
Sudah hampir setengah jam Shaka berkutat di depan laptopnya sendiri untuk menyelesaikan pekerjaannya sebagai dosen.
Tidak henti-hentinya juga dia menguap berkali-kali di depan laptop karena kantuk yang masih menyerang padahal dia sudah meminum kopi.
Karena ini juga masih pagi dan Shaka harus segera menyelesaikan pekerjaannya hari ini.
Dan setelah berkutat cukup lama di depan laptop akhirnya pekerjaan Shaka pun terselesaikan dan pria itu bisa bernafas lega.
Pria itu memundurkan kursinya dan meregangkan otot-ototnya yang terasa kaku dengan kepala menyandar pada sandaran kursi.
Dia memejamkan matanya di sana. Sedangkan di sisi lain, Zea baru saja turun menuju lantai bawah untuk mencari suaminya yang tiba-tiba menghilang di sampingnya.
Sembari berjalan, dia berusaha menghilangkan pandangan kabur di matanya dengan cara menguceknya berkali-kali hingga pandangannya bisa kembali normal.
Zea yang baru sampai di tangga terakhir dan melihat suaminya itu tertidur dengan kepala menyandar kursi pun sontak segera menghampiri suaminya.
"Kak Shaka," panggil Zea siapa tau pria itu tidak tidur.
Dan benar saja, ketika Zea memanggilnya mata pria itu langsung terbuka secara spontan.
"Loh sayang? Kok bangun, masih pagi loh ini," katanya dengan menarik tangan gadisnya ketika gadis itu sudah berjarak cukup dekat dengannya.
"Aku bangun karena ngga ada kakak di sampingku." Shaka terkekeh kecil, dia sudah menarik Zea agar mendekatinya lalu segera pria itu tarik untuk duduk di pangkuannya.
"Aaa, kak Shak, aku kaget." Karena sewaktu pria itu menariknya Zea kembali mengucek matanya yang tiba-tiba merasa gatal.
"Maaf." Dan pria itu kecup singkat kepala gadisnya.
"Kak Shaka udah selesai?" Pria itu mengangguk lalu kembali mencium kepala istrinya.
Zea yang merasa terusik karena Shaka yang menciuminya pun menjadi kesal dan hendak berdiri menjauh dari suaminya.
Namun lebih dulu Shaka menahan tangannya dan mendekap erat tubuh istrinya agar pria itu bisa menyenderkan kepalanya di atas dada istrinya.
"Kak Shaka ngga ada jadwal ngajar ta hari ini?" tanya istrinya dengan menatap ke bawah, melihat wajah tampan suaminya.
"Ada, tapi nanti waktu siang. Dan aku masih punya banyak waktu buat kamu." Wajah Zea sudah mengeluarkan semburat merah karena salah tingkah mendengar ucapan suaminya.
"Apasih, kak Shaka gombal." Zea menyembunyikan kedua kedutan bibirnya di samping telinga Shaka.
"Tapi suka, kan," goda Shaka.
__ADS_1
"Masalahnya semua ucapan kakak itu ngga ada yang bikin aku ngga suka, tau ngga." perlahan ketika kepala Zea mengarah di depan wajah Shaka dengan Shaka yang melirik guna menatap wajah istrinya.
Kedua bibir Shaka tiba-tiba tersungging di depan wajah Zea.
"Cuman ucapannya aja nih?" Zea melihat Shaka yang menggodanya, lantas karena kesal tangan Zea melayang untuk memukul pundak Shaka.
"Sama kakak juga, tapi ucapan kakak itu lebih mengarah ke berhasil buat aku sering tersipu gitu."
"Masak sih sayang, yaudah nanti aku kasih asupan ucapan-ucapan manis aja ya biar kamu makin suka sama aku."
"Ya, ngga gitu juga kali, kak." Protes Zea memandang wajah Shaka dengan sebal.
***
Kini Zea dan Shaka sudah bersiap hendak pergi ke sebuah taman dekat rumahnya. Mereka ingin berjalan-jalan sebentar mumpung ini masih pagi dan Shaka tidak ada jadwal mengajar di jam pagi.
Zea dengan setelan celana training dipadukan dengan kaos crop top berwarna hitam yang sudah berdiri menunggu suaminya itu yang belum turun.
Zea bolak balik menatap ke atas ketika suminya itu tidak kunjung turun, "Kak Shaka ngapain aja sih di dalam."
Karena saat dirinya berganti pakaian tadi, Shaka memang masih mandi, dan tidak taunya hingga dirinya selesai berdandan pun pria itu juga masih berada di kamar.
Hingga akhirnya ketika dirinya hendak menyusul suaminya itu ke atas. Tiba-tiba pria itu sudah turun dengan setelan yang ala kadarnya khas seorang Shaka.
Zea sampai melongo melihatnya, dia terkesima karena seorang Shaka yang karismatik.
Hingga akhirnya ketika pria itu sudah mencapai bawah dan berada di tangga terakhir dia bisa melihat dengan jelas wajah istrinya yang terpelongoh menatap dirinya.
Namun yang membuatnya ingin marah adalah, ketika dirinya yang melihat pakaian istrinya yang memamerkan perut ratanya.
Shaka menjadi kesal lantaran istrinya ini malah terlihat biasa saja. Ia tidak mau ya jika asetnya dilihat laki-laki lain juga.
"Zea, apakah harus memakai pakaian seperti ini." Tegur Shaka dengan lembut.
"Oh, jelek ya?" tanya Zea sembari melihat ke arah baju yang dikenakannya.
"Bukan tapi itu loh perut kamu jadi kelihatan, jangan umbar aset aku dong." Hah, mata Zea sampai melotot lebar dengan mulut ternganga.
"Lah kak Shaka baik-baik aja kan? Kok jadi ucul gini ngomongnya." Dia mendekati Shaka lalu mengusuk pelan topi yang dipakai Shaka. Sembari menunjukkan ekspresi gemas di depan suaminya.
"Zeaa aku seriuss." Zea terkekeh, dasar ya suaminya ini. Sudah besar, seorang dosen tapi kelakuan masih bocil.
__ADS_1
"Tapi baju kayak gini enak, tau kak."
"Pakai ini aja ya, kak." Mata Shaka dengan cepat melotot lebar.
"Ganti ngga."
"Ck, iya-iya, aku ganti."
Kemudian Zea segera pergi untuk mengganti pakaiannya.
Dan sekarang gadis itu sudah memakai hoodie kebesaran miliknya berwarna tosca. Shaka sudah full senyum sedari tadi karena melihat ekspresi menggemaskan dari istrinya.
Dan keduanya yang sudah berjalan di sekitar taman.
Shaka berjalan di belakang Zea, ketika melihat gadisnya sudah asik sendiri menatap taman yang banyak di datangi orang-orang joging.
Shaka yang melihat tangan Zea menganggur pun dengan cepat mendekati gadis itu dan menggandeng tangan gadisnya dengan cepat.
Zea yang terkejut karena Shaka tiba-tiba menyentuh tangannya langsung tersenyum ketika itu perbuatan suaminya.
"Kak Shaka ya, hobinya bikin aku kaget terus." Shaka menoel hidung Zea. Gadis itu memundurkan kepalanya ketika Shaka mencoba menjahili hidungnya dengan terus menoel-noelnya.
"Kak Shak berhenti atau aku bakal ngambek lagi ke kakak." Dan dalam sedetik Shaka yang masih menjahili Zea pun seketika terdiam dan memilih berjalan dengan menggandeng tangan Zea.
Diam-diam mata Shaka melirik ke bawah tangannya yang saling tertaut dengan tangan milik Zea.
Lantas karena melihat itu, Shaka pun diam-diam memotret tangannya.
Dia tersenyum kecil ketika melihat hasil jepretan fotonya sendiri. Kemudian dia sedikit mendekati telinga Zea dan membisikkan sesuatu.
"Siap buat menyangkal rumor." Zea tersentak kecil karena mendengar suara bass Shaka tepat di samping telinganya.
"Maksud kakak?"
Shaka menjauhkan kembali kepalanya lalu ia melepas kaitan tangan keduanya dan beralih sibuk dengan ponselnya.
Setelah selesai berkutat kemudian pria itu menunjukkannya di depan wajah sang istri.
"Kalau gini kan enak, pasti tidak akan ada yang berani membuat rumor-rumor aneh seperti kemarin." Sontak kedua mata Zea melotot tak percaya dengan apa yang dilakukan pria itu.
Shaka yang memposting foto dirinya tengah digandeng mesra cowok itu. Tapi di kamera hanya terlihat tangan keduanya yang saling menggenggam.
__ADS_1
Kita lihat saja nanti, akan se viral apa berita tentang Shaka yang memposting bergandengan tangan mesra dengan seorang perempuan di akun lambe turah kampus.
...***...