My Boss Vampire

My Boss Vampire
Ch 6 - TAKDIR


__ADS_3

Apa itu takdir?


Ia adalah lembar misteri. Buku yang tetap terbuka hingga dirimu selesai membacanya.


Bagi Hans, seorang vampir yang telah berumur ratusan tahun. Ia telah melihat berbagai macam takdir manusia. Dirinya percaya bahwa takdir merupakan sebuah hasil dari usaha yang sudah dilakukan. Hukum tabur tuai.


Gairah hidup Hans terpatri pada liontin merah delima yang selalu ia simpan. Takdir seseorang yang mengubah pandangan hidupnya, terutama akan kasih sayang dan cinta. Perhiasan peninggalan zaman kegelapan yang menyimpan kenangan termanis saat itu.


Kini liontin tersebut juga meninggalkan ingatan sepahit empedu. Bersama gadis masa lalu yang mengoyak dunia Hans, dari terang menjadi muram. Anastasia, si gadis Eropa bermata biru.


"Tuan Hansel, upacaranya telah siap." Albus memanggil, membawakan seikat mawar putih. Menyerahkannya. Hans tidak pernah lupa hari ini, 14 desember. Hari pertemuan dengan Anastasia.


.


Eropa barat, abad pertengahan. Beratus tahun silam.


Untuk ukuran pertumbuhan vampir, Hans ketika itu masih remaja. Ia membantu orang tuanya yang (menyamar) bekerja sebagai dokter.


Abad ke 14 merupakan abad kegelapan bagi Eropa. Peperangan, kelaparan, juga pandemi yang sangat mengerikan terjadi. Wabah Black death yang membuat Eropa kehilangan lebih dari 2/3 jumlah penduduk mereka. Hari-hari dimana tiada henti bendera berkabung dikibarkan.


Keluarga Hans adalah keturunan Vampir dari Krimea. Mereka tak pernah lagi mengonsumsi darah manusia. Mereka adalah jenis vampir yang hanya meminum darah hewan tertentu. Sebenarnya alasannya jelas, darah manusia saat itu banyak yang terinfeksi penyakit.


Banyak vampir di masa itu yang kehilangan stamina mereka akibat memangsa penduduk secara brutal. Bukannya bertambah kuat, mereka justru menelan buah simalakama.


Meski vampir itu bisa bertahan, namun hidupnya sengsara. Tubuhnya menjadi zombie, mayat hidup yang kehilangan akal sehat. Mereka turut menyumbang penyebaran virus meluas. 


Ilmu kedokteran saat itu sangatlah terbatas. Meski disebut dokter, ayah dan ibu Hans hanya bertanggung jawab untuk merawat pasien dan memastikan mereka tidak menginfeksi yang lain.


Karena kekebalan tubuh yang luar biasa, orang tua Hans dipercaya sebagai ketua di kamp isolasi. Tidak ada yang mengetahui identitas vampir mereka. 


Hans bertugas membawakan air dan makanan kesetiap pasien. Ala kadarnya. Karena masa itu tidak hanya yang sakit, yang sehat pun kekurangan makanan. Lebih sering Hans hanya disuruh membawakan air ke setiap pembaringan. 


Hari itu, ia bertemu dengan Anastasia. Gadis mungil yang datang ke kamp isolasi, dengan wajah berlumur debu. Memandang Hans dengan penuh makna, senyum tipis termanis yang baru pertama Hans jumpai.


Jarang sekali ada gadis remaja seramah Anastasia di kamp penampungan. Kebanyakan mereka selalu menangis atau mengidap depresi karena kehilangan orang tua atau jadi korban kebejatan prajurit perang yang tak bertanggung jawab.


Hans dan Anastasia kerap berinteraksi, lebih tepatnya Anastasia yang selalu mendekati Hans. Terkadang membantu membawakan air, pura-pura terpeleset dan menangis mencari perhatian.


Awalnya Hans bersikap dingin. Lebih memilih menghindari dan tak peduli. Hal yang selalu ia lakukan pada semua orang. Namun gadis ini berbeda. Ia tak kenal kata menyerah.

__ADS_1


"Kau selalu menghindar, apa karena aku tidak cantik?"


"Ya, kau wanita terjelek yang pernah kutemukan. Kenapa kau selalu tersenyum padaku?" 


"Karena kau tampan, aku suka padamu. Ini ambillah,"


Anastasia menyerahkan kalung liontin yang ia pakai.


"Mulai sekarang kau dan aku adalah sepasang kekasih." Gadis itu tidak peduli mau dikatai jelek dan sebagainya, karena ia tahu, mata Hans lebih jujur daripada mulutnya. Mata yang menyiratkan rasa suka.


Dipikiran Hans, entah apa yang merasuki Anastasia, Hans belum pernah bertemu dengan gadis yang blak-blakan menyatakan perasaan langsung seperti ini.


Menjadi kekasih? Gadis ini sudah gila. 


"Aku tidak tertarik, kalau kau tahu siapa aku sebenarnya, kau akan ketakutan dan membenciku."


"Oh ya, memangnya siapa kau? Malaikat maut?" Anastasia mendekatkan wajahnya. 


"Lebih buruk, aku seorang vampir."


Anastasia tertawa, "Kalau begitu buktikan."


Apakah Hans terpancing. Tidak ada untungnya ia membuktikan sesuatu yang sudah jelas bagi dirinya sendiri. Ia tidak butuh pengakuan orang lain.


Banyak kisah dari mulut ke mulut tentang vampir yang jauh dari kata benar. Ini semua karena kebenaran tentang vampir itu hanya diketahui oleh vampir sendiri. Setidaknya ada beberapa informasi yang sedikit akurat. 


Vampir adalah ras evolusi lanjutan dari manusia sekarang. Mereka hanya perlu sari dari kehidupan yakni berupa darah. Mereka punya daya tahan tubuh luar biasa, itulah kenapa rentang usia vampir bisa mencapai ribuan tahun.


Beberapa vampir dianugerahi bakat dan kekuatan tertentu. Seperti berjalan di atas air, terbang, berubah menjadi kelelawar, melihat masa depan, dan kekuatan tersembunyi lainnya.


Mereka tidak menyukai cahaya matahari. Satu kelemahannya lagi adalah mereka dapat terbunuh dengan tikaman di jantung. Semua tahu itu.


Siapa yang tidak mati jika jantungnya ditikam hingga hancur? 


Vampir banyak diburu karena mereka merugikan manusia, pada perkembangan selanjutnya. Para vampir yang tersisa membuat sebuah aturan ketat, tidak akan mengganggu manusia, demi kelangsungan ras mereka. 


Namun tetap saja ada kelompok vampir yang memberontak, membuat citra vampir menjadi buruk. Kelompok Vampir pemberontak itu menamai mereka sama dengan nama wabah itu.


Seiring datangnya era Renaisans kelompok vampir Black death tak pernah terdengar lagi. Para vampir yang ada lebih memilih menyaru dengan kehidupan manusia normal. Beradaptasi.

__ADS_1


Bahkan mereka berhasil memegang kendali bisnis di berbagai penjuru. Dari hulu ke hilir. Mereka berganti nama dan identitas, berpindah tempat jika memang sudah waktunya.


Anastasia sebenarnya sama saja seperti pengungsi lain. Tubuhnya tidak punya imun untuk menangkal wabah yang merajalela. Meski sakit ia mengusahakan untuk tampak ceria.


Perlahan namun pasti, bobot tubuhnya menurun, rahang pipi semakin tirus. Wabah tersebut menggerogotinya seperti rayap yang memakan kayu, cepat sekali.


"Aku bersyukur dengan sakit ini, setidaknya bisa dirawat oleh dirimu. Aku sudah sangat senang." Anastasia menelan beberapa suapan. 


"Hansel, jawablah. Jika aku bisa terlahir lagi, apa kau bersedia tetap mencintaiku?" Hans tidak membalas, menuangkan bubur cair lagi ke dalam mangkok. Tubuh Anastasia semakin terkulai lemah di atas kasur. 


"Aku tidak tahu apa itu cinta."


"Setelah berbohong tentang vampir, sekarang kau berbohong tentang cinta. Kau pembohong yang buruk."


Gadis itu menghela napas, tersenyum untuk yang terakhir kalinya. 


... 


Anastasia menghembuskan nyawa. Wabah yang mengakhiri kisah cinta yang baru saja mau dimulai. Diikuti dengan lenyapnya nyawa-nyawa berikutnya. Jenazah Anastasia dikubur secara massal bersama yang lain. 


Hans meletakkan mawar putih dikuburan massal tempat peristirahatan terakhir Anastasia. Ia tidak tahu perasaan sakit apa yang tiba-tiba menghantam di dadanya.


Nyeri hebat yang membuat tubuhnya bergetar dan merasakan ada yang hilang, sesuatu yang sangat berharga. Sakit yang membuat bendungan air di matanya tumpah ruah. 


Samudera kesedihan membanjiri hati. Lirih sekali, Hans mengucap janji. 


"Aku akan terus menunggu hingga dirimu terlahir lagi..."


_


Kini aku telah menemukanmu


Helaan napas panjang Hans. Saat dalam hikmad upacara peringatan, seorang pelayan bernama Goro datang dengan tergopoh-gopoh.


Ia merupakan pelayan ayah Hans di luar negeri. Berlari dengan suara langkah kaki yang terdengar penuh ketakutan dan juga rasa cemas.


"Tuan Muda Hans, gawat! Black death telah muncul kembali."


.

__ADS_1


Bersambung


......................


__ADS_2