My Diary

My Diary
Sebilah pedang dengan dua sisi


__ADS_3

Hidup tidak selalu berada di atas dan tidak selalu berada di bawah .


Bagi saya manusia sama dengan sebilah pedang dapat melindungi dan juga melukai.


Manusia memiliki dua sisi dalam diri mereka masing masing hanya terkadang tidak semua orang menyadarinya .


Saat ada yang melakukan sebuah kebaikan pasti akan selalu ada orang dari sisi yang memumuja dan mendukung.


Namun akan ada pula orang dari sisi yang menjatuhkan dan memanfaatkan setiap situasi.


Di kala ada yang terjatuh maka akan selalu ada orang yang menolong dan membantu namun selalu ada pula orang yang menghina dan menertawakan.


Dikala ingin menolong orang lain akan selalu ada pikiran pikiran yang akan memberatkan kita untuk menolong.


Mungkin ada yang pernah mengalaminya .


Saat menolong seorang yang di kenal atau mungkin menolong seorang pedagang yang lewat di depan rumah entah itu membeli dagangan sang penjual atau menolong teman yang dalam kesulitan .


Sekali hanya sekali menolong namun sebuah pertolongan tersebut di salah artikan sebagai sebuah keharusan.


Di hari berikutnya saat kalian tak menolong teman kalian yang dalam kesulitan maka akan timbul kata kata kasar seolah menolang semua orang adalah sebuah keharusan.


Begitupun dengan kalian yang tidak membeli dangangan si penjual maka si penjual akan merasa kalian membeli dagangan nya merupakan sebuah keharusan dengan mengatakan biasa juga beli atau kemarin kan beli kenapa sekarang tidak.


Ini lah sifat manusia yang sesungguhnya seperti pedang yang memiliki dua sisi.


Berniat menolong namun justru malah membuat musuh.


Sebenarnya di sini saya ingin memperlihatkan bahwa apapun yang akan kita lakukan baik dan buruknya akan selalu ada yang menilai .


Entah itu berhubungan dengan mereka ataupun tidak namun mereka akan selalu menilai diri kita melalui sudut pandang mereka.


Lihatlah mereka yang menjadi aktris ataupun aktor baik itu dalam dan luar negri.


Di saat seorang aktris memiliki postur tubuh yang langsing dan proposional di satu sisi akan selalu ada yang mencibir bahwa mereka hanya menjual tubuh mereka saja dan di sisi lain akan selalu ada yang mengagumi mereka karna kecantikannya namun cukup sedikit yang melihat para aktris dan aktor tersebut karna usaha mereka.


Banyak yang melihat para aktor dan aktris dengan sebelah mata entah itu mereka mengangap pekerjaan mereka terlalu biasa atau mereka memang sudah lihai dalam berperan.

__ADS_1


Banyak yang mengatur para aktor dan aktris baik dari segi penampilan maupun sikap.


Selalu ada yang berucap terlalu kurus atau terlalu gemuk.


Banyak yang merasa para aktor dan aktris harus hidup sesuai dengan harapan para fans tanpa mereka sadari bahwa aktor dan aktris adalah manusia yang sama dengan mereka yang berkomentar .


Sama halnya di sini dalam dunia menulis .


Sering kali saya temui mereka yang membaca sebuah karya akan selalu meminta up dan crazzi up..


Sadar kah kalian bahwa yang membuat cerita merupakan manusia sama dengan kalian para komentator.


Hanya karna para penulis di bayar dari dukungan kalian tidak berarti kalian memiliki hak untuk mengatur para penulis..


Saat kalian berfikir untuk mengatur sang penulis dengan mengatakan berbagai hal sadarkah kalian bahwa itu hanya akan menjadi bumerang bagi kalian ..


Cukup banyak yang berhenti berkarya hanya karna tuntutan para pembaca..


Bukankah pembaca yang seperti ini merupakan pedang yang membunuh para pencipta karya?


Ingat lah manusia selalu memiliki dua sisi di mana pun dan dalam kondisi apa pun .


Untuk bertahan dalam dunia yang keras dan kejam bukan kah kita harus menjadi pribadi yang kuat.


Karna bila hanya karna sebuah lelucon dari mereka yang tak menyukai kita dapat menghancurkan diri kita maka di mana pun kita berada yakinlah kita akan jatuh.


Cobalah untuk bertahan dengan apa yang benar benar kalian anggap benar dan kalian sukai meski banyak yang berusaha menjatuhkan namun bila kita bertahan pada akhirnya yang bertahanlah yang akan menang.


Buktikan bahwa meski sesulit apapun kita akan bertahan ,karna kita hidup bukan karna mereka yang mengatur.


Namun kita hidup dan melakukan seauatu karna kita menyukainya dan meski ada banyak yang menjatuhkan tetapi akan ada pula yang mendukung.


Di saat itu terasa sulit maka tak perlu memaksa untuk maju namun berhenti sejenak , istirahat dan lihat awal mula kita memulai hal hal yang ingin kita mulai.


Bayangkan awal dari segalanya dan lihat proses kita hingga berada di posisi tersebut .


Meski selalu ada yang berucap buruk namun akan ada yang berucap baik.

__ADS_1


Di saat kita sudah beristirahat maka lanjutkan lah dan selesai kan apapun yang kita sukai selama itu tak menyalahi aturan maka tidak perlu selalu mendengar mereka yang ingin menjatuhkan kita.


Percayalah menjadi apapun kita entah itu aktris atau aktor, pengusaha , dokter dll percayalah bidang apapun yang kita ambil kita akan selalu menemui orang orang yang sama dengan perkataan yang berbeda.


Bila kita hanya terfokus pada perkataan orang lain sampai kapan pun kita tak akan pernah maju..


Saat melihat orang lain ada baiknya kita tidak menilainya dari luar karna itu tidak akan ada bedanya dari mereka yang hanya berucap tentang kita tanpa pernah mengenal kita.


Saat melakukan sesuatu meski itu baik menurut kita namun percayalah akan selalu ada yang melihat itu dari sudut pandang yang berbeda..


Saat ini yang paling menghebohkan adalah masalah virus covid ..


Lucu buat saya karna banyak saya lihat para relawan dari berbagai kalangan .


Banyak yang menilai para relawan hanya mencoba untuk membuat pencitraan yang baik .


Banyak pula yg berterimakasih pada para relawan tersebut.


Ada yang memanfaatkan situasi dan ada yang di manfaat kan.


Saya mengatakan lucu karna apa pun motif dari para relawan tersebut saya yakin tak ada satupun yang berkomentar benar benar mengetahui maksud dan tujuan para relawan .


Mereka yang berkomentar hanya sekedar berucap tanpa mau susah susah mencari maksud dan tujuan para relawan terlepas bagaimana mereka menyalurkan sebuah bantuan..


Ingatlah manusia sama hal nya dengan sebilah pedang .


Pedang yang selalu dapat melukai namun dapat pula melindungi..


Lalu manusia seperti apakah kita?


Apakah manusia yang menolong tanpa pandang bulu dengan maksud saling melindungi?


Ataukah manusia yang selalu menusuk dari belakang dengan banyaknya tipu muslihat??


Entah kalian ingin menjadi manusia yang seperti apa namun jangan pernah lupa bahwa di sekitar kita akan selalu ada manusia manusia seperti itu, entah yang membantu kita atau pun yang menjatuhkan kita.


Dan percayalah hanya diri kita yang dapat membantu diri sendiri dan hanya Tuhan yang maha kuasalah yang dapat kita percaya.

__ADS_1


__ADS_2