Musuh Tapi MENIKAH??

Musuh Tapi MENIKAH??
bertemu


__ADS_3

Jihan menautkan tangan nya di lengan Rangga, mereka sedang berada di sebuah mall,


"kita makan dulu yu sayang" ucap Jihan


"terserah kamu mau apa dulu, yang penting kamu senang"


mendengar Rangga menjawab begitu Jihan begitu senang, tangan nya ia perkuat, dengan manja menyandarkan kepala nya di pundak Rangga


"kamu yang terbaik sayang" ia memberi hadiah dengan kecupan di pipi kekasih nya


Nayla celingak celinguk mencari di mana toko buku itu, ia dengan Nadine berjalan menyusuri mall,


setelah mendapatkan apa yang mereka inginkan, Nayla mengajak Nadine untuk pulang,


"nay aku laper, kita makan dulu yu? ” ajak Nadine


Nayla melirik jam di pergelangan tangan nya,


baru jam 5 memang, seperti nya magrib ia bisa ada di rumah kalau sekedar makan saja


"ayo nad aku temenin ya"


"asik... cacing gue minta jatah ni"


mereka berdua pergi ke sebuah restoran steak terbaik di mall itu,


memilih kursi paling ujung agar nay bisa dengan santai makan tanpa mendapat lirikan dari orang lain karna cadar nya


"ayo pesen apa, ini resto steak langganan mama aku, sekarang biar aku telaktir kamu"


"ga usah nay, uang nya di tabung aja, alhamdulillah aku juga punya ko"


"kamu tuh, apa apa nabung,


jangan suka nolak rezeki, mama aku baru dapet arisan 50jta, jadi alhamdulillah aku kebagian"


"MasyaAllah, alhamdulillah kalo gitu, makasih ya nad"


"sama sama, tenang aja ih jangan sungkan gitu, tar kita juga harus bisa nabung, walaupun berbentuk arisan, seneng banget pas dapet" ucap Nadine seru..


Nayla menyetujui itu,


entah bagaimana mata nya menangkap sosok lelaki jangkung memasuki restoran ini, Nayla terkejut, ia memalingkan wajah nya dan menggeser duduk nya agar tidak menghadap Rangga.


"Rangga sama siapa itu? apa mungkin pacar nya?" Nayla menggerutu dalam hati..


pesanan Nayla dan Nadine datang, namun takdir lagi lagi memang harus mempertemukan mereka, Nadine ijin ke toilet dulu pada nay, membuat nay bisa melihat rangga dan pacar nya itu dengan jelas,


Rangga menoleh ke arah nay, mata nya memicing seketika, mengenali siapa wanita bercadar yang terhalang satu meja dengan nya itu,


Nadine kembali,


"sorry ya lama, yo kita makan... "


"engga kok" nay mengangguk, ia mulai makan dengan membuka cadar nya sedikit menggunakan tangan, dan memasukan makanan nya ke dalam mulut lewat samping,


Rangga memperhatikan itu


"ribet banget sih liat dia makan" ucap nya dalam hati...


"sayang, liat deh ini lucu ya? ” Jihan merangkul tangan Rangga menyodorkan HP nya menunjukan apa yang ia sebut lucu.


" aku mau pesen ini boleh? " ucap nya lagi

__ADS_1


"boleh sayang, pesen aja.. "


"yeaayyy makasih"...


nay merasa terusik mendengar itu, bagaimana mereka saling memanggil sayang, terlebih ini di depan umum...


Rangga malah sengaja memperlihatkan kemesraan mereka,


dengan menyeka bibir Jihan, lalu membelai rambut nya juga,


nay semakin salah tingkah melihat itu, membuat rangga semakin suka...


nay dan Nadine selesai, mereka akhirnya pulang,


namun sebelum itu nay pergi ke toilet,


saat ia keluar dari toilet wanita, nay terkejut melihat rangga di depan nya


rangga tersenyum sinis,


"gue jadi ragu apa lo ga suka cowo?,


atau mungkin lo penyuka sesama jenis, kenapa lo jalan ama temen cewe? ”


nay melayangkan tatapan tidak suka pada Rangga


" maaf, tapi kami ga di perbolehkan pacaran, apa lagi jalan dengan lawan jenis yang bukan muhrim, apa lagi mesra mesraan di depan umum, itu zina dan termasuk dosa besar"


"maksud lo gue dosa jalan ama cewe gue? ” tanya Rangga emosi


" apa kamu ga di ajarin ilmu agama?


aku yang malah jadi ragu sama kamu buat jadi imam aku, kenapa kamu mau nikah sama aku padahal kamu punya pacar? ”


"jangan kurang ajar, aku bisa teriak karna kamu gangguin aku"


rangga diam, nay melanjutkan langkah nya yang sempat tertunda...


"kenapa aku harus ketemu dia sih? ” nay menggerutu kesal..


***


keluarga sedang sibuk sibuk nya menyiapkan pernikahan, sedangkan rangga sedang berhadapan dengan papa nya di ruang kerja malam ini..


" mulai lah kerja di perusahaan, kamu akan berumah tangga, harus memberi nafkah pada istri mu"


rangga terlihat malas membahas itu,


di tambah ia ingat lagi apa yang nay bilang tadi di restoran


"rangga kan masih kuliah pa" sangkal nya


"lalu mau di kasih makan apa istri kamu? belom lagi kalo nanti punya anak"


hah.. anak?


rangga melirik papa nya,


"yang mau kita nikah kan papa, jujur aja rangga masih pengen seneng seneng pa"


hadi menatap putra nya dengan tajam,


"berapa kekacauan yang kamu lakukan yang bikin mama sama papa ga percaya lagi sama kamu? apa kamu bisa menghitung nya?

__ADS_1


kamu bilang masih mau bersenang senang? usia kamu sudah 26 udah bukan abg lagi,


sampai usia berapa biaya hidup kamu harus kami tanggung?


kamu tau selepas SMA papa kerja satu tahun buat ngumpulin biaya kuliah papa sendiri,


dan lihat ke adaan kita sekarang apa kamu pikir kita dapat kehidupan nyaman ini atas bantuan jin?? ”


rangga diam.. iya dia selalu kalah jika debat dengan papa nya.. karna memang dia salah..


keluar dari ruang kerja papa nya dengan muka kusut, mama melirik putra nya itu dari arah dapur, ia sedang memotong buah untuk cemilan sore ini,


tokk tokk tokk


"sayang".. mama memanggil putra nya


ceklek


rangga tersenyum sekena nya


" lagi apa? boleh mama masuk? ”


rangga mengangguk,


"ni mama bawa buah... makan lah"


melihat sang putra diam saja mama menatap nya,


"apa yang papa bilang? " tanya mama


"apa lagi, soal pernikahan" jawab nya malas


"terus, kenapa muka kamu jadi ditekuk begitu"


rangga menatap buah yang berwarna warni itu di piring, "mah rangga punya pacar mah"


"terus, emang kenapa? ”


rangga menghembus kan nafas nya dengan kasar, ia tersenyum sinis


" kalo rangga nikah gimana pacar rangga? ”


"ya putusin lah, kamu ga ada niat buat punya istri & pacar sekaligus kan? ”


" ga segampang itu mah" (udah kaya judul lagu)


"apa yang kamu beratkan dari pacar kamu itu? cinta??? ”


rangga diam,


" sayang, belum tentu apa yang kita pilih itu baik buat kita, belum tentu yang tampak cocok buat kita akan bagus di diri kita"


"lalu gimana sama pilihan mama sama papa, menurut mama sama papa ninja hatori itu baik buat aku?


siapa tau engga kan? ”


" stop bilang keluarga nay ninja hatori, kamu tau itu syariat islam, keluarga mereka begitu taat, mama saja malu yang pake kerudung hanya di luar saja, pas masuk ke rumah langsung di buka"


"maaf... " ucap rangga


"mama sama papa ga sembarangan pilih wanita yang akan menjadi pendamping kamu,


prinsip kami, menikah untuk satu kali se umur hidup, karna menikah adalah ibadah terlama maka kami pilihkan untuk mu" mama mengusap punggung putra nya

__ADS_1


"sebaik apa sih dia sampai jadi pilihan orang tua gue" rangga bergumam dalam hati


__ADS_2