
"Jangan sok tahu kamu tidak tahu apapun tentangku !" teriak Novi.
Hana terkejut mendengar teriakan Novi terhadapnya yang tak pernah terjadi sebelumnya.
"Kamu !"
"Sayang mama manggil kamu tuh, katanya ada hal yang mau dibicarakan," ujar Yuki yang tiba-tiba datang dan memotong pembicaraan Hana.
"Iya Kak, baiklah aku permisi dulu," jawab Hana sambil beranjak keluar.
*Apa yang sudah aku lakukan aku meneriaki kakakku yang tidak salah dan tidak tahu apa-apa* batin Novi.
"Ada apa Ma ?" tanya Hana pada Mama Yuki.
"Hmm,Yuki kamu keluar dulu ya Mama pinjam istrimu dulu," kata Mama Yuki.
Yuki mengangguk lalu keluar dari kamar tersebut.
*Gluk,semoga tidak terjadi apa-apa kata orang kan kata-kata Mertua itu agak sensitif* batin Hana.
"Lho kok berdiri disana kemarilah sayang Mama mau berbicara serius denganmu," ujar Mama Yuki sambil melambaikan tangannya.
Hana berjalan ke arah Mertuanya itu. Lalu mereka pun duduk bersampingan.
"Hana tenang saja Mama nggak sejahat Mertua kejam lainnya kok, jadi jangan takut ya," kata Mama Yuki sambil mengelus kepala Hana.
"Iya Ma Hana tahu," ucap Hana sambil tersenyum canggung.
"Sebagai istri Yuki, Mama mau menceritakan bagaimana sifat Yuki pada kamu agar kamu tidak terkejut nantinya," sambung Mama Yuki.
"Sifat kak Yuki ? Memangnya ada apa dengan sifatnya kak Yuki ?" tanya Hana.
"Yuki itu orangnya pendiam tapi peduli terhadap orang-orang didekatnya, dia tidak suka berantakkan dan juga dia pekerja keras jadi Mama harap Hana mengerti kalau dia jarang pulang karna sibuk kerja ya," jelas Mama Yuki lembut.
"Iya Ma, Hana akan berusaha menjadi istri yang baik untuk kak Yuki," jawab Hana.
"Mama percaya kok, mama yakin Yuki nggak mungkin salah pilih istri, Hana memang yang terbaik," puji Mama Yuki.
"Mama ? Hana boleh nanya nggak ?" tanya Hana lembut.
"Tentu saja boleh dong sayang," jawab mama Yuki.
"Kenapa kok kak Yuki tiba-tiba melamar Hana ?" tanya Hana dengat tatapan serius.
"Begini sebenarnya Yuki itu sebentar lagi akan menjalani tugasnya sebagai pewaris dari kakeknya harusnya itu papanya tapi karna papa Yuki sudah punya bisnis sendiri jadi Yuki ditunjuk cuma kan Yuki merasa akan sibuk nantinya dia takut kamu diambil orang makanya dia ngebet menikah muda," jelas Mama Yuki.
*Ternyata kak Yuki takut aku diambil orang sampai segitunya, membuat detak jantungku jadi semakin tidak beraturan* batin Hana.
"Mama cuma mau bilang itu saja sekarang kita keluar yuk takut suamimu ngamuk lagi hahaha," canda Mama Yuki.
Hana dan Mama Yuki pun saling bergandengan beranjak keluar dari kamar.
__ADS_1
Yuki memasuki kamar Hana tampak buku-buku yang tertata rapi didalam rak mencuri perhatiannya.
Dibukanya salah satu buku tugas Matematika Hana.
"Hmm standar tidak pintar tidak juga bodoh," gumamnya sambil tersenyum.
Sebuah buku gambar yang terletak dimeja belajar pun membuatnya penasaran hasil seni Hana.
"Hmm ini buruk sekali hahaha," gumamnya lagi sambil tertawa.
Namun pada gambar terakhir membuat Yuki terkejut sekaligus terkesima bagaimana tidak Hana menggambar dirinya dengan sangat rapi.
" Haha dia bahkan mengingat wajahku meskipun tidak begitu sama persis," gumamnya.
Namun pada gambar terakhir membuatnya lebih terkejut lagi. Ya Hana menggambar Yuki dan dirinya menikah.
"Haha ternyata sebelum menikah didunia nyata kami terlebih dulu menikah digambar ini," gumam Yuki lagi.
Cepat-cepat ia masukkan kedalam koper buku gambar tersebut.
Tak lama kemudian Hana masuk.
Yuki langsung berbaring di atas tempat tidur sambil berpura-pura memainkan laptopnya.
"Kakak lapar tidak ?" tanya Hana.
"Tidak, Hana lapar ya kalau lapar kakak temanin makan," jawab Yuki sambil tersenyum.
*Imutnya istriku huh tahan Yuki tahan* batin Yuki.
"Kalau begitu kakak lanjut saja main laptopnya Hana keluar sebentar dulu," kata Hana.
"Kemana ?" tanya Yuki.
"Bantuin ibu masak didapur Kak," jawab Hana.
"Ah jadi tidak sabar mencicipi masakan istriku hmm pasti rasanya enak," goda Yuki.
"Kakak bisa saja ih, Hana pergi dulu," jawab Hana sambil berjalan keluar dari kamar.
"Ibu, sini biar Hana yang potong bawangnya," ujar Hana.
Ibu Hana pun memberikan pisau yang ditangannya kepada Hana.
"Wah Menantuku ini memang baik banget tidak salah Yuki memilihmu sebagai istri Han," puji Mama Yuki.
"Nanti kalau aku sudah menikah apakah aku juga akan dipuji seperti itu ?" tanya Sumi.
"Hush baru juga masuk SMA sudah mikirin Nikah sekolah tuh yang benar," sahut Mamanya.
"Iya nanti juga kan tamat Ma aku mau menikah muda ah sama kayak kak Hana tamat sekolah langsung dilamar sama kak Yuki kan keren pacaran setelah menikah," sambung Sumi tak mau kalah.
__ADS_1
"Iya nikah tu sama kingkong," ujar Mamanya.
"Ya Mama kok sama kingkong sih," jawab Sumi dengan suara memelas.
Semua orang tertawa mendengar ocehan mereka.
Malam pun tiba....
"Bagaimana Pak ? tetap tidak mau makan ?" tanya ibu Hana.
Bapaknya menggelengkan kepalanya.
"Ya sudah Bapak duduk lebih baik kita makan dulu," jawab Ibunya.
Yuki dan Hana pun merasa aneh dengan sikap Novi yang berubah semenjak mereka menikah.
Makan malam pun berlangsung hening.
Sementara itu...
"Dia tidak lebih cantik dariku tapi kenapa kakak malah memilih dia daripada aku, bertahun-tahun aku menyukaimu kak tapi tiba-tiba kakak malah menyukainya" gumam Novi dengan foto Yuki ditangannya.
Ia terus menangis sambil memandangi foto-foto Yuki.
Hingga akhirnya ia pun tertidur kelelahan akibat menangis.
Hana terus memikirkan Sikap Novi yang berubah, sementara Yuki tampak tidak begitu peduli.
"Sudahlah jangan terlalu dipikirkan mungkin dia butuh waktu sendiri, namanya juga manusia pasti kadang berubah menjadi baik dan berubah menjadi buruk," ujar Yuki.
"Entahlah Kak sebelumnya Novi itu bukan orang yang seperti ini tapi kenapa sekarang menjadi seperti ini apa telah terjadi sesuatu padanya ?" jawab Hana.
"Kita tidur yuk besok pagi-pagi kita sudah harus berangkat," ajak Yuki sambil menepuk-nepuk bantal Hana.
*Aku harus mencari tahu, tapi sekarang lebih baik aku temani kak Yuki tidur dulu* batin Hana.
Hana menghampiri Yuki lalu membaringkan tubuhnya didekat Yuki.
"Semoga mimpi indah," ucap Yuki sambil tersenyum.
Hana tersenyum lalu memejamkan matanya secara perlahan.
1 jam pun berlalu Hana bangun dari tidurnya ia mengendap-endap keluar dari kamarnya menuju kamar Novi.
Ia membuka kamar Novi yang kebetulan tidak terkunci lalu masuk dengan berjalan pelan. Dilihatnya Novi yang tertidur pulas, dia mencoba memeriksa barang-barang Novi termasuk ponselnya namun tidak ada 1 barang pun yang mencurigakan, Hana mulai menyerah ia berjalan keluar namun ia sekilas melirik kearah Novi yang tampak memeluk sebuah foto.
Hana mencoba melepaskan foto tersebut namun gagal Novi membuka matanya Hana langsung membungkuk di tepi ranjang lalu Novi menutup matanya kembali.
Hana bangkit tepat didepan matanya ia melihat foto tersebut dengan jelas yang lebih mengejutkan itu foto Yuki suaminya.
*Novi menyukai kak Yuki ?*
__ADS_1
BERSAMBUNG.....