayla mengangguk,


"jangan becanda nay, lo ga pernah bilang apa apa, malah setau gue lo ga punya pacar? "


Nayla menunduk


"lo nyembunyiin sesuatu dari gue? ” tanya Nadine lagi...


" maaf nad, aku emang ga cerita, aku di jodohin"


bibir Nadine tebuka dengan mata melotot hampir melompat keluar, Nayla membetulkan bibir teman nya itu yang terlalu lama menganga,


"kamu serius nay? ”


nay tersenyum dan mengangguk,


" ya allah... " Nadine memeluk sahabatnya itu, "bagaimana pun proses nya, selamat ya nay.. "


Nayla tersenyum,


"makasih, kamu sama keluarga harus dateng ya nad"..


" inshaAllah nad,

__ADS_1


tapi gimana sama kuliah kamu?" tanya Nadine penasaran...


"emh... kita akan tetap kuliah setelah nikah, maka dari itu, aku ga ngundang banyak temen di kampus, gimana ya, pernikahan kita sedikit tertutup"


__ADS_2